Pengertian Kota dan Faktor Perkembangan Kota
Pengertian Kota
Kota sebagia pemukiman relative besar, padat dan permanen baik terdiri dari kelompok individu yang heterogen dari segi faktor sosial sehingga tempat berbagai bentuk keanekaragaman banyak hal, strata atau tingkatan masyarakat tergabung menjadi satu tempat dinamakan Kota. Suatu bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar, dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah di belakangnya. Tinjauan di atas masih sangat kabur dalam arti akan sulit untuk menarik batas yang tegas untuk mendefinisi kota dan membedakannya dari wilayah desa apabila menginginkan tinjauan tersebut. Tinjauan di atas merupakan batasan kota dari segi sosial. Dalam perkembangannya, konsep-konsep kota paling tidak dapat dilihat dari 4 sudut pandang, yaitu segi fisik, administratif, sosial dan fungsional.
Dengan banyaknya sudut pandang dalam membatasi kota, mengakibatkan pemahaman kota dapat berdimensi jamak dan selama ini tidak satupun batasan tolak ukur kota yang dapat berlaka secara umum atau ditinjaun dari segi fisik dan morfologi menekankan pada kenampakan fisikal dari lingkungan kota. Menurut (Yunus, 2005) memperkenalkan ada 3 unsur morfologi kota yaitu :
- Penggunaan lahan Penggunaan atau pemanfaatan lahan merupakan suatu percampuran yang terkait terhadap berbagai karakteristik kepemilikan, lingkungan fisik sampai kestruktur penggunaan ruang pada suatu wilayah (Kaiser, 1995). Penggunaan lahan tempat atau daerah dimana penduduk berkumpul dan hidup bersama sehingga mereka dapat menggunakan lingkungan sebagai melangsungkan dan mengembangkan hidupnya adapun penggunaan lahan segala campur tangan manusia terhadap sumber daya alam dan sumber daya buatan sehingga pada penggunaan lahan dapat digolongkan berdasarkan adanya kawasan permukiman, ruang terbuka, perkantoran, kawasan komersial dan kawasan industri.
- Pola-pola jalan dan tipe Menurut (Morlok, 1978) ada berapa jenis dan pola jalan yang ideal dapat digunakan pada perencanaan kawasan atau telah terbentuknya sejak lama pada sebuah kawasan kota jaringan jalan sangat penting bagi kota apalagi tingkatnya sudah skala besar dikarenakan sebagai penghubung dan jaringan transportasi antar kota, yakni jaringan jalan berbentuk grid, radial, cincin radial. Spinal, heksagonal dan delta terdapa pada jaringan jaringan dapat dilihat pada gambar .1 dibawah ini.

- Karakteristik bangunan Pada karakteristik bangunan sangat mempengaruhi terhadap kawasan kota sehingga dapat memberikan ciri khas yaitu zona kota dan zona desa menurut (Yunus, 2005) fungsi bangunan yang orientasi kegiatan mengarah kekotaan atau sektor non agraris sedangkan mengarah ke desa selalu dicirikan dengan dominasi fungsi bangunan berorientasi kegiatanya mengarah sektor pertanian.
Faktor Perkembangan Kota
Perkembangan kota secara umum menurut (Branch, 1995). sangat dipengaruhi oleh stuasi dan kondisi internal yang menjadi unsur terpenting dalam perencanaan kota secara komprehensif. Namun beberapa unsur eksternal yang menonjol juga dapat mempengaruhi perkembangan kota. Beberapa faktor internal yang mempengaruhi perkembangan kota adalah :
- Faktor terhadap letak geografis mempengaruhi fungsi dan bentuk fisik kota. Kota yang berfungsi sebagai simpul distribusi, misalnya perlu terletak di simpul jalur transportasi, dipertemuan jalur transportasi regional atau dekat pelabuhan laut. Kota pantai, misalnya akan cenederung berbentuk setengah lingkaran, dengan pusat lingkaran adalah pelabuhan laut.
- Faktor terhadap letak Topografi merupakan yang mempengaruhi perkembangan suatu kota. Salah satu yang di pertimbangkan dalam kondisi tapak adalah topografi. Kota yang berlokasi didataran yang rata akan mudah berkembang kesemua arah, sedangkan yang berlokasi dipegunungan biasanya mempunyai kendala topografi. Kondisi tapak lainnya berkaitan dengan kondisi geologi daerah patahan geologis biasanya dihindari oleh perkembangan kota.
- Faktor perkembangan kota dari aspek ekonomi, berarti kota memiliki fungsi sebagai penghasil produksi barang dan jasa, untuk mendukung kehidupan penduduknya dan untuk keberlangsungan kota itu sendiri. Ekonomi perkotaan dapat ditinjau dari tiga bagian yaitu ekonomi publik, ekonomi swasta (privat), dan ekonomi khusus. Ekonomi publik meliputi pelaksanaan pemerintahan kota sebagaimana terlihat pada anggaran pendapatan dan belanja departemen-departemen yang melaksanakannya secara reguler, distrik sekolah, dan distrik khusus yang ditetapkan untuk tujuan-tujuan tertentu. Ekonomi swasta terdiri atas berbagai macam kegiatan yang diselenggarakan oleh perusahaan swasta, mulai dari perusahaan industri dan komersial yang besar hingga kegiatan usaha yang independen atau seorang profesional yang menyediakan berbagai bentuk jasa.
- Perkembangan sebuah kota dilihat dari segi sejarah dan kebudayaan juga mempengaruhi karakteristik fisik dan sifat masyarakat kota. Kota yang sejarahnya direncanakan sebagai ibu kota kerajaan akan berbeda dengan perkembangan kota yang sejak awalnya tumbuh secara organisasi. Kepercayaan dan kultur masyarakat juga mempengaruhi daya perkembangan kota. Terdapat tempat-tempat tertentu yang karena kepercayaan dihindari untuk perkembangan tertentu.
- Faktor dari segi umum dalam perkembangan sebuah kota terdapat pada jaringan jalan, penyediaan air bersih berkaitan dengan kebutuhan masyarakat luas, ketersediaan unsur-unsur umum akan menarik kota kearah tertentu.
- Perkembangan sebuah kota di lihat dari segi aspek politik, sangat mempengerahui perkembangan kota baik dari segi administrasi ataupun pembangunan sebuah kota.
Pertumbuhan dan perkembangan kota pada prinsipnya menggambarkan proses berkembangnya suatu kota dipengaruhi adanya faktor sosial ekonomi dan budaya. Elemen-elemen perkembangan sebuah kota dilihat dari segi dua aspek dari sifat permanen dari sebuah kota yang dipertimbangkan sebagai (Rossi, 1982) :
- Elemen yang bersifat mendorong kemajuan (Propelling elements) sebagai elemen dari bentuk masa lalu yang masih dialami hingga sekarang (Propelling permanences).
- Elemen patologis (Pathological elements) sebagai elemen yang bersifat terisolasi Aldo Rossi menuliskan bahwa kota memiliki kecenderungan untuk terbagi menjadi 3 fungsi utama yaitu perumahan, aktivitas yang tetap, dan sirkulasi. Fungsi aktivitas tetap diartikan sebagai fungsi-fungsi yang bersifat publik dan melayani sebuah kota. Fungsi ini juga meliputi elemen primer kota. Keberadaan elemen primer kota bukan hanya sekedar merupakan monumen melainkan lebih jauh lagi sebagai elemen yang mampu mempercepat proses urbanisasi dalam suatu kota. Area perumahan memang jarang memiliki karakter sebagai propelling elements atau elemen primer yang dapat berfungsi sebagai generator atau akselerator dalam perkembangan suatu kota, namun dalam analisis evolusi, area perumahan dihubungkan dengan elemen- elemen primer atau propelling elements yang terkait dalam pertumbuhannya.
Sumber Bacaan
Yunus, H. S. (2000). Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta: Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada.
Yunus, H. S. (2005). Manajemen Kota. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Morlok, E. K. (1978). Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. (Y. Sianipar, Ed.) Jakarta: Penerbit Erlangga.
Branch, M. C. (1995). Perencanaan kota komprehensif : pengantar & penjelasan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Rossi, A. (1982). The Architecture of The City. Cambridge: The MIT Press.
Tags: Faktor Perkembangan Kota, Pengertian Kota Menurut Para Ahli, Pengertian Perkembangan Kota, Perkembangan Kota
