Menurut bahasa, guru diambil dari bahasa Arab yaitu „alima – ya‟lamu, yang artinya mengetahui. Dengan arti tersebut, maka guru dapat diartikan “orang yang mengetahui atau berpengetahuan”. Seorang guru tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas akan tetapi juga merupakan sosok yang menjadi panutan bagi anak-anak didiknya. Pekerjaan yang tidak mengenal tanda jasa ini merupakan pekerjaan yang sangat mulia, yang hanya mengharap kepada anak-anak didiknya untuk menjadi generasi penerus yang unggul.

Seorang guru adalah sosok pridadi yang bisa menjadi panutan dan teladan, karena dari setiap perkataan, perbutan, dan tingkah lakunya akan menjadi sorot pandang bagi anak didiknya. Banyak yang mengatakan bahwa guru itu adalah seseorang yang “digugu dan ditiru”. Artinya orang yang memiliki kharisma dan wibawa yang perlu ditiru dan diteladani. Seorang guru Paud yang ideal selain memiliki kemampuan professional sesuai standar yang ditetapkan semestinya juga membekali diri dengan berbagai wawasan dan pengetahuan tentang anak didiknya. Wawasan tersebut sangat diperlukan agar guru dapat mengenali karakteristik anak didiknya dengan baik, meliputi pengenalan tentang perkembangan fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, moral keagamaan, seni dan kreativitas termasuk permasalahan yang ditemui dalam berbagai aspek perkembangan tersebut.

Tugas guru PAUD bukan hanya mengajar tetapi yang lebih penting adalah bagaimana memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan, juga belajar anak. Untuk dapat berperan sebagai fasilitator tentunya guru PAUD harus memiliki pemahaman yang jelas tentang belajar. Belajar terjadi karena ada proses yaitu interaksi antara individu dengan lingkungan. interaksi dengan lingkungan menimbulkan pengalaman, sedangkan hasil yang dicapai setelah belajar adalah prilaku yang meliputi pengetahuan sikap dan keterampilan.

Terdapat beberapa unsur-unsur dalam belajar antara proses atau kegiatan, pengalaman, perubahan prilaku sebagai seorang guru Paud harus pula memahami prinsip-prinsip belajar anak. prinsip belajar merupakan ketentuan hukuman yang harus dijadikan pegangan dalam pelaksanaan kegiatan belajar sebagai suatu hukum prinsip belajar akan sangat menentukan proses dan hasil belajar.

Djaja Djadjuri (1997) mengemukakan bahwa belajar anak berbeda dengan belajar orang dewasa karena anak belajar setiap saat. Prinsip belajar anak akan memberikan implikasi terhadap tugas guru, adapun prinsip belajar anak sebagai berikut: Anak adalah pembelajaran aktif, belajar anak dipengaruhi pematangan. Belajar anak dipengaruhi lingkungan anak belajar melalui kombinasi pengalaman fisik dan interaksi sosial anak-anak belajar dengan gaya yang berbeda yaitu anak belajar melalui bermain.

Tag: , , , , , , ,

Diposting oleh username


Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *