Pengembangan kurikulum model grass roots memiliki beberapa Kelemahan dan Kelebihan Model Grass Roots, diantaranya sebagai berikut.
1. Kelemahan
- Tidak adanya keseragaman untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional.
- Tidak adanya standard penilaian yang sama sehingga sukar untuk diperbandingkan dengan keadaan dan kemajuan suatu sekolah/wilayah dengan sekolah/wilayah lainnya.
- Adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa ke sekolah/wilayah lain.
- Sukar mengadakan pengelolaan dan penilaian secara nasional.
- Belum semua sekolah/ daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri.
2. Kelebihan
- Kurikulum grass roots sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat.
- Kurikulum grass roots sesuai dengan tingkat dan kemampuan sekolah, baik kemampuan professional, finasial maupun manajerial.
- Disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya.
- Ada motivasi kepala sekolah untuk mengembangkan diri, mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum.
Dalam prosesnya, pengembanan kurikulum model grass roots dapat dimulai dari gagasan-gagasan guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan di sekolah, pihak professional, orang tua siswa, dan unsure masyarakat. Pengembangan kurikulum model grass roots dapat diekmbangkan secara makro maupun mikro, dapat berlaku untuk bidang studi maupun pada sekolah tertentu. Tetapi dapat pula berlaku untuk beberapa bidang sudi maupun pada beberapa sekolah yang lebih luas. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan kurikulum model grass roots, diantaranya: 1) guru harus memiliki kemampuan yang professional, 2) guru harus terlibat langsung dalam perumusan tujuan, pemilihan bahan dan penentuan evaluasi, dan 3) seringnya pertemuan kelompok dalam pembahasan kurikulum akan berdampak terhadap pemahaman guru dan akan menghasilkan consensus tujuan, prinsip maupun rencana-rencana.
Implementasi pengembangan kurikulum model grass roots dapat dilakukan melalui: 1) orientasi dalam pembelajaran, 2) penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, dan 3) pengembangan proses dan penilaian hasil belajar. Pengembangan kurikulum model grass roots memiliki Kelemahan dan Kelebihan Model Grass Roots diantaranya, 1) kelemahan: pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots mungkin hanya berlaku untuk bidan studi tertentu atau sekolah tertentu tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk bidang studi sejenis pada sekolah atau daerah lain, dan 2) kelebihan: karena model grass roots ini merupakan inisiatif dari bawah kemudian ke atas, maka pelaksanaan proses pembelajaran akan disesuaikan dengan potensi daerahnya masing-masing. Selain itu, pengembangan kurikulum model grass roots ini disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya.