Fungsi-Fungsi Manajemen Pendidikan

Secara umum aktivitas manajemen ada dalam organisasi yang diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien. George R. Terry (1973:134) menjelaskan manajemen adalah kemampuan mengarahkan dan mencapai hasil yang diinginkan dengan tujuan dari Usaha-usaha manusia dan sumber daya lainnya. Hersey dan Blanchard (1988:156) mengemukakan bahwa manajemen sebagai proses bekerja sama antara individu dan kelompok serta sumber daya lainnya dalam mencapai tujuan organisasi adalah sebagai aktivitas manajemen. Dengan kata lain, aktivitas manajerial hanya ditemukan dalam wadah sebuah organisasi, baik organisasi bisnis, pemerintahan, sekolah, industri, rumah sakit dan lain-lain.

Proses di sini menghadirkan berbagai fungsi dan aktivitas yang dilaksanakan oleh manajer dan anggota atau bawahannya dalam suatu organisasi. Dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen merupakan proses memperoleh suatu tindakan dari orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Aktivitas manajerial itu dilakukan oleh para manajer sehingga dapat mendorong sumber daya personil bekerja memanfaatkan sumber daya lainnya sehingga tujuan organisai yang disepakati bersama dapat tercapai. Sejalan dengan pendapat di atas Mondy & Premeaux (1995:234) mengemukakan bahwa proses manajemen dilakukan para manajer di dalam suatu organisasi, dengan cara-cara atau aktivitas tertentu mereka mempengaruhi para personil atau anggota organisasi, pegawai, karyawan atau buruh agar mereka bekerja sesuai prosedur, pembagian kerja, dan tanggung jawab yang diawasi untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam perspektif lebih luas, manajemen adalah suatu proses pengaturan dan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki organisasi melalui kerjasama para anggota untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien. Berarti manajemen merupakan perilaku anggota dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Dengan kata lain, organisasi adalah wadah bagi operasionalisasi manajemen. Karena itu di dalamnya ada sejumlah unsur pokok yang membentuk kegiatan manajemen, yaitu : unsur manusia (men), barang-barang (materials), mesin (machines), metode (methods), uang (money) dan pasar atau (market). Keenam unsur ini memiliki fungsi masing-masing dan saling berinteraksi atau mempengaruhi dalam mencapai tujuan organisasi terutama proses pencapaian tujuan secara efektif dan efesien.

Clayton Reeser (1973:173) berpendapat bahwa manajemen ialah pemanfaatan sumber daya pisik dan manusia melalui usaha yang terkoordinasi dan diselesaikan dengan mengerjakan fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, pengarahan dan pengawasan.

Manajemen yang dilaksanakan di sekolah adalah manajemen sekolah. Dalam hal ini, manajemen sekolah ialah mengatur agar seluruh potensi sekolah berfungsi secara optimal dalam mendukung tercapainya tujuan sekolah (Tim Depdiknas, 1999:25). Sebagai penanggung jawab umum atau top leader maka kepala sekolah menjadi orang yang mengatur agar guru-guru dan staf lain bekerja secara optimal dengan mendayagunakan sarana/prasarana yang dimiliki serta potensi masyarakat demi mendukung ketercapaian tujuan sekolah.

Aktivitas manajemen mencakup spektrum yang sangat luas, sebab dimulai dari bagaimana menentukan arah organisasi di masa depan, menciptakan kegiatan-kegiatan organisasi, mendorong terbinannya kerjasama antara sesama anggota organisasi, serta mengawasi kegiatan dalam mencapai tujuan.

Fungsi Perencanaan Manajemen Pendidikan

Dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien, aktivitas manajemen pertama yang harus difungsikan sepenuhnya pada setiap organisasi adalah kegiatan perencanaan. Perencanaan merupakan tindakan awal dalam aktivitas manajerial pada setiap organisasi. Karena itu, perencanaan akan menentukan adanya perbedaan kinerja (perforemance ) satu organisasi dengan organisasi lain dalam pelaksanaan rencana untuk mencapai tujuan. Mondy & Premeaux (1995:138) menjelaskan bahwa perencanaan merupakan proses menentukan apa yang seharusnya dicapai dan bagaimana mewujudkannya dalam kenyataan. Berarti di dalam perencanaan akan ditentukan apa yang akan dicapai dengan membuat rencana dan cara-cara melakukan rencana untuk mencapai tujuan yang ditetapkan para manajer di setiap level manajemen.

Selanjutnya Terry (1973:192) mengemukakan bahwa terdapat tiga unsur pokok dalam kegiatan perencanaan yaitu : (1) pengumpulan data, (2) analisis fakta dan, (3) penyusunan rencana yang konkrit. Dalam perencanaan ada tujuan khusus. Tujuan tersebut secara khusus sunguh-sungguh dituliskan dan dan dapat diperoleh semua anggota organisasi. Dan perencanaan mencakup periode tahun tertentu. Jelasnya, ada tindakan program khusus untuk mencapai tujuan ini, karena manajemen memiliki kejelasan pengertian sebagai bagian yang mereka inginkan.

Elemen perencanaan menurut Johnson, dkk (1973:50) yang mesti dipenuhi para manajer dalam pekerjaannya, yaitu: (1). Sasaran, (2) Tindakan-Tindakan, (3) Sumberdaya, (4) Implementasi (5) Misi, adan (6) Sasaran. Sasaran menurut Siagian (1985:34) seharusnya memiliki empat karakteristik dasar, yaitu : (1) sasaran harus diyatakan dalam tulisan, (2) sasaran harus terukur, (3) sasaran harus spesifik sebagai suatu yang memerlukan alokasi waktu, dan (4) sasaran harus menantang tetapi dapat dicapai.

Akhirnya sasaran yang terlalu mudah mencapainya memberikan kepuasan yang sedikit bila dicapai. Sementara di lain pihak, sasaran yang tidak tercapai adalah lebih membuat pekerjaan frustasi dari pada mendorong mereka. Karena itu, sasaran harus menantang tetapi dapat dicapai. Sasaran dikembangkan pada setiap level manajemen.

Fungsi Pengorganisasian Manajemen Pendidikan

Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang kedua dan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan suatu rencana organisasi. Menurut Winadi (1990) pengorganisasian ialah suatu proses di mana pekerjaan yang ada dibagi dalam komponen-komponen yang dapat ditangani dan aktivitas-aktivitas mengkoordinasikan hasil yang dicapai untuk mencapai tujuan tertentu.

Sejalan dengan pendapat di atas ,Terry (1973) menjelaskan bahwa pengorganisasian merupakan usaha penciptaan hubungan tugas yang jelas antara personalia, sehingga dengan demikian setiap orang dapat bekerja bersama-sama dalam kondisi yang baik untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Pengorganisasian yang dilaksanakan para manajer secara efektif, akan dapat: (1) menjelaskan siapa yang akan melakukan apa (2) menjelaskan siapa memimpin siapa (3) menjelaskan saluran-saluran komunikasi (4) memusatkan sumber-sumber data terhadap sasaran[1]sasaran (Winardi, 1990).

Fungsi Pengawasan Manajemen Pendidikan

Sebagai salah satu fungsi manajemen, pengawasan merupakan tindakan terakhir yang dilakukan para manajer pada suatu organisasi. Siagian (1985) berpendapat bahwa pengawasan (controlling) merupakan proses pengamatan atau pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.

Dengan pengawasan diharapkan penyimpangan dalam berbagai hal dapat dihindari sehingga tujuan dapat tercapai. Apa yang direncanakan dijalankan dengan benar sesuai hasil musyawarah dan pendayagunaan sumber daya material akan mendukung terwujudnya tujuan organisasi. Robins (1984) menjelaskan bahwa pengawasan dimaknai sebagai segala aktivitas untuk menjamin pencapaian tujuan sebagaimana direncakan dan pemeriksaan terhadap adanya penyimpangan menjadi hakekat pengawasan. Pengawasan ini dapat dilakukan secara langsung (direct control) maupun pengawasan tidak langsung (indirect control).

Proses pengawasan yang akan menjamin standar bagi pencapaian tujuan. Sebagaimana dijelaskan oleh Terry (1973) bahwa pengawasan merupakan usaha yang sistematis dalam menentukan apa yang telah dicapai yang mengarah kepada penilaian kinerja dan pentingnya mengkoreksi atau mengukur kinerja yang didasarkan pada rencana-rencana yang ditetapkan sebelumnya.

Siagian (1985) berpendapat bahwa sasaran pengawasan adalah untuk mencajim hal-hal berikut: (1) kebijakan dan strategi yang telah ditetapkan terselanggara sesuai dengan jiwa dan semangat kebijaksanaan dan strategi dimaksud, (2) anggaran yang tersedia dipergunakan untuk melakukan kegiatan tersebut secara efisien dan efektif, (3) para anggota organisasi berorientasi kepada berlangsungnya hidup dan kemajuan organisasi sebagai keseluruhan dan bukan kepada kepentingan individu yang sesungguhnya ditempatkan di bawah kepentingan organisasi, (4) penyediaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana kerja sehingga memperoleh manfaat, dan (5) standar mutu hasil pekerjaan terpenuhi semaksimal mungkin, dan 6) Prosedur kerja ditaati oleh semua pihak.

Fungsi Penilaian Manajemen Pendidikan

Menurut Sutisna (1985), penilaian adalah unsur yang sangat penting dari keseluruhan proses manajemen, karena penilaian berkaitan dengan usaha meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuannya. Selanjutnya Wiles &Bondi (1986), mengemukakan bahwa tujuan umum penilaian adalah untuk : (1) mengetahui secara eksplisit dan rasional suatu program pengajaran sebagai dasar penetapan efektivitas suatu penilaian dan jenis data yang dibutuhkan, (2) mengumpulkan data berdasarkan kebutuhan, (3) menganalisis data dan membuat kesimpulan sementara, (4) membuat keputusan berdasarkan hasil analisis data, dan (5) mengimplementasikan keputusan untuk perbaikan program organisasi.

Hal terpenting yang hendaknya menjadi perhatian dalam proses penilaian yang akan dilakukan oleh kepala sekolah hendaknya memperhatikan objek yang akan dinilai, kriteria yang dipakai, data-data yang dibutuhkan, serta interpretasi yang digunakan sebagai acuan. Disamping itu seorang pimpinan juga sebagai penanggung jawab keberhasilan organisasi, hendaknya melakukan fungsi ini secara terprogram dan berkelanjutan, sehingga melalui kegiatan penilaian ini akan diperoleh fakta-fakta rintangan dan kendala yang dihadapi organisasi dalam mencapai tujuan.

Sumber Bacaan

J. Wiles dan J. Bondi, Supervision : A Guide to Practice,2nd ed, (Colombos : Merril Publishig
Company, 1986)

Sutisna, Oteng, 1985, Administrasi Pendidikan, Bandung : Alumni.

Siagian, Sondang.P.(1985). Filsafat Administrasi.Jakarta:Gunung Agung.

Terry, George.R.1973. The Principles of Management.Illionis

Robbins, S.P.1984.Management: Concepts and Practices. New Jersey: Englewood Cliffs.

Winardi.1990, Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Sinar Baru.

Johnson, R.A.1973. The Theory and Management of System.Tokyo: McGraw Hill Kogakusha.

Mondy, R.W and Premaux, S. R. 1950, Management, New Jersey : Prentice Hall.

Tim Depdiknas.1999.Panduan Manajemen Sekolah.Jakarta: Ditjen Dikdasmen.

Reeser, C.1973. Management Function and Modern Concepts.Illionis: Scoot Foresman and Company.

Mondy,R.W. and Premeaux, S.H.(1995). Management : Concepts, Practices and Skills. New Jersey: Pretince Hall Inc Englewood Cliffs.

Hersey, Paul; Blanchard, Kenneth, H: 1988: Management of Organizational behavior; Utilizing Human Resources; Fifth Edition: Singapura, Prentice-Hill.  Hersy, Paul; Blamchard, Kenneth, H: 1995: Manajemen Perilaku Organisasi: Pendayagunaan Sumber Daya Manusia; Edisi ke-7, Jakarta-Erlangga.

George, R. Terry, dan Leslie W Rul. 1999. Dasar-dasar Manajemen. Jakarta:  Bumi Aksara.

Tags: , , , , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *