Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran merupakan suatu sistem intruksional yang mengacu pada seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. Dengan demikian demikian pembelajaran merupakan selaku suatu sistem, pembelajaran meliputi beberapa aspek yaitu tujuan, bahan, peserta didik, guru, metode, situasi dan evaluasi, yang mana aspek-aspek tersebut saling berhubungan satu sama lain dalam Efektivitas Pembelajaran PAI.
Prinsip-Prinsip Pembelajaran
- Motivasi, segala ucapan pendidik mempunyai kekuatan yang dapat menjadi pendorong kegiatan individu untuk melakukan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan.
- Fokus, ucapannya ringkas, langsung pada inti pembicaraan.
- Pembicaraannya tidak terlalu cepat sehingga dapat memberikan waktu yang cukup kepada anak untuk menguasainya.
- Repetisi, senantiasa melakukan tiga kali pengulangan pada kalimat-kalimatnya supaya dapat diingat atau dihafal.
- Analogi langsung, seperti pada contoh perumpamaaan beriman dengan pohon kurma, sehingga dapat memberikan motivasi, silabus.web.id hasrat ingin tahu, memuji atau mencela, dan mengasah otak untuk menggerakkan potensi pemikiran.
- Memperhatikan keragaman anak
- Memperhatikan tiga tujuan moral: kognitif, emosional, kinetik.
- Memperhatikan pertumbuhan dan perkembngan anak (aspek psikologi/ilmu jiwa)
- Menumbuhkan kreatifitas anak, dengan mengajukan pertanyaan, kemudian mendapat jawaban dari anak yang ditanya.
- Berbaur dengan anak-anak, masyarakat dan sebagainya.
- Aplikasi pendidik langsung memberikan pekerjaan pada anak yang berbakat.
- Doa, setiap perbuatan diawali dan diakhiri dengan menyebut asma Allah.
- Teladan, satu kata antara ucapan dan perbuatan yang dilandasi niat yang tulus karena Allah.
Pengertian Pendidikan Agama Islam
Pendidikan agama Islam adalah usaha sadar yang diarahkan kepada pembentukan kepribadian anak didik sesuai dengan ajaran Islam supaya kelak menjadi manusia muslim yang bertaqwa kepada Allah, berbudi luhur, berkepribadian utuh, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu pendidikan Islam dapat diartikan sebagai studi tentang proses kependidikan yang didasarkan pada nilai-nilai filosofis ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW (Nata, 2009:13).
Tugas Guru Pendidikan Agama Islam
Sebagai seorang pendidik, ada beberapa hal yang haarus dilakukan dalam pendidikan agama Islam selain menyampaikan pelajaran atau materi, yaitu:
1) Bekali diri dengan ilmu Islam
Islam telah mengatur semua sisi khidupan manusia. Dalam hal pendidikan, Islam mengajarkannya dengan sangat detail sebab anak merupakan generasi penerus dakwah. Jadi, harus mendapatkan perhatian besar baagi Islam. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh seorang pendidik.
a) Kelembutan Sikap
Modal utama cinta salah satunya adalah kelembutan sikap. Kelembutan akan menghadirkan cinta, dan perasaan cinta akan semakin merekatkan hubungan antara keduanya. Bila seseorang mencintai sesuatu, pasti ia akan berperilaku lembut terhadap sesuatu yang dicintainya tersebut. Jika anak selalu silabus.web.id menemukan kelembutan setiap kali berinteraksi dengan guru, maka akan meyakini bahwa keduanya memang mencintai mereka.
b) Mengendalikan Emosi
Guru harus pandai mengendalikan emosinya secara baik dan canggih. Bila kita ingin meluapkan emosi yang sulit dibendung di hadapan anak, hendaklah dengan cara duduk, jangan dengan berdiri apalagi dengan berkacak pinggang.
c) Hindari Stigma Negatif Terhadap Anak
Dalam menghadapi anak yang bikin ulah saat proses kegiatan belajar mengajar, seorang pendidik harus bisa menguasai suasana, jangan mudah terbawa arus emosional yang bersifat negatif. Seorang guru dituntut untuk dapat memahami karakter anak satu sama lain. Hal tersebut ditujukan supaya guru dapat mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi suatu haal yang menghambat proses KBM.
d). Hadirkan Mereka dalam Doa
Guru adalah orangtua kedua bagi siswa. Maka, hendaklah guru berusaha berbuat sebagaimana dilakukan oleh orangtua kepada anaknya. Mendoakan anak secara rahasia merupakan tugas keduanya agar dalam tugas mereka mendidik anak diberikan kemudahan oleh Allah SWT.
2) Pahami Kepribadian Setiap Anak
Pada dasarnya manusia memiliki empat watak utama, yang mana sampai saat ini menjadi acuan pemahaman karakter manusia.
- Sanguinis Kepribadian ini menggambarkan seseorang yang memiliki karakter yang lincah, extrovert, periang, mudah berganti haluan, bisa meramaikan suasana, penuh semangat, dan lain-lain.
- Koleris Kepribadian ini menggmbarkan seseorang yang memiliki karakter percaya diri, dinamis dan aktif, serta berbakat.
- Melankolis Kepribadiaan ini menggambaarkan seseorang yang memiliki karakter yang penuh pikiran, teratur, rapi,ekonomis, dan lain-lain.
- Phlegmatis Kepribadian ini menggambarkan seseorang yang memiliki karakter yang rendaah haati, mudah bergaul, tenang tetpi cerdas, daan lain-lain.
Dengan memahami berbagai karakter anak tersebut, para gury dapat mengetahui bagaimana harus menyikapi setiap tindakan yang dilakukan anaknya.
3) Pahami tujuan setiap tindakan anak
Setiap anak memiliki keinginan yang berbeda, sehingga tindakan yang dilakukan juga berbeda. Sebagai guru, terkadang kita hanya melihat kelakuan anak saja tanpa ingin mengerti maksud mereka. Sebelum kita menilai anak, kita harus megetahui tujuan tindakan yang mereka lakukan.
4) Selalu arahkan pemahaman anak yang salah
Sebagai pendidik, kita wajib mengingatkan anak jika mereka mlakukan sebuah kesalahan dalam tindakan. Jangan sampai kesalahan tersebut berlarut-larut sehingga menjadi sebuah bom waktu.
Setiap anak pasti berbeda karakter, sehingga pemahaman yang dimilikinya pun pasti juga berbeda. Dengan demikian, seorang pendidik harus mempunyai budi pekerti dan perilaku yang baik karena sebagai teladan bagi anak didiknya (Mahya, 2014:110).
Tujuan Pendidikan Islam
Dalam pendidikan Islam tujuan dari pendidikan serta pengajaran bukanlah memenuhi otak anak didik dengan segala macam ilmu yang belum mereka ketahui melainkan:
- Mendidik akhlak dan jiwa mereka
- Menanamkan rasa keutamaan (fadhilah)
- Membiasakan mereka dengan kesopanan tinggi
- Mempersiapkan mereka untuk suatu kehidupan yang suci seluruhnya dengan penuh keikhlasan dan kejujuran.
Efektifitas Pembelajaran
Mengajar merupakan kegiatan membimbing agar peserta didik mengalami proses belajar. Pembelajaran yang efektif adalah kegiatan belajar mengajar yang dapat membawa peserta didik untuk belajar dengan efektif. Dengan demikian pembelajaran yang efektif dan bermakna membawa pengaruh dan makna tertentu bagi peserta didik, oleh karena itu perencanaan pembelajaran yang telah dirancang guru harus dilaksanakan dengan silabus.web.id tepat dan mencapai hasil belajar dan kompetensi yang ditetapkan. Dengan demikian pembelajaran yang efektif dan bermakna menunjukkan bahwa selama pembelajaran berlangsung dapat mewujudkan ketrampilan, yaitu peserta didik menguasai kompetensi serta ketrampilan yang diharapkan.
Adapun prinsip mengajar yang efektif adalah
1) Konteks Konteks yang baik meliputi:
- Dapat membuat peserta didik menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan kuat b) Terdiri dari pengalaman aktual dan konkret
- Pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untuk menyusun pengertian, bersifat sederhana, dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi
2) Fokus Untuk mencapai pembelajaran yang efektif, harus dipilih fokus yang memiliki ciri:
- Memobilisasi tujuan
- Memberi bentuk dan uniformitas pada belajar
- Mengorganisasi belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penemuan
3) Sosialisasi Kondisi sosial di kelas banyak sekali pengaruhnya terhadap proses belajar yang sedang berlangsung dikelas tersebut.
4) Individualisasi Dalam mengorganisasikan kelas guru harus memperhatikan taraf kesanggupan peserta didik dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan dengan baik.
5) Urutan Bila hendak belajar yang otentik, maka proses belajar harus diorganisasi berdasarkan rangkaian atau urutan sehingga proses belajar menjadi penuh makna.
6) Evaluasi Evaluasi sebagai suatu alat untuk mendapatkan cara-cara melaporkan hasil-hasil pelajaran yang dapat dicapaai dan dapat memberi laporan tentang perkembangan peserta didik (http*://www.wikipedia.*com).
Dengan demikian, keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah proses pelaksanaan atau proses belajar mengajar, dimana posisi guru tercipta mengajar efektif dan dari segi murid tercipta belajar efektif. Untuk mencapai pembelajaran aktif, maka satu aspek penting di dalamnya adalah masalah metode yang digunakan guru dalam menciptakan suasana belajar aktif. Guru harus selektif dalam memilih metode yang digunakan dalam pembelajaran, karena dengan penggunaan metode yang sesuai akan berpengaruh terhadap keberhasilan dalam pembelajaran.
Literasi
Nata, Abuddin. 2009. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Mahya, Itaf Bareq. 2014. Mendidik Anak Ala Rasulullah Sejak dalam Kandungan. Yogyakarta: Abata Press.
http*://id.wikipedia*.org/wiki/prinsip mengajar efektif/
Tags: Efektifitas Pembelajaran, Pengertian Pendidikan Agama Islam, Tugas Guru Pendidikan Agama Islam, Tujuan Pendidikan Islam
