Pengertian Belajar dan Pembelajaran
Jufri (2013) mengemukakan bahwa belajar dan pembelajaran merupakan dua istilah yang selalu berkaitan. Supaya proses pembelajaran dapat berlangsung, maka harus ada peserta didik yang belajar dan pendidik yang berperan sebagai perancang, pelaksana, fasilitator, pembimbing, dan penilai proses dan hasil pembelajaran. Sedangkan menurut Robert Gagne (1985) belajar merupakan perubahan dalam disposisi manusia atau kapabilitas yang berlangsung selama satu masa waktu dan yang tidak semata-mata disebabkan oleh proses pertumbuhan. Perubahan tersebut membutuhkan beberapa unsur dalam proses belajar atau pembelajaran. Unsur-unsur tersebut meliputi isi pembelajar, situasi perangsang, isi atau materi, dan respon.
Berdasarkan kedua pendapat tersebut, belajar merupakan proses perubahan yang dialami manusia dan didalamnya harus terdapat unsur-unsur diantaranya yaitu siswa, guru, dan materi. Adanya siswa atau peserta didik, guru sebagai pendidik yang dapat merangsang siswa untuk semangat dalam belajar dan membimbing siswa dalam pembelajaran, adanya materi yang disampaikan kepada siswa, dan adanya respon dari siswa sebagai hasil pembelajaran.
Belajar sering juga dimaknai sebagai adanya pemrolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan. Seiring dengan perkembangan mutakhir yang didukung oleh hasil kajian neurofisiologi dan neuropsikologi makna belajar menjadi lebih luas yakni melibatkan kemampuan memproses informasi, menalar, dan mengembangkan pemahaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dalam proses pembelajaran (Jufri, 2013).
Belajar dalam konsepsi belajar sepanjang hayat merupakan suatu kebutuhan. Dengan alasan kebutuhan, setiap individu akan mendorong dirinya untuk belajar (learning tolearn) sehingga dapat mempelajari dan merespon secara cerdas pengetahuanpengetahuan yang secara eksponensial terus meningkat dan berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kehidupan.
Gagne dalam Jufri (2013) menyatakan pembelajaran sebagai pengaturan peristiwa yang ada di luar diri peserta didik dan dirancang serta dimanfaatkan untuk memudahkan proses pembelajaran. Sehubungan dengan hal itu, maka paradigma pembelajaran dewasa ini harus diarahkan pada pengembangan kompetensi peserta didik dalam melakukan tugas-tugas akademik berdasarkan standar kompetensi tertentu.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, belajar dan pembelajaran sangat berkaitan erat. Belajar merupakan proses untuk mendapatkan ilmu dan penguasaan keterampilan yang didapatkan melalui proses pembelajaran sedangkan proses pembelajaran memiliki standar kompetensi agar diperolehnya ilmu pengetahuan dan penguasaan keterampilan tersebut pada peserta didik.
Permasalah Belajar dan Pembelajaran
Permasalahan yang akan dibicarakan dalam hakekat belajar dan pembelajaran antara lain :
- Masalah-masalah intern belajar
- Faktor-faktor yang ada dalam masalah belajar
- Cara menentukan masalah-masalah belajar
- Pengertian prinsip
- Teori Belajar dan Pembelajaran
- Asas pembelajaran
- Implikasi prinsip-prinsip belajar siswa
Teori Belajar dan Pembelajaran
Ada beberapa teori belajar dan pembelajaran seperti: teori belajar behavioristik, kognitif, konstruktivistik, humanstik, sibernetik, revolusisosiokultural dan kecerdasan ganda yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi clan konteks pembelajaran. Pada pembelajaran ini mempelajari pada teori belajar kognitif, konstruktivistik, humanistik, dan kecerdasan ganda.
Teori Belajar Kognitif
Menurut teori kognitif seperti yang dikemukakan oleh Budiningsih (2003: 4) belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang nampak. Asumsi teori ini adalah bahwa setiap orang telah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang telah tertata dalam bentuk struktur kognitif yang dimilikinya. Proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran atau informasi baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki seseorang. Proses belajar akan terjadi melalui tahap-tahap memperhatikan stimulus, memahami makna stimulus, menyimpan clan menggunakan informasi yang sudah dipahami. Pada kegiatan pembelajaran, keterlibatan siswa secara aktif sangat dipentingkan. Untuk menarik minat dan meningkatkan retensi belajar perlu mengaitkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki siswa. Materi pelajaran disusun dengan menggunakan pola atau logika tertentu, dari sederhana ke yang komplek. Perbedaan individual pada diri siswa perlu diperhatikan, karena faktor ini sangat mempengaruhi keberhasilan siswa.
Teori Belajar Konstruktivistik
Menurut teori ini belajar merupakan usaha pemberian makna oleh siswa kepada pengalamannya melalui asimilasi dan akomodasi yang menuju pada pembentukan struktur kognitifnya, memungkinkan mengarah kepada tujuan tersebut. Oleh karena itu, pembelajaran diusahakan agar dapat, memberilan kondisi terjadinya proses pembentukan tersebut secara optimal pada diri siswa. Proses belajar sebagai suatu usaha pemberian makna oleh siswa kepada pengalamannya melalui proses asimilasi dan akomodasi, akan membentuk suatu konstruksi pengetahuan yang menuju pada kemutahiran struktur kognitifnya. Teori ini dalam kegiatan pembelajaran akan memberikan sumbangan besar dalam membentuk siswa menjadi kreatif, produktif, dan mandiri.
Teori Belajar Humanistik
Menurut teori ini proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia itu senditi. Teori belajar humanistik sangat mementingkan isi yang dipelajari dari pada proses belajar itu sendiri. Teori ini da!am pelaksanaanya mengatakan, bahwa belajar merupakan asimilasi bermakna. Materi yang dipelajari diasimilasikan dan dihubungkan dengan pengetahuan yahg dimiliki sebelumnya. Faktor motivasi dan penplaman emosional sangat penting dalam peristiwa belajar, karena tanpa motivasi dan keinginanan dari pihak si belajar, maka tidak akan terjadi asimilasi pengetahuan baru ke dalam struktur kognitif yang telah dimilikinva.
Teori kecerdasan ganda
Teori ini menitikberatkan pada kemampuan kecerdasan sebagai upaya memecahkan masalah atau menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan dalam latar budaya tertenu. Rentang masalah atau sesuatu yang dihasilkan mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks. Semua kecerdasan bekerjasama sebagi satu kesatuan yang utuh dan terpadu kecerdasan yang paling menonjol akan mengontrol kecerdasan lainnya dalam memecahkan masalah.
Sumber Bacaan
Tags: Pembelajaran, Pengertian Belajar
