Prinsip Administrasi Keuangan Sekolah

Dengan adanya beberapa Prinsip Administrasi Keuangan Sekolah maka kebutuhan pendanaan sekolah dapat dirancang dengan baik, dibukukan dengan transparan tanpa adanya rahasia, dan digunakan untuk membiayai kegiatan pelaksanaan program sekolah dengan sebaik-baiknya serta efektif dan efisien, makin efisien suatu system pendidikan, maka akan semakin kecil dana yang dibutuhkan untuk pencapaian tujuan tujuan pendidikan. Apabila sistem keuangan di sekolah dikelola dengan baik, maka akan meningkatka efisiensi kegaitan penyelengaraan pendidikan, , maka dari itu di perlukan administasi keuangan dalam sekolah yang akan di bahas pada artikel ini.

Pengertian Administrasi Keuangan Sekolah

Administrasi keuangan sekolah merupakan langkah pengolahan keuangan sekolah mulai dari penerimaan sampai dengan bagaimana mempertanggungjawabkan keuangan yang digunakan secara obyektif dan sistematis. Langkah tersebut sangat penting sekali diperhatikan, karena masalah pembiayaan adalah menjadi sarana vital bagi mati hidupnya suatu organisasi sekolah. (Burhanuddin 1994)

Kegiatan menajemen keuangan sekolah cukup variatif, mulai dari yang sangat sederhana, yaitu perencanaan keuangan yang sangat sederhana, sampai pada pengelolaan keungangan yang sangat kompleks, akibat dari perencanaan kegiatan yang kompleks. (Ubben, Hughes & Norris (dalam Nurhizrah Gistituati, 2012: 150)

Dalam menajemen keuangan sekolah terdapat beberapa rangkaian kegiatan, yaitu yang dimulai dari perencanaan, perencanaan merupakan kegitan merencanakan atau merancang program kegiatan pendidikan, memperkirakan serta menetapkan anggaran pendapatan sekolah dengan pengunaan anggaran pengeluaran sekolah. pengawasan pengendalian keuangan sekolah dan pertanggungajawaban dalam pengunaan dana atau anggaran sekolah serta pelaporannya.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa administrasi keuangan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk memanajemen atau mengelola keuangan sekolah agar semua kebutuhan atau keperluan dalam sekolah dapat terpenuhi dengan baik yang dilaksanakan secara bertanggungjawab, jujur, tertib, terbuka, efektif dan efisien sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan optimal.

Prinsip Administrasi Keuangan Sekolah

Manajemen keuangan sekolah perlu memperhatikan beberapa prinsip-prinsip berikut Prinsip Administrasi Keuangan Sekolah. Undang-undang No 20 Tahun 2003 pasal 48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik. Disamping itu prinsip efektivitas juga perlu mendapat penekanan. Berikut ini merupakan pembahasan dari masing-masing Prinsip Administrasi Keuangan Sekolah, yaitu transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi.

a. Transparansi

Transparan berarti terbuka, transparan dalam bidang manajemen yaitu adanya keterbukaan dalam mengelola suatu kegiatan/program. Pada lembaga pendidikan, manajemen keuangan yang transparan berarti adanya keterbukaan dalam memanejemen keuangan lembaga pendidikan, keterbukaan yang dimaksud adalah keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya, rincian penggunaan, dan pertanggungjawabannya harus jelas sehingga memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan mengetahuinya dan tidak ada hal yang ditutup- tutupi.

Prinsip transparasi ini sangatlah penting dalam rangka meningkatkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah terhadap program atau kegiatan yang akan diselenggarakan sekolah, di sisi lain transparansi keuangan juga dapat menciptakan kepercayaan timbal balik antara pemerintah, masyarakat, orang tua siswa dengn warga sekolah melalui penyediaan informasi yang ada. Informasi yang bebas diketahui oleh semua warga sekolah dan orang tua dapat ditempel di papan madding atau di didepan ruangan tata usaha

agar memudahkan siapa saja yang membutuhkan informasi tersebut.perolehan informasi ini dapat menambah kepercayaan orang tua terhadap sekolah bahwa dana/anggaran yang ada benar benar digunakan untuk kebutuhan dan kepentingan sekolah, dan mengurangi penyelewengan-penyelewengan dana agar apa yang diharapkan sesuai dengan apa yang di rencanakan.

b. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kondisi seseorang yang dinilai oleh orang lain karena kualitasnya dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang menjadi tanggung jawabnya. Akuntabilitas dalam manajemen keuangan berarti pertanggungjawaban sekolah tehadap dana yang dipakai untuk menyelenggarakan program sekolah dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan dan aturan yang berlaku sekolah harus menggunakan dana yang tersedia dan dapat dipertanggungjawabkan atas program yang akan diadakan, pertanggungjawaban dapat dilakukan kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah.

Ada tiga pilar utama yang menjadi prasyarat terbangunnya akuntabilitas, yaitu :

  1. adanya transparansi antara penyelenggara sekolah yaitu dengan cara menerima masukan serta melibatkan komponen komponen yang berkepentingan untuk kemajuan
  2. adanya standar kinerja di setiap institusi yang dapat
  3. adanya partisipasi untuk saling menciptakan suasana kondusif dan tentram dalam menciptakan pelayanan masyarakat dengan prosedur yang mudah, biaya yang murah dan pelayanan yang

c. Efektivitas

Efektif seringkali diartikan sebagai pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas lebih menekankan pada kualitatif outcomes (pendapatan). Dimana kegiatan yang direncanakan anggarannya sebanyak yang telah ditentukan sesuai dengan apa yang direncanakan. Manajemen keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Dan semua program yang direncanakan sesuai dengan yang telah diharapkan agar dana yang digunakan tidak terbuang sia-sia. Efektifitas dalam manajemen keuangan dapat mengurangi resiko yang akan terjadi pada suatu program pendidikan. Dengan efektifnya suatu program yang akan dijalankan maka program tersebut dapat terlaksana seperti tujuan yang diharapkan.

d. Efisiensi

Efisiensi yang dimaksud disini yaitu berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan. Dimana efisiensi manajamen keuangan sekolah yaitu perbadingan antara penerimaan pemasukan sekolah dengan pengeluaran sekolah terhadap hasil kegiatan yang akan diselenggarakan. Efisiensi juga merupakan perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan keluaran (out put) atau antara daya dan hasil. Daya yang dimaksud meliputi tenaga, pikiran, waktu, biaya. Perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal seperti berikut ini:

  • Dilihat dari segi penggunaan waktu, tenaga dan biaya : Kegiatan/program yang diadakan dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu, tenaga dan biaya yang sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan atau yang diharapkan.
  • Dilihat dari segi hasil : Kegiatan/Program yang diadakan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu, tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil semaksimal mungkin baik kuantitas maupun kualitasnya.

Pendapat kami , dalam sebuah administrasi keuangan pasti ada pengelolaan keuangan baik itu masalah uang keluar dan uang masuk, dalam penggelolaan keguangan ini perlu seseorang yang ahli dalam bidang ini agar tidak terjadi penyelewengan-penyelewengan dana yang dipergunakan seperti yang kita dengan akhir-akhir ini, apabila suatu kegitan direncanakan dengan baik dan dikelola dengan orang tepat maka kegiatan tersebut akan tercapai dengan tujuan yang diharapkan.

Pentingmya administrasi keuangan Sekolah

Administrasi keuangan memiliki peran yang sangat penting dalam sekolah yaitu diantaranya :

  1. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah dalam melaksanakan program
  2. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah sehingga adanya keterbukaan dari sekolah mengenai dana/anggaran yang digunakan.
  3. Meningkatkan kepercayaan pemerintah masyarakat dan orang tua terhadap sekolah
  4. Agar tidak terjadi penyelewengan- penyelewangan dana sekolah
  5. Agar tidak menimbulkan pembicaraan negative dari orang tua, masyarakat dan pemerintah terhadap

Di dalam menajemen keuangan sekolah diperlukan keterampilan kepala sekolah untuk mendapatkan sumber dana yang memadai, mengalokasikan dana secara tepat, memanfaatkan dan mempertanggungjawabkan keuangan secara benar sesuai dengan ketentuan atau peraturan perundangan yang berlaku, dan menempatkan bendahara yang mengusai masalah pembukuan dan ketentuan penggunaan keuangan berdasarkan peraturan yang berlaku.

Peranan Guru dalam Administrasi Keuangan Sekolah

Penanggung jawab keuangan sekolah adalah kepala sekolah namun demikian guru juga di harapkan dapat berpartisipasi dalam hal tersebut walaupun menambah beban mereka, selain mengajar guru juga bisa membantu sekolah untuk mengadministrasikan keuangan sekolah, dan dalam hal ini juga dapat memberikan kesempatan untuk ikut serta mengarahkan pembiayaan untuk perbaikan proses belajar mengajar.

Administrasi keuangan meliputi kegiatan perencanaan, penggunaan, pencatatan data, pelaporan dan pertanggung jawaban dana yang dialokasikan untuk penyelenggaraan sekolah. Tujuan administrasi ini adalah untuk memproses dan mengelola data keuangan sekolah untuk mewujudkan suatu tata administrasi keuangan, sehingga pengurusannya dapat dipertanggung jawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Beberapa peran guru dalam administrasi keuangan ini meliputi:

  1. Membuat file keuangan sesuai dengan dana
  2. Membuat laporan data usulan pembayaran gaji, rapel ke Pemerintah Kota dan membuat pembukuan penerimaan dan penggunaan dana pembangunan.
  3. Membuat laporan dana pembangunan pada akhir tahun anggaran dan laporan tribulan dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ) .
  4. Membuat laporan Rancangan Anggaran Pendapatan Bantuan Sekolah ( RAPBS ).
  5. Menyetorkan pajak PPN dan
  6. Menyimpan dan membuat arsip peraturan keuangan sekolah.

Sumber Bacaan

Burhanuddin. 1994. Analisis Administrasi,Manajemen Dan Kepemimpinan Guru DiIndonesia. Jakarta: PenerbitBumi Aksara. Depdikbud.

Nurhizrah, Gistituati. 2013. Manajemen Sekolah : Menajemen Program Non Akademik Dan Hubungan Sekolah Dan Masyarakat. Padang: UNP PRESS.

M, Ngalim Purwanto. 2012. Administrasi Dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakaya.

Wijono. 1989. Administrasi Dan Supervisi Pendidikan. jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tags: , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *