Langkah Langkah Pembelajaran
Langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Menurut Trianto (2010: 98) langkah-langkah model Pembelajaran Berbasis Masalah adalah sebagai berikut:
- Orientasi siswa kepada masalah: guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk memunculkan masalah, memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah yang dipilih.
- Mengorganisasikan siswa untuk belajar: guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
- Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok: guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
- Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model serta membantu mereka untuk berbagai tugas dengan temannya. 5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
Langkah-langkah Pembelajaran dengan Metode Inkuiri
Metode inkuiri memiliki prosedur pembelajaran yang terstruktur sesuai dengan karakteristiknya. Hosnan (2014: 342-344) mengemukakan langkah pembelajaran dengan metode inkuiri yakni sebagai berikut.
- Orientasi Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran. Guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah.
- Merumusakan masalah Langkah yang membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah dan mencari jawaban yang tepat.
- Merumuskan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang dikaji dan perlu diuji kebenarannya. Perkiraan sebagai hipotesis bukan sembarang perkiraan, tetapi harus memiliki landasan berpikir yang kokoh sehingga hipotesis yang dimunculkan itu bersifat rasional dan logis.
- Mengumpulkan data Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam metode inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Oleh karena itu, tugas dan peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaanpertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.
- Menguji hipotesis Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Menguji hipotesis berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, akan tetapi harus didukung data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Merumuskan kesimpulan Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Merumuskan kesimpulan merupakan tujuan akhir dalam proses pembelajaran.
Langkah-Langkah Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013
Langkah-langkah dalam kurikulum 2013 menitikberatkan pada keaktifan siswa di dalam kelas. Bagan di bawah ini adalah langkah pembelajaran dalam kurikulum 2013.

Secara umum langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut.
a. Pembukaan
- Guru memberikan salam pembuka kepada siswa, demikian pula siswa kepada guru.
- Guru memberikan apersepsi, mengaitkan keadaan sekitar, keadaan siswa, atau pengetahuan awal siswa dengan ilmu yang akan dipelajari.
- Guru memberikan pengantar materi berupa materi dasar yang akan membantu siswa untuk menemukan konsep dalam kegiatan inti.
- Guru memberi motivasi belajar kepada siswa.
b. Kegiatan inti
- Siswa mengamati segala sumber belajar yang akan mengantarkan siswa menemukan konsep (mengamati tumbuhan, gerak hewan, sinar matahari dsb).
- Setelah mengamati akan muncul pertanyaan dalam benak siswa sehingga akan timbul tanya jawab antar siswa untuk memecahkan permasalahan, guru dapat memberikan pertanyaan awal agar siswa terpacu untuk berpikir dan berdiskusi dengan siswa lain.
- Siswa akan menalar kejadian yang terjadi berdasarkan pemahaman yang mereka ketahui dan menemukan konsep awal. Guru dapat membantu siswa yang kesulitan dalam memahami konsep awal dengan memberikan penjelasan-penjelasan singkat.
- Siswa akan mencoba mempraktikkan pengetahuan untuk menemukan konsep pengetahuan (melalui praktikum, mengerjakan soal-soal aplikasi dsb).
- Kegiatan-kegiatan di atas (Berdasarkan aktivitas interpersonal dan intrapersonal) menjadikan siswa dapat mencipta pemahaman berdasarkan pengalaman langsung, membangun kerjasama dengan siswa lain, berkomunikasi aktif, dan dapat mengimplementasikan pemahaman yang mereka peroleh.
c. Penutup
- Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan inti dari proses pembelajaran yang telah berlangsung, merupakakan tahapan untuk menyamakan konsep yang diperoleh semua siswa.
- Guru memberikan motivasi dan ucapan penghargaan karena kinerja siswa.
- Guru dapat memberikan pengayaan.
- Guru dan siswa saling mengucapkan salam penutup.
Dibawah ini akan saya paparkan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran berbasis K-13.
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan Awal
Pembukaan
Dalam Kurikulum K-13 langkah yang pertama yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah pembukaan. Pembukaan yang dimaksud adalah memberikan salam, mengajak siswa untuk berdo’a bersama, memberikan apresiasi, memberikan pengantar materi, serta memberikan motivasi awal. Hal ini bertujuan agar peserta didik memiliki gambaran tentang materi apa yang akan disampaikan, dan peserta didik juga akan lebih memiliki persiapan serta merasa nyaman dalam proses pembelajaran.
b. Kegiatan Inti
1. Obeserving(Mengamati)
Mengamati adalah proses awal dari serangkaian tahapan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam proses mengamati ini diharapkan dapat melatih dalam hal kesungguhan dan ketelitian dalam mencari sebuah informasi. Dalam kegiatan mengamati, guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan : melihat, menyimak, mendengar dan membaca yang diformulasikan pada sekenario proses pembelajaran. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek (Permendikbud No. 81a Th. 2013).
Contoh kegiatan mengamati yang bisa dilakukan adalah sebegai berikut :
- Membaca sumber dari buku siswa
- Mendengarkan pembacaan puisi atau narasi
- Melihat tayangan video
- Melihat demonstrasi
2. Questioning(Menanya)
Menanya melatih peserta didik untuk mengembangkan kreativitas rasa ingin tahun, rasa penasaran, rasa percaya diri, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
Dalam kegiatan menanya guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai fakta, konsep, prinsip atau prosedur yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat. Guru perlu membimbing peserta didik untuk dapat menanya atau mengajukan pertanyaan: Pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstrak berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang abstrak. Siswa harus dilatih agar bisa menanya hal-hal yang bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik. Dari situasi di mana peserta didik dilatih menggunakan pertanyaan dari guru, masih memerlukan bantuan guru untuk mengajukan pertanyaan sampai ke tingkat di mana peserta didik mampu mengajukan pertanyaan secara mandiri. (Permendikbud No. 81a Th. 2013).
