Karakteristik Anak Usia Sekolah Dasar
Mengingat umumnya anak Indonesia mulai masuk sekolah dasar pada usia 6-7 tahun dan rentang waktu belajar di SD selama 6 tahun maka usia anak sekolah dasar bervariasi antara 6-12 tahun. Berarti meliputi tahap akhir praoperasional sampai awal operasional formal (Maslichah Asy’ari, 2006: 38).
Lebih lanjut lagi Piaget (Rita Eka Izzaty, dkk, 2008: 35) menguraikan empat tahap perkembangan kognitif peserta didik yaitu sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, operasional formal. Tahapan perkembangan kognitif menguraikan ciri khas perkembangan yang saling berkaitan dan berkesinambungan.
Tabel 1. Tahap-tahap perkembangan kognitif Piaget
| Usia | Tahap | Perilaku |
| Lahir-18 bulan | Sensorimotor | – Belajar melalui perasaan
– Belajar melalui refleks – Memanipulasi bahan |
| 18 bulan – 6 tahun | Praoperasional | – Ide berdasarkan persepsinya
– Hanya dapat memfokuskan pada satu variabel pada satu waktu – Menyamaratakan berdasarkan pengalaman terbatas |
| 6 tahun – 12 tahun | Operasional konkret | – Ide berdasarkan pemikiran
– Membatasi pemikiran pada benda- benda dan kejadian yang akrab |
| 12 tahun atau
lebih |
Operasional
formal |
– Berpikir secara konseptual
– Bekerja secara hipotesis |
Maslichah Asy’ari (2006: 42) mengatakan bahwa siswa yang berada di kelas tinggi atau kelas 4 sampai dengan 6 pada umumnya memiliki usia antara 9-12 tahun, sehingga berdasarkan klasifikasi Piaget pada tingkat perkembangan akhir operasional konkret sampai awal operasional formal. Pada tahap usia ini anak memiliki kekhasan antara lain sebagai berikut.
- Dapat berpikir reversibel atau bolak
- Dapat melakukan pengelompokan dan menentukan
- Telah mampu melakukan operasi logis tetapi pengalaman yang dimiliki masih
Usman Samatowa (2006: 10) mengemukakan pendapat bahwa siswa kelas V masuk ke dalam fase kelas tinggi yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
- Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang
- Amat realistis, ingin tahu, dan ingin
- Menjelang akhir masa ini ada minat terhadap hal-hal atau mata pelajaran
- Sampai umur kira-kira 11 tahun, anak membutuhkan guru atau orang-orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugasnya dalam memenuhi
- Anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat (sebaik-baiknya mengenai prestasi sekolah).
- Anak-anak pada masa ini gemar membentuk kelompok sebaya, biasanya untuk dapat bermain bersama. Di dalam permainan ini biasanya anak tidak terikat kepada aturan permainan tradisional: mereka membuat peraturan
- Peran manusia idola sangat penting. Pada umumnya orang tua dan kakaknya dianggap sebagai manusia idola yang sempurna karena itu guru acapkali dianggap manusia yang serba
Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa anak kelas V SD masuk ke dalam fase kelas tinggi yang berada pada rentang usia 9-12 tahun. Siswa yang berada dalam rentang umur tersebut memiliki karakteristik antara lain sudah mampu berpikir logis atau masuk akal namun masih sangat terbatas, dapat melakukan pengelompokan, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berkemauan untuk belajar, mulai muncul minat pada mata pelajaran tertentu dan kehidupan sehari-hari yang konkret atau nyata, dan masih memerlukan guru atau orang dewasa lainnya untuk memenuhi keinginannya.
Sumber Bacaan
Usman Samatowa. (2006). Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar.Jakarta: Depdiknas.
Rita Eka Izzaty, dkk. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.
Maslichah Asy’ari. (2006). Penerapan Pendekatan SAINS-TEKNOLOGIMASYARAKAT. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktur Ketenagaan.
