Pengertian Motivasi Berdasarkan Pendapat Para Ahli

Pengertian Motivasi

Stanley Vance (Sudarwan Danim, 2004: 15) menjelaskan bahwa pada hakekatnya motivasi adalah perasaan atau keinginan seseorang yang berada dan bekerja pada kondisi tertentu untuk melaksanakan tindakan-tindakan yang menguntungkan dilihat dari perspektif pribadi dan terutama organisasi. Robert Dubin (Sudarwan Danim, 2004: 15) mengartikan motivasi sebagai kekuatan kompleks yang membuat seseorang berkeinginan memulai dan menjaga kondisi kerja dalam organisasi. Sejalan dengan pendapat di atas, Sudarwan Danim (2004: 15) menjelaskan bahwa motivasi ialah setiap kekuatan yang muncul dari dalam diri individu untuk mencapai tujuan atau keuntungan tertentu di lingkungan dunia kerja atau di pelataran kehidupan pada umumnya.

Selain pendapat beberapa ahli sebelumnya, Sugihartono, dkk (2007: 20- 21) mendefinisikan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu dan yang memberi arah dan ketahanan pada tingkah laku. Dimyati dan Mudjiono (2002: 80) juga mengemukakan bahwa motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, mengarahkan, menyalurkan, dan menggerakkan sikap dan perilaku individu belajar. sejalan dengan pendapat ahli di atas, Sudiyono (2003: 14) menyebutkan bahwa motivasi merupakan kondisi dalam diri seseorang yang membangkitkan atau menggerakan dan yang mengarahkan perilaku seseorang ke arah tercapainya tujuan yang diharapkan.

Wlodkowsky (Djaali, 2007: 101) mendefinisikan motivasi merupakan suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu dan memberi arah dan ketahanan pada tingkah laku tersebut. Sumadi Suryabrata (Djaali, 2007: 101) mengartikan motivasi sebagai keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktifitas tertentu guna pencapaian suatu tujuan. Sementara itu, Gates (Djaali, 2007: 101) mengemukakan bahwa motivasi adalah suatu kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang mengatur tindakannya dengan cara tertentu.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan setiap kekuatan yang muncul dari dalam diri individu atau seseorang yang dapat membangkitkan, mengaktifkan atau menggerakkan dan yang mengarahkan perilaku seseorang ke arah tercapainya tujuan atau keuntungan tertentu di lingkungan dunia kerja atau di pelataran kehidupan pada umumnya.

Ciri-ciri Motivasi

 Sardiman A. M (2007: 83) menjelaskan bahwa motivasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Tekun menghadapi tugas (dengan bekerja terus menerus dalam waktu yang tidak pernah berhenti sebelum selesai).
  2. Ulet menghadapi kesulitan (tidak cepat putus asa).
  3. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah.
  4. Lebih senang belajar mandiri tanpa bantuan orang
  5. Cepat bosan pada tugas-tugas rutin yang membuat kurang
  6. Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah benar-benar yakin).
  7. Senang mencari dan memecahkan masalah belajar

Apabila seseorang telah memiliki ciri-ciri motivasi di atas, maka orang tersebut selalu memiliki motivasi yang cukup kuat. Dalam kegiatan belajar mengajar akan berhasil baik kalau siswa tekun mengerjakan tugas, ulet dalam memecahkan berbagai macam masalah dan hambatan belajar secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Selain itu siswa dituntut untuk peka terhadap berbagai masalah umum dan bagaimana memikirkan cara memecahkannya. Siswa yang telah termotivasi memiliki keinginan dan harapan untuk berhasil dan apabila mengalami kegagalan akan berusaha keras untuk mencapai keberhasilan mencapai prestasi yang baik yang ditunjukkan dengan rajin dan tekun dalam belajar.

Tipe-Tipe Motivasi

Motivasi merupakan fenomena hidup yang banyak corak dan ragamnya. Sudarwan Danim (2004: 17-18) mengklasifikasikan tipe motivasi menjadi empat yaitu sebagai berikut.

Motivasi Positif

Motivasi positif didasari atas keinginan manusia untuk mencari keuntungan-keuntungan tertentu. Manusia bekerja di organisasi jika dia merasakan bahwa setiap upaya yang dilakukannya akan memberikan keuntungan tertentu, apakah besar atau kecil. Misalnya saja apabila seorang karyawan dijanjikan atasan akan diberi bonus hadiah maka ia akan bekerja lebih rajin. Dengan demikian motivasi positif merupakan proses pemberian motivasi atau usaha membangkitkan motif, dimana hal itu diarahkan pada usaha untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja secara baik dan antusias dengan cara

memberikan keuntungan tertentu kepadanya. Jenis-jenis motivasi positif antara lain imbalan yang menarik, informasi tentang pekerjaan, kedudukan atau jabatan, perhatian atasan terhadap bawahan, kondisi kerja, rasa partisipasi, dianggap penting, dan pemberian kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.

Motivasi Negatif

Motivasi negatif sering dikatakan sebagai motivasi yang bersumber dari rasa takut, misalnya jika dia tidak bekerja akan muncul rasa takut untuk dikeluarkan, takut tidak diberi gaji. Motivasi negatif yang berlebihan akan membuat organisasi tidak mampu mencapai tujuan. Anggota organisasi menjadi tidak kreatif, serba takut, dan serba terbatas geraknya.

Motivasi dari Dalam

Seseorang akan melakukan pekerjaan dengan giat dan penuh tanggung jawab walaupun ada tidaknya pimpinan di tempat itu karena merasa terpanggil. Hal tersebut menunjukkan betapa kuatnya motivasi dari dalam diri karyawan. Motivasi ini timbul pada diri pekerja ketika sedang menjalankan tugas dan bersumber dari dalam diri pekerja itu sendiri. Dengan demikian berarti kesenangan pekerja muncul pada waktu dia bekerja dan dia sendiri menyenangi pekerjaannya itu. Motivasi muncul dari dalam diri individu karena memang individu itu mempunyai kesadaran untuk berbuat. Manusia ini jarang mengeluh. Baginya berbuat adalah suatu kewajiban dan kebutuhan. Paksaan, ancaman, atau imbalan yang bersifat eksternal memang penting tapi tidaklah lebih penting dari aspek-aspek nirmaterial.

Motivasi dari Luar

Motivasi dari luar adalah motivasi yang muncul sebagai akibat adanya pengaruh yang ada di luar pekerjaan dan dari luar diri seseorang itu sendiri. Motivasi dari luar biasanya berkaitan dengan imbalan. Manusia belajar atau bekerja, karena semata-mata didorong oleh adanya sesuatu yang ingin dicapai dan dapat pula bersumber dari faktor-faktor di luar objek.

Motivasi memiliki beberapa tipe, antara lain motivasi positif, motivasi negatif, motivasi dari dalam, dan motivasi dari luar. Motivasi positif didasari atas keinginan untuk mencari keuntungan-keuntungan tertentu. Jenis motivasi positif antara lain, imbalan yang menarik, kedudukan atau jabatan, dan perhatian atasan kepada bawahan. Motivasi negatif sering dikatakan sebagai motivasi yang bersumber dari rasa takut, misalnya saja akan bekerja lebih rajin karena takut akan dikeluarkan atau dipecat.

Selain itu terdapat motivasi dari dalam, yang muncul dari dalam diri individu karena memang individu itu mempunyai kesadaran untuk berbuat. Kebalikan motivasi dari dalam adalah motivasi dari luar. Motivasi dari luar muncul sebagai akibat adanya pengaruh dari luar diri seseorang dan biasanya berkaitan dengan imbalan.

Sumber Bacaan

Sudarwan Danim. (2004). Motivasi Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Sudiyono. (2003). Teknik Motivasi. Yogyakarta: Depdiknas FIP UNY.

Sardiman A.M. (2007). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Tags: , , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *