Taman Sekolah Sebagai Sumber Belajar

Taman Sekolah Sebagai Sumber Belajar

Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu (Depdiknas 2004).

Lebih lanjut Hamalik (2003) merumuskan beberapa pengertian sumber belajar sebagai berikut.

  1. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai bahan atau acuan dalam menambah pengetahuan dan kemampuan siswa.
  2. Sumber belajar adalah suatu sistem atau perangkat materi yang sengaja diciptakan atau disiapkan dengan maksud memudahkan siswa belajar.
  3. Sumber belajar dapat berupa perangkat keras yang biasa disebut alat bantu ajar dan perangkat lunak disebut bahan ajar.

Pada dasarnya sumber belajar adalah suatu sistem yang terdiri atas sekumpulan bahan atau situasi yang diciptakan untuk meningkatkan cakrawala berfikir siswa dalam rangka pencapaian hasil belajar. Jadi sumber belajar mempunyai arti penting dalam proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar siswa.

Beberapa fungsi sumber belajar dalam pembelajaran adalah untuk :

  1. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang bersifat lebih efektif dengan cara memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih berkembang sesuai dengan kemampuannya.
  2. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara menyusun perencanaan program pembelajaran yang lebih sistematis.
  3. Memantapkan pembelajaran dengan penyajian informasi dan bahan secara lebih konkrit dan langsung.
  4. Merangsang untuk berfikir, bersikap, dan berkembang lebih lanjut.
  5. Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas.

Fungsi-fungsi sumber belajar di atas menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar dalam pembelajaran. Sumber belajar dapat diperoleh dari mana-mana. Salah satunya adalah lingkungan sekitar. Pemanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat menciptakan interaksi antara peserta didik dengan lingkungan. Adanya interaksi tersebut siswa akan memperoleh pembelajaran yang konkrit dan langsung sehingga memudahkan mereka dalam memahami materi pelajaran (Depdiknas 2004).

Keuntungan penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran adalah :

  1. Kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan dibanding dengan siswa duduk di kelas selama pelajaran, sehingga motivasi belajar siswa akan lebih tinggi.
  2. Hakekat belajar akan lebih bermakna, sebab siswa dihadapkan dengan situasi dan keadaan yang sebenarnya bersifat alami.
  3. Bahan-bahan yang dapat dipelajari lebih kaya serta lebih faktual sehingga kebenarannya lebih akurat.
  4. Kegiatan belajar siswa lebih komprehensif dan lebih aktif sebab dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mengamati, bertanya atau wawancara, membuktikan/mendemonstrasikan, menguji fakta serta menarik kesimpulan.
  5. Sumber belajar menjadi lebih kaya sebab lingkungan dapat dipelajari bisa beraneka ragam seperti lingkungan alam, maupun lingkungan buatan.
  6. Siswa dapat memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada di lingkungan, sehingga dapat membentuk pribadi yang tidak asing dengan kehidupan di sekitar serta dapat memupuk cinta terhadap lingkungan (Sudjana 2004).

Lingkungan sekitar sekolah yang dapat digunakan sebagai sumber belajar salah satunya adalah taman sekolah. Pada taman sekolah di dalamnya terdapat kemungkinan-kemungkinan yang cukup banyak untuk mempelajari meteri ekosistem. Di taman sekolah tersebut terdapat berbagai jenis tanaman dari rumput-rumputan dan pepohonan serta komponen-komponen ekosistem lainnya, sehingga dapat mempermudah dalam mempelajari materi ekosistem. Dengan menggunakan taman sekolah siswa dapat memperoleh pemahaman langsung dari alam dan siswa mempunyai laboratorium hidup untuk melakukan pengamatan langsung dengan memperhatikan komponen-komponen yang terdapat pada taman tersebut (Gaylie 2009). Pamanfaatan taman sekolah sebagai sumber belajar diharapkan dapat mempengaruhi aktivitas siswa sehingga hasil belajar siswa maksimal.

Sumber Bacaan

Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Pedoman Merancang Sumber Belajar. Jakarta.

Hamalik. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara

Sudjana N. 2004 Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo

Sugandi A. 2004. Teori Pembelajaran. Semarang: UPT MKK Universitas Negeri Semarang

Gaylie V. 2009. Imagine: Ecology and teacher education. Green Teacher Toronto vol. 23 (84): 29-30.

Banyak yang baca