Metode demonstrasi merupakan sebuah metode yang dilakakuan oleh pengajar dengan cara mencontohkan terlebih dahulu kepada peserta didik. Misalnya, seorang pengajar menyampaikan materi vokal dalam bentuk bernyanyi yang baik dan benar. Pengajar memberikan contoh bernyanyi dengan baik sesuai dengan apa yang disampaikannya kepada peserta didik. Metode demonstrasi menurut Syaiful (2008: 210) adalah proses memberikan contoh kepada peserta didik berkaitan dengan materi yang akan disampaikan agar peserta didik dapat meniru, memeragakan ulang segala sesuatu yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik, melalui cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan guna mencapai tujuan yang diinginkan.
Demonstrasi sebagai metode mengajar dimana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta), atau seorang peserta didik yang memperlihatkan kemampuannya kepada orang lain, misalnya seseorang yang mempertunjukkan kemampuannya kepada orang lain dalam bernyanyi dengan tepat. Majid (2014: 197) berpendapat bahwa metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik tentang suatu proses, situasi, atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Dalam hal ini demonstrasi yang dimaksud adalah suatu metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu, tujuannya agar peserta didik memiliki pengalaman melihat, mendengar, serta dapat menirukan materi yang diberikan.
Huda (2013:232) mengatakan dengan strategi demonstrasi peserta didik dapat mengamati dengan seksama apa yang terjadi, bagaimana prosesnya, bahan apa yang diperlukan, serta bagaimana hasilnya. Artinya, metode demonstrasi memberikan stimulus kepada peserta didik untuk belajar mandiri dalam pembelajaran. Metode demonstrasi memiliki tahapan sebagai berikut yang diungkapkan Huda (2013: 232-233):
- Merumuskan dengan jelas jenis kecakapan atau keterampilan yang diperoleh setelah demonstrasi dilakukan.
- Menentukan peralatan yang digunakan, kemudian diuji coba terlebih dahulu agar pelaksanaan demonstrasi tidak mengalami
- Menetapkan prosedur yang dilakukan, dan melakukan percobaan sebelum demonstrasi
- Menentukan durasi pelaksanaan
- Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan komentar pada saat maupun sesudah demonstrasi.
- Meminta peserta didik untuk mencatat hal-hal yang dianggap
- Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan peserta
Sederhananya, sebelum melakukan pembelajaran dengan menggunakna metode demonstrasi kita diharapkan menyiapkan segala kebutuhan yang akan digunakan dalam prosesnya. Setiap metode memiliki kekurangan dan kelebihan. Begitu pula dengan metode demonstrasi. Berikut kelebihan dan kekurangan metode demonstrasi menurut (Huda, 2013: 233)
Kelebihan strategi demonstrasi antara lain:
- Membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih
- Memusatkan perhatian peserta
- Lebih mengarahkan proses belajar peserta didik pada materi yang sedang
- Lebih melekatkan pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran dalam diri peserta
- Membuat peserta didik lebih mudah memahami apa yang
- Membuat proses pengajaran lebih
- Merangsang peserta didik lebih mengamati dan menyesuaikan antara teori dengan kenyataan.
- Membantu peserta didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda.
- Memudahkan berbagai jenis
- Memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah melalui pengamatan dan contoh konkret dengan menghadirkan objek
Kekurangan dari metode demosntrasi antara lain:
- Ia mengharuskan keterampilan guru secara
- Tidak tersedianya fasilitas-fasilitas pendukung, seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai di setiap
- Memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang di samping waktu yang cukup panjang.
- Kesulitan peserta didik terkadang untuk melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.
- Tidak semua benda dapat
- Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai materi atau barang yang didemonstrasikan.
Sedangkan menurut Djamarah (2012: 91) kelebihan metode demonstrasi meliputi: 1) Membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret sehingga menghindari verbalisme; 2) Peserta didik lebih mudah memahami apa yang dipelajari; 3) Proses pengajaran lebih menarik; dan 4) Peserta didik dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri. Selanjutnya, adapun beberapa kelemahan metode demonstrasi menurut Fathurrahman (2008: 3) meliputi: 1) Apabila terjadi kekurangan media metode demonstrasi menjadi kurang efisien; 2) Memerlukan biaya yang mahal terutama untuk membeli bahan-bahannya; 3) Memerlukan tenaga yang tidak sedikit; 4) Apabila peserta didik tidak aktif maka metode demonstrasi menjadi tidak efektif.
Berdasarkan kelebihan dan kekurangan metode demonstarsi, peneliti menarik kesimpulan bahwa lebih banyak kelebihannya dibanding kekurangannya. Metode demonstrasi merupakan strategi pengajaran yang menyenangkan apabila seorang pendidik menguasai metode tersebut dan materi yang akan disampaikan. Metode ini juga dapat memfokuskan peserta didik dalam mengamati proses belajar mengajar. Dengan demikian, materi bagaimana pun bentuknya, peserta didik akan lebih mudah memahami jika diajarkan melalui metode demonstrasi.
Kelebihan dan Kelemahan Metode Demonstrasi Adapun kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran demonstrasi adalah sebagai berikut: (Djamarah, Syaiful Bahri. 2000)
Kelebihan:
1) Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda.
2) Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
3) Kesalahan-kesalahan yang terjadi hasil dari ceramah dapat diperbaiki malalui pengamatan dan contoh konkret dengan menghadirkan objek sebenarnya.
Kekurangan:
1) Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang diperuntukkan kepadanya.
2) Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
3) Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
Sumber Bacaan
Fathurrahman, M. 2015. Model Model Pembelajaran Inovatif. Jakarta: Ar-Ruzz Media.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2012. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Huda, Miftahul. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Majid, Abdul. 2013. Strategi Pembelajaran. Remaja Rosdakarya: Bandung
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta:Rineka Cipta.