Hakikat Pendidikan Jasmani

Hakikat Pendidikan Jasmani

Pengertian pendidikan jasmani sering dikaburkan dengan konsep lain. Konsep itu menyamakan pendidikan jasmani dengan usaha atau kegiatan yang mengarah pada pengembangan jasmani dengan setiap usaha atau kegiatan yang mengarah pada pengembangan organ–organ tubuh manusia (body building), kesegaran jasmani (physical fitness), kegiatan fisik (physical actifites), dan pengembangan keterampilan (skill development).

Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistic dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental serta emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, makhluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya.

Pada kenyataanya, pendidikan jasmani adalah suatu bidang kajian yang sungguh luas. Titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia. Lebih khusus lagi, penjas berkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dan wilayah pendidikan lainya: hubungan dari perkembangan tubuh-fisik dengan fikiran dan jiwanya. Fokusnya pada pengaruh perkembangan fisik terhadap wilayah pertumbuhan dan perkembangan aspek lain dari manusia itulah yang menjadikannya unik. Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti pendidikan jasmani yang berkepentingan dengan perkembangan total manusia.

Pengertian itu memberikan pandangan yang sempit dan menyesatkan arti pendidikan jasmani yang sebenarnya. Walaupun memang benar aktivitas fisik itu mempunyai tujuan tertentu, namun kerena tidak dikaitkan dengan tujuan pendidikan, maka kegiatan itu tidak mengandung unsur–unsur pedagogik.

Pendidikan jasmani bukan hanya merupakan aktifitas pengembangan fisik secara terisolir, akan tetapi harus berada dalam konteks pendidikan secara umum. Sudah barang tentu proses tersebut dilakukan dengan sadar dan melibatkan interaksi sistematik antar pelakunya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut pendapat Pangrazi dan Dauer, (1992) dalam Adang Suherman, (1999: 20) Pendidikan Jasmani sebagai berikut: Physical education is a part of the general educational program that contributes, primarily through movement experiences, to the total growth and development of all childern. Physical education is defined as education of and through movement, and must be conducted in a manner that merit this meaning.

Berdasarkan uraian di atas, maka pendidikan jasmani merupakan bagian dari program pendidikan umum yang kemudian memberi sebuah kontribusi kepada pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh. Pendidikan jasmani didefinisikan sebagai pendidikan gerak dan pendidikan melalui gerak, dan harus dilakukan dengan cara–cara yang sesuai dengan konsepnya.

Secara umum tujuan pendidikan jasmani dibagi ke dalam empat kategori sebagai berikut:

Perkembangan Fisik

Tujuan yang berhubungan dengan kemampuan melakukan aktifitas–aktifitas yang melibatkan aktifitas fisik dari berbagai organ tubuh seseorang (physical fitness).

Perkembangan Gerak

Tujuan yang berhubungan dengan kemampuan melakukan gerakan secara efektif, efisien, halus, indah, sempurna (skillful).

Perkembangan Mental

Tujuan yang berhubungan dengan kemampuan berpikir dan mengiterpretasikan keseluruhan pengetahuan tentang pendidikan jasmani ke dalam lingkungannya sehingga memungkinkan tumbuh dan berkembangnya pengetahuan, sikap, dan tanggung jawab siswa.

Perkembangan Sosial

Tujuan yang berhubungan dengan kemampuan siswa dalam menyesuaikan diri pada suatu kelompok atau masyarakat (Adang Suherman, 1999 : 23).

Literasi

Adang Suherman. (1999). Dasar-Dasar Penjaskes. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Banyak yang baca