Komunikasi Efektif

Komunikasi efektif di sini adalah komunikasi yang didalamnya komunikator dan komunikan sama-sama memiliki persepsi dan tujuan yang sama tentang suatu pesan. Menurut devito komunikator efektif diciptakan, bukan dilahirkan. Bagaimanapun tingkat keterampilannya, kita dapat meningkatkan efektifitas dengan menerapkan gagasan secara aktif. Komunikasi yang efektif disebabkan adanya pengertian, dapat menyebabkan kesenangan, mempengaruhi sikap, menjalin keberlangsungan sosial yang baik, dan harapannya terciptanya suatu perilaku (Joseph A. Devito,2011).

Komunikasi bisa disebut efektif jika pesan diterima dan difahami apa adanya seperti apa yang dimaksudkan, pesan akan berlanjut dengan adanya perbuatan oleh komunikan, serta dapat meningkatkan keberlangsungan hubungan komunikator dan komunikan, dan tidak ada kendala (Deddy Mulyana, 2008).

Komunikasi efektif bisa berlangsung pada setiap individu. Jika ada yang merasa tidak sanggup melakukannya, masalah hadir karena soal membiasakan dan pembiasaan saja. Melatih individu untuk berkomunikasi secara efektif bisa dilaksanakan secara langsung dengan praktek. Kelihatannya mudah, keuntungannya dapat membantu setiap individu untuk meraih suatu keberhasilan. Komunikasi efektif sering kali mengalami kesulitan apalagi komunikasi yang harus dilakukan dengan anak berkebutuhan khusus autis, pastinya akan menemukan kendala yang lebih besar seperti sulitnya mendapatkan feed back dari apa yang sudah kita sampaikan, maka disini harus terjadi komunikasi efektif dengan kesabaran dan ketelatenan untuk mengajadi dan membiasakan anak autis untuk beribadah.

Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran bisa merupakan gagasan, informasi, opini dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Perasaan bisa berupa keyakinan, kepastian, keragu-raguan, kekhawatiran, kemarahan, keberanian dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati (Effendy, 2006).

Komunikasi yang efektif menggabungkan satu set keterampilan termasuk komunikasi nonverbal, keterampilan mendengarkan, mengelola stres pada saat itu, kemampuan untuk berkomunikasi tegas, dan kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi sendiri dengan orang-orang yang sedang diajak untuk berkomunikasi. Komunikasi yang efektif adalah lem yang membantu memperdalam hubungan dengan orang lain dan meningkatkan kerja sama tim, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah

Dalam buku Deddy Muyana yang berjudul komunikasi efektif menyebutkan komunikasi bisa disebut efektif jika memenuhi tiga syarat utama, yaitu:

  1. Informasi yang diperoleh, diterima dan dimengerti komunikan
  2. Sefaham seperti tujuan komunikator
  3. Disikapi oleh perilaku secara ikhlas
  4. Menaikan kualitas hubungan komunikator dan komunikan

Tujuan Komunikasi Efektif

Menurut Devito ada beberapa tujuan dalam komunikasi, tujuan ini tidak perlu diungkapkan secara terang-terangan, dan juga tidak perlu menyepakati tujuan komunikasi mereka:17

  1. Menemukan atau penemuan diri, persepsi diri sebagian besar dihasilkan dari apa yang anda telah pelajari tentang diri sendiri dan orang lain selama berkomunikasi.
  2. Untuk berhubungan, berhubungan dengan orang lain membina dan memelihara hubungan dengan orang lain.
  3. Pemecahan masalah hubungan antar manusia.

Proses dan langkah-langkah dalam komunikasi efektif

  1. Harapan melakukan komunikasi. komunikator mempunyai harapan untuk melakukan pertukaran informasi kepada lain pihak.
  2. Encoding oleh komunikator. Encoding adalah tindakan menyatukan gagasan dalam pikiran atau ide menjadi isyarat tubuh, kata-kata, dan sejenisnya, sampai pada tujuannya komunikator merasa siap oleh pesan yang disusun dan cara disampaikannya.
  3. Pengiriman pesan. Dalam mengirimkan pesan kepada individu yang diingankan.
  4. Terkirimnya pesan. Gagasan yang diterima oleh komunikan telah terkirim dengan baik oleh komunikator.
  5. Decoding oleh komunikan: Decoding adalah sikap diri dari penerima melalui indera.
  6. Umpan balik, terjadinya respon dari komunikan setelah isi pesan tersampaikan baik oleh komunikator.

Ciri-Ciri Komunikasi Efektif

Dalam buku Komunikasi Antarpribadi, Alo Liliweri mengutip pendapat Joseph A.Devito mengenai ciri komunikasi antar pribadi yang efektif, yaitu:

  1. Keterbukaan (openness) : Kemauan menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima di dalam menghadapi hubungan antarpribadi. Kualitas keterbukaan mengacu pada tiga aspek dari komunikasi interpersonal.
  2. Empati (empathy) : kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu.
  3. Dukungan (supportiveness) : Situasi yang terbuka untuk mendukung komunikasi berlangsung efektif. Individu memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap deskriptif bukan evaluatif, spontan bukan strategik.
  4. Rasa Positif (positiveness) Seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.
  5. Kesetaraan (equality) Komunikasi antarpribadi akan lebih efektif bila suasananya setara. Artinya, ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.

Sumber Bacaan

Joseph A. Devito, “Komunikasi Antar Manusia”, (Tangerang Selatan: Karisma Publishing Group, 2011), hlm. 19

Deddy Mulyana, “Komunikasi Efektif”, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008) hlm 77

Effendy, Onong Uchjana. 2006. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Mulyana,  Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.

Tags: , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *