Dengan mengacu pada definsi, konsep, dan pola pengembangan kurikulum model grass roots, maka berdasarkan kedudukan, peran dan tanggung jawab guru, implementasi pengembangan kurikulum model grass roots dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Implementasi dalam Orientasi Pembelajaran
Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, pengembangan kurikulum model grass roots senantiasa berlandaskan pada potensi guru secara utuh dan menyeluruh. Djahiri (dalam Sukmara, 2007) mengemukakan bahwa:
Rekayasa pembelajaran adalah reka upaya menginternalisasikan dan mempribadikan substansi isi ketiga potensi diri manusia (kognitif, afektif, dan psikomotor) serta memanfaatkan substansi tersebut untuk pembinaan proses pelakonan potensi diri secara optimal sehingga potensi-potensi tersebut padat pengalaman, terlatih, dan terdidik dengan baik serta menunjukkan tampilan diri dan kehidupan yang berbudaya dan bermasyarakat.
Berdasarkan pandangan tersebut, maka kegiatan pendidikan diharapkan mampu membuahkan hasil yang mengintegrasikan secara utuh dan menyeluruh aspek-aspek potensi manusia tersebut. Potensi-potensi tersebut sangat berpengaruh terhadap pengembangan kurikulum model grass roots karena sebagaimana diuraikan di atas bahwa pengembangan kurikulum model grass roots bertitik tolak dari guru sebagai perancang ide dan konsep.
Untuk merancang ide dan konsep pengembangan kurikulum model grass roots ini dibutuhkan kreativitas dan kemampuan guru yang optimal. Seorang guru harus peka terhadap kebutuhan pengguna kurikulum dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Hal ini tentu membutuhkan wawasan dan pengetahuan guru yang lebih baik sehingga dapat menghasilkan program-program pembelajaran yang berdaya guna dan berhasil guna untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun demikian, perancangan ide dan konsep ini dalam pengembangan kurikulum model grass roots perlu adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Terutama sekali dari pihak-pihak pengelola sekolah sebagai penentu kebijakan sekolah yang bersangkutan baik bantuan dan dukungan dalam bentuk moril maupun spiritual. Hal ini dimaksudkan agar terjalin suatu hubungan yang harmonis sehingga kesamaan persepsi dan tujuan pendidikan yang diharapkan dapat tercapai.
2. Implementasi dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Seiring dengan bergulirnya kebijakan pemerintah tentang penyempurnaan system pendidikan pada umumnya serta terhadap kurikulum pada khususnya.
Sebagai implikasi diberlakukannya peraturan pemenrintah yakni PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan telah disosialisasikan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), maka pengembangan kurikulum model grass roots merupakan dasar yang paling cocok untuk mendukung kebijakan tersebut.
Dalam pengembangan kurikulum model grass roots, para praktisi di lapangan pada setiap satuan pendidikan bahkan guru bidang studi diberikan kewenangan untuk mengembangkan rencana pelaksanaan
pembelajaran yang bersifat operasional. Berdasarkan kewenangan tersebut, guru selaku praktisi di lapangan dituntut mampu mengintegrasikan kemampuannya dalam perencanaan kegiatan pembelajaran secara jelas, terarah, dan terencana dengan matang.
Berkenaan dengan hal tersebut, Tim BBE Depdiknas memberikan alternatif dalam merumuskan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan skema sebagai berikut.
Gambar. Skema Alternatif Merumuskan RPP
Sumber: Team Broad Base Education (BBE), 2001
Berdasarkan skema di atas, maka langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam merencanakan pelaksanaan pembelajaan adalah sebagai berikut.
- Lakukan identifikasi rencana-rencana yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan kehidupan nyata di masyarakat.
- Identifikasi pokok bahasan/topik keilmuan yang diperlukan
- Kemas dalam bentuk mata pelajaran
- Penyajian materi pelajaran yang merunjuk pada apa yang diharapkan dalam membentuk kecakapan hidup yang dieperlukan.
Demikian pula dalam penyusunan rencana pembelajaran serta pelaksanaannya, disusun dan diorganisasikan secara sistematis sesuai dengan susunan kompetensi sehingga dapat memberikan arah terhadap kegiatan yang tertuju pada penguasaan kompetensi baik kompetensi dasar, standard kompetensi maupun kompetensi lulusan bagi siswa yang berada pada tingkat terakhir.
3. Implementasi dalam Pengembangan Proses dan Penilaian Hasil Belajar Proses pembelajaran dengan menggunakan pengembangan kurikulum model grass roots berlandaskan pada aktivitas dan kreativitas guru dan siswa dengan kadar tinggi dan multi domain serta multi dimensional melalui pola pengorganisasian bahan ajar serta proses pembelajaran yang utuh dan terpadu. Proses merancang bahan dan kegiatan pembelajaran harus memperhitungkan pendekatan intidisipliner dan transdisipliner bahkan antar bidang kajian.
Dalam pengembangan kurikulum model grass roots, perlu ditetapkan standar kompetensi dalam bentuk kompetensi dasar, materi standard, dan indikator-indikator penilaiannya yang diketahui dan ditetapkan oleh pihak sekolah dengan melibatkan unsur pimpinan, guru, masyarakat dan pihak-pihak professional lainnya. Sedangkan pengembangan kegiatan dan proses pembelajaran dilaksanakan oleh setiap guru yang bersangkutan. Pola pembelajaran dan penilaian tidak lagi bersifat pragmentaris (incidental dan terputus-putus) melainkan saling berhubungan dan berkesinambungan untuk seluruh masa belajar siswa. Sehingga dirasakan sebagai suatu proses yang dijalankannya secara aktif dan kreatif penuh kebebasan dan alternatif, sehingga evaluasi bersifat kumulatif.
Sumber Bacaan
Oemar, H. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta:Bumi Aksara.
Ahmad, M. 1998. Pengembangan Kurikulum. Bandung: CV Pustaka Setia. Broad Base Education. 2001. Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup. Jakarta: Depdiknas.
Harta, J. 2019. Kajian Kurikulum Kimia SMA dan SMK. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Oemar, H. 2001. Model-model Pengembangan Kurikulum. Bandung: Yayasan Al- Madani Terpadu.
Sukmara, D. 2007. Impelementasi Life Skill dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Mughni Sejahtera.
Djahiri, A. K. 1985. Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral VCT dan Games dalam VCT. Bandung: Jurusan PPKn FPIPS IKIP Bandung.
Sanjaya, W. 2008. Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.