Aspek-Aspek Minat Belajar dan Indikator Minat Belajar

Aspek-Aspek Minat Belajar dan Indikator Minat Belajar

A. Aspek-Aspek Minat Belajar

Seperti yang telah di kemukakan bahwa minat belajar dapat diartikan sebagai suatu ketertarikan terhadap suatu objek yang kemudian mendorong individu untuk mempelajari dan menekuni segala hal yang berkaitan dengan minat belajarnya tersebut. Minat belajar yang diperoleh melalui adanya suatu proses belajar dikembangkan melalui proses menilai suatu objek yang kemudian menghasilkan suatu penilaian . penilaian tertentu terhadap objek yang menimbulkan minat belajar seseorang.

Penilaian-penilaian terhadap objek yang diperoleh melalui proses belajar itulah yang kemudian menghasilkan suatu keputusan mengenal adanya ketertarikan atau ketidaktertarikan seseorang terhadap objek yang dihadapinya. Elizabeth Hurlock mengatakan .minat belajar merupakan hasil dari pengalaman atau proses belajar.
Lebih jauh ia mengemukakan bahwa minat belajar memiliki dua aspek yaitu:

  1. Aspek Kogniti. Aspek ini didasarkan pada konsep yang dikembangkan seseorang mengenai bidang yang berkaitan dengan minat belajar. Konsep yang membangun aspek kognitif di dasarkan atas pengalaman dan apa yang dipelajari dari lingkungan.
  2. Aspek Afektif. Aspek afektif ini adalah konsep yang membangun konsep kognitif dan dinyatakan dalam sikap terhadap kegiatan atau objek yang menimbulkan minat belajar. Aspek ini mempunyai peranan yang besar dalam meminatkan tindakan seseorang.

Berdasarkan uraian tersebut, maka minat belajar terhadap mata pelajaran yang dimiliki seseorang bukan bawaan sejak lahir, tetapi dipelajari melalui proses penilaian kognitif dan penilaian afektif seseorang yang dinyatakan dalam sikap. Dengan kata lain, jika proses penilaian kognitif dan afektif seseorang terhadap objek minat belajar adalah positif maka akan menghasilkan sikap yang positif dan dapat menimbulkan minat belajar.

B. Indikator Minat Belajar

Dalam kamus besar bahasa Indonesia indikator adalah alat pemantau (sesuatu) yang dapat memberikan petunjuk atau keterangan. Kaitannya dengan minat belajar siswa maka indikator adalah sebagai alat pemantau yang dapat memberikan petunjuk kearah minat belajar. Ada beberapa indikator siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi hal ini dapat diketahui melalui proses belajar di kelas dan di rumah.

  1. Kesiapan siswa dalam menerima pelajaran
  2. Kehadiran siswa bagi yang mengikuti pembelajaran
  3. Kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan
  4. Semangat siswa dalam menjawab pertanyaan
  5. Perhatian siswa dalam pembelajaran
  6. Ketekunan siswa dalam mengerjakan soal-soal latihan
  7. Rasa ketertarikan siswa untuk menjawab pertanyaan

Menurut Djaali (2007), “minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada sesuatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh”. Hal senada diungkapkan pula oleh Slameto (2010) bahwa, “minat sebagai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang”. Dari pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa minat dicirikan dengan rasa lebih suka, rasa tertarik atau rasa senang sebagai bentuk ekspresi terhadap sesuatu hal yang diminati.

Melihat beberapa pendapat dari para ahli di atas, dapat diketahui ciri-ciri adanya minat pada seseorang dari beberapa hal, antara lain: adanya perasaan senang, adanya perhatian, adanya aktivitas yang merupakan akibat dari rasa senang dan perhatian.

Selain itu menurut Syaiful Bahri Djamarah (2008:132) mengungkapkan bahwa minat dapat diekpresikan anak didik melalui :

  1. Pernyataan lebih menyukai sesuatu daripada yang lainnya,
  2. Partisipasi aktif dalam suatu kegiatan yang diminati, serta
  3. Memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminatinya tanpa menghiraukan yang lain (fokus)

Menurut Slameto (2010: 180) beberapa indikator minat belajar yaitu: perasaan senang, ketertarikan, penerimaan, dan keterlibatan siswa.

Dari beberapa definisi yang dikemukakan mengenai indicator minat belajar tersebut diatas, indikator minat yaitu:

a) Perasaan Senang

Apabila seorang siswa memiliki perasaan senang terhadap pelajaran tertentu maka tidak akan ada rasa terpaksa untuk belajar. Contohnya yaitu senang mengikuti pelajaran, tidak ada perasaan bosan, dan hadir saat pelajaran.

b) Keterlibatan Siswa

Ketertarikan seseorang akan obyek yang mengakibatkan orang tersebut senang dan tertarik untuk melakukan atau mengerjakan kegiatan dari obyek tersebut. Contoh: aktif dalam diskusi, aktif bertanya, dan aktif menjawab pertanyaan dari guru.

c) Ketertarikan

Berhubungan dengan daya dorong siswa terhadap ketertarikan pada sesuatu benda, orang, kegiatan atau bias berupa pengalaman afektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Contoh: antusias dalam mengikuti pelajaran, tidak menunda tugas dari guru.

d) Perhatian Siswa

Minat dan perhatian merupakan dua hal yang dianggap sama dalam penggunaan sehari-hari, perhatian siswa merupakan konsentrasi siswa terhadap pengamatan dan pengertian, dengan mengesampingkan yang lain. Siswa memiliki minat pada obyek tertentu maka dengan sendirinya akan memperhatikan obyek tersebut. Contoh: mendengarkan penjelasan guru dan mencatat materi.

Sumber Bacaan

Depdikbud, Op, Cit., hlm. 329
Elizabeth Hurlock, Psikologi Perkembangan, (Jakarta: Erlangga, 2003), hlm. 422
Djaali. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Syaiful Bahri Djamarah. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Lihat Komentar (3)

  • Estelee elora akbar says:

    Maaf, ini indikatornya referensi dari buku siapa yaa. Mohon bantuannya.

  • Ica Haeratunnisa says:

    Kasi contoh dong bagaimana pembahasan kalau kita sudah melakukan penelitian untuk meningkatkan minat belajar siswa (pretesr-posttes) dengan menggunakan angket indikator minat di atas.

    • Dewey John says:

      contohnya yang seperti apa? terimakasih masukanya :)

Banyak yang baca