Pengetahuan Peta

Pengetahuan Peta

Pengertian Peta

Peta adalah gambaran konvensinal permukaan bumi yang dilihat dari atas, diperkecil dengan skala serta dilengkapi dengan symbol dan warna. Konvensional disini diartikan sebagai suatu kesepakatan bersama.

Peta merupakan alat untuk melakukan komunikasi antara pembuat peta dan pengguna peta, sehingga peta dituntut untuk dapat menyajikan fungsi dan informasi dari obyek yang digambarkan secara optimal. Dalam Dedi Miswar (2010: 13),

Definisi peta menurut para ahli:

Erwin Raiz (1948) mengemukakan bahwa peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil sebagai kenampakannya jika dilihat dari atas dengan ditambah tulisan-tulisan sebagai tanda pengenal.

Menurut Badan Koordinasi Survei dan pemetaan Nasional (Bakosurtanal 2005) Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan. Ada dua macam penggolongan peta secara umum, yaitu peta umum dan peta khusus.

Fungsi Peta

Dalam Dedi Miswar (2010: 13), beberapa kegunaan atau fungsi peta antara lain: sebagai alat yang diperlukan dalam proses perencanaan wilayah, alat yang membantu dalam kegiatan penelitian, alat peraga untuk proses pembelajaran di kelas, dan sebagai media untuk belajar secara mandiri. Pada proses perencanaan wilayah peta sangat diperlukan sebagai survei lapangan, sebagai alat penentu desain perencanaan, dan sebagai alat untuk melakukan analisis secara keruangan.

Menurut Sinaga dalam Dedy Miswar (2010: 14), kegunaan peta antara lain untuk kepentingan pelaporan, peragaan, analisis, dan pemahaman dalam interaksi dari obyek atau kenampakan secara keruangan (spatial relationship) .Sebagai alat bantu, peta mempunyai peranan yang penting terutama dalam melakukan pengamatan lapangan, laporan penelitian, atau dalam mempelajari berbagai fenomena yang berkaitan dengan kehidupan manusia.

Unsur-unsur Peta

1). Judul, Judul peta merupakan hal yang memuat isi dan tipe dari peta yang bersangkutan.
2). Skala, skala adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. skala peta dibagi menjadi 3 macam, yatu:

  • Skala numeric (angka), yaitu skala yang dinyatakan dengan angka. Contoh: skala 1:250.000 (= berarti 1 centimeter di peta mewakili 250.000 centimeter di lapangan; berarti 1 centi meter di peta mewakili 2,5 km di lapangan
    1: 250.000 = 1 cm : 250.000 cm
    1 cm = 250.000 cm
    1 cm = 250.000 km / 100.000 km
    1cm =2,5 km
  • Skala Grafik (garis), yaitu skala yang dinyatakan dengan garis.
    Contoh:

  • Skala Verbal, yaitu skala yang dituliskan secara lisan. Contoh: one inch to one mil (berarti satu inci di peta mewakili satu mil di lapangan)

3). Inzet Peta, yaitu peta yang menjelaskan atau menerangkan lokasi serta kedudukan yang lebih luas dari peta induk.
4). Simbol, yaitu tanda-tanda konvensional yang digunakan untuk mewakili keadaan yang sebenarnya.
5). Warna peta, warna peta mencirikan suatu keadaan yang sebenarnya, misalnya: laut berwarna biru, hutan berwarna hiajau, dan sebagainya)
6). Garis astronomis, adalah garis semu bumi, dibagi menjadi 2, yaitu:

  • Garis Lintang, yaitu garis semu bumi yang arahnya mendatar atau horizontal. Garis lintang bumi yang nilainya adalah 0º disebut dengan garis khatulistiwa atau equator.
  • Garis bujur, yaitu garis semu bumi yang arahnya tegak lurus dengan garis lintang dan menghubungkan antara kutub utara dan selatan bumi. Garis bujur bernilai 0º terletak pada Kota Grenwich (Inggris) yang merupakan patokan dari pembagian waktu bumi (GMT).

7). Petunjuk atau Orientasi arah, Arah mata angin sangat berguna dalam memahami peta, seperti membedakan arah utara, selatan, timur dan barat. Arah utara peta (0º) ditunjukkan pada bagian atas peta.

8). Legenda, legenda adalah keterangan dari symbol-simbol agar mudah dibaca. Di dalam legenda terdapat arti dari symbol maupun warna yang digunakan dalam peta tersebut.
9). Sumber Peta, Pembuat Peta dan Tahun Pembuatan, Sumber peta dicantumkan agar pembaca peta tahu darimana peta tersebut diperoleh ataupun pembuatnya, dan juga kapan peta itu diterbitkan.

Persyaratan Peta

  • Peta yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut ini, yaitu:
  • Conform, yaitu peta yang digambar harus sesuai dengan bentuk asli dan kenampakan yang ada di lapangan.
  • Equivalent, yaitu bidang yang digambar dipeta harus sesuai luasnya dengan apa yang ada di lapangan.
  • Equidistant, yaitu jarak garis yang ada di peta harus sesuai dengan jarak sebenarnya di lapangan.

Jenis-jenis Peta

1). Berdasarkan skalanya, peta dibagi menjadi:

  • Peta Kadaster, yaitu peta dengan skala 1: 100 s/d 1: 5.000
  • Peta skala besar, yaitu peta dengan skala 1: 5.000 s/d 1: 250.000
  • Peta skala sedang, yaitu peta dengan skala 1: 250.000 s/d 1: 500.000
  • Peta skala kecil, yaitu peta dengan skala 1: 500.000 s/d 1: 1.000.000
  • Peta geografis, yaitu peta dengan skala lebih besar dari 1: 1.000.000

2). Berdasarkan data yang ditonjolkannya, peta dibagi menjadi:

  • Peta Umum adalah peta yang menggambarkan segala sesuatu secara umum.
    a).  Peta Topografi
    adalah peta yang menggambarkan relief/ bentuk permukaan bumi serta kenampakannya (baik alam maupun buatan) juga dengan garis kontur. Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian yang sama.
    b). Peta Chorografi,
    yaitu peta umum yang berskala sedang sampai kecil, contohnya: peta kecamatan, kabupaten.
    c). Peta dunia, yaitu peta umum yang menggambarkan kenampakan dunia. Peta ini menggunakan skala 1: 1.000.000 ke atas.
  • Peta Khusus/ tematik adalah peta yang menggambarkan sesuatu secara khusus, seperti: Peta penggunaan lahan, Peta iklim, Peta kepadatan penduduk dan sebagainya.

3). Berdasarkan Obyeknya, peta dibagi menjadi:

  • Peta dinamik, yaitu peta yang menggambarkan keadaan obyek secara labil, contohnya: peta perkembangan pemukiman, peta transmigrasi.
  • Peta stationer, yaitu peta yang menggambarkan keadaan obyek yang relatif tetap, contohnya peta geologi, peta wilayah.

Penggolongan Peta

Peta dibuat untuk berbagai tujuan dan kepentingan, sehingga terdapat berbagai tema dan judul peta. Namun dari berbagai tema dan tujuan peta tersebut dapat digolongkan dalam beberapa tema besar.

Klasifikasi peta menurut Bos,ES (1977), dikelompokan dalam penggolongan peta menurut isi peta, skala peta, dan kegunaan peta, diuraikan sebagai berikut:

Penggolongan Peta menurut isi (content):

  • peta umum atau peta rupabumi atau dahulu disebut peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan bentang alam secara umum di permukaan bumi, dengan menggunakan skala tertentu.
  • Peta tematik, adalah peta yang memuat tema-tema khusus untuk kepentingan
  • Peta navigasi (Chart), peta yang dibuat secara khusus atau bertujuan praktis untuk membantu para navigasi laut, penerbangan maupun

Penggolongkan peta menurut skala peta:

  • Peta skala sangat besar : > 1 : 10.000
  • Peta skala besar : > 1 : 100.000 – 1 : 10.000
  • Peta skala sedang : 1 : 100.000 – 1 : 1.000.000
  • Peta skala kecil : >1: 1.000.000

Penggolongan peta menurut kegunaannya:

  • Peta pendidikan
  • Peta ilmu pengetahuan
  • Peta navigasi
  • Peta untuk aplikasi teknik
  • Peta untuk perencanaan

Komponen Peta Tematik

Dalam Dedi Miswar (2010: 56), berikut komponen peta tematik :

  • Judul Peta Tematik
    Judul peta pada peta tematik berbeda dengan judul peta rupabumi. Pada peta tematik judul peta disesuaikan dengan tema peta yang akan dibuat, judul pada peta tematik harus memuat 3 hal yaitu : tema peta, nama lokasi wilayah yang dipetaka dan tahum pembuatan peta.
  • Skala
    Skala adalah perbandingan jarak antara dua titik di peta dengna jarak sebenarnya dari dua titik di peta. Skala peta tematik umumnya menunjukan referensi ketelitian dari peta dasar yang digunakan.
  • Orientasi Peta Tematik
    Orientasi peta adalah suatu tanda petunjuk arah peta, bukan arah mata angin. Bentuk orientasi peta pada peta tematik digambarkan secara sederhana saja yaitu bentuk anak panah atau bentuk tombak yang panahnya berada di atas dan diberi tanda huruf U atau utara menghadap ke atas.
  • Garis Tepi Peta Tematik
    Garis tepi peta atau garis bingkai peta merupakan garis yang membatasi informasi peta tematik. Semua komponen peta berada di dalam garis tepi peta. Komponen peta yang dimaksud berada di dalam garis tepi meliputi judul peta, skala peta, orientasi peta, legenda, sumber peta, dan garis lintang bujur peta.
  • Nama Pembuat
    Letak nama pembuat peta berada di sisi kanan bagian bawah di luar garis tepi peta. Penulisan nama pembuat peta mempunyai ketentuan yaitu terdiri dari nama dan tahun pembuatan peta.
  • Koordinat Peta Tematik
    Koordinat dalam peta tematik dapat digunakan dengan du cara yaitu :
    1. Koordinat lintang dan bujur
    2. Koordinat x dan y atau dikenal dengan sistem UTM, menggunakan pedoman pada koordinat Universal Transverse Mercator.
  • Sumber Peta Tematik
    Sumber peta harus dicantumkan pada peta tematik karena berdasarkan sumber peta dapat diketahui kebenaran peta tematik yang dibuat. Sumber peta pada peta tematik berisi tentang sumber peta dan skala.
  • Legenda Peta Tematik
    Legenda berisi tentang keterangan symbol, tanda atau singkatan yang dipergunakan pada peta. Pada peta tematik, legenda peta terbatas tergantung pada tema dan data yang digunakan. Tidak ada aturan khusus bagi penempatan symbol pada legenda, akan tetapi aspek 3S selalu diutamakan.
  • Inset Peta Tematik
    Inset lokasi pada peta tematik digunakan untuk menjelaskna lokasi suatu daerah pada cakupan wilayah yang lebih besar lagi.

Sumber Pustaka

Dedy Miswar. 2010. Pengantar Kartografi Tematik.Aura Printing & Publishing. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Bos, E.S, 1977. Thematic Cartography, Yogyakarta Faculty of Geography, Gadjah Mada University.

Banyak yang baca