Soal dan Jawaban UTBK-SNBT-SNPMB 2023-2024 Tes Literasi dalam Bahasa Indonesia
No Soal Tryout Pembahasan Tryout Jawaban
1 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

Setiap hari para pengembang membanjiri media dengan iklan-iklan kawasan perumahan yang mereka jual. Bahkan, iklan rumah kini juga mudah ditemukan di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Tapi, tahukah Anda bahwa masyarakat Indonesia ternyata lebih banyak yang membangun sendiri   rumah   mereka    ketimbang    membelinya dari developer? Jumlahnya sangat besar. Dari total 57 juta rumah tangga Indonesia yang memiliki rumah, 80 persen di antaranya membangun sendiri rumah mereka. Hanya lima persen atau sekitar 2,7 juta yang membeli rumah melalui pengembang.

Hal itu tergambar dalam laporan ”Statistik Perumahan dan Permukiman 2019” yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS). Data BPS juga mencatat, jumlah rumah tangga yang mendapatkan rumah dari warisan, hibah, dan lain-lain memiliki persentase yang lebih besar, yaitu sembilan persen dibandingkan dengan mereka yang membeli dari pengembang dan bukan pengembang, masing- masing lima persen dan enam persen.

Sumber: lokadata.id

 

 

Berdasarkan pemahaman kamu terhadap bacaan tersebut. Manakah pernyataan yang tepat?

A.    Setiap minggu para pengembang membanjiri media dengan iklan-iklan kawasan perumahan yang mereka jual

B.    Iklan rumah kini sulit ditemukan di media sosial seperti Facebook dan Instagram

C.    Masyarakat Indonesia ternyata lebih sedikit yang membangun sendiri rumah mereka ketimbang membelinya dari developer

Pernyataan yang tepat berdasarkan teks tersebut adalah hanya lima persen atau sekitar 2,7 juta yang membeli rumah melalui pengembang. E

 

D. Sebesar 90 persen rumah tangga di Indonesia membangun sediri rumah mereka

E. Hanya lima persen atau sekitar 2,7 juta yang membeli rumah melalui pengembang

2 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

Setiap hari para pengembang membanjiri media dengan iklan-iklan kawasan perumahan yang mereka jual. Bahkan, iklan rumah kini juga mudah ditemukan di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Tapi, tahukah Anda bahwa masyarakat Indonesia ternyata lebih banyak yang membangun sendiri rumah mereka ketimbang membelinya dari developer? Jumlahnya sangat besar. Dari total

57 juta rumah tangga Indonesia yang memiliki rumah, 80 persen di antaranya membangun sendiri rumah mereka. Hanya lima persen atau sekitar 2,7 juta yang membeli rumah melalui pengembang.

Hal itu tergambar dalam laporan ”Statistik Perumahan dan Permukiman 2019” yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS). Data BPS juga mencatat, jumlah rumah tangga yang mendapatkan rumah dari warisan, hibah, dan lain- lain memiliki persentase yang lebih besar, yaitu sembilan persen dibandingkan dengan mereka yang membeli dari pengembang dan bukan pengembang, masing-masing lima persen dan enam persen.

Sumber: lokadata.id

 

 

Berdasarkan teks tersebut, berapa persen rumah tangga di Indonesia yang membangun rumah sendiri?

A.    50 persen

B.    60 persen

C.    70 persen

D.    80 persen

E.    90 persen

Berdasarkan teks tersebut, 80 persen rumah tangga di indonesia membangun rumahnya sendiri. D

 

3 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

Setiap hari para pengembang membanjiri media dengan iklan-iklan kawasan perumahan yang mereka jual. Bahkan, iklan rumah kini juga mudah ditemukan di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Tapi, tahukah Anda bahwa masyarakat Indonesia ternyata lebih banyak yang membangun sendiri rumah mereka ketimbang membelinya dari developer? Jumlahnya sangat besar. Dari total

57 juta rumah tangga Indonesia yang memiliki rumah, 80 persen di antaranya membangun sendiri rumah mereka. Hanya lima persen atau sekitar 2,7 juta yang membeli rumah melalui pengembang.

Hal itu tergambar dalam laporan ”Statistik Perumahan dan Permukiman 2019” yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS). Data BPS juga mencatat, jumlah rumah tangga yang mendapatkan rumah dari warisan, hibah, dan lain- lain memiliki persentase yang lebih besar, yaitu sembilan persen dibandingkan dengan mereka yang membeli dari pengembang dan bukan pengembang, masing-masing lima persen dan enam persen.

Sumber: lokadata.id

 

 

Kesimpulan yang tepat berdasarkan teks tersebut adalah …

A.    Jika ingin memiliki rumah sebaiknya membeli dari pengembang agar tidak rumit

B.    Banyak cara untuk memiliki rumah, seperti membangun sendiri atau membeli dari pengembang

C.    Jangan membeli dari pengembang karena akan rugi oleh bunga

D.    Sebaiknya kita menikahi orang yang sekiranya akan mendapatkan warisan rumah

E.    Membangun rumah perlu meninjau lokasi terlebih dahulu

Kesimpulan untuk teks tersebut adalah bagaimanapun cara memiliki rumah, yang penting didapatkan dengan cara yang baik. B

 

4 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

Setiap hari para pengembang membanjiri media dengan iklan-iklan kawasan perumahan yang mereka jual. Bahkan, iklan rumah kini juga mudah ditemukan di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Tapi, tahukah Anda bahwa masyarakat Indonesia ternyata lebih banyak yang membangun sendiri rumah mereka ketimbang membelinya dari developer? Jumlahnya sangat besar. Dari total

57 juta rumah tangga Indonesia yang memiliki rumah, 80 persen di antaranya membangun sendiri rumah mereka. Hanya lima persen atau sekitar 2,7 juta yang membeli rumah melalui pengembang.

Hal itu tergambar dalam laporan ”Statistik Perumahan dan Permukiman 2019” yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS). Data BPS juga mencatat, jumlah rumah tangga yang mendapatkan rumah dari warisan, hibah, dan lain- lain memiliki persentase yang lebih besar, yaitu sembilan persen dibandingkan dengan mereka yang membeli dari pengembang dan bukan pengembang, masing-masing lima persen dan enam persen.

Sumber: lokadata.id

 

 

Berdasarkan grafik tersebut, 9 persen rumah tangga di Indonesia memiliki rumah dengan cara …

A.    Membangun sendiri

B.    Membeli bukan dari pengembang

C.    Membeli dari pengembang

D.    Warisan, hibah, dll.

E.    Merampok

Berdasarkan grafik tersebut, 9 persen rumah tangga di Indonesia memiliki rumah dengan cara warisan, hibah, dll. D
5 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

Berdasarkan grafik tersebut, 6 persen rumah tangga di Indonesia memiliki rumah dengan cara membeli bukan dari pengembang. B
Setiap hari para pengembang membanjiri media dengan iklan-iklan kawasan perumahan yang mereka jual. Bahkan, iklan rumah kini juga mudah ditemukan di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Tapi, tahukah Anda bahwa masyarakat Indonesia ternyata lebih banyak yang membangun sendiri rumah mereka ketimbang membelinya dari developer? Jumlahnya sangat besar. Dari total

57 juta rumah tangga Indonesia yang memiliki rumah, 80 persen di antaranya membangun sendiri rumah mereka. Hanya lima persen atau sekitar 2,7 juta yang membeli rumah melalui pengembang.

Hal itu tergambar dalam laporan ”Statistik Perumahan dan Permukiman 2019” yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS). Data BPS juga mencatat, jumlah rumah tangga yang mendapatkan rumah dari warisan, hibah, dan lain- lain memiliki persentase yang lebih besar, yaitu sembilan persen dibandingkan dengan mereka yang membeli dari pengembang dan bukan pengembang, masing-masing lima persen dan enam persen.

Sumber: lokadata.id

Berdasarkan grafik tersebut, 6 persen rumah tangga di Indonesia memiliki rumah dengan cara …

A.    Membangun sendiri

B.    Membeli bukan dari pengembang

C.    Membeli dari pengembang

D.    Warisan, hibah, dll.

E.    Merampok

6 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

Jika rumah tangga di Indonesia yang membeli rumah dari pengembang bertambah sebesar 50 persen, maka persentase rumah tangga yang membeli dari pengembang bertambah menjadi 55 persen. E
Setiap hari para pengembang membanjiri media dengan iklan-iklan kawasan perumahan yang mereka jual. Bahkan, iklan rumah kini juga mudah ditemukan di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Tapi, tahukah Anda bahwa masyarakat Indonesia ternyata lebih banyak yang membangun sendiri rumah mereka ketimbang membelinya dari developer? Jumlahnya sangat besar. Dari total

57 juta rumah tangga Indonesia yang memiliki rumah, 80 persen di antaranya membangun sendiri rumah mereka. Hanya lima persen atau sekitar 2,7 juta yang membeli rumah melalui pengembang.

