Pengertian Self-Efficacy Menurut Para Ahli

Self-efficacy, atau keyakinan diri, adalah istilah dalam psikologi yang merujuk pada seberapa yakin seseorang akan kemampuannya untuk mencapai tujuan atau menghadapi tantangan dalam kehidupan. Ini bukan hanya tentang keyakinan bahwa seseorang bisa melakukan sesuatu, tetapi juga tentang keyakinan bahwa mereka bisa mengatasi rintangan dan memperoleh hasil yang diinginkan. Jadi, self-efficacy itu seperti kunci yang memotivasi seseorang untuk bertindak, mencoba hal-hal baru, dan tetap gigih meskipun menghadapi kesulitan. Semakin tinggi self-efficacy seseorang, semakin besar kemungkinan mereka untuk berhasil mencapai apa yang mereka inginkan.

Pengertian Self-Efficacy Menurut Para Cendekia

Teori efikasi diri (self-efficacy theory) juga dikenal sebagai teori kognitif sosial, atau teori pembelajaran sosial, mengacu pada keyakinan individu bahwa dia mampu untuk melaksanakan tugas. Semakin tinggi efikasi diri, semakin anda percaya diri pada kemampuan untuk berhasil.

Dengan demikian, dalam situasi yang sulit, orang dengan efikasi diri yang rendah lebih cenderung untuk mengurangi upaya mereka atau menyerahkan sekaligus, sementara itu orang dengan efikasi diri yang tinggi akan berusaha dengan lebih keras untuk menguasai tantangan (Robbins dan Judge, 2015).

Menurut Locke dkk. (dalam Dimyati, 1984), dikutip oleh Suseno (2012) mengatakan bahwa efikasi diri yang tinggi akan menumbuhkan rasa percaya diri akan kemampuan dirinya dalam melaksanakan tugas. Efikasi diri menurut Bandura (1997), dalam Suseno (2012) adalah keyakinan diri seseorang akan kemampuan-kemampuannya untuk mengatur dan melaksanakan serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menghasilkan suatu hal.

Bandura (1997), dalam Suseno (2012) mengatakan bahwa keyakinan akan seluruh kemampuan ini meliputi kepercayaan diri, kemampuan menyesuaikan diri, kapasitas kognitif, kecerdasan dan kapasitas bertindak pada situasi yang penuh dengan tekanan. Efikasi diri dapat mendorong kinerja seseorang dalam berbagai bidang termasuk minat berwirausaha (Luthans, 2008, dalam Wulandari, 2013). Sedangkan menurut Robbins (2007), dalam Wulandari (2013) dalam membuka suatu usaha diperlukan keyakinan diri (self-efficacy) terhadap kemampuannya agar usahanya dapat berhasil.

Menurut Bandura (1997), dalam Suseno (2012), jika seseorang percaya bahwa tidak memiliki kekuatan untuk memproduksi suatu hasil, maka orang tersebut tidak akan berusaha untuk membuat sesuatu terjadi. Sebaliknya orang yang memiliki efikasi diri tinggi diyakini sebagai orang yang mampu berperilaku tertentu untuk dapat mencapai hasil yang diinginkan, selain itu mereka lebih giat dan lebih tekun dalam berusaha.

Dimensi Efikasi Diri

Bandura (1977), dalam Suseno (2012) menjelaskan bahwa efikasi diri terdiri dari beberapa dimensi. Masing-masing mempunyai implikasi penting dalam performansi, yang secara lebih jelas dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Tingkat Kesulitan Tugas (Magnitude) Yaitu berhubungan dengan tingkat kesulitan suatu tugas. Individu akan mencoba perilaku yang dia merasa mampu melakukannya dan akan menghindari situasi dan perilaku yang diluar batas kemampuan yang dirasakan. Jika seseorang dihadapkan pada tugas yang disusun menurut tingkat kesulitan, maka efikasi diri akan diarahkan pada tugas yang mudah, sedang atau sulit sesuai dengan batas kemampuan yang dirasakan untuk memenuhi tuntutan perilaku yang dibutuhkan masing-masing tingkatan kesulitan.
  2. Kemantapan Keyakinan (Strength) Adalah derajat kemampuan individu terhadap keyakinan atau pengharapannya. Seseorang dengan efikasi diri yang lemah akan mudah menyerah pada pengalaman-pengalaman yang tidak menunjang. Sedangkan seseorang dengan efikasi diri tinggi akan mendorong individu untuk tetap bertahan dalam usahanya walaupun ditemukan pengalaman yang tidak menunjang atau menghambat.
  3. Luas Bidang Perilaku (Generality) Generality adalah sejauh mana individu yakin akan kemampuannya dalam berbagai situasi tugas, mulai dari dalam melakukan suatu aktivitas atau situasi tertentu hingga dalam serangkaian tugas atau situasi yang bervariasi.

Komponen yang Memberikan Dorongan Efikasi Diri

Menurut Bandura (1997), dalam Suseno (2012), terdapat tiga komponen yang memberikan dorongan bagi terbentuknya efikasi diri, yaitu:

  1. Outcome Expectancy (Pengharapan Hasil), yaitu adanya harapan terhadap kemungkinan hasil dari perilaku. Harapan ini dalam bentuk prakiraan kognitif tentang kemungkinan hasil yang akan diperoleh dan kemungkinan tercapainya tujuan.
  2. Efficacy Expectancy (Pengharapan Efikasi), yaitu harapan atas munculnya perilaku yang dipengaruhi oleh persepsi seseorang pada kemampuan kinerjanya yang berkaitan dengan hasil. Jika seseorang sering mengalami kegagalan pada suatu tugas tertentu maka ia cenderung memiliki efikasi yang rendah pada tugas tersebut dan sebaliknya jika menemukan keberhasilan dalam melakukan tugas tertentu maka ia akan mempunyai efikasi diri yang tinggi pada tugas tersebut.
  3. Outcome Value (Nilai Hasil), yaitu nilai kebermaknaan atas hasil yang diperoleh seseorang. Nilai hasil yang sangat berarti akan memberikan pengaruh yang kuat pada motivasi seseorang untuk mendapatkannya kembali.

Faktor Efikasi Diri

Bandura (1986), dalam Suseno (2012), mengemukakan bahwa perbedaan tingkat efikasi diri dipengaruhi beberapa faktor, yaitu:

  1. Sifat tugas yang dihadapi, semakin kompleks dan sulit suatu tugas bagi seseorang maka semakin besar keraguan terhadap kemampuannya, sebaliknya jika individu dihadapkan pada tugas yang sederhana dan mudah maka dirinya sangat yakin pada kemampuannya untuk berhasil.
  2. Intensif eksternal, yaitu adanya inensif berupa hadiah (reward) dari orang lain untuk merefleksikan keberhasilan individu dalma menguasai atau melaksanakan suatu tugas akan meningkatkan efikasi dirinya. Dalam hal ini reward yang tepat atau yang menarik akan meningkatkan motivasi seseorang.
  3. Status seseorang dalam lingkungan. Seseorang yang memiliki status sosial lebih tinggi akan memiliki tingkat efikasi diri yang tinggi pula dibandingkan seseorang yang berstatus sosial lebih rendah. Status sosial tinggi membuat seseorang memperoleh penghargaan lebih dari orang lain sehingga memberikan pengaruh pula terhadap efikasi dirinya.
  4. Informasi tentang kemampuan diri. Efikasi diri akan meningkat jika seseorang mendapatkan informasi yang positif tentang dirinya, demikian sebaliknya efikasi diri akan menurun jika seseorang mendapatkan informasi negatif mengenai kemampuannya.

Ciri-ciri Individu yang Mempunyai Self Efficacy / Efikasi Diri

Individu yang memiliki Self Efficacy atau Efikasi Diri biasanya memiliki ciri-ciri berikut:

  1. Percaya Diri
    Mereka memiliki keyakinan yang kuat terhadap kemampuan diri sendiri untuk mengatasi tantangan dan mencapai tujuan.
  2. Berani Mengambil Tantangan
    Mereka tidak takut untuk menghadapi situasi baru atau menantang. Mereka melihat tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.
  3. Tidak Mudah Putus Asa
    Meskipun menghadapi kegagalan atau rintangan, individu ini tetap optimis dan tidak cepat menyerah. Mereka melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar.
  4. Berorientasi pada Pencapaian Tujuan
    Mereka memiliki visi yang jelas tentang apa yang ingin dicapai dan berusaha untuk mencapainya dengan tekun.
  5. Memiliki Motivasi yang Tinggi
    Mereka termotivasi secara internal untuk mencapai kesuksesan, bukan hanya oleh hadiah eksternal.
  6. Berani Mengambil Risiko
    Mereka tidak takut untuk mengambil risiko yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka.
  7. Berpikir Positif
    Mereka memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri dan kemampuan mereka. Mereka tidak terlalu fokus pada kelemahan atau kegagalan mereka.
  8. Berusaha untuk Terus Berkembang
    Mereka selalu mencari kesempatan untuk belajar dan berkembang, baik dalam keahlian maupun pengetahuan mereka.
  9. Berpikiran Kritis
    Mereka mampu mengevaluasi diri mereka sendiri secara objektif dan melakukan perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja mereka.
  10. Tidak Mudah Terpengaruh oleh Kritik Negatif
    Mereka dapat menghadapi kritik dengan bijaksana dan menggunakan itu sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh.

Contoh Self Efficacy / Efikasi Diri

  • Seseorang yang yakin bisa menyelesaikan tugas yang sulit tanpa bantuan
  • Seorang atlet yang percaya diri bisa memenangkan kompetisi
  • Seorang pelajar yang yakin bisa mendapatkan nilai tinggi dalam ujian

Klasifikasi Self Efficacy / Efikasi Diri

  1. Self Efficacy tinggi:
    • Mampu menghadapi tantangan dengan percaya diri
    • Tidak mudah menyerah dalam menghadapi kegagalan
    • Berani mengambil risiko untuk mencapai tujuan
  2. Self Efficacy rendah:
    • Cenderung merasa ragu-ragu dan tidak percaya diri
    • Mudah putus asa saat menghadapi rintangan
    • Tidak berani mengambil risiko dan lebih memilih untuk menghindari tantangan

Peran Self Efficacy / Efikasi Diri

Peran Self Efficacy atau Efikasi Diri sangatlah penting dalam kehidupan individu. Berikut adalah beberapa peran utamanya:

  • Meningkatkan Motivasi
    Self Efficacy memberikan dorongan yang kuat untuk mencapai tujuan. Ketika seseorang percaya bahwa mereka mampu untuk mencapai sesuatu, mereka akan lebih termotivasi untuk mengambil tindakan yang diperlukan.
  • Meningkatkan Kinerja
    Individu dengan tingkat Self Efficacy yang tinggi cenderung memiliki kinerja yang lebih baik dalam berbagai bidang. Mereka lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas yang sulit dan tidak mudah menyerah di hadapan rintangan.
  • Membantu Mengatasi Rintangan
    Ketika menghadapi kesulitan atau kegagalan, Self Efficacy membantu individu untuk tetap tegar dan mencari solusi. Mereka cenderung mencari cara untuk mengatasi hambatan daripada menyerah begitu saja.
  • Mendorong Pengembangan Diri
    Keyakinan akan kemampuan diri sendiri mendorong individu untuk terus belajar dan berkembang. Mereka lebih cenderung untuk mencoba hal-hal baru dan mengembangkan keahlian mereka.
  • Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis
    Individu dengan tingkat Self Efficacy yang tinggi cenderung merasa lebih bahagia dan puas dengan hidup mereka. Mereka memiliki keyakinan yang kuat bahwa mereka dapat mengendalikan nasib mereka sendiri.

Cara Meningkatkan Self Efficacy / Efikasi Diri di Tempat Kerja

  1. Mengamati Orang Lain: Melihat contoh keberhasilan dari orang lain dapat meningkatkan keyakinan diri.
  2. Memiliki Teman yang Kreatif: Berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki ide-ide kreatif dapat menginspirasi dan meningkatkan percaya diri.
  3. Menemukan Mentor: Memiliki mentor yang mendukung dan memberikan masukan positif dapat membantu membangun kepercayaan diri.
  4. Menuliskan Kesuksesan: Mencatat dan merayakan pencapaian-pencapaian kecil dapat memperkuat keyakinan diri.
  5. Hindari Situasi Penuh Tekanan yang Tak Lazim: Menghindari situasi yang membuat stres berlebihan dapat membantu menjaga keyakinan diri tetap tinggi.
  6. Mengembangkan Keahlian: Terus mengembangkan keahlian dan pengetahuan dapat memberi rasa percaya diri dalam menangani tugas-tugas yang lebih sulit.

Literasi

Suseno, Miftahun Ni’mah. 2012. Pengaruh Pelatihan Komunikasi Interpersonal Terhadap Efikasi Diri Sebagai Pelatih Pada Mahasiswa, Cetakan ke 1. Jakarta Pusat: Kementerian Agama Republik Indonesia.

Tags: , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *