Tunagrahita : Pengertian, Penyebab, Dampak dan Jenis-Jenis Anak
Pengertian Tunagrahita
Tunagrahita adalah istilah yang digunakan untuk menyebut anak atau orang yang memiliki kemampuan intelektual dibawah rata-rata atau bisa juga disebut dengan retardasi mental (Aqila Smart, 2001). Menurut Nur’aeni, Anak Tunagrahita adalah anak yang memiliki kemampuan intelektual atau IQ dan memiliki keterampilan yang penyesuaiannya di bawah rata-rata pada anak seusianya. sedangkan Bambang Putranto mengemukakan, anak Tunagrahita adalah anak yang memiliki kekurangan atau keterbatasan dari segi mental intelektualnyadibawah rata-rata normal, sehingga mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas akademik, menjalin komunikasi serta hubungan sosial (Nur’aeni, 2004).
Tunagrahita adalah suatu kondisi anak yang kecerdasannya jauh dibawah rata-rata dan ditandai oleh keterbatasan inteligensi dan ketidak cakapan dalam komunikasi sosial. Anak berkebutuhan khusus ini juga sering dikenal dengan istilah terbelakang mental karena keterbatasan kecerdasannya. Akibatnya anak berkebutuhan khusus tunagrahita ini sukar untuk mengikuti pendidikan disekolah biasa (Jati Rinakri Atmaja, M.Pd 2018)
Anak tunagrahita bukan merupakan anak yang mengalami penyakit, melainkan anak yang mempunyai kelainan karena penyimpangan, baik dari segi fisik, mental, intelektual, emosi, sikap, maupun perilaku secara signitif. Tunagrahita merupakan kondisi perkembangan kecerdasan seorang anak yang mengalami hambatan sehingga dia tidak mencapai tahap perkembangannya secara optimal.
Istilah anak berkelainan mental subnormal dalam beberapa referensi disebut pula dengan terbelakang mental, lemah ingatan, mental subnormal, tunagrahita. Semua makna dari istilah tersebut sama, yakni menunjuk pada seseorang yang memiliki kecerdasan mental dibawah normal. Seseorang dikatakan berkelainan mental subnormal atau tunagrahita, jika ia memiliki tingkat kecerdasan yang sedemikian rendahnya (dibawah normal) sehingga untuk meniti tugas perkembangannya memerlukan bantuan atau layanan secara spesifik.
Karakteristik anak tunagrahita antara lain :
- Secara sosial tidak cakap
- Secara mental dibawah normal
- Kecerdasannya terhambat sejak lahir atau pada usia muda
- Kematangannya terhambat
Dalam kalasifikasinya anak tunagrahita mengarah kepada aspek index mental inteligensinya, indikasinya dapat dilihat angka hasil tes kecerdasan, seperti IQ 0-25 dikategorikan Ideot, IQ 25-50 dikategorikan Imbesil, dan IQ 50-75 kategori debil atau moron, dalam kasus ini dari hasil observasi mengambil penilaian terhadap kelompok anak tunagrahita mampu didik. Anak tunagrahita mampu didik IQ 68-52 adalah anak tunagrahita yang tidak mampu mengikuti pada program sekolah biasa, tetapi ia masih memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan melalui pendidikan walaupun hasilnya tidak maksimal. Kemampuan yang dapat dikembangkan pada anak tunagrahita mampu didik, antara lain :
- Membaca, menulis, mengeja, berhitung.
- Menyesuaikan diri dan tidak menggantungkan diri pad aorang lain
- Keterampilan yang sederhana untuk kepentingan kerja dikemudian hari.
Kesimpulannya , anak tunagrahita mampu di didik secara minimal dalam bidang-bidang akademis, sosial, dan pekerjaan.
Penyebab Tunagrahita
Menurut Smith anak tunagrahita diharapkan dapat berguna dan dapat membantu para pendidik dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak (Jati Rinakri Atmaja, M.Pd, 2018)
Faktor genetik
Ketunagrahitaan yang disebabkan oleh faktor genetik yang dikenal dengan phenylketonuria hal ini merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh gen orangtuan mengalami kurangnya produksi enzim yang memproses protein dalam tubuh sehingga terjadinya penumpukan asam yang sebut asam phenylpyruvic. Penumpukan ini menyebabkan kerusakan otak. Selain itu, mengakibatkan timbulnya penyakit tay-sochs, yaitu adanya gen yang terpendam yang diwariskan oleh orangtua yang membawa gen ini.
Faktor Prakelahiran
Penyebab pada prakelahiran terjadi ketika pembuahan. Hal yang paling berbehaya adalah adanya penyakit rubela (campak jerman) pada janin. Selain itu, adanya infeksi penyakit sifilis.
Dalam hal lain yang juga dapat menyebabkan kerusakan otak adalah racun dari alkohol dan obat-obatan ilegal yang digunakan oleh wanita hamil. Racun tersebut dapat mengganngu perkembangan janin sehingga menimbulkan sebuah masalah ketunagrahitaan yang akan terjadi pada anak-anak keturunannya tersebut.
Faktor penyebab pada saat kelahiran
Penyebab ketunagrahitaan pada saat kelahiran adalah kelahiran prematur, adanya maslaah proses kelahiran seperti kekurangna oksigen, kelahiran yang idbnatu oleh alat-alat kedokteran beriseko terhadap anak yang akan menimbulkan trauma pada kepala. Terjadinya kelahiran prematur yang tidak tahu atau kurangnya mendaptkan perawatan dengan baik.
Faktor penyebab selama masa perkembangan anak-anak dan remaja
- Ibu saat mengandung tidak menjaga pola makan.
- Keracunan sewaktu ibu mengandung.
- Kerusakan pada otak sewaktu lahir, misalnya, sakit pada anak seperti demam tinggi hingga kejang, batuk pilek yang tidak berkesudahan, ataupun lahir prematur.
Jenis-jenis Tunagrahita
Dituturkan oleh Skala Binet dan Skala Weschler ada tiga klasifikasi anak tunagrahita: (Jati Rinakri Atmaja, M.Pd, 2018)
Tunagrahita Ringan
Tunagrahita ringan juga disebut Maron atau debil. Memurut skala binet, kelompok ini memiliki IQ antara 68-52, sedangkan menurut skala weschler (WISC) memiliki IQ antara 69-55, anak tunagrahita masih dapat belajar membaca, menulis, dan berhitung sederhana. Dengan bimbingna dan didikan yang baik.
Tunagrahita Sedang
Tunagrahita sedang biasa disebut imbesil, kelompok ini memiliki IQ 51-36 pada skala binet dan 54-40 menurut Skala Weschler (WISC). Anak tunagrahita sangat sulit untuk belajar secara akademik, seperti belajar menulis, membaca dan berhitung walaupun mereka bisa belajar menulis secara sosial. Misalnya menulis namanya sendiri (makan, minum, mandi, memakai baju) dan mengerjakan pekerjaan rumah. Dalam kehidupan sehari-hari anak tunagrahita sedang sangat membutuhkan pengawasan yang terus menerus agar mampu terus teringat dan mampu mengerjakan sesuatu hal yang sering dilakukannya.
Tunagrahita Berat
Tunagrahita berat atau yang biasa disebut dengan idiot. Karena IQ pada anak tunagrahita berat ini adalah 32-20 menurut skala binet dan weschler antara 39-52. Tunagrahita sangat berat memiliki IQ di bwah 19-24. Anak tunagrahita berat memerlukan bantuan perawatan secara total, baik itu dalam hal berkaitan mandi ataupun makan, bahkan mereka memerlukan perlindungan dari bahaya sepanjang hidup mereka.
Dampak Anak Tunagrahita
Menurut Jati Rinarki pada bukunya Anak Berkebutuhan Khusus menuturkan beberapa dampak pada anak tunagrahita : (Jati Rinakri Atmaja, M.Pd – 2018)
Terhadap kemampuan Akademik
Kapasitas belajar anak tunagrahita sangat terbatas, terlebih kapasitasnya mengenai hal yang abstrak. Mereka lebih banyak belajar dengan membeo dari pada dengan pengertian. Dengan membuat kesalahan yang sama, mereka cenderung menghindar dari perbuatan berpikir, dan lapang minatnya sedikit mereka juga
Sosial atau Emosional
Cenderung cepat lupa, sulit untuk membuat kreasi baru, serta rentang perhatiannya pendek.
Dampak sosial emosional anak tunagrahita dapat berasal dari ketidakmampuannya dalam menerima dan melaksakan norma sosial dan pandangan masyarakat yang masih menyamakan keberadaan tunagrahita dengan anggota masyarakat lainnya, ataupun masyarakat yang masih menganggap bahwa anak tunagrahita tidak dapat berbuat sesuatu karena ketunagrahitaannya.
Dampak ketunangrahitaannya dalam sosial dan emosiaonalnya adalah anak tunagrahita memiliki ketidakmampuan untuk memahami aturan sosial dan keluarga, sekolah serta masyarakat. Dalam pergaulannya anak tunagrahita tidak dapat menngurus diri, memelihara dan memimpin diri.
Sumber Bacaan
Aqila Smart, Anak Cacat Bukan Kiamat, (Jogjakarta: Kata Hati, 2011), hlm. 49.
Nur’aeni, Intervensi Dini Bagi Anak Bermasalah, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), hlm. 105
Jati Rinakri Atmaja, M.Pd, “Pendidikan dan Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus”. (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2018), Hlm. 98, Hlm. 101 , Hlm. 104-105, Hlm. 110-111
Tags: Anak Tunagrahita, Dampak Anak Tunagrahita, Faktor Penyebab Tunagrahita, Jenis-jenis Tunagrahita, Karakteristik Tunagrahita, Klasifikasi Tunagrahita, Pencegahan Tunagrahita, Pengertian Tunagrahita, Penyebab Tunagrahita, Peristilahan Tunagrahita