Hal itu tergambar dalam laporan ”Statistik Perumahan dan Permukiman 2019” yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS). Data BPS juga mencatat, jumlah rumah tangga yang mendapatkan rumah dari warisan, hibah, dan lain- lain memiliki persentase yang lebih besar, yaitu sembilan persen dibandingkan dengan mereka yang membeli dari pengembang dan bukan pengembang, masing-masing lima persen dan enam persen.

Sumber: lokadata.id

Jika rumah tangga di Indonesia yang membeli rumah dari pengembang bertambahh sebesar 50 persen, maka …

A.       Persentase rumah tangga yang membangun rumah sendiri bertambah menjadi 85 persen

B.     Persentase rumah tangga yang membeli bukan dari pengembang bertambah menjadi 55 persen

C.        Persentase rumah tangga yang membangun rumah sendiri berkurang menjadi 30 persen

D.      Persentase rumah tangga yang membeli dari pengembang bertambah menjadi 85 persen

E.       Persentase rumah tangga yang membeli dari pengembang bertambah menjadi 55 persen

 

7 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal. Termasuk hobi dan isi keranjang belanja konsumen di lapak e-commerce. Hobi fotografi membuat Choirunnisa Nur (28) rajin jajan rol film dari lapak e- commerce. Rol film untuk kamera analog memang susah dicari di toko-toko konvensional. Tapi, mereka yang hobi fotografi bisa dengan mudah mendapatkannya di toko-toko online. Pagebluk telah mengubah kebiasaan itu. “Dulu sebulan bisa empat kali beli rol film, sudah 7 bulan terakhir baru 3 kali. Sekarang juga   beli   masker    dan    suplemen,”    katanya kepada Lokadata.id, Senin (2-11-2020).

Tren ini juga terekam dalam “Analisis Big Data di Tengah Masa Adaptasi Kebiasaan Baru” yang dibuat Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam publikasi ini, BPS    merekam    tren    belanja    di     situs e- commerce sebelum dan selama pandemi, dalam kurun waktu Januari–Juni 2020. Dalam visual terlihat, rol film dan cetak foto adalah produk dengan penurunan penjualan tertinggi (79 persen). Jika sebelum pandemi penjualannya mencapai 17,8 juta unit, selama pandemi hanya 14 juta unit terjual.

Sumber: lokadata.id

Berdasarkan pemahaman kamu terhadap bacaan tersebut. Manakah pernyataan yang tidak tepat?

A.    Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal

B.    Rol film untuk kamera analog mudah dicari di toko-toko konvensional

C.    Pagebluk telah mengubah kebiasaan

Pernyataan yang tepat berdasarkan teks tersebut adalah Rol film untuk kamera analog sulit dicari di toko-toko konvensional. B

 

D. Rol film dan cetak foto adalah produk dengan penurunan penjualan tertinggi

E. Sebelum pandemi, penjualan rol film mencapai 17,8 juta unit

8 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini! Berdasarkan teks tersebut, C
penjualan rol film dan cetak foto

pada saat sebelum pandemi mencapai 17,8 juta unit

Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal. Termasuk hobi dan isi keranjang belanja konsumen di lapak e-commerce. Hobi fotografi membuat Choirunnisa Nur (28) rajin jajan rol film dari lapak e-commerce. Rol film untuk kamera analog memang susah dicari di toko-toko konvensional. Tapi, mereka yang hobi fotografi bisa dengan mudah mendapatkannya di toko-toko online. Pagebluk telah mengubah kebiasaan itu. “Dulu sebulan bisa empat kali beli rol film, sudah 7 bulan terakhir baru 3 kali. Sekarang juga beli masker dan suplemen,” katanya kepada Lokadata.id, Senin (2- 11-2020).
Tren ini juga terekam dalam “Analisis Big Data di Tengah Masa Adaptasi Kebiasaan Baru” yang dibuat Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam publikasi ini, BPS merekam tren belanja di situs e- commerce sebelum dan selama pandemi, dalam kurun waktu Januari–Juni 2020. Dalam visual terlihat, rol film dan cetak foto adalah produk dengan penurunan penjualan tertinggi (79 persen). Jika sebelum pandemi penjualannya mencapai 17,8 juta unit, selama pandemi hanya 14 juta unit terjual.
Sumber: lokadata.id
 

Berdasarkan teks tersebut, penjualan rol film dan cetak foto pada saat sebelum pandemi mencapai…

A. 14,9 juta unit

 

B.  16,5 juta unit

C.  17,8 juta unit

D.  18,7 juta unit

E.  19,4 juta unit

9 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini! Berdasarkan grafik tersebut, A
peningkatan penjualan tertinggi

terdapat pada penjualan paket data.

Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal. Termasuk hobi dan isi keranjang belanja konsumen di lapak e-commerce. Hobi fotografi membuat Choirunnisa Nur (28) rajin jajan rol film dari lapak e-commerce. Rol film untuk kamera analog memang susah dicari di toko-toko konvensional. Tapi, mereka yang hobi fotografi bisa dengan mudah mendapatkannya di toko-toko online. Pagebluk telah mengubah kebiasaan itu. “Dulu sebulan bisa empat kali beli rol film, sudah 7 bulan terakhir baru 3 kali. Sekarang juga beli masker dan suplemen,” katanya kepada Lokadata.id, Senin (2- 11-2020).
Tren ini juga terekam dalam “Analisis Big Data di Tengah Masa Adaptasi Kebiasaan Baru” yang dibuat Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam publikasi ini, BPS merekam tren belanja di situs e- commerce sebelum dan selama pandemi, dalam kurun waktu Januari–Juni 2020. Dalam visual terlihat, rol film dan cetak foto adalah produk dengan penurunan penjualan tertinggi (79 persen). Jika sebelum pandemi penjualannya mencapai 17,8 juta unit, selama pandemi hanya 14 juta unit terjual.
Sumber: lokadata.id
 

Berdasarkan grafik tersebut, peningkatan penjualan tertinggi terdapat pada penjualan…

 

A.    Paket data

B.    Masker kain

C.    Suplemen makanan

D.    Perawatan tubuh

E.    Perawatan diri lain

10 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini! Berdasarkan grafik tersebut, C
peningkatan penjualan tertinggi

ketiga terdapat pada penjualan suplemen makanan.

Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal. Termasuk hobi dan isi keranjang belanja konsumen di lapak e-commerce. Hobi fotografi membuat Choirunnisa Nur (28) rajin jajan rol film dari lapak e-commerce. Rol film untuk kamera analog memang susah dicari di toko-toko konvensional. Tapi, mereka yang hobi fotografi bisa dengan mudah mendapatkannya di toko-toko online. Pagebluk telah mengubah kebiasaan itu. “Dulu sebulan bisa empat kali beli rol film, sudah 7 bulan terakhir baru 3 kali. Sekarang juga beli masker dan suplemen,” katanya kepada Lokadata.id, Senin (2- 11-2020).
Tren ini juga terekam dalam “Analisis Big Data di Tengah Masa Adaptasi Kebiasaan Baru” yang dibuat Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam publikasi ini, BPS merekam tren belanja di situs e- commerce sebelum dan selama pandemi, dalam kurun waktu Januari–Juni 2020. Dalam visual terlihat, rol film dan cetak foto adalah produk dengan penurunan penjualan tertinggi (79 persen). Jika sebelum pandemi penjualannya mencapai 17,8 juta unit, selama pandemi hanya 14 juta unit terjual.
Sumber: lokadata.id

 

Berdasarkan grafik tersebut, peningkatan penjualan tertinggi ketiga terdapat pada penjualan…

A.    Paket data

B.    Masker kain

C.    Suplemen makanan

D.    Perawatan tubuh

E.    Perawatan diri lain

 

 

 

No Soal Tryout Pembahasan Tryout Jawaban
11 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

 

Pemerintah berencana terus menggenjot penyaluran subsidi rumah melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), walaupun realisasi tahun ini sudah melampaui target. Pulau Jawa dan Sumatera masih menjadi prioritas program tersebut. Menurut Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan, lembaga yang bertanggung jawab kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat, dana yang tersalurkan hingga pertengahan November 2020 mencapai Rp10,52 triliun atau 100,16 persen dari target. Dana tersebut untuk merealisasikan 102.500 unit rumah.

Subsidi perumahan ini sangat penting, mengingat data survei sosial ekonomi nasional yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, hingga 2019 masih ada 15,3 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri. Masyarakat di Pulau Sulawesi, Jawa serta Bali dan Nusa Tenggara memiliki tingkat kebutuhan

rumah   atau backlog tertinggi   dibandingkan   dengan

Berdasarkan teks tersebut, pernyataan yang tepat adalah pemerintah berencana terus menggenjot penyaluran subsidi rumah melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan A

 

pulau-pulau lain. Pulau Sulawesi merupakan wilayah dengan persentase masyarakat belum punya rumah terbesar dibandingkan pulau lain, yaitu mencapai 24,10 persen. Kedua adalah Pulau Jawa, selanjutnya Bali dan Nusa Tenggara.

Sumber: lokadata.id

Berdasarkan pemahaman kamu terhadap bacaan tersebut. Manakah pernyataan yang tepat?

A.    Pemerintah berencana terus menggenjot penyaluran subsidi rumah melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan.

B.    Pulau Jawa dan Sumatera belum menjadi prioritas program tersebut.

C.    Subsidi perumahan ini tidak begitu penting.

D.    Masyarakat di Pulau Sulawesi, Jawa serta Bali dan Nusa Tenggara memiliki tingkat kebutuhan rumah atau backlog terendah.

E.    Pulau Sulawesi merupakan wilayah dengan persentase masyarakat belum punya rumah terendah.

12 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

Pemerintah berencana terus menggenjot penyaluran subsidi rumah melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), walaupun realisasi tahun ini sudah melampaui target. Pulau Jawa dan Sumatera masih menjadi prioritas program tersebut. Menurut Pusat

Berdasarkan teks tersebut,

37 persen ruang keluarga di DKI Jakarta memiliki jendela

D
Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan, lembaga yang bertanggung jawab kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat, dana yang tersalurkan hingga pertengahan November 2020 mencapai Rp10,52 triliun atau 100,16 persen dari target. Dana tersebut untuk merealisasikan 102.500 unit rumah.

Subsidi perumahan ini sangat penting, mengingat data survei sosial ekonomi nasional yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, hingga 2019 masih ada 15,3 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri. Masyarakat di Pulau Sulawesi, Jawa serta Bali dan Nusa Tenggara memiliki tingkat kebutuhan rumah atau backlog tertinggi dibandingkan dengan pulau- pulau lain. Pulau Sulawesi merupakan wilayah dengan persentase masyarakat belum punya rumah terbesar dibandingkan pulau lain, yaitu mencapai 24,10 persen. Kedua adalah Pulau Jawa, selanjutnya Bali dan Nusa Tenggara.

Sumber: lokadata.id

Berdasarkan teks tersebut, berapa rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri?

A.    10,5 juta rumah tangga

B.    20,2 juta rumah tangga

C.    12,2 juta rumah tangga

D.    15,3 juta rumah tangga

E.    24,10 juta rumah tangga

13 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

Kesimpulan untuk teks tersebut adalah disamping pemerintah yang terus berusaha, masyarakat juga perlu mendukung program tersebut. B

 

Pemerintah berencana terus menggenjot penyaluran subsidi rumah melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), walaupun realisasi tahun ini sudah melampaui target. Pulau Jawa dan Sumatera masih menjadi prioritas program tersebut. Menurut Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan, lembaga yang bertanggung jawab kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat, dana yang tersalurkan hingga pertengahan November 2020 mencapai Rp10,52 triliun atau 100,16 persen dari target. Dana tersebut untuk merealisasikan 102.500 unit rumah.

Subsidi perumahan ini sangat penting, mengingat data survei sosial ekonomi nasional yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, hingga 2019 masih ada 15,3 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri. Masyarakat di Pulau Sulawesi, Jawa serta Bali dan Nusa Tenggara memiliki tingkat kebutuhan rumah atau backlog tertinggi dibandingkan dengan pulau- pulau lain. Pulau Sulawesi merupakan wilayah dengan persentase masyarakat belum punya rumah terbesar dibandingkan pulau lain, yaitu mencapai 24,10 persen. Kedua adalah Pulau Jawa, selanjutnya Bali dan Nusa Tenggara.

