Konsep Minat Belajar Menurut Beberapa Cendekiawan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian minat secara bahasa adalah minat berati kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Minat berarti perasaan yang menyatakan bahwa satu aktivitas, pelajaran atau objek itu berharga atau berarti bagi individu. Menurut Agus Sujanto minat adalah suatu kekuatan yang muncul dari dalam yang mempunyai tujuan tertentu, atau suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu, yang merupakan kekuatan dari dalam dan tampak dari luar sebagai gerak-gerik atau partisipasi terhadap suatu hal. Oemar Hamalik, minat adalah suatu kerangka mental yang terdiri dari kombinasi gerak perpaduan dan campuran dari perasaan, prasangka, cemas dan kecendrungan – kecenderungan lain yang biasa mengarah individu kepada suatu paham yang tertent. Sedangkan menurut Belly pengertian minat adalah keinginan yang didorong oleh suatu keinginan setelah melihat, mengamati dan membandingkan serta mempertimbangkan dengan kebutuhan yang diinginkannya.
Minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerima akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Gordo dalam buku Ramayulis, minat adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu. Minat dalam definisi tersebut diartikan sebagai minat untuk mempelajari atau melakukan sesuatu. Minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Pada masa sekolah, minat dapat di timbulkan karena ada kemampuan untuk mencapainya.
Minat adalah kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan beberapa aktivitas. Seseorang yang berminat terhadap aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu secara konsisten dengan rasa senang. Dari beberapa pengertian di atas dapat diuraikan bahwa minat adalah kecenderungan tertarik pada sesuatu yang relatif tetap untuk lebih memperhatikan dan mengingat secara terus – menerus yang diikuti rasa senang untuk memperoleh suatu kepuasan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologi belajar memiliki arti ”berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Definisi ini memiliki pengertin bahwa belajar adalah sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu. Di sini, usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya mendapatkan ilmu atau kepandaian yang sebelum dipunyai sebelumnya. Sehingga dengan belajar itu manusia menjadi tahu, memahami, mengerti dapat melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu.
Belajar menurut bahasa adalah ”usaha (berlatih) dan sebagai upaya mendapatkan kepandaian. Sedangkan menurut istilah yang dipaparkan oleh beberapa ahli, di antaranya oleh Ahmad Fauzi yang mengemukakan belajar adalah ” suatu proses di mana suatu tingkah laku ditimbulkan atau diperbaiki melalui serentetan reaksi atas situasi (rangsang) yang terjadi. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Nana Sudjana memberikan penjelasan bahwa belajar adalah proses yang aktif, belajar adalah mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar adalah proses yang diarahkan kepada tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman.
Belajar secara sederhana di katakana sebagai proses perubahan belum mampu menjadi sudah mampu, terjadi dalam jangka waktu tertentu. Perubahan yang terjadi itu harus secara relative bersifat menetap (permanen) dan tidak hanya terjadi pada perilaku yang saat ini Nampak (immediate behavior) tetapi juga pada perilaku yang mungkin terjadi di masa mendatang (pitensia behavior). Hal ini yang perlu diperhatikan ia lah bahwa perubahan-perubahan tersebut terjadi karena pengalaman. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Menurut pengertian secara psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkugannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik ketika ia belajar di sekolah maupun belajar di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri.
Percival dan Ellington dalam psikologi perilaku, belajar adalah perubahan yang terjadi karena hubungan yang stabil antara stimulus yang diterima oleh organisme secara individual dengan respon yang dilakukannya, baik respon terbuka maupun respon yang tersamar. Tinggi rendah, besar kecil dan intensitas respon tersebut tergantung pada tingkat kematangan fisik, mental, dan tendensi yang belajar. Lebih lanjut, Degeng menyatakan bahwa belajar merupakan pengaitan pengetahuan baru pada struktur kognitif yang sudah dimiliki si belajar. Hal ini mempunyai arti bahwa dalam proses belajar, siswa akan menghubung-hubungkan pengetahuan atau ilmu yang telah tersimpan dalam memorinya dan kemudian menghubungkan dengan pengetahuan yang baru. Dengan kata lain, belajar adalah suatu proses untuk mengubah performansi yang tidak tebatas pada keterampilan, tetapi juga meliputi fungsi-fungsi, seperti skill, persepsi, emosi, proses berpikir, sehingga dapat menghasilkan perbaikan performansi.
Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukaan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Belajar adalah kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan, hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan pengertian belajar yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku individu dari hasil pengalaman dan latihan. Perubahan tingkah laku tersebut, baik dalam aspek pengetahuannya (kognitif), keterampilan (psikomotor), maupun sikapnya (afektif).
Dari uraian di atas minat belajar sebagai suatu aspek psikologi yang menampakan diri dalam beberapa gejala seperti gairah, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman dengan kata lain minat belajar itu adalah perhatian, rasa suka, ketertarikan seseorang (siswa) terhadap belajar yang ditunjukkan melalui keantusiasan, partisipasi dan keaktifan dalam belajar.
Sumber Bacaan
Aria Djalil ddk, Op, Cit., hlm. 25
Ibid, hlm. 27
Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 2005 ), hlm. 102
J. P. Chaplin, Kamus Lengkap Psikologi, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004), hlm. 255
Agus Sujanto, Psikologi Umum, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), hlm. 84
Oemar Hamalik, Media Pendidikan, (Bandung : Alumni, 2008), hlm. 120
Ahmad Tono, Metode Pengajaran, (Jakarta:Sinar Baru, 2005), hlm. 25
Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, (Jakarta: Rineka Cipta, 2013), hlm. 180
Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama, (Jakarta:Kalam Mulia, 2008), hlm. 38
Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2008), hlm. 132
Baharuddin dan Nur Wahyuni, Teori Belajar Dan Pembelajaran, (Jogjakarta : Ar-Ruzz Media), hlm. 13
W.J.S. Poewadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2010), hlm. 965
Slameto, Op, Cit., hlm. 2, hlm 3
Irwanto, Psikologi Umum, (Jakarta : PT Total Grafika, 2002), hlm. 105
Hamdani , Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2010), hlm. 20
Muhibbin Syah, Psikologis Belajar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2014), hlm. 63
Daryanto, Belajar Dan Mengajar, (Bandung: CV. Yrama Widya, 2010), hlm 59
Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2012), hlm.5-6
Tags: Arti Minat Belajar, Belajar, Belajar Secara Sederhana, Minat, Minat Belajar Menurut Para Ahli, Pengertian Minat Belajar

kak itu yg degeng sumbernya drmn ya?
Degeng, I Nyoman Sudana. 1989. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. Jakarta: Depdikbud, Dikti, P2LPTK.
dikutip dalam buku : Paradigma Baru Pembelajaran: Sebagai Referensi bagi Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas oleh Prof. Dr. H. Yatim Riyanto, M.Pd.
dari buku Prof. Dr. H. Yatim Riyanto, M.Pd. dikutip lagi dalam buku : Belajar dan Pembelajaran Modern: Konsep Dasar, Inovasi dan Teori Pembelajaran Oleh Muhammad Fathurrohman
jika ada salah mohon revisi via komentar
mudah mudahan bermanfaat