Contoh menanya yang bisa dilakukan oleh peserta didik antara lain:
- Peserta didik menanyakan penjelasan tambahan terhadap informasi yang didapat dari proses mengamati.
- Peserta didik mencari penjelasan tambahan sendiri berdasarkan informasi hasil-hasil kegiatan mengamati.
- Peserta didik menanyakan fenomena-fenomena yang tidak diketahuinya dalam langkah mengamati objek
- siswa mengklarifikasi informasi yang didapatnya dari tahap mengamati.
3. Experimenting (Mencoba)
Mengumpulkan informasi melatih siswa mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat (Permendikbud No. 81a Th. 2013)
Contoh mencoba yang bisa dilakukan :
- Peserta didik melakukan eksperimen
- Peserta didik membaca sumber lain selain buku teks
- Peserta didik mengamati objek/kejadian/aktivitas
- Peserta didik mewawancarai narasumber
- Peserta didik mengakses internet
- Peserta didik mengumpulkan data melaluli angket/questioner
5. Associating(Menalar)
Mengasosiasi adalah kegiatan mengolah informasi yang mampu melatih peserta didik untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.
Kegiatan menalar dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
- Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan
- Menganalisis data dalam bentuk membuat kategori
- Mengasosiasi atau menghubungkan fenomena/informasi yang terkait dalam rangka menemukan
- mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terdiri dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi
- Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan.
- Informasi tersebut menjadi dasar bagi kegiatan berikutnya yaitu memproses informasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan.
5. Creating Networking Communication Implementating (Mengkomunikasikan)
Mengkomunikasi dapat melatih siswa untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada tahapan mengkomunikasikan adalah menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.
Contoh kegiatan mengkomunikasikan adalah sebagai berikut :
- Menyajikan laporan dalam bentuk bagan
- Menyajikan laporan dalam bentuk diagram
- Menyajikan laporan dalam bentuk grafik
- Menyusun laporan tertulis
- Menyajikan laporan meliputi proses, hasil dan kesimpulan secara lisan, grafis, dan multi media.
c. Kegiatan Akhir
Penutup
Pada kegiatan penutup ini guru memberikan simpulan dari apa yang sudah dipelajari pada hari itu, memberikan motivasi akhir, memberikan pengayaan, serta memberikan salam dan berdo’a bersama. Dengan adanya kegiatan penutup ini peserta didik akan diajak menginat kembali pembelajaran yang sudah dilakukan serta peserta didik akan mendapatkan point pokok dari materi yang sudah dipelajari. Dengan demikian diharapkan peserta didik akan memilik daya ingat yang kuat, sehingga materi yang sudah didapatkan dapat dipahami secara keseluruhan dan berkelanjutan.
Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif
Karli dan Yuliariatiningsih (2002: 72) mengemukakan langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif, yaitu: Guru merancang pembelajaran, mempertimbangkan dan menetapkan target pembelajaran yang ingin dicapai. Guru merancang lembar observasi kegiatan siswa dalam belajar secara bersama-sama dalam kelompok-kelompok kecil. Guru mengarahkan dan membimbing siswa baik secara individu maupun kelompok. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempersentasekan hasil kerjanya.
Keempat langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif di atas diuraikan sebagai berikut:
- Guru merancang pembelajaran, mempertimbangkan dan menetapkan target pembelajaran yang ingin dicapai oleh guru sesuai dengan tuntutan materi pembelajaran. Guru juga menetapkan sikap dan keterampilan-keterampilan sosial yang diharapkan dapat dikembangkan oleh guru selama berlangsungnya proses pembelajaran. Selain itu, guru juga mengorganisir materi tugas-tugas yang dikerjakan bersama-sama dalam dimensi kerja kelompok oleh siswa melalui keaktifan semua anggota kelompok.
- Guru merancang lembar observasi kegiatan siswa dalam belajar secara bersama-sama dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam penyampaian materi pelajaran, pemahaman dan pendalamannya akan dilakukan siswa ketika belajar secara bersama-sama dalam kelompok. Pemahaman dan konsepsi guru terhadap siswa secara individual sangat menentukan kebersamaan dari kelompok yang dibentuk oleh guru dalam proses pembelajaran.
- Dalam melakukan kegiatan observasi terhadap siswa, guru mengarahkan dan membimbing siswa, baik secara individual maupun kelompok, dalam pemahaman materi maupun mengenai sikap dan perilaku siswa selama berlangsungnya proses pembelajaran.
- Langkah selanjutnya adalah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempersentasekan hasil kerjanya. Guru juga memberikan penekanan terhadap nilai, sikap, dan perilaku sosial yang dikembangkan dan dilatih oleh para siswa dalam kelas.
Ibrahim (2000: 10) mengemukakan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif yang terdiri atas 6 langkah, yaitu:
- Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
- Menyajikan informasi
- Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
- Membimbing kelompok bekerja dan belajar.
- Evaluasi
- Memberikan penghargaan
Literasi
Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.
Trianto, 2010, Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik, Jakarta: PT Prestasi Pustaka.
Tags: Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran dengan Metode Inkuiri
