Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pengembangan Kurikulum Model Grass Roots

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam pengembangan kurikulum model grass roots perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.

1. Guru harus memiliki kemampuan profesional

Guru merupakan ujung tombak keberhasilan program pendidikan. Suka atau tidak, guru harus memiliki berbagai ilmu pengetahuan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Seorang guru yang mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, dapat dikatakan sebagai seorang guru yang professional. Seorag guru yang professional akan mampu melaksanakan kurikulum secara efektif dan efisien serta mampu mengembangkannya dengan berbagai inovasi dan kreativitasnya.
Berkenaan dengan perannya sebagai pelaksana kurikulum, guru yang professional menurut Finch dan Crunkilton (dalam Sukmara, 2017) akan menunjukkan perilaku sebagai berikut.

  • Selalu membuat perencanana konkrit dan detail yang siap untuk dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran.
  • Berkehendak mengubah pola piker lama menjadi pola piker baru yang menempatkan siswa sebagai arsitek pembangun gagasan dan guru berfungsi sebagai pelayan dan berperan sebagai mitra siswa agar peristiwa belajar bermakna dapat berlangsung pada semua siswa.
  • Berpikir kritis dan berani menolak kehendak yang kurang edukatif.
  • Berkehendak mengubah pola tindak dalam menetapkan peran siswa, guru, dan gaya belajar. Peran siswa digeser dari peran sebagai konsumen (menyalin, mendengar, dan menghapal) ke pran sebagai produsen (bertanya, meneliti, mengarang, menulis gagasan, laporan atau sejarah).
  • Berani meyakinkan kepala sekolah, orang tua, masyarakat agar dapat berpihak kepada mereka terhadap beberapa inovasi pendidikan yang edukatif, argumentatif logis dan kritis.
  • Bersikap kreatif dalam membangun dan menghasilkan karya pendidikan seperti pembuatan alat bantu belajar, analisis materi pembelajaran, penyusunan alat penilaian yang beragam, perancangan beragam organisasi kelas dan perancangan kebutuhan kegiatan pembelajaran lainnya.

Berdasarkan uraian di atas, menunjukkan betapa besar harapan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran kepada keprofesionalan seorang guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya terutama berkenaan dengan keberhasilan belajar siswa. Guru dituntut memiliki kemampuan dan kesanggupan dalam merubah tatanan paradigma berpikir lama ke arah paradigma berpikir baru.

2. Guru harus terlibat langsung dalam perumusan tujuan, pemilihan bahan dan penentuan evaluasi

Sebagai ujung tombak dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, guru yang merupakan pelaksana kurikulum perlu menentukan tujuan ke arah mana peserta didik akan dibawa. Dengan demikian, guru harus terlibat langsung dalam perumusan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Hal ini merupakan hal yang mendasar karena walau bagaimanapun gurulah satu-satunya orang yang memahami dan mengetahui karakteristik peserta didiknya.
Sehubungan dengan itu, maka tak dapat dipungkiri bahwa dalam pemilhan bahan dan evaluasi guru pun tidak boleh ketinggalan karena antara tujuan, bahan dan evaluasi saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Tujuan merupakan dasar bagi bahan yang akan disajikan dalam pembelajaran, sementara bahan merupakan dasar bagi evaluasi. Dengan demikian, ketiganya memiliki hubungan yang snagat erat. Hal ini sejalan dengan Safari (2015) yang menyatakan bahwa evaluasi adalah suatu kegiatan untuk mengetahui apakah suatu program telah berhasil dan efisien atau tidak. Dengan demikian evaluasi merupakan alat untuk mengetahui tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan sebagai dasar untuk mengetahui ketercapaian tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran.

3. Seringnya pertemuan kelompok dalam pembahasan kurikulum akan berdampak terhadap pemahaman guru dan akan menghasilkan konsensus tujuan, prinsip maupun rencana-rencana

Pertemuan merupakan suatu ajang refleksi diri baik guru sebagai pelaksana kurikulum maupun stakeholder yang lainnya. Melalui pertemuan akan dapat ditemukan berbagai kendala atau hambatan sehingga dapat dicarikan solusinya. Kendala atau hambatan tersebut tidak hanya yang dialami guru-guru saja termasuk didalamnya kendala-kendala yang dialami pengelola sekolah, orang tua, masyarakat, ataupun pengguna dari alumni sekolah tersebut. Dengan demikian, kegiatan pertemuan dapat juga dipandang sebagai arena evaluasi terhadap berbagai kelemahan dan kelebihnan dari pelaksanaan kurikulum yang dilakukan oleh suatu sekolah. Dengan ditemukannya berbagai kelemahan dan kelebihan dari pelaksanaan kurikulum, maka guru akan semakin memahami berbagai permasalahan yang dihadapi. Pada akhirnya, guru semakin berkualitas dan professional dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Hal ini dapat dimungkinkan karena guru akan mendapatkan berbagai pengalaman nyata sehingga bertambah wawasan dan pengetahuannya.

Pengalaman nyata, wawasan dan pengetahuan yang dimiliki guru tersebut pada akhirnya akan berguna bagi pencapaian tujuan, prinsip, dan rencana-rencanan yang telah ditetapkan. Karena secara tidak langsung melalui pengalaman-pengalaman nyata yang didapat guru di lapangan akan dapat digunakan untuk pencapaian tujuan atau rencana-rencana yang telah ditetapkan tersebut. Akhirnya, guru akan memiliki prinsip-prinsip yang kuat untuk mengimplementasikan kurikulum secara efektif dan efisien.

Sumber Bacaan

Ahmad, M. 1998. Pengembangan Kurikulum. Bandung: CV Pustaka Setia. Broad Base Education. 2001. Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup. Jakarta: Depdiknas.

Harta, J. 2019. Kajian Kurikulum Kimia SMA dan SMK. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Oemar, H. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta:Bumi Aksara.

Oemar, H. 2001. Model-model Pengembangan Kurikulum. Bandung: Yayasan Al- Madani Terpadu.

Sukmara, D. 2007. Impelementasi Life Skill dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Mughni Sejahtera.

Sanjaya, W. 2008. Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Djahiri, A. K. 1985. Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral VCT dan Games dalam VCT. Bandung: Jurusan PPKn FPIPS IKIP Bandung.

Tags: , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *