Cara Menyusun Modul Pembelajaran

Cara Menyusun Modul Pembelajaran

Menurut S. Nasution (2003: 217) dalam garis besarnya penyusunan modul atau pengembangan modul dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Merumuskan sejumlah tujuan secara jelas, spesifik, dalam bentuk kelakuan siswa yang dapat diamati dan diukur.
  2. Urutan tujuan-tujuan itu yang menentukan langkah-langkah yang diikuti dalam modul.
  3. Tes diagnostik untuk mengukur latar belakang siswa, pengetahuan dan kemampuan yang telah dimilikinya sebagai pra-syarat untuk menempuh modul itu (entery behavior atau entering behavior). Ada hubungan antara butir-butir tes ini dengan tujuan modul.
  4. Menyusun alasan atau rasional pentingnya modul ini bagi siswa. Ia harus tahu gunanya ia mempelajari modul ini. Siswa harus yakin akan manfaat modul ini agar ia bersedia mempelajarinya dengan sepenuh tenaga.
  5. Kegiatan-kegiatan belajar direncanakan untuk membantu dan membimbing siswa agar mencapai kompetensi-kompetensi seperti dirumuskan dalam tujuan. Kegiatan ini dapat berupa mendengarkan rekaman, melihat film, mengadakan percobaan, dalam laboratorium, mengadakan bacaan membuat soal, dan sebagainya. Perlu disediakan beberapa alternatif, beberapa cara yang dijalani oleh siswa sesuai dengan pribadinya. Bagian inilah yang merupakan inti modul, aspek paling penting dalam modul itu, karena menyangkut proses belajar itu sendiri.
  6. Menyusun post-test untuk mengukur hasil belajar siswa, hingga manakah ia manguasai tujuan-tujuan modul. Dapat pula disusun beberapa bentuk tes yang parallel.butir-butir test harus berkaitan erat dengan tujuan-tujuan modul.
  7. Menyiapkan pusat sumber-sumber berupa bacaan yang terbuka bagi siswa setiap waktu ia memerlukannya.

Menurut Oemar Hamalik (2005: 207), 6 langkah yang harus ditempuh untuk mengembangkan suatu pusat belajar modular adalah sebagai berikut:

1) Tentukan apakah anda akan mengembangkan suatu pusat motivasi, suatu konsep, suatu pusat proses.
2) Mengembangkan tujuan pusat belajar.
3) Tentukan hambatan-hambatan yang mungkin ada sehubungan dengan tujuan tersebut.
4) Melaksanakan pra-penilaian (proses) terhadap pengetahuan para siswa yang terkait dengan tujuan.
5) Menyusun daftar kegiatan sehubungan dengan tujuan dan material yang diperlukan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan tersebut.
6) Merencanakan evaluasi untuk menentukan tingkat ketercapaian tujuan pusat oleh siswa.

Dari uraian diatas dapat disimpulan bahwa cara menyusun modul yaitu merumuskan tujuan yang jelas, tes diagnostik untuk mengukur latar belakang siswa, menyusun alasan pentingnya modul, merencanakan kegiatan belajar, posttest untuk mengetahui hasil belajar serta menyiapkan sumber-sumber bacaan.

 

Banyak yang baca