Pengertian Belajar Mandiri : Tujuan, Manfaat, Proses Belajar, Lingkungan Belajar
Pengertian Belajar Mandiri
Belajar mandiri merupakan sistem belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar sendiri dari bahan cetak, program siaran dan bahan rekaman yang telah disiapkan sebelumnya. Menurut Brookfield, Knowles (1975), Kozma, Belle, Williams (1978) dalam Martinis Yamin, (2011:7) mendefinisikan bahwa “Belajar mandiri adalah upaya individu secara otonomi untuk mencapai kemampuan akademis”. Menurut Haris Madjiman (2011:1) bahwa Belajar mandiri adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai kempleks guna mengatasi sesuatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang telah dimiliki.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa Belajar mandiri adalah keputusan untuk mencapai tujuan akademik yang didorong oleh niat atau motif untuk mengetahui kempleks guna mengatasi sesuatu masalah, dan kompetensi yang telah dimiliki.
Syarat-Syarat Belajar Mandiri
Menurut Martinis Yamin, (2011:106-109) Syarat-syarat Belajar mandiri, diantaranya:
a. Adanya masalah
Syarat pertama harus adanya masalah yang menarik dan bermakna bagi peserta didik. masalah harys real, aktual dan memiliki kaitan dengan kehidupannya. sehingga menarik bagi persta didik mencari jawabannya.
b. Meminta pendapat/keterampilan peserta didik
Sebagian besar peserta didik menerima apa yang diajarkan oleh pembelajar, dan banyak juga pembelajar yang mengajur peserta didik untuk menghafal (rote learning).
c. Menumbuhkan motivasi
menciptakan belajar mandiri pembeajar harus mampu berkerja sama dengan orang tua di rumah tangga dan masyarakat di sekitar anak. kerja sama yang baik akan membuahkan hasil berupa anak peserta didik yang berkualitas dan mandiri.kitamemahami kondisi ekonomi masyarakat , tidak semua sama mereka berkecukupan dalam segi ekonomi, namun kita mensuport semangat menyekolah anak-anak mereka, ekonomi mempengaruhi lingkungan belajar, akan tetapi mutlak.
d. Suka membimbing dan melatih peserta didik
Pembelajar di sekolah akan selalu berhadapan dengan para peserta didik yang berbeda tingkat umur sesuai dengan jenjang satuan pendidikan dihadapinya. Membimbing, mendidik, melatih pada setiap tingkat tidaklah sama.
e. Memberi perhatian dan penghargaan pada peserta didik
Pembelajar perlu peka terhadap isyarat dan kebutuhan peserta didik. tujuan dari pembelajaran yang bak mungkin dapat tercapai melalui satu cara dengan seorang peserta didik, dan cara lain dengan peserta didik lain, tergantung pada ciri-ciri yang dimiliki oleh peserta didik, masing-masing peserta didik pribadi sosial, dan non-konvensional. Perhatian dan penghargaan pembelajar akan bermakna terhadap belajar mandiri peserta didik, terutama dalam memberi petunjuk, bimbingan dan latihan.
Manfaat Belajar Mandiri
Menurut Martinis Yamin (2011:105 ) bahwa belajar mandiri memiliki banyak manfaat terhadap kognisi, afeksi, dan psikomotorik peserta didik, manfaat tersebut seperti bawah ini :
a. Mengasah multiple intelligences
b. Memepertajam analisis
c. Memupuk tanggung jawab
d. Mengembangkan daya tahan mental
e. Meningkatkan keterampilan
f. Memecahkan masalah
g. Mengambil keptusan
h. Berpikir kreatif
i. Berpikir kritis
j. Percaya diri yang kuat
k. Menjadi pembelajar bagi dirinya sendiri
Proses Belajar Mandiri
Belajar mandiri bukanlah belajar individual, akan tetapi belajar yang menuntut kemandirian seorang peserta didik dan mahapeserta didik untuk belajar. Belajar mandiri pemberian otonomi kepada peserta didik dan mahapeserta didik dalam menentukkan arah/tujuan belajar, sumber belajar, program belajar, materi yang di pelajarinya, dan bagaimana mempelajarinya, tanpa di atur secara ketat oleh pembelajar atau peraturan.
Hal yang terpenting dalam proses belajar mandiri ialah peningkatan kemauan dan keterampilan peserta didik dalam proses belajar tanpa bantuan orang lain, sehingga pada akhirnya peserta didik tidak tergantung pada pembelajar/instruktur, pembimbing, teman atau orang lain dalam belajar menurut Martinis Yamin (2011:116).
Lingkungan Belajar Mandiri
lingkungan manusia merupakan skema dan sesorang memngadabtasi sesuatu berdasarkan skemanya atau pengasimilasian objek baru kepada skema lama (lingkungan tempat tinggalnya). kemudian seiring dengan perkembangan pengetuan sains, teknologi, dan kebutuhan manusia sehingga lingkungan berubah, suka atau tidak suka lingkungan berubah karena tuntutan manusia.
skemata itu tersusun dengan upaya dari individu peserta didik yang sangat tergantung kepada skemata
Tujuan Belajar Mandiri
Tujuan belajar mandiri adalah mencari kompetensi baru baik yang berbentuk pengetahuan maupun keterampilan untuk mengatasi sesuatu masalah. untuk mendapatkan kompetensi baru itu, secara aktif pembelajar mencari informasi dari bebagai sumber dan mengolahnya berdasar pengethuan yang telah dimiliki.
Menurut Haris Madjiman (2011:10) bahwa “Tujuan belajar mandiri dan mencari pencapaiannya memang ditetapkan sendiri oleh pembelajar”.Tujuan ini harus dilandasi motif atau semangat untuk menguasai tujuan belajr yang telah ditetapkannya sebelumnya, ialah tujuan akhir berupa dicapai agar dapat menguasai tujuan belajr yang telah ditetapkan sebelumnya, ialah tujuan akhir yang berupa kompetensi untuk menjawab masalah penelitian.
Kesimpulan
Belajar mandiri merupakan suatu sistem belajar di mana siswa dapat belajar sendiri dari berbagai sumber yang telah disiapkan sebelumnya. Dalam belajar mandiri, siswa mengambil inisiatif untuk mencapai kemampuan akademisnya dengan niat untuk mengatasi masalah dan menggunakan pengetahuan atau kompetensi yang telah dimiliki. Beberapa syarat belajar mandiri meliputi adanya masalah yang menarik bagi peserta didik, meminta pendapat atau keterampilan peserta didik, menumbuhkan motivasi, suka membimbing dan melatih peserta didik, serta memberi perhatian dan penghargaan pada peserta didik.
Manfaat belajar mandiri meliputi pengasahan multiple intelligences, penajaman analisis, pengembangan tanggung jawab, peningkatan daya tahan mental, peningkatan keterampilan, kemampuan memecahkan masalah, mengambil keputusan, berpikir kreatif dan kritis, membangun rasa percaya diri yang kuat, dan menjadi pembelajar bagi dirinya sendiri.
Proses belajar mandiri memberikan otonomi kepada peserta didik dalam menentukan arah, sumber, program, dan materi belajar tanpa diatur secara ketat oleh pembelajar. Lingkungan belajar mandiri berkembang seiring dengan tuntutan manusia dan merupakan skema yang disusun oleh individu peserta didik.
Tujuan belajar mandiri adalah mencari kompetensi baru baik dalam bentuk pengetahuan maupun keterampilan untuk mengatasi masalah. Tujuan ini ditetapkan sendiri oleh pembelajar dan didasari oleh motif atau semangat untuk menguasai tujuan belajar yang telah ditetapkan sebelumnya.
Referensi
Yamin, Martinis. (2011). Belajar Mandiri. Jakarta: PT Indeks.
Madjiman, Haris. (2011). Pembelajaran Aktif: Memantik Semangat Belajar. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Knowles, Malcolm S. (1975). Self-Directed Learning: A Guide for Learners and Teachers. Chicago: Association Press.
Kozma, Belle; Williams, William M. (1978). Learning with Media. Englewood Cliffs, NJ: Educational Technology Publications.
Tags: Belajar Mandiri, Lingkungan Belajar Mandiri, Manfaat Belajar Mandiri, Proses Belajar Mandiri, Syarat Belajar Mandiri, Tujuan Belajar Mandiri

Artikel yang sangat berkualitas, sangat mudah dipahami dan menggunakan bahasa yang jelas dan tidak membosankan pembaca