Pengertian Belajar Menurut Beberapa Cendekiawan
Menurut Oemar Hamalik (1994: 27) pada umumnya belajar dapat dikembalikan dalam dua jenis pandangan, yaitu pandangan tradisional dan pandangan modern. Belajar menurut pandangan tradisional adalah usaha memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan. Sedangkan pengertian belajar menurut pandangan modern adalah proses perubahan tingkah laku berkat interaksi dengan lingkungan. Pengertian belajar juga dikemukakan Slameto (2003: 2), belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Belajar yang efektif dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru, dan lain sebagainya. Belajar sebagai kegiatan individu sebenarnya merupakan rangsanganrangsangan individu yang dikirim kepadanya oleh lingkungan. Dengan demikian terjadinya interaksi pada individu dapat dijelaskan dengan rumus antara individu dengan lingkungan.
Menurut Syaiful Bahri (1997: 45) mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses mengatur, mengorganisasikan lingkungan yang ada di sekitar anak didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik dalam melakukan proses belajar. Lebih jelas lagi dikatakan bahwa mengajar adalah proses memberikan bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses belajar.
Sesuai dengan pengertian di atas bahwa mengajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku dan perubahan itu bukan hanya pemilikan pengetahuan yang banyak saja tetapi juga kemampuan bertindak dengan apa yang diketahuinya itu, maka sudah saatnya guru menyadari bahwa belajar bukan hanya mengingat atau menghafal fakta-fakta dan konsep. Tetapi lebih dari itu belajar berarti siswa mengalami dengan memahami sendiri maka apa yang dipelajarinnya akan memberikan kesan di benak siswa. Siswa dilibatkan dalam pembelajaran bukan hanya sebagai penerima objek tetapi juga subjek yang memiliki kemampuan, potensi untuk dikembangkan. Guru sebagai fasilitator harus menetapkan strategi belajar yang lebih banyak memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siswa untuk dapat berkreasi mengembangkan pola pikir kritis dan aktifitas yang beragam. Pada kahikatnya belajar merupakan sebuah proses.
Menurut Sudjarwo S (1989: 140) dalam proses belajar ada enam kejadian penting yang perlu ada dan perlu diperhatikan, yaitu:
- Ciptakan dan jaga perhatian. Tanpa adanya perhatian maka proses belajar mengajar tidak akan terjadi. Perhatian ini sebaiknya bertingkat, dimana mulamula harus menarik kemudian tingkat ketertarikan tersebut perlu dijaga terus sampai berakhirnya proses belajar. Caranya dengan menciptakan rangsangan-rangsangan yang tepat dan memukau. Kemudian berangsur-angsur rangsangan tersebut perlu disesuaikan dengan perkembangan bagan situasi belajar.
- Tunjukkan ketertarikan pesan yang sedang diajarkan dengan pesan yang telah diterima sebelumnya. Menurut Gagne dan Ausubel dalam proses belajar penting sekali untuk menyebutkan hal-hal tertentu yang telah diketahui sasaran didik yang berkaitan dengan pesan yang sedang dijelaskan.
- Arahan proses belajar dengan menggunakan bahan-bahan visual, audio, verbal dan kombinasi tersebut merupakan bahan yang dapat menyajikan “isyarat-isyarat” dan tekanan berbagai pesan baru.
- Ciptakan komunikasi dua arah yang fair dan seimbang, hingga umpan balik dari dan ke sasaran didik dapat dimanfaatkan untuk mempercepat tingkat kesamaan bahasa dan persepsi sasaran didik.
- Ciptakan dan pelihara kondisi untuk mengingat-ingat, menganalisis, mengeventarisir, menyimpulkan, menerapkan dan mengavaluasi pesan yang diterima, karena dengan cara seperti inilah fungsi “transfer of learnin” yang sesunguhnya terjadi.
- Selama dan telah selesai belajar, sebaiknya dilakukan kegiatan evaluasi sesuai dengan tingkat formalitas masing-masing situasi belajar.
Keenam kejadian tersebut diatas dapat dibentuk oleh sumber belajar yang dimanfaatkan, dibuat, dipilih dan diterapkan secara tepat. Karena sumber belajar dapat menampilkan gambar, penjelasan, kondisi, tempat, pengelolaan dan aspek lain dari keenam kejadian tersebut, baik yang mandiri maupun yang dikombinasikan.
Tags: Arti Belajar, Belajar, Belajar Menurut Pandangan Modern, Belajar Menurut Pandangan Tradisional, Istilah Belajar, Pengertian Belajar Menurut Para Ahli, Prinsip Belajar
