Hasil Belajar

Pengertian Hasil Belajar

Menurut Sudjana (2007, h.2) “ Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku seperti telah dijelaskan di muka. Tingkah sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotor ”.Pengungkapan hasil belajar pada prinsipnya meliputi semua ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa.

Dapat disimpulkan bahwa dalam prakteknya pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah, khususnya ranah afektif sangat berbeda dengan ranah kognitif. Hal ini disebabkan perubahan hasil belajar itu ada yang bersifat intangible (tidak dapat diraba).Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa sebagaimana yang terurai di atas adalah mengetahui garisgaris besar indikator (penunjuk adanya prestasi tertentu) dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan atau diukur.

Manfaat Penilaian Hasil Belajar

Penilaian hasil belajar mempunyai manfaat ditinjau dari berbagai segi, diantaranya bagi siswa, bagi guru, dan bagi sekolah.

  1. Bagi siswa : siswa dapat mengetahui sejauhmana telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru.
  2. Bagi guru : dapat mengetahui siswa mana yang sudah berhak melanjutkan pelajarannya dan yang belum berhasil menguasai bahan, dapat mengetahui apakah materi yang diajarkan sudah tepat bagi siswa atau belum, guru dapat mengetahui metode yang digunakan sudah tepat atau belum.
  3. Bagi sekolah : mengetahui kondisi belajar yang diciptakan oleh sekolah sudah sesuai dengan harapan atau belum, tepat tidaknya kurikulum, dapat mengetahui kemajuan perkembangan penilaian dari tahun ke tahun sehinggamenjadi pedoman bagi sekolah untuktindakan selanjutnya.

Berdasarkan pernyataan diatas, bisa disimpulkan bahwa penilaian hasil belajar tidak hanya bermanfaat bagi satu pihak saja namun bagi pihak-pihak lain yang memang bersangkutan dalam kegiatan belajar mengajar disekolah, karena setiap pihak juga mempunyai manfaat sendiri namun manfaat setiap pihak mempunyai keterkaitan untuk meningkatkan penilaian hasil belajarnya.

Pendekatan Penilaian Hasil Belajar

Menurut Sudjana (2007, h. 45 ) “ Ada dua pendekatan yang dapat digunakan dalam melakukan penilaian hasil belajar, yaitu penilaian yang mengacu kepada norma ( penilaian acuan norma ) dan penilaian yang mengacu kepada kriteria “.

Berdasarkan pemaparan diatas, pendekatan yang dapat digunakan adalah pendekatan yang mengacu kepada norma yaitu dimana penilaiannya menggunakan hasil dari semua peserta didik sebagai acuanya, dan pendekatan kriteria dapat dilakukan dengan cara hasil peniliaiannya bergantung pada sejauh mana siswa dapat mencapai kriteria yang sudah ditentukan (KKM).

Macam – macam Penilaian Hasil Belajar

Bloom (dalam Sudjana, 2007, h. 56 ) membagi tiga hasil belajar,yakni:

a). Ranah kognitif, mencakup :

  1. Tipe Hasil Belajar : pengetahuan
  2. Tipe Hasil Belajar : Pemahaman
  3. Tipe Hasil Belajar : Aplikasi
  4. Tipe Hasil Belajar : Analisis
  5. Tipe Hasil Belajar : Sintesis
  6. Tipe Hasil Belajar : Evaluasi

b). Ranah afektif

  1. Menerima (receiving), termasuk kesadaran, keinginan untuk menerima stimulus, respon, kontrol dan seleksi gejala atau rangsangan dari luar.
  2. Menanggapi (responding), reaksi yang diberikan, ketepatan reaksi, perasaan kepuasan, dan lain-lain.
  3. Menilai (evaluating), kesadaran menerima norma, sistem nilai, dan lainlain.
  4. Mengorganisasi (organization), pengembangan norma dan nilai dalam organisasi sistem nilai.
  5. Membentuk watak (characterization), sistem nilai yang terbentuk mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah laku.

c). Ranah psikomotoris

  1. Gerakan refleksi
  2. Keterampilan gerakan dasar
  3. Kemampuan perseptual
  4. Keharmonisan atau ketepatan
  5. Gerakan keterampilan kompleks
  6. Gerakan ekspresif dan interpretative

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar yang bisa dinilai dari siswa bukan hanya dari segi pengetahuan saja namun peningkatan sikap dan psikomotornya juga mempunyai andil atas peningkatan hasil belajar dari siswa.

Jenis Penilaian Hasil Belajar

 Menurut Sudjana (2007, h. 17) menyatakan bahwa : Penilaian hasil belajar dapat dibedakan antara tes dan bukan tes (non tes). Tes yang diberikan secara lisan (menuntut jawaban secara lisan), ada tes tulisan (menuntut jawaban secara tulisan), dan ada tes tindakan (menuntut jawaban dalam bentuk perilaku). Soal-soal tes yang disusun dalam bentuk objektif dan ada juga dalam bentuk esai dan uraian. Sedangkan bukan tes sebagai alat penilaian mencakup observasi, kuisioner, wawancara, skala, sosiometri, studi kasus, dll.

Berdasarkan pendapat ahli diatas, bahwa dalam menilai suatu hasil belajar bisa dilakukan dalam dua cara baik itu tes maupun non tes, karena biasanya guru mempunyai cara sendiri dalam melakukan penilaian terhadap siswanya baik itu menggunakan tes maupun nontes.

Penilaian Hasil Belajar Pada Pembelajaran Kerjasama Internasional

Dalam proses pembelajaran di sekolah ada peraturan tersendiri yang dibbuat oleh sekolah dan menjadi tuntutan atau syarat yang harus dijalani dan diselesaikan oleh siswanya. Dan yang berkaitan dengan proses pembelajaran adalah siswa dikatakan sudah tuntas jika hasil belajarnya telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan oleh pihak sekolah. Setiap mata pelajaran biasanya mempunyai nilai KKM masing-masing.

Menurut Depdiknas tahun 2008, menyatakan : Kriteria Ketuntasan Minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orangtua peserta diddik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian disekolah berhak mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melekukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik atau orang tuanya. KKM harus dicantumkan dalam laporan hasil belajar sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik.

Berdasarkan teori diatas dapat diketahui bahwa KKM sangat penting dalam kegiatan belajar disekolah karena bisa menjadi acuan dalam pencapaian tujuan belajar. Hal tersebut jugga berlaku untuk siswa di SMA PGRI 1 Bandung, dimana siswanya dituntut untuk mencapai nilai KKM, pada materi kerjasama internasional siswa dituntut untuk mendapat nilai tidak kurang dari 70, dan dalam penilaiannya menggunakan tes maupun non tes. Paham atau tidaknya siswa akan materi yang disampaikan oleh guru akan terlihat dari bagaimana siswa tersebut bisa menjawab soal-soal yang diberikan oleh guru. Perilaku siswa juga bisa menjadi unsur penilaian oleh guru karena dalam proses pembelajaran, komunikasi antara guru dan siswa juga menjadi hal yang pasti terjadi. Apakah perilaku siswa itu dapat meningkatkan atau bahkan menggurangi hasil belajarnya.

Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

 Menurut Djamarah (2010, h. 22) yang menjadi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar ialah :

a. Faktor lingkungan, terdiri dari : alami dan sosial budaya.

b. Faktor instrumental, yaitu:

  1. Kurikulum yang merupakan unsur substansial dalam pendidika.
  2. Setiap sekolah mempunyai program pendidikan, program pendidikan dijalankan demi kemajuan pendidikan.
  3. Sarana dan prasarana mempunyai arti penting dalam pendidikan.
  4. Kehadiran guru mutlak diperlukan didalam proses belajar mengajar.

c. Kondisi fisiologis, yaitu : minat, kecerdasan, belajar sesuai bidangnya, motivasi belajarnya, dan kemampuan kognitifnya.

Berdsarkan pendapat diatas, bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi siswa untuk meningkatkan hasil belajarnya, baik itu dari dalam maupun dari luar diri siswa itu sendiri. Hasil belajar siswa kemungkinan bisa meningkat jika faktor yang bisa mempengaruhinya juga tersedia dengan baik. 

Tags: , , , , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *