Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kemiskinan

Kemiskinan adalah fenomena yang sejak lama terjadi diindonesia dan tidak dapat dipungkiri lagi besarnya dampak yang di timbulkan. Dewasa ini, kemiskinan sering menjadi perbincangan hangat di forum dunia namun belum menunjukan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Kemiskinan tidak hanya menarik perhatian Indonesia tetapi juga dunia, baik negara maju maupun Negara berkembang.

Kemiskinan menurut Van Den Berg (2001) merupakan istilah yang terkait pengertian relative maupun absolut. Seseorang atau keluarga dianggap miskin atau hidup dalam kemiskinan jika pendapatan mereka atau akses mereka terhadap barang atau jasa relative rendah dibandingkan orang lain dalam perekonomian. Kemiskinan juga dapat dilihat sebagai tingkat absolut pendapatan atau standar hidup.

Kemiskinan merupakan hal yang kompleks. Kemiskinan berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia. Kemiskinan muncul karena sumber daya manusia yang tidak berkualitas, begitu pula sebaliknya. Membangun pengertian kemiskinan bukanlah perkra yang mudah karena kemiskinan mencakup beberapa dimensi. Dimensi kemiskinan dapat diidentifikasi menurut ekonomi, sosial, politik. Kemiskinan secara ekonomi dapat diartikan sebagai kekurangan sumber daya yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan. Kemiskinan ini dapat diukur secara langsung dengan menetapkan persediaan sumber daya yang tersedia dan membandingkannya dengan ukuran baku.

Kemiskinan menjadi fokus perhatian bagi pemerintah Indonesia. Masalah kemiskinan di negara ini selalu bersamaan dengan masalah laju pertumbuhan penduduk yang kemudian menghasilkan pengangguran, ketimpangan sosial dalam distribusi pendapatan nasional maupun pembangunan dan pendidikan yang menjadi modal utama untuk dapat bersaing didunia kerja. Di zaman sekarang untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas maka perlu diimbangi dengan biaya sehingga masyarakat berekonomi lemah tidak mampu untuk membayarnya. Akibatnya, pendidikan dan pengetahuan yang mereka miliki dibawah standar. Bahkan banyak anak-anak yang tidak sekolah dan putus sekolah karena kemiskinan.

Keterkaitan kemiskinan dengan pendidikan sangat besar karena pendidikan memberikan kemampuan untuk berkembang lewat penguasaan ilmu dan ketrampilan. Pendidikan juga menanamkan kesadaran akan pentingnya martabat manusia. Mendidik dan memberikan pengetahuan berarti menggapai masa depan. Hal tersebut seharusnya menjadi semangat untuk terus melakukan upaya mencerdaskan bangsa.

Dalam upaya mengentaskan dan memutuskan mata rantai kemiskinan, salah satu titik berat yang harus diberikan perhatian yang serius adalah anak-anak. Pemerintah seharusnya bisa menjamin dan memenuhi hak-hak mereka. Alokasi anggaran untuk kepentingan publik juga seharusnya lebih berpihak pada pembangunan generasi penerus dan diarahkan untuk memenuhi hak-hak anak dalam rangka mengembangkan potensi diri serta memberikan bekal kemampuan untuk masa depan mereka. Penghematan anggaran juga sepatutnya dilakukan oleh para wakil rakyat jika memang mereka benar-benar serius dan tulus mewakili rakyat dan menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat, termasuk anak-anak yang hidup dalam kemiskinan, mengingat masih begitu banyak dan akan lebih banyak lagi barisan anak-anak yang harus ditolong akibat semakin kerasnya deraan kehidupan ekonomi yang semakin memprihatinkan akhir-akhir ini.

Oleh sebab itulah, kemiskinan dan pendidikan dapat diasumsi sebagai dua hal yang berkaitan dan masih menjadi lingkar setan di dunia, khususnya negara indonesia, serta butuh perhatian khusus terkait hal tersebut.

Kemiskinan merupakan masalah yang sangat rumit dan memberikan dampak keberbagai bidang terutama pendidikan. Berbagai cara yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi kemiskinan. Mulai dari pemberian BLT bagi masyarakat ekonoimi lemah, Indonesia Pintar, pendidikan gratis, perbaikan dan perkembangan kampung. Namun, pada kenyataannya angka kemiskinan tetap tinggi. Faktor kemiskinan diantaranya meningkatkan jumlah penduduk yang tidak disertai dengan kualitas sumber daya manusia, tidak meratanya pendidikan, serta banyaknya pejabat negara yang melakukan tindakan korupsi.

Keterkaitan kemiskinan dengan pendidikan sangat besar karena pendidikan memberikan kemampuan untuk berkembang lewat penguasaan ilmu dan keterampilan. Pendidikan juga menanamkan kesadaran akan pentingnya martabat manusia. Mendidik dan memberikan pengetahuan berarti menggapai masa depan. Hal tersebut seharusnya menjadi semangat untuk terus melakukan upaya mencerdaskan bangsa. Tidak terkecuali, keadilan dalam memperoleh pendidikan harus diperjuangkan dan seharusnya pemerintah berada di garda terdepan untuk mewujudkannya. Penduduk miskin dalam konteks pendidikan sosial mempunyai kaitan terhadap upaya pemberdayaan, partisipasi, demokratisasi, dan kepercayaan diri, maupun kemandirian. Pendidikan nonformal perlu mendapatkan prioritas utama dalam mengatasi kebodohan, keterbelakangan, dan ketertinggalan sosial ekonominya

Dampak kemiskinan terhadap dunia pendidikan salah satuynya banyaknya anak-anak yang tidak sekolah dan putus sekolah karena tidak adanya biaya. Solusi yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya dengan menyamaratakan pendidikan disemua wilayah termasuk didaerah-daerah yang terpencil, menciptakan lapangan kerja, memberikan bantuan berupa modal usaha kepada masyarakat yang berekonomi lemah, serta memberantas korupsi.

 

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *