Motivasi Belajar Anak Generasi Z

Motivasi Belajar Anak Generasi Z

Belajar merupakan suatu proses yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia. Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif mantap berkat latihan dan pengalaman (Oemar Hamalik, 2010: 154). Belajar merupakan sebuah investasi masa depan, artinya kesuksesan manusia tidak akan pernah didapatkan tanpa melalui proses belajar, karena di dalam belajar inilah manusia menemukan pengetahuan dan pengalaman yang baru. Belajar atau proses perubahan tingkah laku yang terjadi dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Belajar merupakan suatu hal yang penting pula bagi setiap individu, terutama bagi mereka yang memiliki status sebagai siswa. Belajar hakikatnya adalah sebuah usaha dasar yang dilakukan agar dapat menjadi tahu dari yang tadinya tidak tahu, menjadi paham dari yang sebelumnya tidak paham, dan lain sebagainya.

Seorang siswa dalam melakukan aktivitas belajar memerlukan adanya dorongan tertentu agar kegiatan belajarnya dapat menghasilkan hasil belajar yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang maksimal, tentunya perlu diperhatikan berbagai faktor yang membangkitkan siswa untuk belajar dengan efektif. Salah satu faktor penyebab yang mempengaruhinya adalah motivasi belajar. Dalam belajar, motivasi memegang peranan penting. Motivasi yang dimiliki oleh siswa akan menentukan hasil yang dicapai dari aktivitas pembelajaran. Belajar perlu juga didukung oleh adanya motivasi yang kuat dan konstan. Motivasi yang lemah dan tidak konstan akan menyebabkan kurangnya usaha belajar, yang pada akhirnya akan terpengaruh terhadap hasil belajar dan peningkatan kualitas pendidikan. Menurut Sugihartono (2012: 78) motivasi yang tinggi dapat menggiatkan aktivitas belajar siswa. Melihat dari kenyataan yang ada di lapangan, seorang siswa yang menempuh sebuah jenjang pendidikan pada suatu lembaga pendidikan tertentu pastilah memiliki motivasi yang menjadi alasan mengapa harus belajar. Motivasi tersebut akan menentukan hasil yang dicapai dari aktivitas pembelajaran.

Motivasi merupakan faktor psikologi yang terdapat pada setiap orang, sehingga ketika seseorang tersebut mulai tertarik pada sesuatu maka motivasi tersebut akan muncul. Dengan kata lain, motivasi tersebut muncul pada diri seorang siswa ketika siswa tersebut memberikan respons berupa dorongan perasaan dari perasaan senang dan perhatian terhadap suatu hal. Besarnya motivasi setiap siswa dalam belajar berbeda-beda. Tinggi rendahnya motivasi belajar siswa tergantung pada faktor-faktor dari siswa itu sendiri (intrinsik) dan motivasi yang berasal dari luar (ekstrinsik). Kedua faktor tersebut merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dalam proses belajar. Berbicara faktor dari luar (ekstrinsik) salah satu yang berpengaruh adalah berkaitan dengan teknologi. Adanya kemajuan dan perkembangan teknologi membuat siswa dapat memperoleh suatu pengalaman lain dalam belajar.

Siswa adalah subyek belajar dan mereka yang saat ini tengah menempuh pendidikan pada jenjang sekolah menengah atas merupakan anak-anak yang lahir pada era Generasi Z, yaitu lahir pada sekitar tahun 1995 sampai dengan  tahun 2010. Generasi Z sendiri merupakan generasi yang disebut dengan generasi net, yaitu mereka yang hidup pada masa digital. Generasi Z memiliki karakteristik yang khas dimana internet mulai berkembang dan tumbuh sejalan dengan perkembangan media digital atau elektronik.

Anak-anak yang lahir pada kisaran tahun 1995-2010 adalah mereka yang saat ini tengah menempuh pendidikan pada jenjang SMA/K maupun MA. Dengan status anak yang lahir pada Generasi Z, otomatis membuat mereka lebih mudah mengenal dan memahami teknologi. Sebagai siswa mereka dengan cepat mampu menguasai media informasi digital, baik yang mereka manfaatkan untuk keperluan sekolah atau yang lainnya sekedar untuk hiburan. Adanya hal ini membuat siswa terkadang justeru mengesampingkan adanya proses pembelajaran klasikal di kelas. Siswa cenderung akan lebih tertarik untuk mencari bahan belajar melalui media elektronik dengan bantuan search engine dengan kegiatannya yang disebut dengan browsing. Dengan akses yang semakin mudah, maka semua siswa dapat dengan mudah pula menjelajah dunia maya, terlebih untuk mencari bahan pelajaran. Anak-anak yang tumbuh pada Generasi Z ini juga kurang menyukai proses, mereka pada umumnya kurang sabar dan lebih menyukai hal-hal yang sifatnya instan. Padahal dalam belajar dan proses pembelajaran yang terpenting adalah prosesnya, bagaimana siswa melewati proses-proses yang nantinya menjadikan mereka menjadi tahu dan paham.

Motivasi Belajar merupakan faktor penting dalam pembelajaran, karena motivasi merupakan sebuah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang dalam bertingkah laku. Oleh karena itu, perbuatan sesorang yang didasari oleh motivasi tertentu mengandung tema sesuai motivasi yang mendasarinya.

Motivasi Belajar merupakan keseluruhan daya penggerak yang ada dalam diri seseorang yang menimbulkan kegiatan dan memberikan arah, sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Indikator dari motivasi belajar tersebut adalah tekun dalam menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, menunjukkan minat terhadap masalah akuntansi, senang bekerja mandiri, cepat bosan pada aktivitas yang rutin, dapat mempertahankan pendapatnya, dan senang mencari dan memecahkan masalah. Karakter Generasi Z merupakan perilaku dan kepribadian yang dimiliki oleh orang-orang Generasi Z, yaitu orang-orang yang lahir pada kurun waktu sejak tahun 1995 sampai tahun 2010. Karakter Generasi Z tersebut memiliki indikator antara lain memahami dan mampu menggunakan pelbagai macam teknologi, senang bersosialisasi, merupakan seseorang yang multitasking, memiliki ambisi besar untuk sukses, cenderung praktis dan instan, cinta kebebasan, dan memiliki percaya diri yang tinggi, cenderung menyukai detail, ingin mendapat pengakuan, digital dan teknologi informasi.

Sumber Bacaan

Hamzah B. Uno. (2011). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Hellen Chou Pratama. (2012). Cyber Smart Parenting. Bandung: PT. Visi Anugerah Indonesia

Dimyati dan Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Sardiman A.M. (2009). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers

Banyak yang baca