Level Kognitif : Dimensi Proses Kognitif, HOTS dan LOTS, Tujuan Level Kognitif

Level Kognitif

Level Kognitif

 Saat guru berusaha untuk memutuskan dan membuat indikator dari sebuah kompetensi yang harus diraih. Guru harus mengetahui tentang apa itu level kognitif.

Level kognitif adalah kapabilitas siswa dalam penerimaan sesuatu yang dijelaskan dan diklasifikasikan kedalam tiga taraf kognitif.

Berikut merupakan tiga level kognitif, pada level 1 berkutat pada kapabilitas siswa di ranah kognitif yang rendah seperti pemahaman dan mengetahui (knowing).

Pada level 2 berkutat pada kapabilitas siswa di ranah kognitif yang menengah dan tinggi seperti implementasi dan pengaplikasian (applying).

Sementara pada level 3 berkutat pada kapabilitas siswa di ranah kognitif tingkat tinggi seperti penalaran (reasoning). Di taraf ini level kognitif terdiri dari sintesis, analisis dan evaluasi.

Level kognitif mencerminkan dimensi proses kognitif aspek pengetahuan yang diukur dari sebuah soal. Dimensi proses kognitif aspek pengetahuan menurut Bloom yang disempurnakan oleh Anderson dan Krathwohl pada tahun 2001 sebagai berikut.

  1. Mengingat atau C1, yang merupakan proses kognitif dalam mengemukakan kembali apa yang sudah dipelajari dari guru, buku, sumber lainnya sebagaimana aslinya, tanpa melakukan
  2. Memahami atau C2, yang merupakan proses kognitif yang ditandai dengan sudah adanya proses pengolahan dari bentuk aslinya tetapi arti dari kata, istilah, tulisan, grafik, tabel, gambar foto tidak
  3. Menerapkan atau C3, yang merupakan proses kognitif dalam menggunakan informasi, konsep, prosedur, prinsip, hukum, teori yang sudah dipelajari untuk sesuatu yang baru/belum
  4. Menganalisis atau C4, yang merupakan proses kognitif dalam menggunakan keterampilan yang telah dipelajarinya terhadap suatu informasi yang belum diketahuinya dalam mengelompokkan informasi, menentukan keterhubungan antara satu kelompok/informasi dengan kelompok/ informasi lainnya, antara fakta dengan konsep, antara argumentasi dengan kesimpulan, benang merah pemikiran antara satu karya dengan karya
  5. Mengevaluasi atau C5, yang merupakan proses kognitif dalam menentukan nilai suatu benda atau informasi berdasarkan suatu kriteria.
  6. Mengkreasi ataun C6, yang merupakan proses kognitif dalam membuat sesuatu yang baru dari apa yang sudah ada sehingga hasil tersebut merupakan satu kesatuan utuh dan berbeda dari komponen yang digunakan untuk

Perspektif level kognitif yang didasarkan pada teori Benjamin S. Bloom juga ada tiga, yaitu:

  • Level 1: Menghafal/Mengingat (C1) dan Memahami (C2).
  • Level 2: Mengaplikasikan/Implementasi (C3).
  • Level 3: Analisis (C4), Evaluasi (C5), dan Membuat (C6).

HOTS dan LOTS

HOTS dan LOTS adalah konsep pendidikan yang ditawarkan pada teori Taksonomi Bloom. Dalam teori ini pendidikan memiliki bentuk yang mengelompokan tujuan pendidikan menjadi beberapa topik dan level kemampuan berpikir.

Topik atau level tersebut adalah level tingkat tinggi (HOTS Kepanjangan, Higher-order thinking skills) dan level rendah (LOTS kepanjangan, Lower-order thinking skills).

Berdasarkan pemaparan di atas perspektif level kognitif yang termasuk LOTS adalah C1, C2 dan C3. Sementara pada level kognitif HOTS mencakup C4, C5, C6.

Tujuan Level Kognitif Pengetahuan (Knowledge)

Menghafal secara sederhana atau bisa mengenali fakta, prinsip, istilah, metode, kriteria, generalisasi atau teori tertentu. Siswa hanya memilih materi yang benar dari ingatannya

  • Mengingat atau
  • Daftar, nama, definisikan, ulangi, hafalkan, ingat.

Pemahaman (Comprehension)

 Mengerti secara sederhana yang ditunjukan dengan cara menafsirkan, mengartikan, meringkas, menyimpulkan sebuah kesimpulan yang sederhana. Siswa harus meletakan pengetahuan kedalam alternatif yang lain.

  • Ungkapkan pemahaman ke dalam bahasa sehari-hari; Diskusikan pemahaman dan implikasinya; Terjemahkan ke dalam tiga bahasa (kata, gambar dan angka (matematika));
  • Menghubungkan satu gagasan dengan gagasan lainnya secara
  • Melaporkan, menemukan, menyatakan kembali, diskusi, deskripsi, jelaskan, mengungkapkan, mengidentifikasi, menghitung.

Penerapan (Application)

  • Menggunakan pengetahuan umum dalam situasi baru, spesifik dan konkret (tidak dipelajari sebelumnya).
  • Situasi yang baru atau berbeda; berupa masalah kompleks dan membingungkan yang membutuhkan pemilihan solusi.
  • Tafsirkan, tunjukkan, gunakan, terapkan, tanggapi, ilustrasikan, dramatisasi, putuskan, peragakan.

Analisis (Analysis)

  • Membagi informasi menjadi bagian yang terpisah, menjabarkan keterkaitan antara bagian satu dengan yang lain atau struktur organisasi secara menyeluruh. Siswa membagi keseluruhan kompleks menjadi beberapa bagian untuk lebih memahami.
  • Memecahkan, membuat diagram, menghubungkan, menilai, menganalisis, menghitung, memeriksa, membedakan.

 Evaluasi (Evaluation)

  • Menilai pengetahuan atau informasi dengan kriteria tertentu sesuai standar internal atau eksternal.
  • Menilai, merevisi, menilai, membandingkan, memilih, mengevaluasi, mengukur.

 Mencipta (Create)

  • Membuat pengetahuan atau informasi menjadi bagian dari siswa dan bisa menyelesaikan masalah yang ada.
  • Menyusun, mengarang, mengkreasikan, mengkode, mengkategorikan, merekonstruksi, menampilkan.

Level Kognitif yang Harus Dimengerti Guru

 Penjabaran tentang kapabilitas siswa yang harus dipenuhi dari tiap-tiap level kognitif ada dibawah ini:

Level 1

Peserta didik pada level pengetahuan dan pemahaman ini dituntut untuk memiliki kemampuan standar minimum dalam menguasai pelajaran. Berikut adalah rincian kemampuannya.

  • Memperlihatkan ingatan dan pemahaman dasar terhadap materi pelajaran dan dapat membuat generalisasi yang
  • Memperlihatkan tingkatan    dasar    dalam    pemecahan    masalah     dalam pelajaran, paling tidak dengan satu
  • Memperlihatkan pemahaman dasar terhadap grafik-grafik, tabel-tabel, dan materi visual
  • Mengkomunikasikan fakta-fakta dasar dengan menggunakan terminologi yang

 Di level ini merupakan mengenai kapabilitas siswa dengan kesulitan yang rendah dalam memahami sebuah materi. Karena pada level ini siswa hanya dituntut untuk bias mengingat dan memahami (Knowing).

  • Mempertunjukan hafalan dan penguasaan pada materi pembelajaran dasar dan bisa menciptakan generalisasi yang
  • Memperlihatkan kemampuan dasar saat memecahkan masalah dari sebuah materi
  • Mempertunjukan penguasan dasar pada sebuah materi bergambar, tabel dan
  • Bisa menunjukan cara menghubungkan bukti/fakta dasar dengan cara memakai istilah yang lebih

Level 2

Peserta didik pada level aplikasi ini dituntut untuk memiliki kemampuan aplikatif. Berikut adalah rincian kemampuannya.

  • Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap materi pelajaran dan dapat mengaplikasikan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam konteks
  • Menginterpretasi dan menganalisis informasi dan
  • Memecahkan masalah-masalah rutin dalam
  • Menginterpretasi grafik-grafik, tabel-tabel, dan materi visual
  • Mengomunikasikan dengan jelas dan terorganisasi penggunaan

 Di level ini adalah mengenai kapabilitas siswa dalam pengaplikasian (Applying) atau menerapkan.

  • Mempertunjukan pemahaman dan pengetahuan tentang materi Selanjutnya siswa bisa mengaplikasikan ide dan konsep tersebut kedalam suatu bentuk.
  • Siswa bisa memperlihatkan kemampuan dalam menafsirkan dan menganalisis sebuah data dan informasi secara dalam dan
  • Menunjukan cara memecahkan masalah yang ringan dan sulit dalam sebuah materi
  • Bisa memahami dan mampu menafsirkan sebuah tabel, grafik dan
  • Bisa menghubungkan fakta yang tersusun dan bisa membangun penjelasan dengan istilah/analogi

Level 3

Peserta didik pada level penalaran ini dituntut untuk memiliki kemampuan penalaran dan logika. Berikut adalah rincian kemampuannya.

  • Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman yang luas terhadap materi pelajaran dan dapat menerapkan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam situasi yang familiar, maupun dengan cara yang
  • Menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi gagasan-gagasan dan informasi yang
  • Menjelaskan hubungan konseptual dan informasi yang
  • Menginterpretasi dan menjelaskan gagasan-gagasan yang kompleks dalam
  • Mengekspresikan gagasan-gagasan nyata dan akurat dengan menggunakan terminologi yang
  • Memecahkan masalah dengan berbagai cara dan melibatkan banyak
  • Mendemonstrasikan pemikiran-pemikiran yang original

Di level ini adalah mengenai kemampuan siswa dalam logika dan penalaran (Reasoning), menganalisis, evaluasi dan membuat.

  • Menunjukan penguasaan dan pemahaman yang mendalam tentang Selain bisa mengaplikasikan ide dan konsep dalam keadaan yang biasa dan umum, siswa juga dituntut untuk mampu dalam mengaplikasikan dengan berbagai cara.
  • Bisa melakukan sintesis, analisis dan evaluasi setiap ide dan informasi ke dalam konteks yang
  • Menjabarkan koneksi antara informasi dan konsep kedalam bentuk yang sesuai dengan
  • Bisa menafsirkan setiap ide rumit pada materi
  • Bisa menjelaskan sebuah ide dari realitas dengan istilah yang mudah
  • Menemukan solusi dari masalah yang ada dan mengaitkan dengan banyak
  • Mempresentasikan ide dan gagasan yang orisinal.

Level Kognitif, Dimensi Proses Kognitif, dan Contoh Kata Kerja Operasional dalam Penyusunan Soal Ulangan

Bagaimana kata kerja operasional yang sesuai dengan level kognitif yang ditetapkan oleh Pusmenjar Kemendikbud dan dimensi proses kognitif yang ditetapkan oleh Bloom (yang disempurnakan oleh Anderson dan Krathwohl). Berikut adalah penjelasannya.

Kata Kerja Operasional pada Level Pengetahuan dan Pemahaman (Level 1)

Level pengetahuan dan pemahaman mencakup dimensi proses kognitif mengingat (C1) dan memahami (C2).

Dimensi mengingat (C1) merupakan dimensi peserta didik dalam mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang, yang terdiri dari:

  1. mengenali (mengidentifikasi) dan
  2. mengingat

Kata kerja operasional pada dimensi mengingat ini terdiri dari:

  1. mengidentifikasi,
  2. menentukan (menyebutkan, menunjukkan)
  3. mendaftar,
  4. mendefinisikan, dan

Dimensi memahami (C2) merupakan dimensi peserta didik dalam mengonstruksi makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru, yang terdiri dari:

  1. menafsirkan (mengklarifikasi, menerjemahkan),
  2. mencontohkan (mengilustrasikan),
  3. mengklasifikasikan,
  4. merangkum,
  5. menyimpulkan (inferensi),
  6. membandingkan (mengontraskan), dan

Kata kerja operasional pada dimensi memahami ini terdiri dari:

  1. menafsirkan (data)
  2. menerjemahkan,
  3. mengklarifikasi,
  4. memarafrasekan,
  5. mengilustrasikan,
  6. mengelompokkan,
  7. mengklasifikasi,
  8. merangkum,
  9. meringkas,
  10. menyimpulkan (data, karangan, dll)
  11. menyarikan (merangkum),
  12. mengekstrapolasi,
  13. memprediksi (data/konteks sederhana),
  14. membandingkan,
  15. mengontraskan,
  16. menjelaskan,
  17. mendeskripsikan, dan
  18. menentukan (kesimpulan, penjelasan, ringkasan, dll).

Kata Kerja Operasional pada Level Aplikasi (Level 2)

Level aplikasi mencakup dimensi proses kognitif mengaplikasikan (C3).

Dimensi mengaplikasikan (C3) merupakan dimensi peserta didik dalam menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu, yang terdiri dari:

  1. mengeksekusi (melaksanakan) dan
  2. mengimplementasikan (menggunakan).

Kata kerja operasional pada dimensi mengaplikasikan ini terdiri dari:

  1. menggunakan,
  2. menerapkan,
  3. mengubah,
  4. menentukan (hasil perhitungan, dll), dan

Kata Kerja Operasional pada Level Penalaran (Level 3)

Level penalaran mencakup dimensi proses kognitif menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mengkreasi (C6).

Dimensi menganalisis (C4) merupakan dimensi peserta didik dalam memecah- mecah materi menjadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan- hubungan antar bagian itu serta hubungan antara bagian-bagian tersebut dengan keseluruhan struktur atau tujuan, yang terdiri dari:

  1. membedakan (memilah, memfokuskan),
  2. mengorganisasi,
  3. mengatributasi, dan
  4. menentukan sudut

Kata kerja operasional pada dimensi menganalisis ini terdiri dari:

  1. menganalisis,
  2. membedakan,
  3. memilah,
  4. menghubungkan,
  5. menemukan koherensi,
  6. menentukan,
  7. menyelidiki (sudut pandang) rediksi (fenomena kompleks), dan
  8. memfokuskan (inti permasalahan).

Dimensi mengevaluasi (C5) merupakan dimensi peserta didik dalam mengambil keputusan berdasarkan kriteria dan/atau standar, yang terdiri dari:

  1. memeriksa (menguji, mendeteksi) dan
  2. mengkritik (menilai).

Kata kerja operasional pada dimensi mengevaluasi ini terdiri dari:

  1. menilai,
  2. mengkritik,
  3. mendeteksi,
  4. memeriksa (kesesuaian), dan
  5. menentukan (kelebihan dan kekurangan).

Dimensi mengkreasi (C6) merupakan dimensi peserta didik dalam memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren atau membuat suatu ide/saran/gagasan yang orisinal, yang terdiri dari:

  1. merumuskan,
  2. merencanakan, dan
  3. memproduksi (mengonstruksi).

Kata kerja operasional pada dimensi mengkreasi ini terdiri dari:

  1. merencanakan,
  2. merevisi,
  3. mengembangkan,
  4. membangun,
  5. memodifikasi,
  6. mendesain,
  7. menentukan (saran),
  8. merumuskan (hipotesis),
  9. merancang, dan
  10. mengkreasi (ide, gagasan baru dan orisinal).
Banyak yang baca