a. Pengertian Karakter

Karakter berasal dari bahasa Latin “kharakter”, “kharassein”, “kharax”, sedangkan didalam bahasa Inggris yaitu character, yang artinya karakter. Dalam kamus Poerwadarmitra, karakter diartikan sebgai tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti, yang membedakan seseorang dengan orang lain (Majid dan anandayanti, 2012:11).

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia karakter adalah sifat atau ciri kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, seperti tabiat atau watak. Memalui karakter seseorang memiliki cara berfikir, berprilaku dan bercirikhas untuk hidup dan bekerja sama baik itu dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Karakter adalah watak, sifat atau hal-hal yang memang sangat mendasar pada diri seseorang. Kebanyakan oarang menyebutnya dengan tabiat atau perangi, karena hal tersebut sangat abstrak pada diri seseorang (Majid dan Andayani, 2012:12). Banyak yang mengartikan karakter indentik dengan kepribadian. Seseorang dengan karakter yang dimiliki (watak, tabiat, sifat) dapat memperkirakan reaksi-reaksi terhadap berbagai fenomena yang muncul didalam dirinya mapun terhadap orang lain, dalam berbagai keadaan serta bagaimana mengendalikannya.

b. Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter adalah upaya yang dilakukan dengan sengaja untuk mengembangkan karakter yang baik (good character) berlandaskan kebijakan-kebijakan inti (core virtues) yang secara obyektif baik bagi individu maupun masyarakat menurut Strenberg (2000) yang dikutip oleh Saptomo dalam buku Dimendi-dimensi pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan usaha yang direncanakan secara bersama agar memiliki generasi penerus yang memilii dasar-dasar pribadi yang baik, baik dalam pengetahuan (cognitiv), perasaan (feeling), dan tindakan (action).

Menurut Ramli (2003) pendidikan karakter memiliki esensi dan makna dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Melalui pendidikan karakter dapat menumbuhkan moral dan akhlak yang baik didalam diri anak, sehingga terbentuklah prilaku-prilaku yang baik. Tumbuhnya karater yang baik dalam diri anak dapat menjadikan bekal untuk hidup bersosial dilingkungan masyarakat.

c. Karakter dalam Islam

1) Pengertian karakter Islam

Sebagai usaha yang identik dengan ajaran agama, pendidikan karakter dalam Islam memiliki keunikan dan perbedaan dengan karakter pendidikan didunia Barat. Perbedaan tersebut mencangkup penekanan terdapat pada prinsip-prinsip agama yang abadi, aturan dan hukum agara memperkuat moralitas, perbedaan pemahaman tentang kebenaran, penolakan terhadap otonomi moral sebagai tujuan pendidikan moral, dan penekanan pahala diakhirat sebagai motivasi perilaku moral. Inti dari perbedaan-perbedaan ini adalah kebenaran wahyu Ilahi sebagai sumber dan rambu-rambu pendidikan karakter dalam Islam (Majid dan Andayani, 2012:58).
Karakter yang terdapat didalam Islam mengacu kepada Implementasi akhlak yang tersimpil dalam karakter pribadi Rosullah S.A.W. Dalam pribadi Rosulullah bersemi nilai-nilai akhlak yang agung. Didalam Al-Qur‟ani surat Al-Ahzab ayat 21 menyatakan:

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah suri teladan yang baik”
Akhlak memiliki peran besar dalam kehidupan manusia. Pembinaan akhlak dimulai dari individu. Kemudian menyebar keindividu-individu yang lain. Maka akhlak akan terbangun dalam didalam lingkungan masyarakat dan diri seseorang. Peran akhlak dalam pembentukan karakter sangat berpengaruh, dimana individu dapat berprilaku yang sesuai denga ajaran agama dan tanpa menyimpangnya, sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Manusia merupakan makhluk yang memiliki berbagai karakter, seperti yang dijelaskan didalam Al-Qur‟ani surat asy-Syam ayat 8-10

فَا هلْمََهَا فُجُورَهَاوتَ هقوَهَا, قَ ه داَفه لَحَ مَ ه ن زَكَّهَا, وَقَ ه دخَابَ مَ ه ن دَسَّ هَا
– الشمس : ۰۱ ۸

Artinya : Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (Q.S as-Syam 8-10).
Karakter dapat diartikan juga dengan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan perbuatan yang berlandaskan norma-norma agama, hukum, tata karma, budaya dan adat istiadat yang berlaku di lingkungannya.

2) Bentuk penanaman karakter Islam

Penanaman menurut Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, (1998 : 690) berasal dari kata ”tanam” yang artinya menaruh, menaburkan (paham, ajaran dan sebagainya), memasukkan, membangkitkan atau memelihara (perasaan, cinta kasih, semangat dan sebagainya). Sedangkan penanaman itu sendiri berarti proses/caranya, perbuatan menanam (kan). Karakter Islam merupakan perpaduan anatara karakter dengan nilai-nilai agama sehingga menumbuhkan spiritualitas dalam diri seseorang (Majid, 2013:58). Dalam Islam terdapat tiga nilai utama yaitu akhlak, adab dan keteladanan. Akhlak merujuk kepada tugas dan tanggung jawab. Adab merujuk kepada sikap dan tingkah laku, sedangkan keteladan merujuk kepada kualitas karakter yang dimiliki oleh seorang muslim yaitu mengikut keteladanan Nabi Muhammad Saw.

Adapun bentuk penanaman karakter dalam Islam yaitu:

a) Tauhid (pengenalan nama Tuhan Allah)
Sebagai umat Islam, hal yang paling mendasar untuk diketahui yaitu mengenal nama Allah, sebab mengenal nama Allah merupakan rukun Islam yang pertama, yakni syahadat merupakan pengakuan hamba Allah bahwa dia mengenal, mengakui dan bersaksi bahwa Tuhannya hanya Allah semata.

b) Menirukan gerakan sholat
Sebelum mengajarkan kepada anak tentang gerakan sholat, hal yang palling mendasar yaitu mengenalkan tentang waktu-waktu sholat.

c) Mengucapkan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
Doa merupakan kata-kata yang mengandung unsur pujian kepada Allah sang pemberi nikmat, dan bentuk permohonan mnusia kepada Allah, baik dalam keadaan suka maupun duka. Alangkah baiknya kita selalu bersyukur dengan mengucakpan doa, sebagai perantara rasa syukur yang kita terima atas nikmat dari-Nya, ketika berdoa manusia memohon kepada Allah dengan penuh rendah hati.

d) Mengucapkan Kata-kata Santun
Perkataan yang santun dapat dimulai dengan mengucapkan salam ketika keluar dan masuk rumah/sekolah, berterima kasih ketika mendapatkan hadiah atau pujian, dan meminta maaf ketika berbuat salah.

e) Memperkenalkan Perbuatan baik dan Buruk
Memperkenalkan perbuatan baik dan buruk kepada anak, seperti menbiasakan berprilaku yang terpuji, tidak berkata bohong, tidak menyakiti hati orang lain, dan tidak menimbulkan permusuhan.

f) Menyanyangi Orangtua, Guru, Teman dan Orang-orang disekelilingnya
Membiasakan anak untuk menyanyangi orangtua, guru dan menyanyangi orang yang berada disekitarnya dapat menubuhkan karakter yang lembut dan memiliki kedekatan dengan siapa pun yang dia kenal.

Literasi

Adriani, Dian. 2011. Tumbuh kembang & terapi bermain pada anak. Jakarta: Selemba Medika
Soetjiningsih. (2010). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC
Dep.kes.RI. 2005. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Ditingkat Pelayanan Dasar.

Tag: , , , ,

Diposting oleh username


Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *