Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran (Sutikno, 2013: 37).
Media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, yang dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan mahasiswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada dirinya (Wetty, 2004: 55).
Kata “media” berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”. Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan (Djamarah, 1996: 136).
Penulis berkesimpulan bahwa dalam melaksanakan suatu pembelajaran diperlukan adanya media untuk mendukung proses pembelajaran, dan dengan media, pesan yang hendak disampaikan dapat tersalurkan dengan baik yang nantinya akan membuat siswa menjadi berpikir dan ada kemauan untuk belajar.
Fungsi Media Pembelajaran
Media pembelajaran memiliki fungsi sebagai berikut,
(a) membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran;
(b) memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan);
(c) mengatasi keterbatasan ruang;
(d) pembelajaran lebih komunikatif dan produktif;
(e) waktu pembelajaran bisa dikondisikan;
(f) menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar;
(g) meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu;
(h) melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam;
(i) meningkatkan kadar keaktifan/keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran (Sutikno, 2013: 107).
Fungsi media pembelajaran (Wetty, 2004: 61)
(a) Membangkitkan motivasi belajar.
(b) Mengulang apa yang telah dipelajari.
(c) Menyediakan stimulus belajar.
(d) Mengaktifkan respon murid.
(e) Memberikan feedback dengan segera.
(f) Menggalakkan latihan yang serasi.
Macam-Macam Media Pembelajaran
Media pembelajaran memiliki berbagai macam, baik berdasarkan jenis maupun berdasarkan bahan pembuatan. Berikut dijabarkan macam-macam media pembelajaran tersebut.
(a) Media Pembelajaran Berdasarkan Jenis (Sutikno, 2013: 108-109),
(1) audio; Media audio adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder, piringan hitam.
(2) visual; Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film strip (film rangkai), foto, gambar atau lukisan, cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, film kartun.
(3) audiovisual. Media audiovisual merupakan media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan yang kedua.
(b) Media Pembelajaran Berdasarkan Bahan Pembuatan
(1) media sederhana Media sederhana adalah media yang bahan dasarnya mudah diperoleh dengan harga murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak sulit.
(2) media kompleks Media kompleks adalah media dengan bahan yang sulit didapat, alat tidak mudah dibuat dan harga relatif mahal.
Jenis-Jenis Media Pembelajaran Menurut Wetty (2004: 63).
Media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam pengembangan materi sangat beraneka. Untuk itu, guru harus memilih media yang akan digunakan dalam pembelajaran secara tepat sebab masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sehubungan dengan itu, di bawah ini dirincikan sejumlah media yang dapat dipilih oleh guru dalam pengembangan materi pembelajaran.
(1) Papan Tulis
Dewasa ini papan tulis tidak hanya hitam, tetapi telah digunakan warna-warna lain dengan maksud untuk menambah efektivitasnya dan mengurangi kelelahan mata. Papan tulis yang memenuhi syarat haruslah sebagai berikut.
(a) Mempunyai warna yang kontras dengan tulisan atau gambar.
(b) Papan tulis itu harus buram, tidak boleh licin dan mengkilat.
(c) Warna papan tulis hendaknya disesuaikan dengan warna ruangan kelas.
(2) Papan Tempel (Papan Pengumuan)
Dewasa ini papan tempel telah dianggap sebagai media pendidikan yang penting, sebagai tempat menyelenggarakan sesuatu display yang merupakan bagian aktivitas penting dari kehidupan kelas.
Papan tempel sebagai media pendidikan mempunyai dua fungsi sebagai berikut.
(a) Memungkinkan guru untuk memperkenalkan hal-hal atau ide-ide baru kepada peserta didik.
(b) Memberi kesempatan kepada murid untuk saling bertukar pengalaman belajar dan untuk belajar bekerja sama secara kelompok.
(3) Papan Flanel
Papan flannel atau flannel board, felt board, visual board, (bahasa Inggris) adalah suatu papan yang dilapisi dengan kain flannel atau dapat juga dengan kain lain yang dilekatkan potongan gambar-gambar atau simbol lain. Gambar-gambar atau simbol-simbol itu biasa disebut “items”. Dengan items kita dapat menerangkan atau menjelaskan mengenai sesuatu masalah. Agar items itu dapat melekat pada papan flannel maka di belakang items itu ditempelkan potongan flannel atau kertas amplas.
(4) Gambar
Dewasa ini gambar merupakan media yang sudah disadari pentingnya untuk memperjelas pengertian anak-anak. Dengan gambar dapat diperlihatkan kepada anak hal atau benda-benda yang belum pernah dilihatnya. Dengan gambar dapat dihindarkan adanya salah pengertian antara apa yang dimaksud oleh guru dengan
apa yang ditangkap oleh murid. Dengan gambar guru tidak usah banyak menerangkan sesuatu dengan kata-kata, sehingga akan menghemat waktu dan tenaga bagi guru, dan bagi murid tidak usah menafsirkan kata-kata yang mungkin tidak dipahaminya.
(5) Poster
Dalam dunia pendidikan dewasa ini poster telah mendapat perhatian cukup besar sebagai suatu media untuk menyampaikan informasi, saran dan ide para dokter, ahli kesehatan masyarakat, petugas pertanian, polisi lalu lintas, guru telah mulai memakai poster sebagai media untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat dan peserta didik.
Secara singkat ciri-ciri poster adalah sebagai berikut.
(a) Berupa suatu lukisan/gambaran
(b) Menyampaikan suatu pesan atau ide tertentu
(c) Memberi kesan yang kuat/menarik perhatian
(6) Bagan (Charts)
Bagan adalah suatu lambang visual (visual simbol) untuk mengikhtisarkan, membandingkan dan mempertentangkan kenyataan atau fakta-fakta. Tujuan penggunaan bagan adalah untuk menerangkan secara simbolis, merangkum suatu keterangan, memperlihatkan hubungan yang satu dengan yang lain, dan memperlihatkan pertumbuhan suatu struktur dengan memakai garis-garis/ lambang-lambang/gambar-gambar.
(7) Grafik
Dengan grafik kita dapat membuat suatu penyajian yang menarik tentang hampir setiap macam data kuantitatif. Berbeda dengan bagan, maka grafik merupakan perlakuan data-data bilangan secara diagramatis.
(8) Kartun
Kartun menyampaikan pesan dengan gambar secara metaforis dan suatu metafora dapat merupakan sesuatu yang lebih kuat daripada suatu pernyataan langsung. Suatu kartun yang “sempurna” sebenarnya tidak memerlukan keterangan lagi, sebab symbalisme atau penyampaian pesan khusus. Makin kurang digunakan kata-kata, semakin efektif simbolis itu. Semua kartun yang baik mengungkapkan pesannya pada ketika itu juga.
(9) Komik
Sebagai media pembelajaran mempunyai sifat sederahana, jelas, “mudah” dan juga bersifat “personal”. Komik diterbitkan dalam rangka tujuan komersil, informatif, dan edukatif. Dari penyelidikan ternyata bahwa komik komersil terbit secara besar-besaran dan dibaca oleh sebagian besar anak-anak.
Untuk menggunakan komik secara konstruktif adalah memberikan kecakapan kepada murid sendiri untuk dapat memilih komik yang baik, komik yang diterbitkan oleh industri, dinas kesehatan, lembaga-lembaga nonprofit yang cenderung bersifat informatif, umumnya lebih dapat digunakan sebagai media pendidikan daripada komersil.
Macam-Macam Media Menurut Djamarah (1996: 140)
Media yang telah dikenal dewasa ini tidak hanya terdiri dari dua jenis, tetapi sudah lebih dari itu. Klasifikasinya bisa dilihat dari jenisnya, daya liputnya, dan dari bahan serta cara pembuatannya.
a. Dilihat dari Jenisnya, Media Dibagi ke Dalam:
- Media Auditif; Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio dan piringan hitam. Media ini tidak cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelainan dalam pendengaran.
- Media Visual ; Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip (film rangkai), slides (film bingkai) foto, gambar atau lukisan, cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau symbol yang bergerak seperti film bisu, film kartun.
- Media Audiovisual; Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua.
b. Dilihat dari Daya Liputnya
- Media dengan Daya Liput Luas dan Serentak; Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contoh: radio dan televisi.
- Media dengan Daya Liput yang Terbatas oleh Ruang dan Tempat; Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film, sound slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat yang tertutup dan gelap.
- Media untuk Pengajaran Individual; Media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri. Termasuk media ini adalah modul berpogram dan pengajaran melalui computer.
c. Dilihat dari Bahan Pembuatannya
- Media Sederhana; Media ini bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan pengunaannya tidak sulit.
- Media Kompleks; Media ini adalah media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya, dan penggunaannya memerlukan keerampilan yang memadai.
Keterlibatan Siswa dalam Penggunaan Media
Maksud dan tujuan peragaan ialah memberikan variasi dalam cara-cara kita mengajar, memberikan lebih banyak realitas dalam mengajar itu, sehingga lebih berwujud, lebih terarah untuk mencapai tujuan pelajaran (Nasution, 2012: 98).
Belajar adalah mengalami sesuatu. Proses belajar adalah berbuat, bereaksi, mengalami, mengahayati. Pengalaman berarti mengahayati situasi-situasi yang sebenarnya dan bereaksi dengan sungguh-sungguh terhadap berbagai aspek situasi itu demi tujuan-tujuan yang nyata bagi pelajar (Nasution, 2012: 99).
Pengalaman mempunyai dua aspek. Seseorang menerima perangsang-perangsang dari luar dan sebaliknya individu itu bereaksi terhadap perangsang itu, yakni ia mengamati, memikirkan, mengolahnya dan menentukan sikap dan kelakukaannya terhadap pengaruh dari lingkungan itu. Pengalaman adalah interaksi antara individu dan lingkungan untuk mencapai tujuan-tujuan yang mengandung arti bagi individu itu. Jadi agar bertambah pengalaman, tak cukup kalau ia hanya dibanjiri oleh banyak perangsang, syarat lain ialah bahwa ia harus aktif mengolahnya sehingga terjadi perubahan kelakuan padanya (Nasution, 2012: 99).
Burton (dalam Nasution, 2012: 100) memberi tingkat-tingkat pengalaman langsung dan tak langsung dan berhubungan itu alat-alat peraga yang dapat digunakan.