Everett dan Rekha (2006, h.108) menyatakan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek yang didasari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Adapun indikatornya terdiri dari a) Gagasan baru yaitu suatu olah pikir dalam mengamati suatu fenomena yang sedang terjadi, termasuk dalam bidang pendidikan, gagasan baru ini dapat berupa penemuan dari suatu gagasan pemikiran, ide, sistem sampai pada kemungkinan gagasan yang mengkristal, b) prduk dan jasa yaitu hasil langkah lanjutan dari adanya gagasan baru yang ditindaklanjuti dengan berbagai aktivitas, kajian, penelitian dan percobaan sehingga melahirkan konsep yang lebih kongkrit dalam bentuk produk dan jasa yang siap dikembangkan dan diimplementasikan termasuk hasil inovasi di bidang pendidikan, dan c) upaya perbaikan usaha yaitu usaha sistematis untuk melakukan penyempurnaan dan melakukan perbaikan yang terus-menerus sehingga buah inovasi itu dapat dirasakan manfaatnya.
Jennifer M. George and Gareth R. Jones (2012:24-25) mengemukakan inovasi adalah kemampuan organisasi untuk meningkatkan jasa atau produk-produk lainnya. Faktor-faktor yang berhubungan dengan inovasi menurut Jennifer M. George and Gareth R. Jones adalah (a). Inovasi barang/produk, (b). Inovasi dalam layanan, (c) inovasi dalam metode (cara mereka produksi).
Uhl-Bien et al (2014,h.342) menyatakan bahwa inovasi adalah kegiatan menciptakan ide-ide baru dan menempatkan mereka dalam praktek. Di sini inovasi sebagai produk dan proses yang terdiri dari indikator a) inovasi proses (proses innovation) adalah tindakan atau hasil dari pengembangan pengetahuan, ketrampilan dan b) inovasi produk (product innovation) suatu aktivitas yang berusaha memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada.
Menurut Stephen P. Robbins (2003:571-572), menyatakan bahwa inovasi adalah ide baru yang diterapkan untuk memulai atau memperbaiki suatu produk, proses atau layanan. Adapun faktor yang berhubungan menurut Stephen P. Robbins adalah (a) Produk: menciptakan produk baru, (b) Proses: menerapkan metode baru, (c) Layanan/jasa: sistem standar baru.
Omachonu dan Einspruch (2010, hh:3-6) menyatakan inovasi dapat didefinisikan sebagai memasukan secara sengaja aplikasi dalam peran, kelompok, atau organisasi, ide, proses, produk atau prosedur baru ke unit terkait adopsi, dirancang untuk secara signifikan menguntungkan individu, kelompok atau society lebih luas yang terdiri dari indikator a) produk adalah suatu tindakan yang berusaha memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada, b) proses adalah aktivitas atau hasil dari penggunaan pengetahuan, ketrampilan. Garcia dan Calantone (2002, h.112) menyatakan bahwa inovasi (innovation) diartikan sebagai upaya dan tindakan dalam bentuk pengembangan sesuatu (product and process) untuk menjadi lebih baik atau bentuk pengembangan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi pengguna. Adapun istilah inovasi (innovation) diartikan sebagai sebagai taraf (degree) inovasi yang dilakukan individu.
Menurut Angelo Kinicki and Brian K.Wiliams (2008, h.334), Inovasi adalah suatu kegiatan untuk menghasilkan atau membuat ide baru, pelayanan hasil pembaharuan kemudian mengubahnya untuk diaplikasi kepada perorangan atau kelompok agar lebih bermanfaat atau berdaya guna tinggi. Hakikat utama penemuan hasil inovasi tersebut merupakan identitas sekaligus untuk memelihara organisasi serta bermanfaat dalam mempertahankan persaingan dimensi-dimensi yang mempengaruhinya adalah:
(a) Inovasi produk: mengubah rupa dan daya guna produk, pelayanan, atau menjadi sesuatu yang baru.
(b) Inovasi proses: mengubah cara untuk menyusun atau menghasilkan sebuah produk atau layanan.
(c) Inovasi incremental: menciptakan sebuah teknologi yang dapat memodifikasi suatu hal.
(d) Inovasi radikal: menciptakan produk, pelayanan atau teknologi yang dapat menggantikan menjadi satu hal yang baru.
Suryani (2008, h.304) menyatakan bahwa inovasi dapat berupa ide, cara-cara ataupun objek yang dipersepsikan oleh seseorang sebgai sesuatu yang baru. Inovasi juga sering digunakan untuk ,merujuk pada perubahan yang dirasakan sebagai hal yang baru oleh masyarakat.
Robbins and Timothy (2013, h.626) menyatakan bahwa inovasi adalah ide baru diterapkan untuk memulai atau meningkatkan produk, proses, dan layanan yang memiliki indikator
a) Produk (product) adalah suatu tindakan yang berusaha memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada,
b) Proses (process) adalah aktivitas atau hasil dari pengembangan pengetahuan, ketrampilan dan
c) layanan (services) adalah membuat perubahan ke lini produk dalam rangka menarik perhatian lebih dari konsumen. Adapun dimensi dan indikator-indikatornya sebagai berikut:
- Dimensi produk yang terdiri dari indikator-indikator: a). Penciptaan ide baru, b). Perbaikan produk pembelajaran.
- Dimensi inovasi proses yang terdiri dari indikator-indikator: a). Cara dalam membuat produk pembelajaran, b). Implementasi hasil penemuan.
- Dimensi layanan yang terdiri dari: a). Peningkatan daya tarik produk pembelajaran, b). Sosialisasi produk pembelajaran baru.
Hills (2008, hh. 27-39) menyatakan bahwa inovasi sebagai ide, praktek atau objek yang dianggap baru oleh seorang individu atau pengguna lainnya. Adapun indikator inovasi adalah a. Inovasi barang atau produk adalah suatu tindakan yang berusaha memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada, b. Inovasi dalam layanan fokus pada membuat perubahan ke lini produk dalam rangka untuk manarik perhatian lebih dari konsumen dan c. Inovasi metode adalah cara seseorang atau organisasi dalam memproduksi suatu jasa atau produk.
Dengan demikian disintesikan bahwa inovasi adalah tindakan untuk mewujudkan ide baru dalam memperbaharui suatu produk atau proses yang sudah ada ataupun baru dengan cara bertahap yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Indikator-indikatornya adalah: a) penciptaan ide-ide baru, b) penggunaan program baru, c) penambahan fasilitas layanan, d) pembuatan metode baru, dan e) kreasi baru.