Konsep Dasar Manajemen Kesiswaan

Eka Prihatin memaparkan bahwa manajemen peserta didik adalah usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah . Karena itu manajemen kesiswaan di harapkan bisa menjadi pondasi terciptanya peserta didik yaang handal.

Menurut Mulyasa, Manajemen kesiswaan atau manajemen kemuridan (peserta didik) merupakan salah satu bidang operasional MBS. Manajemen kesiswaan adalah penataan atau pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai dari masuk hingga sampai keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolahan. Manajemen kesiswaan bukan hanya berbentuk pencatatan data peserta didik, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan disekolah. Melalui proses ini peserta didik di bina dari pertama masuk hingga nanti keluar.

Dalam batasan kali ini perlu diketahui bahwa manajemen kesiswaan merupakan gabungan dari kata “manajemen” dan “kesiswaan” pengertian konsep manajemen dan kesiswaan diuraikan sebagaimana berikut ini.

a. Pengertian Manajemen

Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen itu. Jadi, manajemen itu merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan. Oleh sebab itu diperlukan sebuah manajemen yang baik agar tujuannya tercapai

Secara terminologi, manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengontrolan terhadap sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya yang lain guna mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Dan juga mempermudah SDM melakukan tujuan melalui manajemen itu sendiri.

b. Prinsip Manajemen

Pentingnya prinsip-prinsip dasar dalam praktik manajemen antara lain menentukan metode kerja, pemilihan pekerjaan dan pengembangan keahlian, pemilihan prosedur kerja, menentukan batas-batas tugas, mempersiapkan dan membuat spesifikasi tugas, melakukan pendidikan dan latihan, melakukan sistem dan besarnya imbalan itu dimaksudkan untuk meningkat efektivitas, efisiensi, dan produktivitas kerja.

Dalam kaitannya dengan prinsip dasar manajemen, Fayol mengemukakan sejumlah prinsip manajemen, yaitu : Pembagian kerja, Otoritas, Disiplin, Kesatuan perintih, Kesatuan arah, Pengutamaan kepentingan umum/organisasi dari pada kepentingan pribadi, Pemberian kontra prestasi, Sentralisasi/ pemusatan, Hierarki, Teratur, Keadilan, Kestabilan staf, Inisiatif, Semangat kelompok. Dari prinsip manajemen itulah nanti akan meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas kerja.

c. Fungsi Manajemen

Pada dasarnya fungsi manajemen sangat berkaitan erat dengan tujuan manajemen, dimana tujuan itu sendiri adalah suatu hasil akhir, atau sesuatu yang akan dicapai. Oleh karena itu perlu adanya langkah-langkah yang harus ditempuh melalui manajemen, yakni fungsi manajemen yang meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan control/evaluasi. Menurut Henry L. Sisk menjelaskan bahwa: Management is the coordination of all recouces through the prosses of planning, organizing, directing, and controlling in order attain stated objectives. (Manajemen adalah kemampuan untuk mengkoordinasikan semua sumber daya melalui proses, Planing (perencanaan), organizing (pengorganisasian), directing (pengarahan), and controlling (pengawasan) untuk mencapai tujuan.

Dalam proses pelaksanaannya, manajemen mempunyai tugas-tugas khusus yang harus dilaksanakan. Tugas-tugas itu disebut sebagai fungsi-fungsi manajemen yaitu:

1) Fungsi Perencanaan

Menurut G.R. Terry yang dikutip oleh Malayu S. P. Hasibuan perencanaan (planing) adalah memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa mendatang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Perencanaan juga dapat diartikan pekerjaan mental untuk memilih sasaran, kebijakan, prosedur, dan program yang diperlukan untuk mencapai apa yang diinginkan pada masa yang akan datang.

Dapat disimpulkan bahwa Perencanaan (planning) adalah mempersiapkan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan. Dalam perencanaan terkandung perumusan dari persoalan tentang apa-apa yang akan dikerjakan, bagaimana pelaksanaannya, mengapa harus diusahakan, bilamana dan dimana diselenggarakan, dan oleh siapa kegiatan tersebut dilaksanakan.

2) Fungsi Organisasi

Organizing berasal dari kata organize yang berarti menciptakan struktur dengan bagian-bagian yang diintegrasikan sedemikian rupa, sehingga hubungannya satu sama lain terkait oleh hubungan terhadap keseluruhannya. Organizing diartikan menggambarkan pola-pola, skema, bagan yang menunjukkan garis-garis perintah, kedudukan karyawan, hubungan-hubungan yang ada, dan lain sebagainya.

Pengorganisasian juga dapat disebut sebagai suatu proses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-orang pada setiap aktivitas ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan, menetapkan wewenang yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Jadi setelah melaksanakan perencanaan langkah selanjutnya adalah pengorganisasian, dalam hal ini harus jelas siapa yang menjalankan dan apa yang dijalankan, agar semuanya berjalan dengan lancar.

Selain itu dalam sebuah lembaga pendidikan masing-masing orang atau unsur pendidikan harus mampu menjalankan peran sesuai dengan kemampuan serta tugasnya dengan teratur dan saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya. Hal itu menjadi sangat penting dalam manajemen karena membuat posisi orang jelas dalam struktur dan pekerjaannya dan melalui pemilihan, pengalokasian dan pendistribusian kerja yang profesional, organisasi dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

3) Fungsi Penggerakan

Penggerakan adalah fungsi manajemen yang terpenting dan paling dominan dalam proses manajemen. Fungsi ini baru dapat diterapkan setelah rencana, organisasi, dan karyawan ada. Jika fungsi ini diterapkan maka proses manajemen dalam merealisasikan tujuan dimulai.

Menurut Koontz dan O’donnel yang dikutip oleh Malayu S. P. Hasibuan mendefinisikan penggerakan adalah hubungan antar aspek-aspek individu yang ditimbulkan oleh adanya pengaturan terhadap bawahan-bawahan, untuk dapat dipahami dan pembagian pekerjaan yang efektif untuk tujuan perusahaan yang nyata.

Penggerakan juga diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk membimbing, mengarahkan, mengatur segala kegiatan yang telah diberi tugas dalam melaksanakan sesuatu kegiatan.

Dari beberapa definisi di atas dapat diartikan bahwa actuating merupakan bagian dari fungsi manajemen yang sangat penting karena tahapan ini merupakan tahapan aktualisasi dari apa yang telah direncanakan dan merupakan salah satu penentu keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan yang diharapkan sebuah lembaga pendidikan.

4) Fungsi Pengawasan

Pengawasan juga dapat diartikan sebagai perbuatan pertimbangan menurut suatu perangkat kriteria yang disepakati dan dapat mempertanggungjawabkan. Menurut Chuck Williams dalam buku Management, Controlling is monitoring progress toward goal achievement and taking corrective action when progress isn’t being made.

(Pengawasan adalah peninjauan kemajuan terhadap pencapaian hasil akhir dan pengambilan tindakan pembetulan ketika kemajuan tersebut tidak terwujud).

Pengkajian tentang evaluasi disini lebih di fokuskan pada evaluasi program karena dikaitkan dengan kepentingan pemimpin. Sebagaimana bidangbidang lainnya evaluasi program menggunakan konsep-konsep penting dan khusus sebagai alat analisis.

Sumber Bacaan

Eka Prihatin, Manajemen Peserta Didik, (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm. 4.

E. Mulyasa, Manajemen Berbasis (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007), hlm. 45-46.

Malayu S. P. Hasibuan, Manajemen, Dasar, Pengertian dan Masalah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hlm. 1, 2, 92,  119, 183, 184

Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009) hlm. 12.

Henry L. Sisk Principles Of Management, (New Rochelle: SouthWestern Publishing Company, 1969), hlm. 9 9

Chuck Williams, Management, (United States of America: SouthWestern College Publishing, 2000), hlm. 7

Nanang Fatah, Sistem Penjaminan Mutu Sekolah, (Bandung; PT Remaja Rosdakarya, 2012), hlm.107-108.

 

 

Tags: , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *