Perkembangan dan Pengembangan Teknologi Pendidikan

Teknologi merupakan sistem yang diciptakan oleh manusia untuk suatu tujuan tertentu. Teknologi dapat kita pakai untuk menambah kemapuan kita menyajikan pesan. Teknologi karena sifatnya, mencamputi urusan manusia dengan lingkungannya. Keberhasilan atau kegagalan orang dalam dunia yang digelutinya dapat disebabkan oleh teknologi yang dipakainya. Teknologi pendidikan sebagai suatu disipin ilmu, pada awalnya berkembang sebagai bidang kajian di Amerika serikat. Meskipun demikian menurut beberapa penulis Amerika Serikat diakui bahwa para pendahulu atau nenek moyang teknologi pendidikan kebanyakan berasal dari luar Amerika Serikat.

Dilihat dari konsep teknologi sebagai cara, maka awal perkembangan teknologi pendidikan dapat dikatakan telah ada sejak zaman peradaban. Zaman dimasa orangtua mendidik anaknya dengan cara memberikan pengalaman langsung serta dengan memanfaatkan lingkungan. Gerakan untuk mengembangkan teknologi pendidikan sebagai bidang kajian di Amerika Serikat dimotori oleh James D. Finn (1915-1969), seorang guru besar tetap dalam bidang pendidikan di University of shouternCalifornia (USC). Finn dianggap sebagai “Bapak” teknologi pendidikan.

Berbagai inovasi dalam pendidikan dan pelatihan yang memanfaatkan teknologi telah dirintis dan dikembangkan serta sebagian lagi telah disebarluaskan dalam skala nasional. Kita sepatutnya bangga dengan apa yang telah kita lakukan selama ini karena semua itu telah memberikan konstribusi pada pembangunan sumber daya manusia kita. Teknologi informasi dan komunikasi pendidikan dengan segala apl;ikasinya sudah pada tempatnya kita manfaatkan untuk membantu pembangunan di Negara Indonesia yang begitu luas, berpulau-pulau dan memiliki berbagai ragam suku, budaya dan Bahasa yang tak ada duanya. Kita harus bisa memaksimalkan dan sebaik m,ungkin mendayagunakan teknologi tersebut untuk pembangunan sumber daya manusia.

Ditinjau dari beberapa pendekatan pendidikan , lebih dahulu harus dibedakan dua pengertian yang sering kali dirancukan, yaitu “teknologi dalam pendidikan” dan “teknologi pendidikan”. Teknologi dalam pendidikan adalah penggunaan teknologi sebagai produk untuk membantu penyelenggaraan kegiatan dalam pendidikan, misalnya penggunaan pengeras suara, penggunaan mobil dan perangkat keras lain untuk keperluan terselenggaranaya kegiatan pendidikan. Sedangkan teknologi pendidikan adalah suatu proses yang bersistem dalam usaha mendidik secara kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, gagasan dan peralatan untuk memecahkan serta menganalisis masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia. (Association for Educational Communication and Technology/ AECT,1986).

Penerapan teknologi dalam proses pembelajaran merupakan ruang lingkup teknologi pendidikan. Sejalan dengan berkembangnya inovasi bidang teknologi, pembelajaran melalui komputer dapat terakses ke internet. Pembelajaran seperti ini disebut pembelajaran berbasis web atau biasa dikenal dengan istilah e-learning. Pemanfaatan teknologi tersebut selain sebagai upaya mengatasi permasalahan teknis pembelajaran, juga sebagai upaya menjawab masalah substansial pembelajaran yang dituntut dalam perubahan paradigma pembelajaran. Salah satu media e-learning yaitu Blog dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai media pembelajaran agar dapat mengembangan diri peserta didik secara mandiri serta tuntutan kreativitas dan dinamika ilmu pengetahuan.

Perkembangan teknologi dan informasi telah membawa perubahan dalam setiap bidang kehidupan, termasuk didalamnya adalah bidang pendidikan. Untuk mengimbangi perubahan yang diakibatkan oleh arus teknologi dan informasi, maka perlu adanya upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan. Kualitas dan mutu pendidikan dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah media pembelajaran. Pengembangan media sebagai produk teknologi perlu dilakukan untuk menunjang mutu dan kualitas pembelajaran di madrasah, termasuk pengembangan media pembelajaran berbasis TI.28

Sampai saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi makin berkembang, bahkan semakin pesat. Terutama yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi yang ditunjang dengan teknologi elektronika. Pengaruhnya meluas ke berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Teknologi informasi ini akan memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan semakin tingginya kebutuhan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak semuanya diperoleh dalam lingkungan sekolah. Demikian pula pada saat melakukan pertukaran informasi dan data antar sekolah, sekolah dengan masyarakat, sekolah dengan pemerintah daerah dan pusat, dan lain-lain. Semuanya akan lebih efektif dan efisien jika memanfaatkan teknologi informasi.

 

 

Pendidikan tidak antipasti dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya menjadi subyek atau pelopor dalam pengembangannya. Guru merupakan salah satu unsur yang menggerakkan pendidikan di Indonesia. Namun, tanpa wawasan yang selalu dikembangkan maka guru akan makin ketinggalan di era sekarang (modern). Apalagi kebutuhan siswa juga semakin berkembang. Pemanfaatan teknologi di kalangan guru masih dianggap memprihatinkan. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh kurangnya fasilitas penunjang pengembangan teknologi pembelajaran disamping sumber daya manusia yang menguasai teknologi masih kurang memadai.

Teknologi pendidikan yang terencana serta terlaksana dengan baik akan membantu mengahsilkan manusia-manusia Indonesia yang tangguh, cerdas serta berkualitas seperti yang kita harapkan bersama. Sebaliknya, kesalahan atau kelengahan dalam mendayagunakan teknologi pendidikan yang digunakan para pembuat kebijakan, para perencana atau pelaksana di lapangan baru akan kita rasakan benar nanti akibatnya pada saat kita sadari bahwa kita rupanya sudah ketinggalan atau makin ketinggalan dibanding dengan negara tetangga kita. Kita harus melihat bagaimana negara-negara tetangga kita di Asia Tenggara memanfaatkan teknologi pendidikan.

Pembelajaran berbasis Information Communication Technology (ICT) merupakan salah satu terobosan dari dunia pendidikan dalam peningkatan pemanfaatan teknologi pendidikan. ICT merupakan salah satu trik untuk mempermudah menyampaikan pesan dari pendidik (guru) kepada peserta didik (siswa), sehingga dapat memperlancar proses belajar mengajar. Beberapa perangkat yang digunakan dalam ICT antara lain LCD Proyeksi, jaringan internet, laptop atau perangakat keras (hardware) lainnya. Mengenai materi pembelajaran dapat disampaikan melalui internet, CD atau perangkat lunak (software) lainnya.

Melihat Negara tetangga di Asia Tenggara, misalnya di Thailand sangat yakin akan pentingnya peran teknologi penddikan untuk peningkatan mutu pendidikan dan perluasan kesempatan belajar. Jelas pula terlihat bagaimana kemauan politis pemerintah dalam mendayagunakan teknologi untuk kepentingan seluruh warga negaranya. Seperti yang tercantum dalam Undang-undang Pendidikan Thailand ayat 66 yang berbunyi “Warga belajar memiliki hak untuk mengembangkan kemampuannya dalam mendayagunakan teknologi untuk pendidikan sedini mungkin sehingga mereka memiliki cukup pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan teknologi tersebut untuk mendapatkan pengetahuan secara mandiri sepanjang hidupnya”. Dalam konsep mereka teknologi tersebut mencakup berbagai macam media antara lain media siaran, termasuk radio, radio telekomunikasi, televisi, dan media komunikasi lainnya; media cetak seperti buku teks, referensi, buku-buku ilmiah dan berbagai media cetak lainnya; dan media nontradisional atau media yang baru seperti komputer dan internet. Thailand juga menyadari bahwa untuk menunjang pendayagunaan teknologi untuk pendidikan diperlukan tenaga yang handal dalam pengembangan dan pemanfaatannya. Oleh karena itu, pengembangan kemampuan pendidik maupun warga belajarnya juga mendapat perhatian serius. Upaya ini difokuskan pada peningkatan kemampuan produsen dan pengguna teknologi dalam memproduksi dan menggunakan teknologi untuk pendidikan yang memungkinkan mereka belajar sepanjang hayat.

Tidak jauh berbeda dengan Negara Thailand, di Negara Malaysia Menyadari pentingnya teknologi bagi pencaturan global. Malaysia mengambil langkah-langkah terencana baik dalam pemanfaatan teknologi ICT, Departemen Pendidikan Malaysia dengan tegas menggariskan bahwa ICT adalah alat, bukan tujuan. Semua unit dibawah departemen ini secara aktif terlibat dalam penerapan ICT dalam kebijakan pendidikan.

Kerjasama yang baik digalakkan antar unit untuk mengembangkan media-media baru untuk memperkaya kurikulum, meningkatkan proses belajar-mengajar yang lebih berorientasi pada siswa. Kebijakan dalam ICT juga mengarah pada pencapaian tujuan jangka panjang 2020 yaitu “Mengembangkan sistem pendidikan yang bermutu internasional yang akan mewujudkan potensi setiap individu secara maksimal serta memenuhi aspirasi bangsa Malaysia”. ICT digunakan untuk mrngurangi kesenjangan digital antar sekolah, sebagai alat belajar-mengajar dan untuk meningkatkan produktivitas, efektivitas serat efisiensi pengelolaan pendidikan.

Pelajaran yang dapat diambil dari Negara tetangga dalam mengahadapi persaingan di era global melalui pendidikan agar terwujudnya dan meningkatnya mutu masyarakat. Pertama, terlepas dari perkembangan ekonominya beberapa Negara tetangga berusaha mendayagunakan teknologi pendidikan untuk meningkatkan mutu serta memperluas kesempatan belajar. Kedua, diperlukan dukungan dan kemauan politis yang kuat dari pemerintah untuk menggariskan secara jelas dan tegas untuk menunjang pembangunan pendidikan. Ketiga, Keberhasilan pendayagunaan teknologi bukan terletak pada seberapa canggihnya peralatan teknologi yang dipakai tetapi lebih banyak pada manusia (guru, kepala sekolah, pengawas, pengembang bahan belajar berbasis teknologi, siswa dan warga belajar lainnya) yang mengembangkan dan menggunakannya. Keempat,penggunaan teknologi yang terintegrasikan dalam proses belajar-mengajar memerlukan perubahan pendekatan pembelajaran yang sering kali tidak mudah dilakukan. Teknologi pendidikan yang direncanakan, dikembangkan dan dimanfaatkan secara baik dan benar akan membantu mengatasi maslah pendidikan secara tepat waktu, sasaran dan hemat waktu, biaya, tenaga.

Indonesia juga tidak jauh berbeda dalam hal pengembangan teknologin pendidikan. Perkembangan teknologi pendidikan di Indonesia boleh dikatakan mengikuti perkembangan di Amerika Serikat. Perkembangan tersebut dapat dikatakan dimulai dengan digunakannya media atau alat peraga untuk menunjang kegiatan pengajaran. Bedanya, kalau di Amerika Serikat dengan demokrasi liberalnya memungkinkan tumbuhnya pemikiran dan tindakan oleh masyarakat, sedangkan di Indonesia dengan demokrasi terpimpin yang dianutnya mengharuskan restu dari pemerintahnya untuk mengembangkan pemikiran dan kegiatan pendidikan.

Pada tahun 1951 diselenggarakan “School boaradcasting” sebagai suatu usaha perintisan meliputi daerah Jakarta, Bandung, Bogor dan Cirebon. Pada tahun 1955 didirikan BKTPG (Balai Kursus Tertulis Pendidikan Guru) di Bandung, lembaga ini bertugas memproduksi dan mengoordinasikan ketersediaan alat peraga pengajaran  untuk sekolah-sekolah. Pada tahun 1972, perintisan kemudian dilaksanakan ditiga daerah dan dinilai berhasil, dikembangkan di 11 provinsi. Pengembangan media massa dan teknologi untuk pendidikan selanjutnya, ternyata kurang mendapat perhatian kebijakan dalam pembangunan pendidikan lebih lanjut.

Perkembangan konsep teknologi pendidikan tersebut diawali dengan adanya alat peraga yang digunakan oleh tiap-tiap guru secara individual dalam rangka kegiatan pengajarannya. Para guru diharapkan menggunakan media yang tersedia sebagai bagian dari integral dan program belajar-mengajar. Perkembangan kemudian masih terbatas dalam lingkup pendidikan sekolah, namun teknologi pendidikan tidak hanya berupa media, tapi juga berbagai strategi yang diperlukan agar siswa belajar aktif. Beberapa bentuk sisetem pembelajaran yang berkembang di Indonesia diantaranya yaitu berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning) ke seluruh pelosok di Indonesia serta munculnya penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan video.

Pembelajaran adalah upaya menciptakan kondisi dengan sengaja agar tujuan pembelajaran dapat dipermudah pencapaiannya. Dalam kegiatan pembelajaran perlu dipilih strategi yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Pada setiap keegiatan pembelajaran terlebih dahulu harus dirumuskan tujuan pembelajarannya. Tujuan pembelajaran harus bersifat behavioral yang dapat diamati dan diukur.

Pembelajaran dengan menfaatkan komputer dan Internet dalam perkembangannya disebut pembelajaran dengan metode electronic learning atau polulernya disebut E-Learning. Definisi Istilah E-Learning mengandung pengertian yang sangat luas, sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi E-Learning dari berbagai sudut pandang. Salah satu definisi yang cukup dapat diterima banyak pihak misalnya dari Darin E. Hartley yang menyatakan E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet.

Pendapat diatas memberikan pengertian bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu E-Learning. Bermula dari tujuan utama pembelajaran jarak jauh (E- Learning) yaitu memberikan layanan bagi masyarakat di daerah yang belum mempunyai program pendidikan tertentu sehingga masyarakat dapat berhemat, khususnya biaya akomodasi selama mengikuti pendidikan.

Belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya. Sistem pendidikan terbuka merupakan bagian integral sistem pendidikan nasional. Dengan berkembangnya dan tumbuhnya teknologi tersebut, sudah jelas bahwa di Indonesia telah mengembangkan Teknologi Pendidikan.

Teknologi pendidikan merupakan suatu bidang terapan yang relatif baru pada awalnya timbul dengan memadukan teori dan konsep dari berbagai disiplin ilmu ke dalam suatu usaha terpadu untuk memecahkan masalah belajar yang tidak terpecahkan dengan pendekatan yang telah ada sebelumnya, seperti belajar jarak jauh. Teknologi pendidikan sangat diperlukan untuk mencari solusi masalah belajar anak didik sehingga diperlukannya penelitian di bidang teknologi pendidikan dengan berbagai obyek penelitian TP, menggunakan model dan pendekatan penelitian teknologi pendidikan serta topik-topik penelitian teknologi pendidikan. Sehingga akan diperoleh hasil penelitian dalam teknologi pendidikan yang dapat diaplikasikan dalam proses yang kompleks dan terpadu untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah belajar manusia.

Teknologi pendidikan seperti dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dipandang dan disambut secara positif sebagai media yang dapat menyediakan dan membantu interaksi antara pengajar dan peserta didik dalam mengefisienkan dan mengefesiensi pembelajaran. Penggunaan TIK dapat mencakup pola interaksi antara pengajar dan peserta didik. Pemanfaatan teknologi sebagai sumber belajar dan penggunaannya sebagai alat bantu. Sehingga dapat meningkatkan interaksi pembelajaran.

Penggunaan teknologi, seperti multimedia pembelajaran, dewasa ini sudah merupakan hal yang biasa. Para pendidik telah menggunakan teknologi ini untuk memudahkan dalam penyampaian pembelajaran. Para siswapun sudah biasa memanfaatkan teknologi ini untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan. Sekarang ini, penggunaan teknologi multimedia dalam pembelajaran telah menjadi kebutuhan pokok suatu pembelajaran agar pembelajaran dapat berlangsung secara lebih efisien dan efektif.

Dalam bidang pembelajaran, teknologi harus memenuhi ketiga syarat yaitu : proses, produk, dan sistem. Selain memenuhi syarat umum teknologi, teknologi pembelajaran juga harus membuktikan dirinya sebagai suatu bidang kajian atau disiplin keilmuan yang berdiri sendiri. Perkembangan sebagai disiplin ilmu tersebut dilandasi oleh serangkaian dalil yang dijadikan suatu patokan pembenaran. Secara falsafah, adapun dalil atau dasar keilmuan itu meliputi ontologi, epistimologi, aksiologi.

Menurut Ase Suherlan, pembelajaran merupakan komunikasi yang transaksional yang bersifat timbal balik baik diantara guru dengan siswa, maupun siswa dengan siswa dan lingkungan belajar dalam upaya mencapaian tujuan pembelajaran. Dari makna pembelajaran di atas terdapat makna inti bahwa pembelajaran harus mengandung unsur komunikasi dan informasi. Produk dan proses teknologi yang dibutuhkan dalam pembelajaran sesuai dengan karakteristik tersebut. Teknologi yang berhubungan langsung dengan pembelajaran adalah teknologi informasi dan komunikasi (Information Communication and Technology). Teknologi Informasi menekankan pada pelaksanaan dan pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi atau menampilkan data dengan menggunakan perangkat- perangkat teknologi elektronik terutama komputer. Makna teknologi informasi tersebut belum menggambarkan secara langsung kaitannya dengan sistem komunikasi, namum lebih pada pengolahan data dan informasi.

Tags: , , , , , , , , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *