Dalam perspektif kurikulum (S. Hamid Hasan, 1988) sebagaimana dikutip Zainal Arifin (2014: 33-34), evaluasi dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu evaluasi reflektif, evaluasi rencana, evaluasi proses, dan evaluasi hasil . Dalam evaluasi kurikulum, jenis evaluasi itu menunjukkan dimensi kurikulum yang dievaluasi.
Evaluasi reflektif misalnya, memusatkan perhatiannya terhadap dimensi kurikulum sebagai ide. Kata “reflektif” itu sendiri diambil dari artikel yang ditulis oleh Cohen (1976). Jenis evaluasi ini mengakaji tentang ide yang dikembangkan dan dijadikan landasan bagi kurikulum. Ada beberapa kemungkinan pelaksanaan jenis evaluasi reflektif, yaitu (a) pada waktu pertama kali ide dikemukakan, (b) pada waktu terjadi proses deliberasi ketika suatu kurikulum sebagai rencana akan dikembangkan oleh suatu tim, (c) pada waktu kurikulum sebagai rencana telah selesai ditulis, atau (d) pada waktu kurikulum sebagai kegiatan sedang dikembangkan.
Evaluasi rencana banyak digunakan orang ketika inovasi mulai diperkenalkan dalam pengembangan kurikulum dan setelah teknologi pengembangan kurikulum sebagai rencana menghasilkan format-format tertentu. Komponen-komponen kurikulum telah banyak dikembangkan dalam dimensi kurikulum sebagai rencana. Hal ini menjadi fokus perhatian dalam evaluasi rencana.
Evaluasi proses sering disebut dengan evaluasi implementasi kurikulum. Istilah proses digunakan untuk memperkuat pengertian kurikulum sebagai suatu proses, sesuatu yang terjadi di sekolah. Asumsi evaluasi proses adalah suatu proses banyak menentukan keberhasilan kurikulum. Jenis evaluasi ini lebih banyak mencurahkan perhatiannya terhadap dimensi kurikulum sebagai kegiatan termasuk faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti kepala sekolah, guru, peserta didik, sarana dan prasarana, sistem supervisi dan monitoring, lingkungan, orang tua, dan sebagainya.
Evaluasi hasil merupakan evaluasi kurikulum yang paling tua. Evaluasi hasil disebut penilaian hasil belajar. Sekalipun pengertiannya sama, tetapi cakupannya berbeda, karena hasil yang dimaksud dalam evaluasi hasil adalah hasil belajar bukan hanya berkenaan dengan domain pengetahuan tetapi juga domain keterampilan dan sikap.
Beberapa jenis evaluasi kurikulum di atas, memberikan gambaran fokus penelitian ini yaitu lebih baik dengan evaluasi proses. Hal ini sesuai dengan fokus peneliti yaitu merujuk pada evaluasi implementasi kurikulum suatu lembaga pendidikan. Evaluasi proses ini menekankan pada proses pembelajaran yang meliputi: pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran di kelas, dalam hal ini juga diawali dengan kajian perangkat pembelajaran.
Literasi
Hasan, Hamid. 2009. Evaluasi Kurikulum. Cet. 2. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Arifin, Zainal. 2012. Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru. Cet. 2. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Baca Juga