Konsep Dasar Stimulasi Untuk PAUD dan TK
Pengertian Stimulasi
Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar yang dimiliki anak agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
Perangsangan ini dapat dilakukan sedini mungkin oleh orang tua kepada anaknya. Kemampuan dasar anak yang dirangsang dengan stimulasi terarah adalah kemampuan gerak kasar, kemampuan gerak sedini mungkin yaitu sejak bayi baru lahir bahkan sebaiknya sejak janin berusia 6 bulan dan diberikan terus menerus secara rutin dan bervariasi oleh setiap orang yang berinteraksi dengan anak pada setiap kesempatan dalam kehidupan sehari-hari (Maharani, 2009). Pemberian stimulasi sangat penting untuk kemajuan perkembangan anak sebab tanpa stimulasi penyelesaian tugas perkembangan anak menjadi sulit atau tidak tercapai (Potter, 2005).
Bentuk Stimulasi
Bagian Psikologi FK UI dan UKK Pediatri sosial IDAI (dikutip dari Soetjiningsih, 2010) menyatakan bahwa stimulasi yang perlu di berikan pada anak balita antara lain : akademik sederhana (pengenalan ruang, bentuk, warna, persiapan hitung), pendidikan alam sekitar, sosialisasi, mengenal lingkungan masyarakat, bermain bebas untuk mengembangkan fantasi dan memperkaya pengalaman, menyanyi, menggambar, belajar bahasa (bercakap-cakap, membaca gambar, bercerita, mengungkapkan syair sederhana), melatih daya ingat dengan bermain jualan atau menyampaikan berita, bermain musik, mengenal tugas dan larangan-larangan, dan aktifitas sehari-hari (makan sendiri, minum sendiri, kontrol buang air besar, kontrol buang air kecil).
Soetjiningsih (2010) menyatakan bahwa perhatian dan kasih sayang juga merupakan stimulasi yang perlu diperlukan anak. Aktifitas bermain dalam suasana kasih sayang berguna merangsang seluruh sistem indra, melatih kemampuan motorik halus dan kasar, kemampuan berkomunikasi serta Perasaan dan pikiran anak.
Prinsip – Prinsip Stimulasi
Dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anak, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan, yaitu (Depkes, 2005) :
1) Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang.
2) Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik kerena anak akan meniru tingkah laku orang – orang yang terdekat dengannya.
3) Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur.
4) Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bernyanyi, bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman.
5) Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak, terhadap ke 4 aspek kemampuan dasar anak.
6) Gunakan alat bantu atau permainan yang sederhana, aman dan ada di sekitar anak.
7) Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan.
8) Anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas keberhasilannya.
Stimulasi motorik halus pada anak usia 3-5 tahun
Stimulasi motorik halus yang dapat diberikan menurut Depkes (2005) yaitu:
1) Stimulasi sebelumnya dilanjutkan seperti menyusun balok, ajak anak bermain puzzle, bermain mencocokkan gambar dengan benda yang sesungguhnya dan mengelompokkan benda menurut jenisnya.
2) Memotong
Beri anak gunting, tunjukkan cara menggunting. Beri gambar besar untuk latihan menggunting.bila anak sudah bisa memakai gunting tumpul, ajarkan juga pada anak cara menggunting kertas yang sudah dilipat-lipat, membuat bentuk seperti rumbai-rumbai, orang, binatang, mobil dan sebagainya.
3) Membuat gambar tempel
Gunting kertas warna menjadi segitiga, segi empat, lingkaran. Jelaskan pada mengenai perbedaan bentuk-bentuk tersebut. Minta anak membuat gambar dengan cara menempelkan potongan-potongan berbagai bentuk di selembar kertas
4) Menempel gambar
Bantu anak menemukan gambar atau foto menarik dari majalah, potong kertas dan sebagainya. Minta anak menempel gambar tersebut pada karton atau kertas tebal. Gantung gambar tersebut di kamar anak.
5) Menjahit
Gunting gambar dari majalah, tempel pada selembar karton.
Buat lubang-lubang di sekeliling gambar tersebut. Ambil tali rafia dan simpulkan salah satu ujungnya kemudian ajari anak cara menjahit sekeliling gambar. Tali rafia dimasukkan ke dalam lubang satu per satu.
6) Menggambar atau menulis
Beri anak selembar kertas dan pensil. Ajari anak menggambar garis lurus, bulatan, segi empat serta menulis huruf dan angka. Kemudian baut pagar rumah, rumah, matahari, bulan, huruf, angka dan sebagainya. Ajari juga menulis namanya. Bila anak sudah bisa menggambar minta anak melengkapi gambar, misal : menggambar baju pada orang, menggambar pohon, bunga, matahari, pagar pada gambar rumah dan sebagainya
7) Menggambar dengan jari
Ajak anak menggambar dengan cat memakai jari-jarinya di selembar kertas besar. Buat agar anak mau menggunakan kedua tangannya untuk membuat bulatan besar atau bentuk-bentuk lainnya.
8) Cat air dan mencampur warna
Berikan anak cat air, kuas, selembar kertas, potongan sedotan, ajari anak meneteskan warna-warna pada selembar kertas.
Ceritakan bagaimana warna-warna bercampur membentuk warna lain.
9) Menghitung dan mencocokan
Letakkan kacang di dalam mangkok. Ajari anak menghitung kacang dan letakkan kacang tersebut di tempat lain. Mula-mula anak belum bisa menghitung lebih dari dua atau tiga. Bantu anak menghitung jika mengalami kesulitan. Bila anak sudah bisa menghitung dan kenal angka, buat 1 set kartu yang ditulis angka 1-10. Letakkan kartu berurutan di atas meja. Minta anak menghitung benda-benda kecil yang ada dirumah seperti : kacang, batu kerikil, biji sawo dan lain-lain, sejumlah angka yang tertera pada kartu. Kemudian letakkan benda-benda tersebut di dekat kartu angka yang cocok.
10) Konsep Tentang “Separuh atau Satu”
Bila anak sudah bisa menyusun puzzle, ajak anak membuat lingkaran dan segi empat dari kertas atau karton, gunting menjadi dua bagian. Tunjukkan pada anak bagaimana menyatukan dua bagian tersebut menjadi satu bagian.
11) Membandingkan besar atau kecil, banyak atau sedikit, berat atau ringan
Ajak anak bermain menyusun 3 buah piring berbeda ukuran atau 3 gelas diisi air dengan isi yang tidak sama. Minta anak menyusun piring atau gelas tersebut dari ukuran kecil atau jumlah sedikit ke besar atau banyak atau dari ringan ke berat. Bila anak bisa menyusun ketiga benda itu, tambah jumlahnya menjadi 4 atau lebih.
12) Berkebun
Ajak anak menanam biji kacang tanah atau hijau di kaleng satu gelas aqua bekas yang telah diisi tanah. Bantu anak menyiram tanaman tersebut setiap hari. Ajak anak memperhatikan pertumbuhan dari hari ke hari. Bicarakan mengenai bagaimana tanaman, binatang, dan anak-anak tumbuh atau bertambah besar.
Tags: Bentuk Stimulasi, Contoh Stimulasi, Konsep Dasar Stimulasi, Pengertian Stimulasi, Prinsip - Prinsip Stimulasi, Stimulasi, Stimulasi Motorik, Stimulasi motorik halus pada anak usia 3-5 tahun
