Unsur-unsur Modul Pembelajaran

Unsur-unsur Modul Pembelajaran

Adapun unsur-unsur dalam modul sebagaimana dikemukakan oleh Vembriarto (1981: 22) terdapat tujuh unsur antara lain:

  1. Tujuan instruksional khusus
    Tujuan pembelajarn dirumuskan secara eksplisit dan sfesifik atau tujuan instruksional khusus. Tujuan belajar tersebut dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.
  2. Petunjuk dasar
    Petunjuk dasar ini memuat penjelasan tentang bagaimana pembelajaran itu dapat diselenggarakan secara efisien, kegiatan yang harus dilakukan dikelas, waktu yang disediakan untuk pelaksanaan modul, media dan sumber yang akan digunakan, prosedur evaluasi dan jenis alat evaluasi.
  3. Lembar kegiatan
    Lembar kegiatan memuat materi dalam pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa.
  4. Lembar latihan bagi siswa
    Dalam lembar latihan ini memuat pertanyaan-pertanyaan dan masalahmasalah yang harus dijawab dan dipecahkan siswa.
  5. Rangkuman
    Dalam rangkuman ini memuat ringkasan materi untuk memantapkan pemahaman tentang materi.
  6. Lembar evaluasi
    Digunakan sebagai alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur keberhasilan atau tercapai tidaknya tujuan yang telah dirumuskan dalam modul pembelajaran.
  7. Kunci jawaban tes formatif
    Digunakan untuk mencocokan hasil tes formatif untuk mengetahui penguasaan materi.

Berdasarkan dari batasan pengertian tentang modul, kiranya dapat diuraikan secara terperinci unsur-unsur modul  atau komponen-komponen modul. Perlu diketahui bahwa modul yang dikembangkan melalui pendidikan Indonesia dewasa ini berbentuk buku kecil (booklet). Dari satu berkas buku kecil yang disebut modul itu terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut:

A. Pedoman guru

Pedoman guru berisi petunjuk-petunjuk guru agar pengajaran dapat diselenggarakan secara efisien. Juga memberi penjelasan tentang;

  1. Macam-macam kegiatan yang harus dilakukan oleh kelas
  2. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul
  3. Alat-alat pengajaran yang harus digunakan
  4. Petunjuk-petunjuk evaluasi
  5. Lembaran kegiatan siswa

Lembaran kegiatan ini memuat materi pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa. Penyusunan materi pelajaran ini disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yang telah dirumuskan dalam modul itu, materi pelajaran juga disusun secara teratur langkah demi langkah sehingga dapat diikuti dengan mudah oleh siswa

Dalam lembaran kegiatan tercantum pula kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan siswa, misalnya pengadakan percobaan, membaca kamus, dan sebagainya. Mungkin pula mencantumkan buku-buku yang harus dipelajari siswa sebagai pelengkap materi yang terdapat dalam modul.

B. Lembaran kerja

Lembaran kerja ini menyertai lembaran kegiatan siswa, digunakan untuk menjawab atau mengerjakan soal-soal tugas-tugas atau masalah-masalah yang harus dipecahkan. Lembar kegiatan siswa itu sendiri harus dijaga supaya tetap bersih, tidak boleh ada coretan apapun didalamnya, sebab buku modul ini akan digunakan lagi untuk siswa-siswa yang lain pada tahun berikutnya. Jadi setelah siswa memperlajari lembar kegiatan, mereka harus bekerja atau melaksanakan kegiatan-kegiatan pada lembaran kerja ini.

C. Kunci lembaran siswa

Maksud diberikannya kunci lembaran siswa ialah agar siswa dapat mengevaluasi sendiri hasil pekerjaannya. Apabila siswa membuat kesalahan-kesalahan dalam pekerjaannya maka ia dapat meninjau kembali pekerjaannya.

D. Lembaran tes

Tiap modul disertai lembaran tes, yakni alat evaluasi yang digunakan sebagai pengukur keberhasilan atau tercapai tidaknya tujuan yang telah dirumuskan dalam modul  itu. Jadi keberhasilan pengajaran dengan sesuatu modul tidak dinilai atas dasar jawaban-jawaban pada lembaran kerja. Jadi lembaran tes berisi soal-soal untuk menilai keberhasilan murid dalam mempelajari bahan yang disajikan dalam modul tersebut.

E. Kunci lembaran tes

Tes ini disusun oleh penulis modul yang bersangkutan, sehingga kunci tes ini pun juga dibuat oleh penulisan modul. Gunanya sebagai alat koreksi sendiri terhadap penilaian yang dilaksanakan.

Banyak yang baca