Perbandingan Efektivitas Pengajaran Konvensional dengan Pengajaran Modul
Menurut S. Nasution (2003: 209-211), perbandingan pengajaran konvensional dengan pengajaran modul adalah sebagai berikut.
1) Tujuan
Pengajaran Konvensional (PK): tujuan tidak dirumuskan secara spesifik dalam bentuk kelakuan yang dapat diamati dan diukur. Pengajaran Modul (PM): tujuan dirumuskan dalam bentuk kelakuan murid, apa yang diharapkan dapat dilakukannya setelah dijalaninya pelajaran. Tujuan ini disampaikan kepada murid sebelum pelajaran dimulai sehingga setiap murid tahu dengan jelas apa yang harus dipelajarinya dalam pelajaran itu.
2) Penyajian Bahan Pelajaran
Pengajaran Konvensional (PK): bahan pelajaran disajikan kepada kelompok, kepada kelas sebagai keseluruhan tanpa memperhatikan siswa secara individual. Pelajaran diberikan pada jam-jam tertentu menurut jadwal pelajaran. Pengajaran Modul (PM): Bahan pelajarna disajikan secara individual. Tiap siswa dapat mempelajari sebagian atau seluruh bahan pelajaran menurut waktu yang diinginkan masing-masing.
3) Kegiatan Instruksional
Pengajaran Konvensional (PK): Bahan pelajaran kebanyakan berbentuk ceramah, kuliah, tugas tertulis, dan media lain menurut pertimbangan guru. Pembelajan Modul (PM): Bahan pelajaran menggunakan aneka ragam kegiatan belajar yang dapat meningkatkan proses belajar. Media yang digunakan berdasarkan efektivitasnya yang ternyata melalui percobaan kepada siswa.
4) Pengalaman Belajar
Pengajaran Konvensional (PK): berorientasi pada kegiatan guru dengan mengutamakan proses mengajar.
Pengajaran Modul (PM): berorientasi pada kegiatan murid dengan pengajaran kepada murid secara individual dengan penekanan pada proses belajar.
5) Partisipasi
Pengajaran Konvensional (PK): siswa kebanyakan bersikap “pasif” karena terutama harus mendengarkan uraian guru. Pengajaran Modul (PM): para siswa selalu aktif belajar dengan melakukan berbagai kegiatan untuk menguasai bahan pelajaran sepenuhnya.
6) Kecepatan Belajar
Pengajaran Konvensional (PK): siswa semuanya harus belajar menurut kecepatan yang kebanyakan ditentukan oleh kecepatan guru mengajar. Pengajaran Modul (PM): setiap siswa berkembang menurut kecepatan masing-masing.
7) Penguatan atau Reinforcement
Pengajaran Konvensional (PK): penguatan biasanya baru diberikan setelah diadakannya ulangan atau ujian. Itu pun jika ulangan itu kemudian dibicarakan. Pengajaran Modul (PM): Penguatan sering diberikan yakni segera setelah dipelajari sebagian kecil dari pelajaran itu.
8) Keberhasilan Belajar
Pengajaran Konvensional (PK): keberhasilan belajar kebanyakan dinilai oleh guru secara subyektif. Pengajaran Modul (PM): dengan adanya tujuan yang jelas dalam bentuk kelakuan yang dapat diamati dan diukur maka keberhasilan belajar dapat dinilai secara obyektif berdasarkan hasil belajar siswa. Penilaian itu,
menunjukkan kekurangan dan kelemahan yang dapat diperbaiki sehingga hasil belajar dapat ditingkatkan.
9) Penguasaan
Pengajaran Konvensional (PK): diharapkan bahwa sebagaian kecil saja akan menguasai bahan pelajaran sepenuhnya, sebagian lagi akan menguasainya untuk sebagian saja dan ada lagi yang akan gagal. Pengajaran Modul (PM): bila diberikan waktu yang cukup, maka semua siswa diharapkan dapat mencapai tujuan pelajaran sepenuhnya.
10) Peranan Pengajar
Pengajaran Konvensional (PK): pengajar terutama berfungsi sebagai penyebar atau penyalur pengetahuan. Ialah sumber pengetahuan utama. Pengajaran Modul (PM): pengajar memegang berbagai peranan sekaligus, sebagai pendiagnosis kekurangan siswa, pemberi motivasi, pembimbing belajar, dan sebagai manusia sumber belajar. Ia hanya salah satu dari sumber pelajaran.
11) Ujian atau Tes
Pengajaran Konvensional (PK): siswa biasanya menempuh beberapa tes atau ulangan mengenai bahan yang telah dipelajari dan berdasarkan beberapa angka itu ditentukan angka rapornya untuk semester itu. Pengajaran Modul (PM): tes diadakan untuk mengukur keberhasilan belajar mengenai tujuan-tujuan yang telah dirumuskan pada awal pelajaran. Tujuan tes itu adalah untuk mengetahui bahan yang telah dimiliki sebagai persyaratan untuk mempelajari modul itu, mendiagnosis kelebihan dan kekurangan setiap siswa dan penguasaan yang diharapkan dari mereka.
Tags: Efektivitas Pengajaran, Efektivitas Pengajaran Konvensional, Modul Pembelajaran, Pengajaran Konvensional, Pengajaran Modul, Perbandingan Efektivitas Pengajaran
