Pengertian Keterampilan Membaca
Konsep Dasar Keterampilan Membaca
Keterampilan berbahasa mempunyai empat aspek, yaitu keterampilan berbicara,, mendengarkan, membaca, dan menulis. Setiap keterampilan berhububungan erat sekali dengan ketiga keterampilan lainnya. Begitu juga keterampilan membaca sangat berhubungan dengan keterampilan berbicara, mendangarkan, dan menulis. Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII semester ganjil untuk standar kompetensi membaca yaitu memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca. Kompetensi dasarnya yaitu menyimpulkan isi bacaan setelah membaca cepat 200 kata per menit. Dalam pembelajaran ini teknik yang digunakan adalah diskusi.
Definisi Keterampilan Membaca
Membaca adalah salah satu dari empat kemampuan berbahasa pokok dan merupakan suatu bagian atau komponen dari komunikasi tulisan. Dalam komunikasi tulisan lambang-lambang bunyi diubah menjadi lambang-lambang tulisan atau huruf. Membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan menggerakkan sejumlah tindakan yang terpisah-pisah (Sudarso.2001:4). Meliputi orang yang menggunakan pengertian dan khayalan, mengamati dan mengingat-ingat. Kita tidak dapat membaca tanpa menggerakkan mata atau tanpa menggunakan pikiran kita. Pemahaman dan kecepatan membaca menjadi amat tergantung pada kecakapan dalam menjalankan setiap anggota tubuh yang diperlukan untuk membaca. Membaca dapat didefinisikan pula sebagai suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis (Tarigan,2008:7). Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas dan makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui. Anderson (1972:209-210) dikutip dalam Tarigan (2008:7) menjelaskan, dari segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyediaan kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding process), berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyediaan (encoding). Sebuah aspek pembacaan sandi (decoding) adalah menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan makna bahasa lisan (oral language meaning) yang mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna. Membaca dapat pula dianggap sebagai suatu proses untuk memahami yang tersirat dalam yang tersurat, melihat pikiran yang terkandung dalam kata-kata yang tertulis.
Pada waktu anak belajar membaca, ia belajar mengenal kata demi kata, mengenalnya dan membedakannya dengan kata-kata lain. Setiap belajar, anak diajari membaca struktural, yaitu dari kiri ke kanan dengan mengamati tiap kata dengan saksama dengan susunan yang ada. Pada waktu membaca anak melakukan kebiasaan berikut:
a. menggerakkan bibir untuk melafalkan kata yang dibaca;
b. menggerakkan kepala dari kiri ke kanan; dan
c. menggunakan jari atau benda lain untuk menunjuk kata demi kata.
Jenis-Jenis Membaca
Tarigan (2008:14) menyatakan bahwa jenis-jenis membaca adalah membaca nyaring dan membaca dalam hati, dan membaca dalam hati terdiri dari membaca ekstensif dan membaca intensif. Untuk lebih jelasnya , jenis-jenis membaca diuraikan sebagai berikut.
Membaca Nyaring
Membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran, dan perasaan seorang pengarang.
Membaca dalam Hati
Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca yang hanya menggunakan ingatan visual (visual memory), yang melibatkan pengaktifan mata dan ingatan. Tujuan utamanya adalah untuk memeroleh informasi. Membaca dalam hati dapat dibedakan sebagai berikut.
a) Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Pengetian atau pemahaman yang bersifat relatif rendah sudah memadai untuk ini, karena memang begitulah tuntutannya dan karena baham bacaan ini sendiri memang sudah banyak serta berlebihan, seperti halnya dengan laporan-laporan surat kabar. Membaca ekstensif meliputi pula:
- Membaca Survei
Sebelum kita mulai membaca, kita biasanya meneliti lebih dahulu apa yang akan ditelaah. Kita mensurvei bahan bacaan yang akan dipelajari, yang akan ditelaah. - Membaca Sekilas
Membaca sekilas adalah sejenis membaca yang membuat mata kita bergerak dengan cepat melihat, memperhatikan bahan-bahan tertulis untuk mencari serta mendapatkan informasi atau penerangan. - Membaca Dangkal
Membaca dangkal pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan.
b) Membaca Intensif
Membaca intensif adalah studi saksama, telaah teliti, dan penamganan terperinci yang dilaksanakan dalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari. Kuesioner, latihan, pola-pola kalimat, latihan kosa kata, telaah kata-kata, dikte, diskusi umum merupakan bagian dan teknik membaca intensif.
Banyak orang menghadapi buku atau bacaan lain dengan jalan membacanya dari awal sampai akhir dan mereka beranggapan dengan cara itu telah menguasai bacaan. Ternyata hal itu tidak benar. Untuk memahami suatu bacaan kita tidak cukup membaca sekali saja, tapi kita harus mengambil langkah-langkah strategis untuk mengetahui bahan bacaan itu dan mengenalnya lebih lama. Usaha yang efektif untuk memahami dan mengingat lebih lama dapat dilakukan dengan (1) mengorganisasikan bahan yang dibaca dalam kaitan yang mudah dipahami dan (2) mengaitkan kata yang satu dengan yang lain atau menghubungkan pangalaman atau konteks yang dihadapi.
Pemahaman atau komprehensif adalah kemampuan membaca untuk mengerti ide pokok, detail yang penting dari seluruh pengertian. Untuk pemahaman itu perlu (1) menguasai perbendaharaan katanya, (2) akrab dengan struktur dasar dalam penulisan (kalimat, paragraf, dan tata bahasa).
Kemampuan setiap orang dalam memahami apa yang dibaca berbeda. Hal ini tergantung pada perbendaharaan kata yang dimiliki, minat, jangkauan mata, kecepatan interpretasi, latar belakang pengalaman sebelumnya, kemampuan intelektual, keakraban dengan ide yang dibaca, tujuan membaca, dan keluwesan mengatur kecepatan.
Daftar Pustaka
Sudarso. (2001). Pengajaran Keterampilan Membaca. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tarigan, H.G. (2008). Menyimak sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.
Anderson, R. (1972). Some Current Issues in Reading Research. In J. Guthrie (Ed.), Theoretical Issues in Reading Comprehension (pp. 209-210). Newark, DE: International Reading Association.
Tags: Definisi Keterampilan Membaca, Jenis-Jenis Membaca, Konsep Dasar Keterampilan Membaca
