Kepemimpinan (Leadership)
1. Teori Kepemimpinan
Menurut Henry Fayol dalam buku Perilaku Organisasi (2001:5) mengatakan bahwa ”Manajer menjalankan lima fungsi manajemen : mereka merencanakan, mengorganisasi, memerintah, mengkoordinasi, dan mengendalikan”. Bila kita tinjau kembali bahwa fungsi tersebut termasuk ke dalam komponen kepemimpinan. Jadi bisa kita ambil kesimpulan kepemimpinan merupakan bagian dari organisasi.
Kepemimpinan muncul bersama-sama adanya peradaban manusia yaitu sejak zaman nabi-nabi dan nenek moyang manusia yang berkumpul bersama, lalu bekerja bersama-sama untuk mempertahankan eksistensi hidupnya menantang kebuasan binatang dan alam di sekitarnya. Sejak itulah terjadi kerja sama antar manusia dan ada unsure kepemimpinan. Pada saat itu pribadi yang ditujuk sebagai pemimpin ialah orang-orang yang paling kuat, paling cerdas, dan paling berani.
Menurut Gibb (1945) menjelaskan bahwa :
”kepemimpinan adalah penggunaan kekuasaan dan otoritas dalam kolektivitas seperti kelompok, organisasi, komunitas bangsabangsa. Kekuatan ini dapat ditunjukan kepada salah satu dari tiga yang sangat umum dan terkait fungsi menetapkan tujuan, atau tujuan dari kolektivitas. Ini berarti bahwa pelaksanaan otoritas melibatkan membuat sesuatu terjadi meskipun orang lain. Dalam mencapai tujuan tersebut, para pemimpin dapat terlihat dalam satu kegiatan sebagai berikut : mengkoordinasikan, menegendalikan, mengarahkan, membimbing, atau memobilisasi upaya orang lain”.
Sedangkan menurut Robins (1991) melihat kepemimpinaan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok ke arah pencaopaian yang kelompok dan efektivitas organisasi tergantung pada kualitas kepemimpinanaya. Para ahli teori,”kepemimpinan” telah mengemukakan beberapa teori tentang timbulnya Seorang Pemimpin. Dalam hal ini terdapat 3 (tiga) teori yang menonjol (Sunindhia dan Ninik Widiyanti, 1988:18), yaitu:
a. Teori Genetie
Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan “leaders are born and not made”. bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin. Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.
Berdasarkan definisi diatas bisa digambarkan bahwa teori ini menyatakan :
a. Pemimpin itu tidak dibuat, akan tetapi lahir jadi pemimpin oleh bakat-bakat alami yang luar biasa sejak lahir.
b. Dia ditakdirkan lahir menjadi pemimpin dalam situasi kondisi yang bagaimanapun juga, yang khusus.
c. Secara Filosofi, teori tersebut mmenganut pandangan deterministis.
b. Teori Sosial
Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu : “Leaders are made and not born”. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.
Teori ini merupakan lawan dari teori geneti. Dengan definisi yang dijelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa pemimpin itu harus disiapkan, dididik, dan dibentuk, tidak terlahir begitu saja. Dengan itu setiap orang bisa menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong kemauan sendiri.
c. Teori Ekologis
Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalamanpengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.
Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori genetis dan teori sosial dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari teoriteori kepemimpinan. Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.
2. Prinsip dan Dasar-Dasar Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah soal hubungan antara pemimpin dan pengikut. Pemimpin mengarahkan, pengikut menjalankan. Pengikut memberikan umpan balik dan pemimpin memberikan respon. Pahami dengan baik prinsip kepemimpinan yang satu ini. Hubungan timbal balik, artinya hubungan dua arah bukan satu arah.
Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok. Kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, .,memiliki kemapauan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi bersama.
Pada dasarnya keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya terletak pada kemampuan individunya saja namum meliputi semua unsur pendukung termasuk peran bawahan yang dipimpinnya. Pemimpin yang baik tidak hanya memperhatikan tujuan utama dari organisasi namun juga selalu memperhatikan bawahannya.
Kepemimpinan mempunyai beberapa prinsip dan dasar-dasar kepemimpinan. dijelaskan sebagai berikut:
- Seorang pemimpin haruslah memberikan teladan yang baik bagi bawahan. Selalu bertindak dan bertutur kata yang bisa memberikan contoh yang baik yang bisa merangsang para bawahan untuk besikap seperti pemimpinnya.
- Seorang pemimpin haruslah bisa bekerja sama dengan bawahan. Sehingga yang dilakukan akan terasa mudah atau ringan akan makin mempercepat hubungan antar bawahan dan pimpinan, namun tidak melanggar etika.
- Seorang pemimpin harus memberi kesempatan kepada bawahan untuk maju. Beri bawahan ilmi-ilmu dan bekal-bekal yang akan menambah wawasan dan kepintaran mereka. Janganlah mempunyai pikiran takut tersaingi berilah kesempatan bawahan untuk maju. Seandainya atasan tidak ada maka bawahan yang mampu untuk menghandle. Dan bila pemimpin cerdas, bawahan pintar lalu dikelola dengan baik maka tujuan dari kelompok tercapai dengan maksimal.
Dasar-dasar kepemimpinan
- Penentuan tujuan, seorang pemimpin harus memastikan dari awal bahwa semua anggotanya memahami maksud dan tujuan organisasi. Adapun visi dan misi organisasi harus sudah terleasisasi di masing-masimg anggotanya.
- Komunikasi, semua kebijakan, keputusa, informasi, atau berita apapun yang dibuat oleh top management terkait kebijakan organisasi harus dikomunikasilan dengabaik kepada semua anggota team.
- Kepercayaan, komunikasi efektif didasari dengan adanya saling percaya antara pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut dalam hal ini antara pemimpin dan bawahan. Penetuan arah tujuan organisasi sudah dibuat kemudian dikomunikasikan atas kepercayaan.
- Akuntabilitas, dasar keempat adalah pertanggungjawaban atau akuntabilitas. Banyak pemimpin yang akhirnya gagal menjalankan sebuah program karena melalaikan dasar ini. Hal ini tidak dimaksudkan untuk mencari siapa yang salah atas kegagalan sebuah organisasi tapi ditujukan untuk menuntut tanggung jawab dari semua anggota yang terlibat dalam sebuah organisasi.
3. Sifat-Sifat Kepemimpinan
Dalam berorganisasi setiap orang memilki pandangan sendiri terhadap pribadi yang ada di dalam organisasi tersebut. Beberapa orang memiliki sikap dan sifat pribadi yang berbeda. Terkadang kita tidak dapat diterima dalam suatu kelompok tertentu dikarenakan sifat kita.
Garis besar dalam permasalahan bagaimana kita bersikap dalam beorganisasi itu ada pada sifat kita. Ada contoh beberapa sifat yang disukai oleh seorang pemimpin, sebagai berikut :
a. Jujur
Dalam setiap survey, kejujuran lebih sering dipilih dibandingkan dengan ciri khas kepemimpinan apapun lainnya, ini secara konsisten muncul sebagai suatu unsur yang paling penting dalam hubungan pemimpin peserta. jujur merupakan sikap seseorang ketika berhadapan dengan sesuatu atau pun fenomena tertentu dan menceritakan kejadian tersebut tanpa ada perubahan/modifikasi sedikit pun atau benar-benar sesuai dengan realita yang terjadi. Sikap jujur merupakan apa yang keluar dari dalam hati nurani setiap manusia dan bukan merupakan apa yang keluar dari hasil pemikiran yang melibatkan otak dan hawa nafsu.
b. Disiplin
Kata disiplin sering menjadi kata “momok” dalam menjalani sebuah organisasi atau bisnis. Karena disiplin akan membuat sesuatu yang tidak nyaman jika seseorang sudah terbiasa hidup tanpa jadwal yang jelas, khususnya dalam menjalankan bisnis asuransi di agency, tidak adanya aturan harus datang kantor jam berapa, harus coaching jam berapa, harus monitoring jam berapa, dan ini yang membuat para pelaku bisnis di asuransi nyaman kerja tanpa jadwal. Itu sebabnya banyak agen yang “muntaber” (mundur tanpa berita). Seorang pemimpin yang baik dan disukai tim nya adalah leader yang menerapkan disiplin dalam kesehariannya dan ini yang akan di contoh tim nya sehingga menjadi kuat dan besar.
c. Memandang
Kedepan Kita mengharapkan pemimpin kita mempunyai akan arah perubahan masa depan organisasi. Tetapi apakah kita menyebut kemampuan itu wawasa, impian, panggilan, tujuan, atau agenda pribadi, sudah jelas pemimpin harus tahu kemana mereka akan pergi kalau ingin mengharapkan orang lain bersedia bergabung dengan mereka. Dengan kemampuan memandang ke depan yang dimaksdukan orang bukanlah kekuatan ajaib untuk bisa meramalkan masa depan yang luar biasa. Realita jauh lebih berpijak di bumi, kemampuan menetapkan atau memilih tujuan yang diinginkan yang seharusnya dikejar oleh organisasi.
d. Memberikan Inspirasi
Kita juga mengharapkan pemimpin yang antusias, penuh semangat, dan positif tentang masa depan. Kita mengharapkan mereka bisa memberikan inspirasi. Tidak cukup seorang pemimpin untuk punya impian tentang masa depan. Seorang pemimpin harus bisa menyampaikan wawasan dengan cara yang mendorong kita untuk bisa bertahan dan bertindak.
e. Cakap
Supaya bisa menganjak orang dalam perjuangan orang lain, kita harus berkeyakinan bahwa orang cakap itu membimbing kita ke tempat yang kita tuju. Kita harus melihat pemimpin cakap dan efektif. Kalau kita meragukan kemampuan pemimpin, kita tidak bisa diajak perang suci.
Dari sifat yang dijelaskan diatas merupakan beberapa sifat kepemimpinan yang disukai dalam beberapa organisasi. Dan sebagaimana dijelaskan diatas dalam berorganisasi bukan hanya menyangkut tentang individu melainkan kelompok yang harus dijaga keharmonisannya. Bukan masalah kita mampu atau tidak tapi bagaimana kita bisa menghargai perbedaan dalam berorganisasi dan bagaimana kita bersikap dalam menyikapi permasalahan yang ada di dunia organisasi.
4. Tipe-Tipe Kepimpinan
Dengan banyaknya teori tentang kepemimpinan, sehinggan muncul tentang tipe-tipe kepemimpinan dari beberapa teori kepemimpinan. Tipe kepemimpinan ini sudah dipahami dan diterapkan saat ini dan tidak dipungkiri tipe kepemimpinan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kepemimpinan mempunyai beberapa tipe yaitu, dijelaskan sebagai berikut:
a. Tipe pemimpin Otokratis,
Ciri dan tipe kepemimpinan Otokratis ini adalah sebagi berikut: Jenis pemimpin ini bukan jenis pemimpin yang oteriter, akan tetapi pemimpin yang mendapatkan kekuasaan dengan persetujuan dan kejelasan visi yang ia paparkan. Seorang pemimpinakan menjadikan orang lain bergerak menuju sebuah visi yang sudah ditentukan dengan bersemangat karena ia akan memberikan penghargaan yang pantas dan tujuan yang jelas tidak hanya untuk jangka pendek tetapi juga untuk jangka panjang. Pemimpin akan melakuakn perubahan-perubahan untuk mencapai visi dari organisasi tersebut. Pemimpin jenis ini memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan mudah mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama.
Otoratif juga memiliki kekurangan yaitu saat organisasi yang dipimpinnya memerlukan keputusan yang cepat dan tepat dalam keadaan yang mendesak. Pemimpin jenis ini akan terlalu lama menentukan keputusan apa yang harus diambil. Selain itu pemimpin akan mengalami kesulitan saat anggota atau bawahannya tidak setingkat dengannya. Maksudnya para anggota atau bawahannya tidak mampu berfikir kreatif untuk sebuah perubahan. Selain itu pemimpin akan mengalami kesulitan saat bersama dengan tim ahli. Pemimpin ini akan dianggap terlalu angkuh atau sombong karena selalu berfikir kedepan dan menganggap orang lain tidak memiliki kemampuan atau pengetahuan seperti dirinya.
Kepemimpinan yang otoritatif juga memiliki kelebihan yaitu ketika seorang pemimpin bertemu dengan anggota yang sepadan. Maksudnya, anggota yang mampu diajak bekerjasama dan mampu membuat perubahan-perubahan sesuai dengan kemajuan jaman.
b. Tipe Kharismatis
Sampai saat ini para pakar belum berhasil menemukan sebab-sebab kenapa seorang pemimpin mempunyai kharisma, yang diketahui yaitu bahwa pemimpin yang demikian memiliki daya tarik yang sangat besar dan karenanya pada umumnya memiliki pengikut yang jumlahnya yang sangat besar. Sebab kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seorang menjadi pemimpin yang kharismatis, maka sering sekali dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers). Perlu dikemukakan bahwa umur, kekayaan, kesehatan profil pendidikan dan lain-lain. Tidak dapat dipakai/digunakan sebagai kriteria dari tipe pemimpin karismatis.
c. Tipe Demokratis,
Ciri dan tipe kepemimpinan Demokratis ini adalah sebagai berikut:
Kepemimpinan jenis ini mengedepankan pendapat dari anggota untuk mengambil keputusan sehingga setiap masalah diselesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat. Kepemimpinan ini hampir sama dengan kepemimpinan afiliatif akan tetapi perbedaannya adalah seorang pemimpin tidak mengedepankan kebahagiaan dari anggotannya akan tetapi tujuan keterbukaan adalah untuk saling faham satu sama lain sehingga bisa tercapai kerjasama. Pemimpin akan mengambil keputusan sesuai dengan suara terbanyak dari anggota.Kelemahan dari kepemimpinan jenis ini adalah jika seorang pemimpin tidak dapat mengambil keputusan dengan tepat dan terjadi kontra anatar anggota, selain itu apabila anggota tidak sefaham atau memiliki carapandang yang berbeda dengan pemimpin sehingga pada saat pengambilan keputusan tidak terjadi titik temu hanya saling berdebat satu sama lain. Pengambilan keputusan juga tidak selalu sesuai karena suara terbanyak belum tentu keputusan yang terbaik.Adakalanya suara terbanyak justru menjerumuskan kehal-hal yang tidak baik.Akan tetapi jenis kepemimpin ini juga memiliki kelebihan yaitu terjadinya ketrebukaan antara anggota dan pemimpin jadi semua masalah yang terjadi dalam organisasi diketahui oleh semua anggota dan dapat turut menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga pemimpin juga tidak terlalu terbebani akan masalah yang dihadapi karena ditanggung bersama.
d. Tipe Laissez Faire,
ciri dan tipe kepemimpinan Laissez Faire ini adalah sebagi berikut:
Ketika dalam memimpin organisasi/kelompok biasanya memiliki sikap yang permisif, dalam arti bahwa para anggota organisasi tersebut boleh saja bertindak sesuai dengan keyakinan dan juga hati nurani, asalkan kepentingan bersama tetap terjaga serta tujuan organisai tetap bisa tercapai.
Organisasi/kelompok akan berjalan lancer-lancar saja dengan sendirinya sebab para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa saja yang menjadi tujuan organisasi, sasaran yang harus dicapai & tugas yang harus dilaksanakan/dilakuka oleh masing-masing anggota organisasi tersebut. Seorang pemimpin yang mempunyai peranan pasif maupun membiarkan organisasi berjalan dengan sendirinya.
Sebagai seorang pemimpina sudah seharusnya memiliki cara untuk memimpin dalam beorganisasi. Penjelasan tipe kepemimpinan daitas sudah tergambarkan bagaiman seorang pemimpin untuk memimpin dengan cara yang lebih baik dan mudah diterima oleh anggotanya.
5. Pemimpin dan Kepemimpinan
Merupakan suatu hal yang saling berkaitan dalam hal beorganisasi tidak jauh dari kepemimpinan, dimana seorang berusaha mempengaruhi prilaku seseorang untuk melakukan hal yang semestinya atau hal yang sudah menjad tanggung jawabnya untuk mencapai tujuan tertentu. Pemimpin jika diartikan adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan, kelebihan di suatu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain unyuk bersama-sama melakukan aktivitas tertentu untuk pencapaian beberapa tujuan.
Sedangkan menurut Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994:33), pemimpin diartikan sebagai berikut:
“seorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.”
Dari penjelasan diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa seorang dikatakan pemimpin merupakan seorang yang memiliki kecakapan dan kelebihan yang berguna dalam dunia organisasi untuk mengarahkan kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.
Di dalam hubungan pemahaman tentang kepemimpinan dan pemimpin memang saling terkauit terutama di dunia organisasi khususnya. Walaupun memiliki keterkaitan tetap saja masih ada beberapa perbedaan pemahaman tentang dua hal tersebut.
Menurut Moejiono (2002) kepemimpinan diartikan sebagai berikut :
“Memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitaskualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin”
Kepemimpinan lebih menjadi titik central dalam melaksanakan suatu keorganisasian baik berupa kebijakan atau peraturan beorganisasi. Sedangkan, pemimpin merupakan seseorang yang memiliki kecakapan lebih dalam usaha mempengaruhi prilaku seseorang atau seseorang yang mempunyai kelebihan dalam bidang tertentu sehingga menjadi faktor utama untuk menjadi seorang pemimpin. Jika disimpulkan lebih sederhana arti kepemimpinan dan pemimpin. Kepemimpinan merupakan suatu aktivitas atau prilaku seseorang, sedangkan pemimpin merupakan sifat, watak, dan prilaku dari kepemimpinan.
6. Karakter Kepemimpinan
Karakter Kepemimpinan Secara Umum menurut Doni Koesoema A. (2010:79) :
“Karakter dapat didefiniskan sebagai unsur psikososial yang dikaitkan dengan pendidikan dan konteks lingkungan. Karakter jika dipandang dari sudut behavioral yang menekankan unsur kepribadian yang dimiliki individu sejak lahir. Karakter dianggap sama dengan kepribadian, karena kepribadian dianggap sebagai ciri atau karakteristik atau sifat khas dari diri seorang yang bersumber dari lingkungan.”
Kepemimpinan merupakan proses dalam mempengaruhi prilaku seseorang untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kepemimpinan sendiri memiliki beberapa karakter yang menjadi dasar dalam kepemimpinan atau menjadi suatu tinjauan bagaimana dalam memimpin suatu kelompok atau organisasi.
Namun pemimpin besar berasal dari suatu karakter dan disiplin menjadi jenis orang yang dihargai dan dikagumi orang. Pemimpin besar punya legalitas yang jauh lebih bagus dari pada yang dimiliki orang yang dipimpin. Keterampilan pemimpin besar adalah motivasi orang menjadi pemimpin sendiri.
Berikut beberapa karakter kepemipinan yang menjadi syarat untuk menjadi seorang pemimpin, antara lain :
- Pemimpin harus peka terhadap lingkungannya, harus mendengar saran dan nasehat dari orang disekitarnya.
- Pemimpin harus menjadi teladan dalam lingkungannya.
- Pemimpin harus bersikap setia kepada janjinya, kepada organisasinya.
- Pemimpin harus mampu mengambil keputusan, harus pandai, cakap dan berani setelah semua faktor yang relevan di perhitungkan .
- Mempunyai kemapuan untuk menyakinkan orang lain ,pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang dapat menggunakan keterampilan, komunikasi dan pengaruhnya untuk menyakinkan orang lain terhadap sudut pandangnya serta mengarahlkan mereka pada tanggung jawab total.
Tags: Dasar-Dasar Kepemimpinan, Karakter Kepemimpinan, Leadership, Pemimpin dan Kepemimpinan, Prinsip Kepemimpinan, Sifat-Sifat Kepemimpinan, Teori Kepemimpinan, Tipe-Tipe Kepimpinan
