Konsep Kepatuhan dalam Pendidikan Menurut Para Cendekiawan

Konsep Kepatuhan dalam Pendidikan Menurut Para Cendekiawan

Pengertian Kepatuhan

Kepatuhan mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Berkualitas atau tidaknya belajar siswa/ peserta didik sangat dipengaruhi oleh faktor yang paling pokok yaitu kepatuhan, disamping faktor lingkungan, baik keluarga, sekolah, kedisiplinan serta bakat siswa itu sendiri.

Menurut Andiwinata (1992: 1546) menyatakan bahwa “Kepatuhan adalah ketaatan kepada suatu perintah atau aturan”. Kepatuhan juga dapat diartikan sebagai kedisiplinan.

Menurut Kadir (1994: 80) “Disiplin adalah kepatuhan terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan atau pengendalian. Kedua disiplin yang bertujuan mengembangkan watak agar dapat mengendalikan diri, agar berprilaku tertib dan efisien”.

Arti disiplin juga dapat dilihat dari segi bahasa adalah latihan ingatan dan watak untuk menciptakan pengawasan (kontrol diri), atau kebiasaan mematuhi ketentuan dan perintah. Jadi arti disiplin secara lengkap adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tampa paksaan dari siapa pun.

Disamping itu disiplin menurut Djamarah (2002: 12) adalah “Suatu tata tertib yang dapat mengatur tatanan kehidupan pridadi dan kelompok”. Sedangkan Wardati dan Moh. Jauhar (2011: 150) “Disiplin ialah ketaatan atau kepatuhan kepada peraturan tata tertib, aturan yang berkaitan dengan jam belajar di sekolah yang meliputi jam masuk sekolah dan keluar sekolah, kepatuhan siswa dalam berpakaian, kepatuhan siswa dalam mengikuti kegiatan sekolah”.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kepatuhan kepatuhan merupakan bagian dari kedisiplinan adalah kesadaran diri seseorang (peserta didik) dalam menciptakan pengawasan (kontrol diri) terhadap peraturan dan tata tertib yang berlaku dengan penuh tanggung jawab.

Dari pengertian kepatuhan yang telah diuraikan diatas, maka yang dimaksud dengan kepatuhan peserta didik adalah sikap atau tingkah laku peserta didik yang taat dan patuh untuk dapat menjalankan kewajibannya untuk belajar, serta bertingkahlaku sesuai dengan norma dan tata tertib yang berlaku.

Perlunya Kedisiplinan

Disiplin diperlukan oleh siapapun dan dimanapun, begitupun seorang peserta didik. Seorang peserta didik harus disiplin baik itu disiplin dalam menaati tata tertib sekolah, disiplin dalam belajar di sekolah, disiplin dalam mengerjakan tugas, maupun disiplin dalam belajar dirumah, sehingga akan dicapai hasil belajar yang optimal. Disiplin berperan penting dalam membentuk individu yang berciri keunggulam.

Menurut Tu’u (2004:37) disiplin penting karena alasan berikut ini:

  1. Dengan disiplin yang muncul karena kesadaran diri, siswa berhasil dalam belajarnya. Sebaliknya siswa yang kerap kali melanggar ketentuan sekolah pada umumnya terhambat optimalisasi potensi dan prestasinya.
  2. Tanpa disiplin yang baik, suasana sekolah dan juga kelas menjadi kurang kondusif bagi kegiatan pembelajaran. Secara positif disiplin memberi dukungan yang tenang dan tertib bagi proses pembelajaran.
  3. Orang tua senantiasa berharap di sekolah anak-anak dibiasakan dengan norma norma, nilai kehidupan, dan disiplin. Dengan demikian anak-anak dapat menjadi individu yang tertib, teratur, dan disiplin.
  4. Disiplin merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja.

Sedangkan menurut Maman Rachman dalam Tu’u (2004: 35) pentingnya disiplin bagi para siswa adalah sebagai berikut :

  1. Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang.
  2. Membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan.
  3. Cara menyelesaikan tuntutan yang ingin ditunjukan peserta didik terhadap lingkunganya.
  4. Untuk mengatur keseimbangan keinginan individu satu dengan individu lainnya.
  5. Menjauhi siswa melakukan hal-hal yang dilarang sekolah.
  6. Mendorong siswa melakukan hal-hal yang baik dan benar.
  7. Peserta didik belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik, positif dan bermanfaat baginya dan lingkungannya.
  8. Kebiasaan baik itu menyebabkan ketenangan jiwanya dan lingkungannya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa disiplin sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap peserta didik. Disiplin yang tumbuh secara sadar akan membentuk sikap, perilaku, dan tata kehidupan yang teratur yang akan menjadikan peserta didik sukses dalam belajar.

Fungsi Disiplin

Fungsi disiplin sangat penting untuk ditanamkan pada siswa, sehingga siswa menjadi sadar bahwa dengan disiplin akan tercapai hasil belajar yang optimal. Menurut Tu’u (2004: 38-44) adalah sebagai berikut :

1. Menata Kehidupan Bersama

Manusia merupakan mahluk sosial, manusia tidak akan bisa hidup tanpa batuan orang lain. Dalam kehidupan bermasyarakat sering terjadi pertikaian antara sesama orang yang disebabkan karena benturan kepentingan, karena manusia selain sebagai mahluk sosial ia juga sebagai mahluk individu yang tidak lepas dari sifat egonya, sehingga terkadang dalam masyarakat terjadi benturan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan bersama. Disinilah pentingnya disiplin untuk mengaur tata kehidupan manusia dalam kelompok tertentu atau dalam masyarakat. Sehingga kehidupan bermasyarakat akan tentram dan teratur.

2. Membangun Kepribadian

Kepribadian adalah keseluruhan sifat, tingkah laku yang khas yang dimiliki oleh seseorang. Antara orang yang satu dengan orang yang lain mempunyai kepribadian yang berbeda. Lingkungan yang berdisiplin baik sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang.

Apalagi seorang peserta didik yang sedang tumbuh kepribadiannya, tentu lingkungan sekolah yang tertib, teratur, tenang, dan tentram sangat berperan dalam membangun kepribadian yang baik.

3. Melatih Kepribadian yang Baik

Kepribadian yang baik selain perlu dibangun sejak dini, juga perlu dilatih karena kepribadian yang baik tidak muncul dengan sendirinya.

Kepribadian yang baik perlu dilatih dan dibiasakan, sikap perilaku dan pola kehidupan dan disiplin tidak terbentuk dalam waktu yang singkat, namun melalui suatu proses yang membutuhkan waktu lama.

4. Pemaksaan

Disiplin akan tercipta dengan kesadaran seseorang untuk mematuhi semua ketentuan, peraturan, dan norma yang berlaku dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Sebaliknya disiplin dapat pula terjadi karena adanya pemaksaan dan tekanan dari luar. Misalnya, ketika seorang siswa yang kurang disiplin masuk sekolah yang berdisiplin baik, maka ia terpaksa harus menaati dan mematuhi tata tertib yang ada di sekolah tersebut.

5. Hukuman

Dalam suatu sekolah tentunya ada aturan atau tata tertib. Tata tertib ini berisi hal-hal yang positif dan harus dilakukan oleh siswa. Sisi lainnya berisi sanksi atau hukuman bagi yang melanggar tata tertib tersebut. Hukuman berperan sangat penting karena dapat memberi motifasi dan kekuatan bagi siswa untuk mematuhi tata tertib dan peraturanperaturan yang ada, karena tanpa adanya hukuman sangat diragukan peserta didik akan mematuhi paraturan yang sudah ditentukan.

6. Menciptakan Lingkungan yang Kondusif

Disiplin di sekolah berfungsi mendukung terlaksananya proses kegiatan pendidikan berjalan lancar, hal itu dicapai dengan merancang peraturan sekolah. Kemudian diimplementasikan secara konsisten dan konsekuen, dengan demikian diharapkan sekolah akan menjadi lingkungan pendidikan yang aman, tenang, tentram, dan teratur.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dan Membentuk Disiplin

Perilaku disiplin tidak akan tumbuh dengan sendirinya, melainkan perlu kesadaran diri, latihan, kebiasaan, dan juga adanya hukuman. Bagi peserta didik kepatuhan juga tidak akan tercipta apabila tidak mempunyai kesadaran diri. Peserta didik akan patuh terhadap tata tertib di sekolah apabila peserta didik sadar akan pentingnya kedisiplinan dalam kehidupannya. Penanaman disiplin perlu dimulai sedini mungkin mulai dari dalam lingkungan keluarga.

Menurut Tu’u (2004: 48-49) mengatakan ada empat faktor dominan yang mempengaruhi dan membentuk disiplin yaitu:

1. Kesadaran Diri

Kesadaran diri menjadi motif sangat kuat bagi terwujudnya disiplin. Disiplin yang terbentuk atas kesadaran diri akan kuat pengaruhnya dan akan lebih tahan lama dibandingkan dengan disiplin yang terbentuk karena unsur paksaan atau hukuman.

2. Pengikutan dan Ketaatan

Sebagai langkah penerapan dan praktik atas peraturan-peraturan yang mengatur perilaku individunya. Hal ini sebagai kelanjutan dari adanya kesadaran diri yang dihasilkan oleh kemampuan dan kemauan diri yang kuat.

3. Alat Pendidikan

Untuk mempengaruhi, mengubah, membina, dan membentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang ditentukan atau diajarkan.

4. Hukuman

Seseorang yang taat pada aturan cenderung disebabkan karena dua hal, yang pertama karena adanya kesadarn diri, kemudian yang kedua karena adanya hukuman. Hukuman akan menyadarkan, mengoreksi, dan meluruskan yang salah, sehingga orang kembali pada perilaku yang sesuai dengan harapan.

Lebih lanjut Tu’u (2004: 49-50) menambahkan masih ada faktor lain yang berpengaruh dalam pembentukan disiplin yaitu:

5. Teladan

Teladan adalah contoh yang baik yang seharusnya ditiru oleh orang lain. Dalam hal ini siswa lebih mudah meniru apa yang mereka lihat sebagai teladan (orang yang dianggap baik dan patut ditiru) dari pada dengan apa yang mereka dengar. Karena itu contoh dan teladan disiplin dari atasan, kepala sekolah dan guru-guru serta penata usaha sangatberpengaruh terhadap disiplin para siswa.

6. Lingkungan Berdisiplin

Lingkungan berdisiplin kuat pengaruhnya dalam pembentukan disiplin dibandingkan dengan lingkungan yang belum menerapkan disiplin. Bila berada dilingkungan yang berdisiplin, seseorang akan terbawa oleh lingkungan tersebut.

7. Latihan berdisiplin

Disiplin dapat tercapai dan dibentuk melalui latihan dan kebiasaan. Artinya melakuakn disiplin secara berulang-ulang dan membiasakannya dalam praktik disiplin sehari-hari.

Aspek-Aspek Disiplin Peserta Didik

Menurut Arikunto (2010: 270) kedisiplinan siswa dapat dilihat dalam 3 aspek yaitu

1. Aspek Disiplin Siswa di Lingkungan Keluarga

Yang dimaksud dengan disiplin keluarga adalah peraturan dirumah mengajarkan anak apa yang harus dan apa yang boleh dilakukan dirumah atau dalam hubungan dengan anggota keluarga. Disiplin keluarga mempunyai peran penting agar anak segera belajar dalam hal prilaku. Lingkungan keluarga sering disebut lingkungan pertama didalam pendidikan dan sangat penting dalam membetuk pola kepribadian anak, karena dalam keluarga anak pertama kali berkenalan dengan nilai dan norma. Aspek disiplin dilingkungan keluarga, meliputi: a) Mengerjakan tugas sekolah dirumah, b) Mempersiapkan keperluan sekolah dirumah.

2. Aspek Disiplin Siswa di Lingkungan Sekolah

Yang dimaksud dengan disiplin sekolah adalah peraturan, peraturan ini mengatakan pada anak apa yang harus dan apa yang tidak boleh dilakukan sewaktu dilingkungan sekolah. Disiplin sekolah merupakan hal yang sangat penting dalam peraturan dan tata tertib yang ditunjukan pada siswa. Apabila disiplin sekolah telah menjadi kebiasaan belajar, maka nantinya siswa benar-benar menganggap kalau belajar disekolah adalah merupakan suatu kebutuhan bukan sebagai kewajiban atau tekanan. Aspek disiplin siswa dilingkungan sekolah, meliputi: a) Sikap siswa dikelas, b) Kehadiran siswa, c) Melaksanakan tata tertib di sekolah.

3. Aspek Disiplin Siswa di Lingkungan Pergaulan

Yang dimaksud disiplin pergaulan adalah peraturan lapangan bermain terutama dipusatkan pada permainan dan olah raga. Peraturan itu juga mengatur tingkah laku kelompok. Peraturan disini mempunyai nilai pendidikan, sebab peraturan memperkenalkan pada anak prilaku yang disetujui anggota kelompoknya. Aspek disiplin siswa dilingkungan pergaulan, meliputi: a) Yang berhubungan dengan pinjam meminjam, b) Yang berhubungan dengan disiplin waktu.

Dengan demikian maka indikator kepatuhan peserta didik yang dapat dibuat dari teori tersebut adalah sebagai berikut:

1. Ketaatan

a) Bersungguh-sungguh dalam menjalankan peraturan disertai dengan tanggung jawab.
b) Pengetahuan peserta didik dalam melihat arti pentingnya disiplin di
c) Perilaku peserta didik yang menunjukkan tindakan disiplin pada waktu proses belajar.

2. Kesetiaan

a) Mengetahui batasan-batasan sikap jika berada di sekolah atau
b) Menghargai peraturan dan tata tertib yang ada di sekolah.
c) Menjaga lingkungan sekolah agar senantiasa indah, aman, dan

3. Tanggung Jawab

a) Menunjukkan adanya keseimbangan antara tindakan yang dilaksanakan dengan ucapan.
b) Menunjukkan sikap berani bertanggung jawab atau konsekuensi dari apa yang telah dilakukan.
c) Mengetahui kewajiban dan dapat menempatkannya (disekolah sebagai siswa dan dirumah sebagai anak).

Banyak yang baca