Teams Game Tournament (TGT)

a. Pengertian Teams Game Tournament

Teams game tournament atau pertandingan permainan tim ini merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Robert E. Slavin dan teman –temannya di Universitas John Hopkin. Metode ini adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan.
Slavin (2010: 163) mengatakan secara umum TGT sama saja dengan STAD kecuali satu hal: TGT menggunakan tournament kademik, dan menggunakan kuis-kuis dan sistem skor kemajuan individu, dimana para siswa berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain yang kinerja akademik sebelumnya setara seperti mereka.
Nur Asma (2006:54) menegaskan bahwa metode TGT adalah suatu metode pembelajaran yang didahului dengan penyajian materi pembelajaran oleh guru dan di akhiri dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa. Setelah itu siswa pindah ke kelompok masing-masing untuk mendiskusikan dan menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan atau masalah-masalah yang diberikan oleh guru. Sebagai ganti dari tes tertulis, setiap siswa akan bertemu seminggu sekali pada meja tournament dengan dua rekan dari kelompok lain untuk membandingkan kemampuan kelompoknya dengan kelompok lain.

Jadi TGT merupakan tipe belajar kooperatif yang dihasilkan dari pengembangan tipe STAD (Student Teams-Acheivment Divisions), dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil dengan komponen utama berupa presentasi kelas, diskusi tim, game,tournament dan rekognisi tim. Sedangkan yang menjadi pembeda dari kedua tipe ini adalah adanya game-game akademik pada tipe TGT, sehingga dapat menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan dalam dalam suasana gembira serta terciptanya kompetisi tim yang didasarkan pada tanggung jawab masing-masing individunya.Dengan adanya diskusi maka keaktifan siswa saat bertukar pendapat, bertanya kepada siswa lain/ guru mengenai hal yang tidak di mengerti akan muncul.Kuis dan rekognisi tim dalam game tournament akan memotivasi siswa untuk mendapatkan skor tertinggi dengan menjawab pertanyaan guru dengan benar.

b. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT

TGT di dalamnya terdapat variasi metode pembelajaran. Menurut Slavin (2010: 166) TGT terdiri atas berbagai komponen, meliputi:

1) Presentasi di kelas

Materi dalam TGT pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di kelas dulu. Ini merupakan pengajaran langsung seperti yang sering kali dilakukan atau diskusi pelajaran yang dipimpin oleh guru, tetapi bisa juga memasukkan presentasi audiovisual.

Bedanya presentasi kelas dengan pengajaran biasanya hanyalah bahwa presentasi tersebut haruslah benar-benar berfokus pada unit TGT.

2) Tim

Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras dan etnisitas. Fungsi utama tim adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar, dan lebih khususnya lagi adalah mempersiapkan anggotanya untuk bisa mengerjakan kuis dengan baik.

3) Game

Game terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang kontennya relevan yang dirancang untuk menguji pengetahuan siswa yang diperolehnya dari presentasi di kelas dan pelaksanaan kerja tim.

4) Tournament

Turmanen adalah sebuah struktur dimana game berlangsung. Sedangkan menurut Nur Asma (2006:54) kegiatan pembelajaran dengan metode TGT meliputi beberapa tahap. Kegiatan tahap 1 dan 2 metode TGT sama dengan tahapan pada metode STAD, metode TGT tidak menggunakan tes individual, tetapi menggantikannya dengan tournament yang dilakukan terlebih dulu dengan membentuk kelompok baru. Pembentukan ini dilakukan dengan cara mengelompokkan siswa yang berkemampuan sama dan setiap kelompok dikumpulkan ke dalam satu kelompok baru. Anggota kelompok baru kemudian menempati meja tournament dan selanjutnya memulai permainan.

5) Rekognisi Tim

Tim akan mendapatkan sertifikat atau penghargaan lainnya apa bila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. Pada metode TGT yang harus dilakukan guru adalah memberikan kesempatan kompetitif dalam suasana konstruktif dan positif. Para siswa menyadari bahwa kompetisi merupakan sesuatu yang selalu mereka hadapi setiap saat, akan tetapi TGT memberikan mereka peraturan dan strategi untuk bersaing sebagi individu setelah mereka mendapat bantuan dari rekan timnya. Dengan demikian mereka membangun ketergantungan atau kepercayaan dalam tim mereka yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk merasa percaya diri ketika mereka harus bersaing dalam turnamen.

c. Kelebihan dan Kelemahan tipe TGT

1) Kelebihan TGT

Metode ini merupakan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan sepenuhnya kepada siswa dalam mencapai kompetensi melalui kerjasama kelompok, sehingga terjadi interaksi multi arah dalam pembelajaran. Manfaat dari metode ini antara lain mengembangkan hasil belajar akademik penerimaan terhadap keanekaragaman dan pengembangan keterampilan sosial (Sumardi, 1982:3). Selain itu timbulnya rasa percaya diri para siswa, keyakinan para siswa bahwa mereka adalah individu yang penting dan bernilai merupakan sesuatu yang sangat penting untuk membangun kemampuan mereka dalam menghadapi kekecewaan dalam hidup dan menjadi individu yang produtif (Slavin, 2010:122). Normanorma kelompok yang pro akademik juga muncul, dalam hal ini minat atau motivasi akan tumbuh di kalangan siswa. Saat mengerjakan tugas, perilaku siswa dalam kelas akan membaik, kesukaan terhadap kelas dan sekolah, soal pertemanan atau sosialisasi juga akan meningkat (Slavin, 2010:142).
Jadi dapat disimpulkan bahwa keunggulan dari TGT antara lain :

  • Siswa tidak terlalu bergantung kepada guru, dan akan menambahkan rasa kepercayaan dengan kemampuan diri untuk berfikir mandiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar bersama siswa lainnya.
  • Mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan secara verbal dan membandingkan dengan ide-ide orang lain.
  • Menumbuhkan sikap respek pada orang lain, dengan menyadari keterbatasannya dan bersedia menerima segala perbedaan.
  • Membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
  • Meningkatkan prestasi akademik dan kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal, ketrampilan mengelola waktu, dan sikap positif terhadap sekolah.
  • Mengembangkan kemampuan untuk menguji ide dan pemahaman siswa, serta menerima umpan balik.
  • Meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan mengubah belajar abstrak menjadi riil.
  • Meningkatkan motivasi belajar dan melahirkan rangsangan untuk berfikir, yang akan sangat berguna bagi proses pembelajaran jangka panjang.

2) Kelemahan TGT

TGT sering mengalami hambatan jika memiliki kekurangan dalam sosialisasi. Dalam hal ini, siswa yang tidak bisa berteman akan menghambat metode TGT ini sehingga tidak dapat berjalan lancar. Masalah ini sering muncul karena perbedaan jenis kelamin, etnik, dan kemampuan akademik (Slavin, 2010: 274).
Jadi dapat disimpulkan bahwa kelemahan TGT antara lain :

  • Dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk memahami filosofi pembelajaran tim, sehingga siswa yang memiliki kemampuan lebih akan merasa terhambat oleh siswa lainnya yang memiliki kemampuan dibawahnya.
  • Dengan diciptakannya kondisi saling membelajarkan antara siswa, bisa jadi dapat menimbulkan pemahaman yang tidak seharusnya atau tidak sesuai dengan harapan.
  • Penilaian yang didasarkan pada kinerja kelompok, seharusnya dapat disadari oleh guru bahwa sebenarnya hasil dan prestasi yang diharapkan adalah prestasi dari setiap individu siswa.
  • Bukan merupakan pekerjaan yang mudah, untuk mengkolaborasikan kemampuan indivudial siswa bersamaan dengan kemampuan kerjasamanya.

Tags: , , , , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *