Fungsi Pendidikan Menurut Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Fungsi pendidikan menurut pemikiran Ki Hajar Dewantara

Dalam pandangan Ki Hajar Dewantara fungsi pendidikan adalah sebagai penguasaan diri, baik secara jasmani maupun rohaninya, sebab disinilah dapat di temukan sebuah pemahaman yang mendalam mengenai pendidikan yang sebenarnya, yaitu pendidikan yang memanusiakan manusia (humanisasi). Penguasaan diri merupakan langkah yang harus diperhatikan untuk tercapainya pendidikan yang mamanusiakan manusia. Ketika setiap peserta didik mampu menguasai dirinya, mereka akan mampu juga menentukan sikapnya. Dengan demikian akan tumbuh sikap yang mandiri dan dewasa.

Dalam pandangannya yang lain, Ki Hajar Dewantara menyebutkan bahwa fungsi utama sistem pendidikan nasional itu adalah mengembangkan manusia, masyarakat, dan lingkungannya. Dengan demikian sistem pendidikan nasional harus berfungsi mengembangkan bangsa dan kebudayaan nasional. Pembangunan disini ialah pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Hal tersebutlah yang menentukan arah pendidikan nasional.1

Agar pendidikan nasional mampu mewujudkan manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa, maka pendidikan nasional haruslah memungkinkan perkembangan tiga hubungan dasar kehidupan manusia yang meliputi: hubungan manusia dengan sesamanya, hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Dan untuk dapat memenuhi fungsi tersebut kurikulum yang diterapkan harus berisikan komponen-komponen yang dapat menunjang pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Berdasarkan pembahasan di atas pendidikan nasional mempunyai fungsi sebagai alat yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi, pengembangan masyarakat, pengembangan kebudayaan, dan pengembangan bangsa Indonesia untuk meningkatkan kehidupan dan martabatnya sehingga tercapai kebahagiaan lahiriah dan batiniah. Fungsi yang dimaksud tersebut sesuai dengan UU Sisdiknas nomor 2 tahun 1989 bab II pasal 3.

Fungsi pendidikan menurut pemikiran Ki Hajar Dewantara mencakup beberapa aspek yang sangat penting:

  1. Pendidikan sebagai Alat Pembebasan: Ki Hajar Dewantara memandang pendidikan sebagai alat pembebasan dari penindasan, ketidakadilan, dan ketidaksetaraan. Ia menekankan pentingnya pendidikan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang, terlepas dari latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya.
  2. Pendidikan Karakter: Ki Hajar Dewantara sangat peduli dengan pembentukan karakter individu melalui pendidikan. Ia menganggap bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada nilai-nilai moral dan etika, serta pengembangan kepribadian yang baik.
  3. Pendidikan Berdasarkan Budaya Lokal: Ia menekankan pentingnya pendidikan yang mempertimbangkan budaya dan nilai-nilai lokal. Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa pendidikan harus relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dan harus memperkuat identitas budaya bangsa Indonesia.
  4. Pendidikan Demokratis: Ki Hajar Dewantara mempromosikan pendidikan yang demokratis, di mana siswa memiliki peran aktif dalam proses belajar-mengajar. Ia mendukung pendekatan pendidikan yang berbasis pada diskusi, kolaborasi, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran.
  5. Pendidikan Seumur Hidup: Ki Hajar Dewantara merumuskan konsep “taman siswa,” yang merupakan ide pendidikan sepanjang hayat di mana orang dapat terus belajar sepanjang hidup mereka. Ia meyakini bahwa pendidikan tidak seharusnya berhenti setelah sekolah formal, tetapi harus berlanjut sepanjang masa.
  6. Pendidikan sebagai Sarana Pembangunan Bangsa: Ki Hajar Dewantara melihat pendidikan sebagai sarana untuk membangun bangsa. Ia meyakini bahwa dengan memberikan pendidikan yang berkualitas kepada semua warga negara, Indonesia dapat mencapai kemajuan dan pembangunan yang berkelanjutan.
  7. Pendidikan sebagai Sarana Perubahan Sosial: Ki Hajar Dewantara percaya bahwa pendidikan dapat digunakan sebagai alat untuk menciptakan perubahan sosial yang positif. Ia mendorong para pendidik untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat melalui pendidikan.

Dalam praktiknya, pemikiran Ki Hajar Dewantara telah memberikan dasar bagi pengembangan sistem pendidikan di Indonesia, terutama melalui pendirian Taman Siswa, sebuah gerakan pendidikan yang didirikannya pada awal abad ke-20. Konsep-konsepnya tentang pendidikan yang inklusif, relevan, dan demokratis masih memengaruhi pendidikan di Indonesia hingga saat ini.

Sumber Bacaan

Ki Hajar Dewantara, Karja Ki Hajar Dewantara…….. , hlm 378.

Banyak yang baca