Sumber: lokadata.id

Kesimpulan yang tepat berdasarkan teks tersebut adalah …

A.    Sebaiknya anggaran diperuntukan untuk kebutuhan yang lebih penting.

B.    Disamping pemerintah yang terus berusaha, masyarakat juga perlu mendukung program tersebut.

C.    Dibanding subsidi lebih baik adakan KPR tanpa bunga.

D.    Harus ada transmigrasi penduduk dari pulau jawa ke pulau-pulau lainnya.

E.    Sediakan saja lapangan pekerjaan agar masyarakat memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah.

14 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini! Berdasarkan grafik C
tersebut, persentase backlog terendah

adalah pulau Sumatera dengan 16,32 persen.

Pemerintah berencana terus menggenjot penyaluran subsidi rumah melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), walaupun realisasi tahun ini sudah melampaui target. Pulau Jawa dan Sumatera masih menjadi prioritas program tersebut. Menurut Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan, lembaga yang bertanggung jawab kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat, dana yang tersalurkan hingga pertengahan November 2020 mencapai Rp10,52 triliun atau 100,16 persen dari target. Dana tersebut untuk merealisasikan 102.500 unit rumah.
Subsidi perumahan ini sangat penting, mengingat data survei sosial ekonomi nasional yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS)
menyebutkan, hingga 2019 masih ada 15,3 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri. Masyarakat di Pulau Sulawesi, Jawa serta Bali dan Nusa Tenggara memiliki tingkat kebutuhan rumah atau backlog tertinggi dibandingkan dengan pulau- pulau lain. Pulau Sulawesi merupakan wilayah dengan persentase masyarakat belum punya rumah terbesar dibandingkan pulau lain, yaitu mencapai 24,10 persen. Kedua adalah Pulau Jawa, selanjutnya Bali dan Nusa Tenggara.

Sumber: lokadata.id

Berdasarkan grafik tersebut, persentase backlog terendah adalah …

A.    Jawa

B.    Bali

C.    Sumatera

D.    Kalimantan

E.    Maluku dan Papua

15 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

Pemerintah berencana terus menggenjot penyaluran subsidi rumah melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), walaupun realisasi tahun ini sudah melampaui target. Pulau Jawa dan Sumatera masih menjadi prioritas program tersebut. Menurut Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan, lembaga yang bertanggung jawab kepada Menteri

Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat, dana yang

Berdasarkan grafik

tersebut, backlog dengan persentase 24,10 persen terjadi di wilayah Sulawesi.

C
tersalurkan hingga pertengahan November 2020 mencapai Rp10,52 triliun atau 100,16 persen dari target. Dana tersebut untuk merealisasikan 102.500 unit rumah.

Subsidi perumahan ini sangat penting, mengingat data survei sosial ekonomi nasional yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, hingga 2019 masih ada 15,3 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri. Masyarakat di Pulau Sulawesi, Jawa serta Bali dan Nusa Tenggara memiliki tingkat kebutuhan rumah atau backlog tertinggi dibandingkan dengan pulau- pulau lain. Pulau Sulawesi merupakan wilayah dengan persentase masyarakat belum punya rumah terbesar dibandingkan pulau lain, yaitu mencapai 24,10 persen. Kedua adalah Pulau Jawa, selanjutnya Bali dan Nusa Tenggara.

Sumber: lokadata.id

Berdasarkan grafik tersebut, backlog dengan persentase 24,10 persen terjadi di wilayah …

A.    Jawa

B.    Bali

C.    Sulawesi

D.    Kalimantan

E.    Maluku dan Papua

16 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

 

Jika jumlah rumah tangga yang tidak memiliki rumah sendiri diurutkan berdasarkan yang terendah, maka Maluku dan Papua akan menempati urutan pertama. D
Pemerintah berencana terus menggenjot penyaluran subsidi rumah melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), walaupun realisasi tahun ini sudah melampaui target. Pulau Jawa dan Sumatera masih menjadi prioritas program tersebut. Menurut Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan, lembaga yang bertanggung jawab kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat, dana yang tersalurkan hingga pertengahan November 2020 mencapai Rp10,52 triliun atau 100,16 persen dari target. Dana tersebut untuk merealisasikan 102.500 unit rumah.

Subsidi perumahan ini sangat penting, mengingat data survei sosial ekonomi nasional yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, hingga 2019 masih ada 15,3 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri. Masyarakat di Pulau Sulawesi, Jawa serta Bali dan Nusa Tenggara memiliki tingkat kebutuhan rumah atau backlog tertinggi dibandingkan dengan pulau- pulau lain. Pulau Sulawesi merupakan wilayah dengan persentase masyarakat belum punya rumah terbesar dibandingkan pulau lain, yaitu mencapai 24,10 persen. Kedua adalah Pulau Jawa, selanjutnya Bali dan Nusa Tenggara.

Sumber: lokadata.id

Jika jumlah rumah tangga yang tidak memiliki rumah sendiri diurutkan berdasarkan yang terendah, maka …

A.    Jawa akan menempati urutan ke-2

B.    Sumatera akan menempati urutan pertama

C.    Bali dan Nusa Tenggara akan menempati urutan ke-3

D.    Maluku dan Papua akan menempati urutan pertama

E.    Sulawesi akan menempati urutan ke-5

17 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

Pernyataan yang tepat berdasarkan teks tersebut adalah Namun sampai hari ini, bencana kelaparan dan kasus kurang gizi terus bermunculan. B
 

 

Mengakhiri kelaparan, menjaga kecukupan nutrisi, dan memastikan akses pangan bagi semua orang merupakan bagian dari target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tujuan bersama yang dicanangkan negara-negara anggota PBB, termasuk Indonesia itu, ditetapkan bakal terwujud pada 2030. Namun sampai hari ini, bencana kelaparan dan kasus kurang gizi terus   bermunculan.   Global   Hunger Index (GHI) mencatat, ada 690 juta orang (sekitar satu dari setiap 10 orang di dunia) menderita kurang gizi.

Dalam laporan GHI 2020, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia lolos dari level “serius”, dan masuk kategori moderat. Indonesia meraih skor 19,1; menempati urutan ke-70 dari 107 negara. Skor dan peringkat Indonesia terhitung lebih baik ketimbang Kamboja (peringkat 76, skor 20,6), Myanmar (peringkat 78, skor 20,9), dan India (peringkat 94, skor 27,2). Namun indeks dan peringkat Indonesia masih lebih buruk dari Thailand (peringkat 48, skor 10,2), Malaysia (peringkat 59, skor 13,3), bahkan Vietnam (peringkat 61,

skor 13,6), dan Philipina (peringkat 69, skor 19). Sumber: lokadata.id

 

Berdasarkan pemahaman kamu terhadap bacaan tersebut. Manakah pernyataan yang tidak tepat?

A.    Tujuan bersama yang dicanangkan negara- negara anggota PBB, termasuk Indonesia itu, ditetapkan bakal terwujud pada 2030.

B.    Sampai hari ini, bencana kelaparan dan kasus kurang gizi terus berkurang.

C.    Dalam laporan GHI 2020, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia lolos dari level “serius”, dan masuk kategori moderat.

D.    Indonesia meraih skor 19,1; menempati urutan ke 70 dari 107 negara.

 

E. Global Hunger Index (GHI) mencatat, ada 690 juta orang (sekitar satu dari setiap 1 orang di dunia) menderita kurang gizi.
18 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini! Berdasarkan teks tersebut, Malaysia A
menempati peringkat 59 dengan skor
13,3
Mengakhiri kelaparan, menjaga kecukupan
nutrisi, dan memastikan akses pangan bagi semua
orang    merupakan    bagian    dari    target    Tujuan
Pembangunan      Berkelanjutan (SDGs).      Tujuan
bersama yang dicanangkan negara-negara anggota
PBB, termasuk Indonesia itu, ditetapkan bakal
terwujud pada 2030. Namun sampai hari ini,
bencana kelaparan dan kasus kurang gizi terus
bermunculan.                    Global                   Hunger
Index (GHI) mencatat, ada 690 juta orang (sekitar
satu dari setiap 10 orang di dunia) menderita kurang gizi.
Dalam laporan GHI 2020, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia lolos dari level “serius”,dan masuk kategori moderat. Indonesia meraih skor
19,1; menempati urutan ke-70 dari 107 negara. Skor dan   peringkat    Indonesia   terhitung   lebih    baik ketimbang Kamboja (peringkat 76, skor 20,6), Myanmar (peringkat 78, skor 20,9), dan India (peringkat 94, skor 27,2). Namun indeks dan peringkat Indonesia masih lebih buruk dari Thailand (peringkat 48, skor 10,2), Malaysia (peringkat 59, skor 13,3), bahkan Vietnam (peringkat 61, skor 13,6), dan Philipina (peringkat 69, skor 19). Sumber: lokadata.id
Berdasarkan teks tersebut, Malaysia menempati peringkat … dengan skor ….
A. 59-13,3
B. 70-19,1
C. 76-20,6
D. 78-20,9

E. 48-10,2

19 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini!

Berdasarkan grafik tersebut, pada tahun E
2000 Indonesia meraih skor indeks
kelaparan global sebesar 26,1.
Mengakhiri kelaparan, menjaga kecukupan
nutrisi, dan memastikan akses pangan bagi semua
orang    merupakan    bagian    dari    target    Tujuan
Pembangunan      Berkelanjutan (SDGs).      Tujuan
bersama yang dicanangkan negara-negara anggota
PBB, termasuk Indonesia itu, ditetapkan bakal
terwujud pada 2030. Namun sampai hari ini,
bencana kelaparan dan kasus kurang gizi terus
bermunculan.                    Global                   Hunger
Index (GHI) mencatat, ada 690 juta orang (sekitar
satu dari setiap 10 orang di dunia) menderita kurang
gizi.
Dalam laporan GHI 2020, untuk pertama kalinya
dalam sejarah Indonesia lolos dari level “serius”,
dan masuk kategori moderat. Indonesia meraih skor
19,1; menempati urutan ke-70 dari 107 negara. Skor
dan   peringkat    Indonesia   terhitung    lebih    baik
ketimbang Kamboja (peringkat 76, skor 20,6),
Myanmar (peringkat 78, skor 20,9), dan India
(peringkat 94, skor 27,2). Namun indeks dan
peringkat Indonesia masih lebih buruk dari Thailand
(peringkat 48, skor 10,2), Malaysia (peringkat 59,
skor 13,3), bahkan Vietnam (peringkat 61, skor
13,6), dan Philipina (peringkat 69, skor 19).
Sumber: lokadata.id
 

Berdasarkan grafik   tersebut,   pada   tahun   2000

Indonesia meraih skor indeks kelaparan global
sebesar …
A. 19,1
B. 23,1
C. 29,1
D. 29,5

E. 26,1

20 Bacalah teks berikut untuk mengerjakan soal ini! Berdasarkan grafik tersebut, pada tahun B
2012 Indonesia meraih skor indeks
kelaparan global sebesar 23,1.
Mengakhiri kelaparan, menjaga kecukupan
nutrisi, dan memastikan akses pangan bagi semua
orang    merupakan    bagian    dari    target    Tujuan
Pembangunan      Berkelanjutan (SDGs).      Tujuan
bersama yang dicanangkan negara-negara anggota
PBB, termasuk Indonesia itu, ditetapkan bakal
terwujud pada 2030. Namun sampai hari ini,
bencana kelaparan dan kasus kurang gizi terus
bermunculan.                    Global                   Hunger
Index (GHI) mencatat, ada 690 juta orang (sekitar
satu dari setiap 10 orang di dunia) menderita kurang
gizi.
Dalam laporan GHI 2020, untuk pertama kalinya
dalam sejarah Indonesia lolos dari level “serius”,
dan masuk kategori moderat. Indonesia meraih skor
19,1; menempati urutan ke-70 dari 107 negara. Skor
dan   peringkat    Indonesia   terhitung   lebih    baik
ketimbang Kamboja (peringkat 76, skor 20,6),
Myanmar (peringkat 78, skor 20,9), dan India
(peringkat 94, skor 27,2). Namun indeks dan
peringkat Indonesia masih lebih buruk dari Thailand
(peringkat 48, skor 10,2), Malaysia (peringkat 59,
skor 13,3), bahkan Vietnam (peringkat 61, skor
13,6), dan Philipina (peringkat 69, skor 19).
Sumber: lokadata.id
 

Berdasarkan grafik   tersebut,   pada   tahun   2012

Indonesia meraih skor indeks kelaparan global
sebesar …
A. 19,1
B. 23,1
C. 29,1

 

D. 29,5

E. 26,1

 

Tags: , , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *