Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

Pengertian Geografi

Menurut Ferdinand Von Richthofen dalam Suharyono dan Moch. Amien (1994:13), geografi adalah ilmu yang mempelajari gejala dan sifat-sifat permukaan bumi dan penduduknya disusun menurut letaknya, dan menerangkan baik tentang terdapatnya gejala-gejala dan sifat-sifat permukaan bumi dan penduduknya disusun menurut letaknya, dan menerangkan baik tentang terdapatnya gejala-gejala dan sifat-sifat tersebut secara bersama maupun tentang hubungan timbal baliknya gejala-gejala dan sifat- sifat itu. Para pakar geografi dalam Seminar dan Lokakarya Peningkatan Kualitas Pengajaran Geografi di Semarang tahun 1988, telah merumuskan bahwa geografi adalah ilmu yang mepelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkunan atau kewilayahan dalam konteks keruangan (Suharyono dan Moch Amien, 1994:15).

Dari beberapa pengertian geografi tersebut dapat ditegaskan bahwa yang menjadi objek studi geografi tidak lain adalah geosfer, yaitu permukaan bumi yang hakikatnya merupakan bagian dari bumi yang terdiri atas atmosfer (lapisan udara), litosfer (lapisan batuan, kulit bumi), hidrosfer (lapisan air), dan biosfer (lapisan kehidupan). Geosfer atau permukaan bumi tadi ditinjau dari sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan yang menampakkan persamaan dan perbedaan. Persamaan dan perbedaan tadi tidak terlepas dari adanya relasi keruangan dari unsur-unsur geografi yang membentuknya (Nursid Sumaatmadja, 2001:11).

Cabang Ilmu Geografi

 Cabang Geografi menurut Nursid Sumaatmadja adalah Geografi Fisik, Geografi Manusia, Geografi Regional, Geografi Sejarah. Geografi Manusia merupakan cabang geografi yang bidang kajiaanya adalah aspek keruangan gejala di permukaan bumi dengan manusia sebagai objek pokok studinya, yaitu mencakup aspek kependudukan, aspek aktivitas yang meliputi aspek ekonomi, aktivitas politik, aktivitas sosial dan budayanya. Geografi manusia dibagi menjadi beberapa cabang, yaitu: Geografi Penduduk, Geografi Ekonomi, Geografi Politik, Geografi Permukiman dan Geografi Sosial. Geografi Ekonomi merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya berupa struktur keruangan aktivitas ekonomi manusia penghuninya. Hal ini menunjukkan titik berat studinya adalah aspek keruangan struktur ekonomi manusia (Iwan Hermawan, 2009: 64-67). Penelitian ini merupakan penelitian dalam konteks Geografi Ekonomi yang mencakup kegiatan ekonomi masyarakat di bidang industri.

Konsep Geografi

 Suharyono dan Moch. Amien (1994:27-34), menjelaskan bahwa ada sepuluh konsep esensial geografi yaitu konsep lokasi, konsep jarak, konsep keterjangkauan, konsep pola, konsep morfologi, konsep aglomerasi, konsep nilai kegunaan, konsep interaksi/ interdependensi, konsep diferensial area, dan konsep keterkaitan keruangan. Dalam penelitian ini ada 8 konsep yang digunakan yaitu sebagai berikut :

Konsep lokasi

Konsep lokasi atau letak merupakan konsep utama yang sejak awal pertumbuhan geografi telah menjadi cirri khusus ilmu atau pengetahuan geografi. Secara pokok lokasi dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu lokasi absolut dan relatif. Lokasi absolut menunjukkan letak yang tetap terhadap sistem greet atau koordinat garis lintang dan garis bujur. Sedangkan lokasi relatif adalah lokasi suatu obyek yang nilainya ditentukan berdasarkan obyek atau obyek lain di luarnya. Konsep lokasi dalam penelitian ini adalah letak industri genteng di Dusun Berjo Wetan Kelurahan Sidoluhur Kecamatan Godean Kabupaten Sleman.

Konsep jarak

Konsep jarak merupakan pembatas yang memiliki sifat alamiah. Jarak mempunyai kaitan dengan lokasi dan upaya dalam pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan manusia. Dalam penelitian ini konsep jarak digunakan sebagai tolak ukur penentuan lokasi industri genteng, yaitu berkaitan dengan jarak industri genteng dengan pusat kota (pemerintahan), pasar, tenaga kerja dan bahan baku.

Konsep keterjangkauan

Konsep keterjangkauan tidak selalu terkait dengan jarak, tetapi lebih berkaitan dengan kondisi medan atau ada tidaknya saran angkutan atau komunikasi yang dapat dipakai. Tempat- tempat yang memiliki keterjangkauan sangat rendah akan sukar mencapai kemajuan dan mengembangkan perekonomiannya.

Konsep keterjangkauan dimaksudkan untuk mengetahui keterjangkauan lokasi industri genteng dilihat dari sarana komunikasi dan transportasi dalam upaya untuk pengembangan industri genteng.

Konsep morfologi

Morfologi menggambarkan perwujudan daratan muka bumi sebagai hasil pengangkatan atau penurunan wilayah (secara geologis) yang lainnya disertai erosi dan sedimentasi sehingga ada yang berbentuk pulau- pulau daratan luas yang berpegunungan dengan lereng- lereng tererosi, lembah- lembah dan dataran aluvialnya. Morfologi juga menyangkut bentuk lahan yang berkaitan dengan erosi dan pengendapan, penggunaan lahan, tebal tanah, ketersediaan air serta jenis vegetasi yang dominan. Konsep Morfologi dimaksudkan untuk mengetahui keadaan topografi di Dusun Berjo Wetan.

Konsep aglomerasi

Aglomerasi merupakan kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan menguntungkan baik mengingat kesejenisan gejala maupun adanya faktor-faktor umum yang menguntungkan. Pola aglomerasi penduduk dibedakan menjadi tiga yaitu pola mengelompok, pola tersebar secara acak atau tidak teratur, dan pola tersebar teratur. Wilayah Dusun Berjo Wetan Kecamatan Sidoluhur merupakan wilayah sentra industri genteng dan cenderung mengelompok pada suatu kawasan sentra industri.

Konsep interaksi (interdependensi)

Interaksi atau independensi merupakan peristiwa saling mempengaruhi antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Hal ini terjadi karena setiap tempat mampu mengembangkan potensi sumber- sumber serta kebutuhan yang tidak selalu sama dengan apa yang ada di tempat lain. Oleh karena itu terjadi interaksi atau interdependensi antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Konsep interaksi atau interdependensi dimaksudkan untuk mengetahui interaksi kegiatan industri genteng di wilayah sentra Kelurahan Sidoluhur dengan wilayah lain di sekitarnya, dalam rangka mengembangkan industri tersebut.

Diferensiasi Area

Diferensiasi area berkaitan dengan perbedaan corak antara wilayah di permukaan bumi. Konsep Diferensiasi area ini digunakan untuk mempelajari perbedaan gejala geografi antara wilayah yang satu dengan yang lain di permukaan bumi. Konsep diferensiasi area dimaksudkan untuk membandingkan perkembangan industri genteng di Dusun Berjo Wetan dengan usaha genteng lain di Kecamatan Godean.

Pendekatan Geografi

 Menurut Bintarto dan Surastopo Hadisumarno (1979:12- 24), pendekatan geografi diklasifikasikan menjadi 3, antara lain diuraikan sebagai berikut :

Pendekatan keruangan

Pendekatan ini mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifat-sifat penting atau seri sifat-sifat penting. Dalam analisa keruangan ini yang harus diperhatikan adalah penyebaran penggunaan ruang yang telah ada, dan penyediaan ruang yang akan digunakan untuk pelbagai kegunaan yang dirancangkan.

Dalam analisa keruangan ini dapat dikumpulkan data lokasi yang terdiri dari data titik (point data) dan data bidang (areal data). Yang digolongkan ke dalam data titik adalah data ketinggian tempat, data sampel batuan, data sampel tanah dan sebagainya. Yang digolongkan ke dalam data bidang adalah data luas hutan, data luas daerah pertanian, dan data luas padang alang-alang.

Pendekatan ekologi

Studi mengenai interaksi organism hidup dengan lingkungan disebut ekologi. Oleh karena itu untuk mempelajari ekologi sesorang harus mempelajari oraganisme hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan serta lingkungannya seperti hidrosfer, litosfer, dan atmosfer. Selain itu organisme hidup dapat pula mengadakan interaksi dengan organisme yang lain.

Kata ekologi berasala dari kata Yunani eco yang berarti rumah atau rumah tangga yang diumpamakan sebagai suatu keluarga yang hidup bersama dan saling mengadakan interaksi di antara anggota keluarga tersebut. Manusia merupakan satu komponen dalam organisme hidup yang penting dalam proses interaksi. Oleh karena itu timbul pengertian ekologi dimana dipelajari interaksi antar manusia dan antara manusia dengan lingkungannya.

Jadi dalam pendekatan ekologi ini manusia tidak hanya tertarik pada tanggapan dan penyesuaian terhadap lingkungan fisikalnya tetapi juga tertarik kepada interaksinya dengan manusia lain yaitu ruang sosialnya.

Pendekatan kompleks wilayah

Kombinasi antara analisa keruangan dan analisa ekologi disebut analisa kompleks wilayah. Pada analisa sedemikian ini wilayah- wilayah tertentu didekati atau dihampiri dengan pengertian areal differentiation, yaitu suatu anggapan bahwa interaksi antar wilayah akan berkembang karena pada hakekatnya suatu wilayah berbeda dengan wilayah lain, oleh karena terdapat permintaan dan penawaran antar wilayah tersebut. Pada analisa sedemikian diperhatikan pula mengenai penyebaran fenomena tertentu (analisa keruangan) dan interaksi antara variabel manusia dan lingkungannya untuk kemudian dipelajari (analisa ekologi).

Tags: , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *