Pembelajaran Kewirausahaan dari SMK

Pembelajaran kewirausahaan pada dasarnya merupakan suatu pembelajaran tentang nilai (value), kemampuan (ability) dan perilaku (attitude) dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang dihadapi. Pembelajaran Kewirausahaan dalam ranah pendidikan, tidak hanya dikembangkan untuk menghasilkan manusia terampil intelektual, tetapi juga yang inspiratif-pragmatis, untuk itu pembelajaran kewirausahaan di SMK harus menjadi alternatif dalam mempersiapkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

Pembelajaran kewirausahaan di SMK telah diimplementasikan dalam berbagai bentuk media pembelajaran berbasis produksi dan bisnis antara lain: Teaching Factory, Teaching Industry, Hotel Training, Incubator Unit, Business Center di sekolah, dan pada tahun 2016 terus dilanjutkan dengan penguatan pembelajaran Kewirausahaan (entrepreneurship) melalui pemberian Bantuan Sekolah Sebagai Taman Pendidikan bagi kelompok-kelompok wirausaha siswa dengan pola kelas wirausaha.

Pembekalan dibidang kewirausahaan diharapkan menjadi salah satu jawaban bagi pendidikan di SMK untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan pembekalan kompetensi kewirausahaan diarahkan untuk mempersiapkan anak didik dalam rangka menciptakan lapangan kerja, mengentaskan masalah pengangguran, kemiskinan, keterpurukan ekonomi dan secara politis dapat mengangkat harkat dan martabat sebagai bangsa yang mandiri.

Tips dalam Berwirausaha

10 Kesalahan orang yang memulai bisnis

Pada sesi Belajar dari Enterpreneur, Aulia Halimatussadiah/ Mbak Ollie (Co-Founder & CCO Zetta Media), membagikan pengalaman mengembangkan usaha melalui kemampuannya di bidang IT dan menulis. Sesi ini dibuka dengan tayangan video tentang 10 Kesalahan orang yang memulai bisnis, adalah

1) Tidak punya rencana;
2) Mengira bahwa bisnis membutuhkan modal besar;
3) tidak paham kekuatan dan kelemahan diri sendiri;
4) merekrut teman dekat atau Keluarga tanpa tahu keahlian mereka;
5) tidak melakukan riset pasar;
6)Menunggu semua sempurna, baru launching;
7) tidak belajar dari kesalahan, selalu melakukan kesalahan yang sama;
8) Gaptek dan Kudet (gagap teknologi dan Kurang Update)
9) Baper (tidak berbesar hati ketika menghadapi complain)
10) Not Having Fun.

Menurut Mbak Ollie, Modal bisa berbentuk skills maupun networking; semua tidak harus dikerjakan sendiri, sehingga kehabisan energy dan gagal; kesalahan yang sama cenderung diulang tanpa dievaluasi dan diperbaiki, misalnya kiriman terlambat yang berkali-kali terjadi; bila mulai berwirausaha kita tetap harus keep the fun in running our business, begitu imbuhnya.

Mengembangkan Ide melalui ABCDE

Dalam Sesi bertajuk Ideation (Menumbuhkan Ide), M Assad (CEO Rayyan Capital)- yang telah berhasil mengembangkan Tamasia (tabungan Emas Indonesia), Enterpreneur muda yang telah sukses membangun dan mengembangkan usaha sebelum usia 30 tahun, membagikan resep bagaimana mengembangkan ide bisnis dengan resep ABCDE, yakni Analyzing; Brainstorming; Creating; Developing; Executing terhadap ide baru. Ringkasnya, bahwa suatu ide bisnis harus dianalisis terlebih dahulu, perlu mencari pendapat orang lain tentang ide tersebut, harus dikreasikan sesuai dengan tuntutan perkembangan, dikembangkan, baru kemudian dieksekusi dengan mulai menjalankan usaha.

Enterprenership bukan untuk Pemalas

Enterpreneur muda satu ini telah menuliskan angan-angan bisnisnya sejak SMA. Bahwa bisnsi juga bisa dilakukan seseorang sambil menekuni pendidikan dan berorganisasi, namun demikian dibutuhkan motivasi dan energi yang luar biasa serta kemampuan dalam mengorganisasi diri. Hal ini baik dilakukan ketika muda agar dapat terus menggali potensi diri serta mengembangkan sumber daya diri untuk meraih impian. Jauhi sikap malas dan hindari kebodohan, ini yang diteriakkannya sejak mahasiswa sekaligus aktivis.

Manfaatkan IT untuk membangun Usaha

Enterprenership adalah bidang pekerjaan yang sangat mengandalkan ide, kemauan mengikuti perkembangan dan bukan bidangnya para pemalas. Memanfaatkan IT menjadikan kegiatan wirausaha lebih mudah dan menjangkau jejaring yang luas. Dan sebagai sebuah bentuk implementasi Penguatan Pendidikan Karakter di SMK, kegiatan ini sungguh-sungguh telah member bukti nyata bentuk pembangunan karakter di SMK. Selamat mencoba. Enterpreneur Cerdas berkarakter.

Tags: , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *