Konsep Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

Konsep Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah momen penting bagi para siswa peserta didik untuk memulai perjalanan mereka di dunia pendidikan menengah atas. Selain memperkenalkan siswa pada lingkungan sekolah baru, MPLS juga menjadi kesempatan untuk menginspirasi, membimbing, dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan yang akan datang. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci tentang konsep dan inspirasi kegiatan MPLS yang unik dan menarik.

a. Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

Silabus MPLS SMA biasanya mencakup berbagai kegiatan yang dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru, memperkenalkan aturan dan kebijakan sekolah, serta membangun hubungan yang baik antara siswa, guru, dan staf sekolah. Beberapa kegiatan yang umum terdapat dalam MPLS  meliputi:

  • Sesi Orientasi Pengenalan terhadap fasilitas sekolah, aturan-aturan sekolah, dan struktur organisasi.
  • Kegiatan Ice-breaking Berbagai permainan dan aktivitas untuk membantu siswa saling mengenal satu sama lain.
  • Sesi Motivasi Ceramah inspiratif untuk menggugah semangat dan motivasi siswa.
  • Pembekalan Akademik Pemahaman tentang kurikulum sekolah, mata pelajaran yang diajarkan, dan ekspektasi akademik.
  • Workshop Keterampilan Pelatihan keterampilan penting seperti komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah.
  • Kegiatan Seni dan Olahraga Pengenalan terhadap kegiatan ekstrakurikuler, seni, dan olahraga yang tersedia di sekolah.
  • Sesi Tanya Jawab Kesempatan bagi siswa untuk bertanya tentang segala hal terkait kehidupan sekolah.

b. Aktivitas yang Dilarang Ketika MPLS

Meskipun MPLS dirancang untuk menjadi pengalaman yang positif dan membangun, ada beberapa aktivitas yang sebaiknya dihindari agar MPLS tetap berlangsung dengan aman dan menyenangkan. Beberapa aktivitas yang umumnya dilarang selama MPLS meliputi:

  • Kegiatan berisiko tinggi Seperti olahraga ekstrem atau kegiatan yang melibatkan alat berbahaya.
  • Kegiatan yang tidak sesuai etika Seperti permainan yang merendahkan martabat individu atau aktivitas yang mengajarkan nilai-nilai yang tidak pantas.
  • Konsumsi alkohol atau narkoba dan Merokok, Semua bentuk konsumsi zat-zat terlarang dan rokok elektrik dan tembakau harus dilarang selama MPLS.
  • Perundungan atau intimidasi Segala bentuk perilaku negatif atau kekerasan tidak boleh ditoleransi.

c. Tujuan Kegiatan MPLS

Tujuan utama dari MPLS adalah mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dan kesempatan di masa depan, baik secara akademik maupun sosial. Beberapa tujuan kunci kegiatan MPLS meliputi:

  • Integrasi
    Memfasilitasi integrasi siswa ke dalam lingkungan sekolah yang baru.
  • Orientasi
    Memperkenalkan siswa pada aturan, kebijakan, dan harapan sekolah.
  • Pengembangan diri
    Mendorong pengembangan keterampilan, kepribadian, dan potensi siswa.
  • Pengenalan ekstrakurikuler
    Memperkenalkan siswa pada beragam kegiatan ekstrakurikuler dan kesempatan yang tersedia di sekolah.
  • Pembinaan karakter
    Membangun nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerjasama.
  • Penguatan hubungan
    Membangun hubungan positif antara siswa, guru, dan staf sekolah.

d. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat MPLS

Selama MPLS, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan pengalaman yang aman, bermakna, dan positif bagi semua peserta. Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Keselamatan
    Pastikan semua kegiatan dan lokasi aman dan sesuai dengan protokol keselamatan yang berlaku.
  • Inklusi
    Pastikan semua siswa merasa disambut dan diakui tanpa memandang latar belakang, kemampuan, atau kepercayaan mereka.
  • Kepatuhan
    Pastikan semua kegiatan sesuai dengan aturan dan regulasi sekolah serta pedoman yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.
  • Evaluasi
    Lakukan evaluasi terhadap kegiatan MPLS untuk mendapatkan umpan balik dari siswa, guru, dan orang tua guna perbaikan di masa depan.

e. Inspirasi Kegiatan MPLS untuk Siswa Peserta Didik Baru

MPLS tidak hanya tentang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga kesempatan untuk menginspirasi siswa dan membantu mereka tumbuh dan berkembang sebagai individu yang lebih baik. Berikut beberapa inspirasi kegiatan MPLS untuk siswa peserta didik baru yang dapat meningkatkan pengalaman mereka:

 1. Menggali Potensi yang Dimiliki oleh Siswa

Kegiatan MPLS bisa dimulai dengan sesi pengenalan diri yang melibatkan siswa untuk berbagi tentang minat, bakat, dan impian mereka. Melalui diskusi kelompok, presentasi, atau kuis kepribadian, siswa dapat mulai mengenali potensi yang dimiliki oleh masing-masing individu. Ini bisa menjadi pijakan awal untuk merencanakan aktivitas ekstrakurikuler, proyek, atau tujuan akademik yang sesuai dengan minat dan keinginan mereka.

2. Mengoptimalkan Teknologi yang Ada di Kalangan Pelajar

Dalam era digital ini, penggunaan teknologi menjadi hal yang tak terelakkan. Selama MPLS, siswa dapat diajak untuk mengoptimalkan teknologi yang ada di kalangan pelajar untuk mendukung proses pembelajaran. Misalnya, mengadakan workshop tentang cara menggunakan aplikasi pembelajaran online, pembuatan catatan digital, atau penggunaan platform kolaborasi untuk proyek kelompok. Dengan memanfaatkan teknologi dengan baik, siswa dapat meningkatkan efisiensi belajar mereka.

 3. Teknik Belajar Berkarakter

Pendidikan karakter adalah bagian penting dari pembelajaran di sekolah. Selama MPLS, siswa dapat diperkenalkan pada teknik belajar berkarakter yang tidak hanya membantu mereka dalam pencapaian akademis, tetapi juga dalam pengembangan kepribadian yang baik. Ini bisa mencakup pembelajaran tentang tanggung jawab, ketekunan, kerjasama, dan integritas dalam belajar. Melalui diskusi, permainan peran, atau cerita inspiratif, siswa dapat memahami pentingnya memiliki karakter yang kuat dalam kehidupan mereka.

4. Belajar Kreatif Selama Era Pandemi

Pandemi telah mengubah cara kita belajar dan berinteraksi. Selama MPLS, siswa dapat diajak untuk belajar kreatif selama era pandemi dengan menciptakan aktivitas yang menarik dan bermanfaat secara virtual atau dengan menjaga jarak fisik. Misalnya, mengadakan kompetisi desain masker wajah, mengatur sesi kelas virtual dengan narasumber yang inspiratif, atau mengadakan proyek seni yang bisa diselesaikan di rumah. Ini tidak hanya akan membantu siswa tetap terlibat selama pandemi, tetapi juga mengasah kreativitas mereka.

 5. Membuat Siswa Menjadi Pelajar dengan Sikap Mandiri dan Karakter

MPLS juga bisa menjadi kesempatan untuk membentuk siswa menjadi pelajar yang mandiri dan memiliki karakter. Melalui kegiatan seperti simulasi proyek mandiri, permainan peran tentang mengatasi tantangan akademis, atau diskusi tentang nilai-nilai seperti ketekunan dan disiplin, siswa dapat diberi kesempatan untuk mengembangkan sikap positif dan karakter yang kuat. Ini akan membantu mereka tidak hanya dalam pembelajaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari mereka di masa depan.

6. Mengenalkan Kegiatan Kewirausahaan

Pendidikan kewirausahaan semakin penting dalam persiapan siswa untuk masa depan yang penuh tantangan. Selama MPLS, siswa dapat diperkenalkan pada konsep-konsep dasar kewirausahaan melalui workshop, ceramah, atau permainan simulasi bisnis. Misalnya, mereka dapat belajar tentang ide-ide bisnis kreatif, proses perencanaan bisnis sederhana, atau keterampilan presentasi untuk meyakinkan investor. Ini akan membantu siswa memahami pentingnya kewirausahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

7. Mengenalkan Kerja Bakti Sosial

Kerja bakti sosial adalah cara yang baik untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya memberi kembali kepada masyarakat. Selama MPLS, siswa dapat diperkenalkan pada konsep kerja bakti sosial melalui partisipasi dalam proyek-proyek layanan masyarakat. Misalnya, mereka dapat membersihkan lingkungan sekolah, mengunjungi panti asuhan, atau mengadakan penggalangan dana untuk yayasan amal. Ini akan membantu siswa memahami tanggung jawab sosial mereka sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab.

Rundown Kegiatan MPLS

Pembukaan, Selamat datang,

I. Pendahuluan
– Pengenalan tentang MPLS
– Tujuan dan manfaat MPLS

II. Orientasi Umum
– Pengenalan terhadap fasilitas sekolah
– Pengenalan terhadap struktur organisasi sekolah
– Pengenalan terhadap guru dan staf sekolah

III. Kegiatan Pengenalan Kelas dan Jurusan
– Sesi perkenalan antar-siswa dalam kelas
– Pengenalan terhadap kurikulum dan mata pelajaran
– Presentasi dari guru mata pelajaran

IV. Sesi Motivasi dan Pembekalan
– Ceramah motivasi untuk siswa
– Pembekalan tentang pentingnya disiplin dan tanggung jawab

V. Pengembangan Keterampilan
– Workshop keterampilan sosial
– Pelatihan kepemimpinan dan kerjasama tim

VI. Kegiatan Ice-breaking
– Permainan dan aktivitas untuk membangun keakraban antar-siswa
– Outbound atau kegiatan outdoor lainnya

VII. Pembinaan Karakter
– Sesi diskusi tentang nilai-nilai moral dan etika
– Pembekalan tentang pentingnya integritas dan kejujuran

VIII. Pembekalan Akademik
– Pengenalan tentang tata tertib akademik sekolah
– Pembekalan tentang penggunaan fasilitas perpustakaan dan laboratorium

IX. Sesi Tanya Jawab
– Kesempatan bagi siswa untuk bertanya tentang segala hal terkait kehidupan sekolah
– Diskusi tentang harapan dan aspirasi siswa selama di SMA

X. Penutup
– Evaluasi singkat tentang MPLS
– Motivasi terakhir dan harapan untuk masa depan siswa

XI. Kegiatan Penutupan MPLS
– Acara penutupan MPLS dengan sambutan dari kepala sekolah
– Hiburan dan permainan untuk meriahkan acara penutupan

Penutupan MPLS: Ide Kreatif untuk Hiburan Terakhir

1. Pertunjukan Bakat Siswa

Satu ide yang menarik adalah menyelenggarakan pertunjukan bakat siswa di akhir acara penutupan MPLS. Para siswa dapat menampilkan berbagai bakat yang mereka miliki, seperti menyanyi, menari, bermain alat musik, atau bahkan menghibur dengan komedi atau sulap. Ini adalah cara yang bagus untuk memperlihatkan keberagaman bakat di antara siswa dan memberikan penghargaan atas pencapaian mereka.

2. Lomba Fashion Show Tema Sekolah

Mengadakan lomba fashion show dengan tema yang relevan dengan sekolah dapat menjadi hiburan yang menyenangkan untuk penutupan MPLS. Para siswa dapat berpartisipasi dengan berpakaian sesuai tema yang telah ditentukan, misalnya tema warna sekolah, tema masa depan, atau tema sejarah sekolah. Ini tidak hanya akan menjadi hiburan visual yang menarik, tetapi juga kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

3. Sesi Penampilan Musik dan Tarian

Acara penutupan MPLS dapat dimeriahkan dengan sesi penampilan musik dan tarian dari siswa, baik secara solo maupun dalam grup. Para siswa dapat mempersiapkan pertunjukan musik live dengan band sekolah atau menampilkan tarian yang energik dan menghibur. Musik dan tarian adalah cara yang bagus untuk menciptakan suasana yang positif dan menghidupkan suasana penutupan acara.

4. Kompetisi Permainan Seru

Mengadakan kompetisi permainan seru seperti quiz kuis, lomba makan kerupuk, atau estafet tiga kaki dapat menjadi hiburan yang menghibur bagi siswa saat penutupan MPLS. Kompetisi ini tidak hanya akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk bersenang-senang bersama, tetapi juga mempererat ikatan di antara mereka. Pastikan untuk memberikan hadiah menarik bagi para pemenang untuk menambah semangat kompetisi.

5. Penayangan Video Kenangan MPLS

Sebuah video kenangan yang berisi momen-momen terbaik selama MPLS dapat menjadi hiburan yang menyentuh di akhir acara penutupan. Video ini dapat berisi foto-foto dan cuplikan video dari berbagai kegiatan selama MPLS, seperti sesi ice-breaking, workshop, dan permainan kelompok. Menonton kembali momen-momen berharga ini akan mengingatkan siswa akan pengalaman yang telah mereka bagikan bersama dan membuat mereka tersenyum.

6. Seremoni Pemberian Penghargaan

Penutupan MPLS juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengadakan seremoni pemberian penghargaan kepada siswa yang telah menonjol selama acara tersebut. Penghargaan dapat diberikan untuk berbagai kategori, seperti “Siswa Paling Ramah”, “Prestasi Akademik Tertinggi”, atau “Siswa Paling Kreatif”. Ini adalah cara yang bagus untuk mengakui dan menghargai usaha dan dedikasi siswa selama MPLS.

7. Pesta Makan Malam Tema

Menyelenggarakan pesta makan malam tema di akhir acara penutupan MPLS dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk merayakan kebersamaan dan solidaritas di antara siswa. Tema pesta makan malam dapat dipilih berdasarkan minat dan keinginan siswa, seperti tema alam, tema film atau buku favorit, atau tema retro. Dekorasi, makanan, dan hiburan dapat disesuaikan dengan tema yang telah ditentukan untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Contoh Ide Kreatif Perlombaan MPLS

1. Nama dan Fakta

Dalam kegiatan ini, setiap siswa diminta untuk memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama mereka dan satu fakta menarik tentang diri mereka. Fakta tersebut bisa menjadi hobi, impian masa depan, atau hal unik lainnya. Ini adalah cara sederhana namun efektif untuk memperkenalkan diri dan memulai percakapan antar siswa.

2. Lomba Makan Kerupuk

Lomba makan kerupuk adalah salah satu tradisi yang paling populer dalam acara-acara perayaan di Indonesia, termasuk dalam masa orientasi pengenalan sekolah. Dalam perlombaan ini, sejumlah kerupuk digantung di ketinggian, dan peserta harus mencoba untuk memakan kerupuk tersebut tanpa menggunakan tangan mereka. Lomba ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan di antara siswa.

3. Lomba 3 Kaki

Lomba 3 kaki adalah permainan tradisional Indonesia yang sering dimainkan dalam acara-acara perayaan, termasuk masa orientasi pengenalan sekolah. Dalam permainan ini, dua orang peserta dibuat terikat bersama dengan satu kaki kiri dan satu kaki kanan, dan mereka harus berlomba untuk mencapai garis finish. Lomba ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan siswa tentang pentingnya kerjasama dan koordinasi.

4. Tari Rakyat

Tari rakyat adalah salah satu aspek penting dari budaya Indonesia, dan sering kali diadakan dalam acara-acara perayaan, termasuk masa orientasi pengenalan sekolah. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk belajar dan menampilkan tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Ini bukan hanya cara yang bagus untuk memperkenalkan siswa kepada budaya Indonesia yang kaya, tetapi juga untuk mempererat hubungan di antara mereka.

5. Lomba Balap Karung

Balap karung adalah permainan tradisional Indonesia yang sering dimainkan dalam acara-acara perayaan, termasuk masa orientasi pengenalan sekolah. Dalam permainan ini, peserta bersaing untuk mencapai garis finish sambil melompati rintangan dengan kaki yang terikat dalam karung. Lomba ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan siswa tentang kekompakan dan ketahanan.

6. Lomba Bakiak

Lomba bakiak adalah permainan tradisional Indonesia yang melibatkan peserta yang berlomba memakai bakiak atau alas kaki kayu dengan dua atau tiga alur. Dalam lomba ini, peserta harus berlari dengan menggunakan bakiak dan berusaha mencapai garis finish dengan cepat. Lomba ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan siswa tentang keseimbangan dan koordinasi.

7. Lomba Tarik Tambang

Lomba tarik tambang adalah permainan tradisional yang sering dimainkan dalam acara-acara perayaan di Indonesia, termasuk masa orientasi pengenalan sekolah. Dalam permainan ini, dua tim bersaing untuk menarik tali ke arah mereka masing-masing, dengan tujuan untuk menjatuhkan lawan mereka. Lomba ini adalah cara yang bagus untuk membangun kerjasama dan semangat tim di antara siswa.

8. Lomba Masak

Lomba masak adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat dalam masa orientasi pengenalan sekolah di Indonesia. Dalam lomba ini, siswa diajak untuk berpartisipasi dalam membuat hidangan tradisional Indonesia dengan bantuan dari guru atau orang tua. Ini adalah cara yang baik untuk memperkenalkan siswa kepada masakan Indonesia yang lezat dan membangun rasa kebersamaan di antara mereka.

9. Lomba Fotografi Alam Sekitar Sekolah

Lomba fotografi alam sekitar sekolah adalah cara yang kreatif untuk memperkenalkan siswa kepada lingkungan sekolah mereka yang baru. Dalam lomba ini, siswa diajak untuk mengambil foto-foto alam sekitar sekolah, seperti pohon, bunga, atau binatang, dan hasilnya akan dinilai oleh para juri. Ini adalah cara yang bagus untuk membangun apresiasi terhadap alam dan mempererat hubungan di antara siswa.

10. Nama dan Fakta

Dalam kegiatan ini, setiap siswa diminta untuk memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama mereka dan satu fakta menarik tentang diri mereka. Fakta tersebut bisa menjadi hobi, impian masa depan, atau hal unik lainnya. Ini adalah cara sederhana namun efektif untuk memperkenalkan diri dan memulai percakapan antar siswa.

11. Peta Manusia

Peta Manusia adalah kegiatan di mana siswa harus berkeliling mencari orang lain yang memiliki karakteristik atau pengalaman yang tercantum di peta manusia mereka. Setelah menemukan seseorang yang sesuai, mereka harus menuliskan nama orang tersebut di tempat yang sesuai di peta manusia mereka. Ini adalah cara yang bagus untuk memperkenalkan diri dan menemukan kesamaan dengan orang lain.

12. Kisah 60 Detik

Dalam kegiatan ini, setiap siswa diberi waktu 60 detik untuk memperkenalkan diri mereka dan menceritakan kisah singkat tentang kehidupan mereka. Ini adalah cara yang cepat dan efektif untuk memperkenalkan diri dan memulai percakapan.

Simpulan

Dengan merancang dan melaksanakan MPLS yang berkualitas dan bermakna, sekolah dapat memberikan fondasi yang kuat bagi siswa mereka untuk mencapai kesuksesan akademik dan pribadi di masa depan. Semoga artikel ini memberikan wawasan dan inspirasi bagi semua pihak yang terlibat dalam proses MPLS SMA.

Dengan mengadopsi ide-ide kreatif ini dalam MPLS, sekolah dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat dan menginspirasi bagi para siswa mereka. MPLS bukan hanya tentang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga tentang mempersiapkan siswa untuk sukses di masa depan dengan keterampilan dan nilai-nilai yang mereka butuhkan. Semoga ide-ide ini dapat memberikan inspirasi bagi para pendidik dan pembimbing di sekolah.

Referensi

Munandar. (2009). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Rineka Cipta.

Nurfadillah, A. (2020). Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Sekolah Pada Masa Adaptasi

Kebiasaan Baru (New Normal). JPKM : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 1(1), 1–6. https://doi.org/10.37905/.v1i1.7676

Isa Fegueira, Ana, M. Duarte, A. (2013). Elementary School Student’s Conception Of Learning. Congresso Internacional Envolvimento Dos Alunos Na Escola Instituto de Educação Da Universidade de Lisboa.

Michael, T. (2016). Kebijakan Hukum Dalam Permendikbud No. 18-2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. 18

Banyak yang baca