Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pada hakikatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat. Untuk menciptakan generasi yang berkualitas, masyarakat sangat mengharapkan adanya pendidikan yang memadai untuk putra-putrinya, terlebih pada saat mereka masih berada dalam tataran usia dini. PAUD akan menjadi cikal bakal pembentukan karakter bangsa (nation character building), sebagai titik awal dari pembentukan SDM berkualitas, yang memiliki wawasan, intelektual, kepribadian, tanggung jawab, inovatif, kreatif, proaktif, dan partisipatif serta semangat mandiri. Untuk mencapai SDM berkualitas, pendidikan dimulai dari PAUD. Oleh karena itu, manajemen PAUD diperlukan, terutama dalam rangka meningkatkan layanan pendidikan anak usia dini sehingga bisa mengembangkan potensinya secara optimal.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan dengan tegas perlunya penanganan pendidikan anak usia dini. Pada pasal 1 butir 14 dikatakan bahwa: “Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enan tahun yang dilakukan melalui  pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Selanjutnya, pada pasal 28 dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. PAUD pada jalur pendidikan nonformal dapat berupa Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk satuan PAUD lain yang sederajat.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada pengembangan pembentukan prilaku/pembiasaan meliputi: (1) perkembangan nilai-nilai agama dan moral, (2) perkembangan sosial emosional dan kemandirian dan pengembangan kemampuan dasar. Perkembangan kedua meliputi: (a) perkembangan bahasa, (b) perkembangan kognitif, dan (c) perkembangan fi sik motorik.

Kegiatan pengembangan suatu aspek dilakukan secara terpadu dengan aspek yang lain dengan menggunakan pendekatan tematik. Kelompok Bermain merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini jalur pendidikan nonformal yang memberikan layanan pendidikan bagi anak usia 2-6 tahun, untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak agar kelak siap memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikannya mengutamakan kegiatan bermain sambil belajar. Kelompok bermain menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas anak dalam suatu kegiatan yang mengasyikkan.

Hadi (2008:1) mengatakan mengenai konsep bermain sambil belajar seperti berikut. ”Konsep bermain sambil belajar serta belajar sambil bermain pada PAUD merupakan pondasi yang mengarahkan anak pada pengembangan kemampuan yang lebih beragam. Kebijakan pemerintah kabupaten akan ikut menentukan nasib anak serta kualitas anak di masa depan. Masa depan yang berkualitas tidak datang dengan tiba-tiba. Oleh karena itu, lewat PAUD kita bina pondasi yang kuat agar di kemudian hari anak bisa berdiri kokoh dan menjadi sosok manusia yang berkualitas”. Manajemen PAUD menjadi sangat penting diperhatikan ketika melihat kenyataan bahwa daya imajinasi, kreativitas, inovatif. dan proaktif lulusannya, berbeda secara signifi kan dengan yang tidak melalui pendidikan PAUD. Hal ini penting karena era global yang penuh dengan persaingan dan kesemrawutan (chaos) ini, diperlukan SDM berkualitas dengan daya saing tinggi agar kita tidak terus menerus tertinggal dengan negara lain.

Untuk itu, perlu dipersiapkan SDM berkualitas melalui pendidikan berkualitas sejak anak usia dini, serta membenahi dan meningkatkan manajemen PAUD. Pengelolaan merupakan pengaturan atau managemen, dan pengajaran adalah sebuah proses belajar-mengajar. Jadi, pengelolaan pengajaran dapat diartikan suatu usaha mengatur atau memanage proses belajar mengajar agar sesuai dengan konsep dan prinsip-prinsip pengajaran agar tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efesien.

Membahas menajemen pembelajaran dimulai dengan membahas manajemen dulu, baru membahas pembelajaran. Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan sejumlah kelompok aktivitas. Dalam kegiatan itu manajer atau pimpinan harus melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, penempatan, penggerakan (pengarahan) dan pengendalian (TIM, 2011:86). Adapun pembelajaran adalah proses interaksi anak didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU Sisdiknas, 2003:4). Munurut Mulyasa (2012:256) dalam pengembangan rencana pembelajaran dinyatakan bahwa perencanaan pembelajaran PAUD meliputi perencanaan semester, rencana kegiatan mingguan (RKM), dan rencana kegiatan harian (RKH).

Berdasarkan pengertian manajemen dan pembelajaran tersebut, pengelolaan pembelajaran dapat dimaknai sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan penilaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Terdapat beberapa penelitian yang berkaitan dengan pengelolaan pembelajaran PAUD.

Penelitian yang dilakukan oleh Logue (2007), Early childhood learning standart : tools for promoting social and academic succes in kinderganten oleh alqozzine, menyatakan bahwa keberadaan seorang guru yang berkualitas di dalam kelas sangat membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya, dengan adanya guru yang berkualitas dapat membimbing siswa dalam memaksimalkan kualitas pembelajaran siswa tersebut.

Audra dan Neuharth-Pritchett (2006) meneliti dengan judul Developmentally Appropriate Practices in Kindergarten: factors shaping teacher beliefs and practice. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran berpusat pada anak (childreen-centered). Pendidik bertindak sebagai fasilitator dan evaluator. Dengan demikian, anak dapat bermain secara aktif dan berinteraksi antarsesama anak dengan penuh kegembiraan dan suasana yang menyenangkan. Hasil penelitian Dunn, dkk (2008) yang berjudul “impact of learning-style instructional strategieson student” menyatakan bahwa gaya pembelajaran, silabi, dapat mempengaruhi outcomes.

Michael S. Duggan, dkk (2009) dalam penelitiannya menyatakan “ A monitoring and evaluation framework for transformative change from sustainability programs in secondary schools”. Dinyatakan bahwa suatu monitoring dan evaluasi atau penilaian ke arah yang memberi tahu perubahan transformative program, mengembangkan pendidikan efektif untuk ketahanan prakarsa, dan meramalkan potensi mereka untuk kesuksesan atau kekurangan. Jadi, dengan adanya evaluasi atau penilaian dapat mengetahui apakah kemampuan/perkembangan siswa sudah maksimal atau belum. Membahas kualitas pembelajaran PAUD tentu tidak terlepas dari kegiatan utamanya yaitu proses pengelolaan pembelajaran (perencanaan, pelaksanaan dan penilaian) yang berlangsung atau dilaksanakan di lembaga PAUD yang bersangkutan. Proses pengelolaan pembelajaran yang tepat dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

 

Sumber Bacaan

Depdiknas, 2009. Permendiknas nomor 58 tahun 2009. Jakarata.

Algozzine, Gretes, dan Queen. 2007. “Beginning Teachers’ Perceptions of Their Induction Program Experiences”. International Journal of Academic Research Library Vol. 80, Iss. 3; pg. 137, 7 pgs.

Audra Parker, Stacey Neuharth-Pritchett. 2006. “Developmentally Appropriate Practice in Kindergarten: Factors Shaping Teacher.” Journal of Research in Childhood Education; Fall 2006; 21, 1; Academic Research Library pg. 65.

Dunn, Cheryl L., J. Owen Cherrington, Annita S. Hollander. 2005. Enterprise Information System, A Pattern-Bassed Approach. Edisi Ketiga, Newyork : Mc-Graw-Hill.

Logue, Mary E. 2007. “Early Childhood Learning Standards: Tools for Promoting Social and Academic Success in Kindergarten.” Children & Schools; Jan 2007; 29, 1; ProQuest Education Journals. pg. 35.

Departemen Pendidikan Republik Indonesia. 2013. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Galuh, dkk. 2013 Panduan Pengembangan Kurikulum PAUD, Solo : Solopos Ceria.

Mulyasa, 2012. Manajemen PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rohidi, Tjejep. 1999. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.

Tags: , , , , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *