Pengertian Kepramukaan Menurut Para Ahli

Sejarah Pramuka

a. Sejarah Kepramukaan

Pendiri Gerakan Pramuka dunia yaitu “Loerd Robert Baden Powell”. Pengalaman beliaulah yang mendasari terbentuknya Gerakan Pramuka dari pembinaan remaja di Negara inggris (Firmansyah, 2016 : h.19).

Gambar 1 Baden Powel Sumber: Firmansyah, 2016

Robert Stephenson Smuth Baden Powell atau lebih dikenal Baden Powel lahir pada tanggal 22 Februari 1857 di London, Inggris. Ayahnya yang bernama Prof. Domine Baden Powell meninggal pada tanggal 11 juni 1860 saat Robert masih kecil (umur 3 Tahun) yang merupakan Professor Geometry di Universitas Oxford. Ibu dari bodel powel adalah seorang putri dari admiral Kerajaan Inggris (William T. Smyth) bernama Henrietta Grace Smyth. Baden Powell memiliki Sembilan saudara yaitu, Warrington, George, Agustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, Jessie dan Baden Fletcher (Firmansyah, 2016: h 19).

Pada tahun 1870, ibunya memasukkan Baden Powel ke Charterhouse School. Baden Powel sangat popular karena cerdasnya. Selain itu, Baden Powel mengikuti berbagai kegiatan seperti Marching Band, klub menembak, yeayer, melukis dan kipper kesebelasan Chartehouse. Pada usia 19 tahun, Baden Powell menamatkan sekolahnya dan bergabung dengan dinas kemiliterannya dibantu oleh pamannya (Kolonel Hendry Smyth) dan bertugas di dengan pangkat pembantu letnan. Setelah Baden Powell sempat berpindah-pindah tugas, beliau ditugaskan di pedalaman Afrika Selatan tepatnya di Kota Mafeking terhadap pengepungan bangsa Boer (Firmansyah, 2016 : h 19).

Pada tahun 1910, Baden Powell kembali ke Inggris dan sempat menuliskan pengalaman-pengalamannya dalam buku Aids To Scouting. Pada tahun 1970, pimpinan Boys Brigade Inggris, William Smyth, meminta agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai pengalaman beliau kemudian dipanggilah dua puluh pemuda dari Boys Brigade Inggris untuk berlatih dan berkemah selama delapan hari di Pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907. Pada tahun 1910, Baden Powell pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jendral yang kemudian menikah dengan Ovale St. Clair Soames pada tahun 1912 dan dianugrahi tiga orang anak yaitu peter, Heather, dan Betty. Pada tanggal 8 Januari 1941, beliau meninggal di Nyeri, Kenya, Afrika (Firmansyah, 2016 : h 20).

b. Sejarah Pramuka Dunia

Pada awal tahun 1908, Baden Powell menulis pengalamannya dengan judul buku “Scouting for Boys” untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Buku ini cepat menyebar di inggris dan Negara-negara lain sehingga berdirilah organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki (Boys Scout). Pada tahun 1912, berdirilah organisasi kepramukaan untuk wanita (Girl Guides). Ia dibantu adiknya dan kemudian dilanjutkan oleh istrinya. Tahun 1918, Baden Powell membentuk Rover Scout untuk mereka yang berusia17 tahun. Tahun 1922, Baden Powell menerbitkan buku Rovering to Success yang menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju pantai bahagia. Tahun 1920, Baden Powel menyelenggarakan Jambore Dunia pertama di Olympia Hall, London, dengan mengundang Pramuka dari 27 negara. Pada saat itu, Baden Powell diangkat menjadi Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World) (Firmansyah, 2016 : 21).

c. Sejarah Pramuka Indonesia

Sejarah Pramuka Indonesia tidak terlepas dari gagasan Baden Powell yang cepat menyebar melalui buku Scouting For Boys hingga Hindia-Belanda (Indonesia) yang saat itu sebagai jajahan Belanda. Berdirilah organisasi kepanduan yang merupakan cabang dari gerakan kepanduan dari Negara Belanda yang kemudian berkembang dan mandiri Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIPV).

Melihat dan memperhatikan gerakan kepanduan tersebut, maka tokoh-tokoh kebangsaan berniat mendirikan padvinders untuk anak bangsa dan kemudin berdirilah JPO (Javanese Padvinders Organisatie) disusul dengan Taruna Kembang, Padvinders Muhammadiyah yang kemudian menjadi Hizbul Wathan atau HW (Firmansyah, 2016 : h 22).

Pada tanggal 28 oktober 1923, gerakan kepanduan turut berperab aktif dan kongres pemuda yang mencetuskan sumpah pemuda. Dumpah pemuda tersebut menumbuhkan jiwa kebangsaan sehingga kepanduan Indonesia semakin ber kembang. K. H. Agus Salim mencetuskan idenya dengan mengganti padvenders dengan pandu. Kepanduan sempat dilarang pada masa penjajahan jepang. namun, idealisme dan semangat teteap menjiwai para pandu. Dalam perjuangannya melawan penjajah, para pandu ikut terjun dan saling bahu membahu untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia terbentuklah pandu rakyat Indonesia di Solo pada tanggal 28 Desember 1945 yang merupakan satu-satunya organisasi kepanduan Indonesia dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan kebudayaan pada tanggal 1 Februari 1947.

Pada awal tahun 1950, banyak bermunculan organisasri-organisasi kepanduan yang sempat ada pada Perang Dunia II sehingga Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan, mengganti keputusan nomer 93/Bhg.A tanggal 1 februari 1947 dengan keputusan nomer 23 441/kab,tanggal 6 september 1951. Hal ini memungkinkan organisasi kepanduan lain selain Pandu Rakyat Indonesia (Firmansyah, 2016 : h 23).

Pada tanggal 16 September 1951, terbentuklah IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) yang diterima menjadi anggota International Conference (Organisasi Kepanduan Sedunia) mewakili Indonesia masuk dalam Far East Regional Scout Officer pada tahun 1953. Pada tahun 1954, terbentuklah organisasi POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia) dan PKPI (Kepanduan Putri Indonesia) yang melebur menjadi PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia) yang merupakan Federasi dari IPINDO, POPPINDO dan PKPI pada tahun 1960. Pada tahun 1970, Far East Scout Officer berubah menjadi Asia-Pasific Regional Scout Conference serta Asia-Pasific Regional Scout Committee. Pada kurun waktu 1950-1960 banyak organisasi kepanduan yang tumbuh di Indonesia. Oleh sebab itu, Presiden Soekarno memberikan amanat pemimpin psndu di istana Merdeka pada tanggal 9 Maret 1961. Presiden Soekarno menyatakan pembubaran semua organisasi kepanduan di Indonesia dan kemudian meleburnya menjadi organisasi yang bernama Gerakan Pramuka dengan lambang tunas kelapa. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961. Namun, pada tanggal 14 Agustus 1961 ditetapkan sebagai Hari Pramuka karena secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan secara umum dan Presiden Republik Indonesia menganugerahkan panji-panji sebagai penghargaan keikutsertaannya berjuang mengisi kemerdekaan Republik Indonesia (Firmansyah, 2016 : h 24).

d. Struktur Organisasi Gerakan Pramuka

Organisasi Gerakan Pramuka atau sering disebut juga kepanduan merupakan organisasi yang di akui oleh Negara, bahkan struktur keorganisasian Gerakan Pramuka berjalan dengan baik di dunia Internasional maupun Indonesia. Di Indonesia keorganisasian Gerakan Pramuka di pimpin oleh Presiden Republik Indonesia yaitu di tingkat Kwartir Nasional (KWARNAS) lalu di tingkat Kwartir Daerah (KWARDA) oleh gubernur kemudian di tingkat Kwartir Cabang (KWARCAB) oleh Bupati atau Wali Kota setelah itu ke tingkat Kwartir Ranting (KWARRAN) sampai ke tingkat Gugus Depan (GUDEP) oleh tokoh masyarakat atau sering di duduki oleh kepala sekolah.


Gambar 2 Struktur Organisasi Gerakan Pramuka.

e. Fungsi Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka adalah nama organisasi pendidikan luar sekolah yang menggunakan Prinsip Dasar Metodik Pendidikan Kepramukaan atau disingkat PDMPK. Dalam pasal 3 mengenai Anggaran Dasar Gerakan Pramuka menjelaskan bahwa Gerakan Pramuka bertujuan membentuk setiap anggotanya memiliki kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat pada hukum, memiliki disiplin yang tinggi, menjunjung tinggi dan menghormati nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam menjalankan gerakan kepramukaan harus mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup.

Dalam pelaksanaannya diperlukan dukungan anggota dewasa. Berdasarkan buku “anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga” Pasal 4 dan 5 menjelaskan tugas pokok dan fungsi dari gerakan pramuka. Pasal 4 yang berkaitan degan tugas pokok menjelaskan bahwa “Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta membangun dunia yang lebih baik.”
Sedangkan dalam Pasal 5 menjelaskan bahwa fungsi pokok dari gerakan pramuka, yaitu berbunyi “Gerakan Pramuka berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan nonformal di luar sekolah dan di luar keluarga sebagai wadah pembinaan serta pengembangan kaum muda dilandasi Sistem Among, Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan”

f. Sistem pendidikan dan pelatihan pramuka agar berguna bagi masyarakat

Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan Kepramukaan bagi kaum muda, guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, yang sanggup bertanggungjawab dan mampu membina serta mengisi kemerdekaan nasional. Dalam menjalankan pendidikan dan pelatihan pramuka harus berdasarkan dharma pramuka. Dharma dapat diartikan sebagai alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. Dharma menjadi landasan gerakan pramuka mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong.

Menurut Buku Panduan Pramuka yang ditulis oleh Zuli Agus Firmansyah pada tahun 2016. Dharma dalam pramuka dibedakan menjadi dua, yaitu dwidarma dan dasadharma. Dwidarma dan Dasadharma selengkapnya berbunyi sebagai berikut :

1. Dwidarma Pramuka Siaga

  • Siaga berbakti kepada ayah bundanya.
  • Siaga berani dan tidak putus asa.

2. Dasadharma, Pramuka itu:

  • Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.22
  • Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  • Patriot yang sopan dan kesatria.
  • Patuh dan suka bermusyawarah.
  • Rela menolong dan tabah.
  • Rajin, terampil, dan gembira.
  • Hemat, cermat, dan bersahaja.
  • Disiplin, berani, dan setia.
  • Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
  • Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

g. Program Gerakan Pramuka Kwartil Cabang (Kwarcab)

Kwartir Cabang Gerakan Pramuka disingkat Kwarcab adalah lembaga kepemimpinan kolektif di tingkat kabupaten/kota yang diketuai seorang ketua, yang dalam menjalankan tugas dan kewajibannya bertanggungjawab kepada Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka. Secara umum, Kwarcab mempunyai tugas pokok memimpin dan mengendalikan organisasi dan kegiatan Gerakan Pramuka di wilayah kabupaten/kota. Tugas pokok dari Kwarcab adalah sebagai berikut:

  1. Memimpin Gerakan Pramuka di wilayahnya.
  2. Melaksanakan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan Musyawarah Nasional, Keputusan Kwarnas, Keputusan Musyawarah Daerah, Keputusan Kwartir Daerah, Keputusan Musyawarah Cabang dan Keputusan Kwarcab.
  3. Membina dan membantu kwartir ranting termasuk pembinaan gugus depan dan satuan karya pramuka di wilayahnya.
  4. Mengadakan hubungan dan kerjasama dengan Majelis Pembimbing Cabang.
  5. Mengadakan hubungan dan kerjasama dengan instansi pemerintah, swasta, dan organisasi masyarakat di tingkat kabupaten/kota yang sejalan dengan tujuan Gerakan Pramuka dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab).
  6. Menyampaikan laporan mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di wilayahnya kepada Kwartir Daerah dan menyampaikan tembusannya kepada Kwartir Nasional.
  7. Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Kwarcab kepada Musyawarah Cabang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  8. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Mabicab dan Rapat Kerja Cabang.
  9. Mengkomunikasikan misi dan program Gerakan Pramuka di wilayahnya kepada masyarakat melalui media informasi.
  10. Mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan yang bersifat pengabdian masyarakat.

Lambang & Bendera Gerakan Pramuka

a. Lambang Gerakan Pramuka

Lambang Gerakan Pramuka diciptakan oleh Bapak Soenardjo Admodipura. Lambang pramuka tersebut digunakan sejak 16 Agustus 1961 dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 31 Januari 1972 (Firmansyah, 2016 : h 26).

Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengiaskan cita- cita setiap anggota Gerakan Pramuka yang dapat digunakan pada semua atribut pramuka, seperti panji, bendera, papan nama Kwartir dan satuan administrasi Gerakan Pramuka sebagai alat pendidikan. Bentuk lambang Gerakan Pramuka ini adalah silhouette tunas kelapa (Firmansyah, 2016 : h 26).

b. Arti Kiasan Lambang Gerakan Pramuka

Adapun arti dari lambang gerakan pramuka yang berupa tunas kelapa dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Buah kelapa dalam keadaan tumbuh mengiaskan setiap anggota Gerakan Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
  2. Buah kelapa dapat bertahan lama dalam keadaan apapun. Artinya anggota Gerakan Pramuka sehat secara jasmani dan rohani, dan siap menghadapi segala tantangan dalam hidup untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa.
  3. kelapa dapat tumbuh di mana saja. Artinya anggota Gerakan Pramuka untuk menyesuaikan diri di lingkungan manapun dan dalam keadaan apapun.
  4. kelapa tumbuh menjulang dan merupakan salah satu pohon tertinggi di Indonesia. artinya anggota Gerakan Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi dan lurus dan tidak mudah digoyahkan oleh apapun.
  5. Akar kelapa tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Artinya setiap anggota keluarga memiliki tekad dan keyakinan yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata untuk memperkuat dirinya mencapai cita-citanya.
  6. kelapa adalah pohon yang setiap ujung atas hingga akarnya berguna. Ini mengiaskan anggota Gerakan Pramuka adalah manusia yang berguna. Mereka membaktikan diri kepada tanah air, bangsa dan Negara, serta kepada masyarakat (Firmansyah, 2016 : h 26).

c. Bendera Pramuka

Adapun deskripsi bendera pramuka adalah sebagai berikut:

  • bendera Pramuka berbentuk segi empat panjang dengan warna dasar putih disertai lambang Pramuka (tunas kelapa) berwarna merah pada bagian tengahnya.
  • Terdapat jalur merah dengan lebar 1/10 dari lebar bendera di bagian atas dan bawah dan letaknya 1/10 dari sisi atas dan bawah.
  • pada bagian pinggir tempat tali bendera terdapat jalur merah sepanjang lebar bendera dengan ukuran lebarnya 1/8 dari panjang bendera, dengan tulisan Kwartir, nama, atau nomor Gugus Depan (Firmansyah, 2016 : h 28).
  • Ukuran bendera untuk tiap tingkatan berbeda-beda. Nasional : 200 x 300 cm
    Daerah :150 x 225 cm
    Cabang : 90 x 135 cm
    Ranting : 60 x 90 cm Gugus Depan : 60 x 90 cm

Macam-Macam Tanda Pengenal

a. Tanda Umum

Tanda umum dipakai secara umum oleh anggota Gerakan Pramuka yang sudah dilantik, baik putra maupun putri (Firmansyah, 2016 : h 74).

1. Tanda Tutup Kepala

Gambar 3 Tanda Tutup Kepala Sumber: Firmansyah, 2016

  • Tanda tutup kepala dipasang pada bagian depan topi (tepat di tengah) untuk Pramuka Siaga putra dan putri.
  • Tanda tutup kepala dipasang pada bagian depan topi (tepat di tengah) untuk Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega Putri.
  • Tanda tutup kepala dipasang pada baret tepat di atas bingkai karet di sebelah atas pelipis kiri untuk Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega putra.
  • Tanda tutup kepala dipasang pada peci sebelah kiri depan 2 cm dari sisi depannya untuk Pramuka dewasa putri.
  • Tanda tutup kepala dipasang pada peci sebelah kiri depan 2 cm dari sisi depannya dan 1 cm dari sisi atas peci untuk Pramuka dewasa. (Firmansyah, 2016 : h 75)

2. Setangan Leher

Setangan leher digunakan oleh Pramuka putra maupun putri. Setangan leher berbentuk segitiga sama kaki dengan sudut antara dua kakinya sebesar 90 derajat. Setengan leher memiliki dasar putih dengan lis 5 cm berwarna merah di masing- masing sisi kakinya (Firmansyah 2016 : h 75).

Gambar4 Sentangan Leher
Sumber: Firmansyah, 2016

Untuk ukurannya setangan leher dibedakan berdasarkan golongannya. Untuk Pramuka Siaga putra dan putri berukuran (90 cm), Penggalang putra dan putri (100-120 cm), Pramuka Penegak, Pandega, dan anggota dewasa putra maupun putri memiliki ukuran (120-130) dan hanya berlaku pada pakaian harian pramuka, pakaian seragam kegiatan, pakaian seragam upacara, maupun pakaian khusus (pakaian muslim dan pakaian seragam tambahan) (Firmansyah, 2016 : h 75).

3. Tanda Pelantikan

Gambar 5 Tanda Pelantikan Sumber: Firmansyah, 2016
Tanda pelantikan ini disematkan saat pertama kali seseorang menjadi anggota Gerakan Pramuka dan berlaku seumur hidup. Oleh sebab itu, saat pelantikan cukup dengan mengucapkan ulang janji Dwisatya atau Trisatya tidak perlu harus menyematkan ulang tanda pelantikan ini (Firmansyah, 2016 : h 75).

4. Tanda WOSM

Gambar 6 Tanda WOSM Sumber: Firmansyah, 2016

Tanda ini adalah tanda Pramuka dunia dan merupakan tanda umum Gerakan Pramuka. Tanda Wosm digunakan pada baju seragam Pramuka di dada sebelah kanan untuk Pramuka (putra) dan kerah baju sebelah kanan untuk pramuka (putri). Gerakan Pramuka menyatakan keluar dari keanggotaan WAGGGS terhitung mulai tanggal 7 juni 2001 dengan keputusan ka Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 064 tahun 2001 tentang pernyataan menarik diri dari keanggotaan WAGGGS, dan tetap sebagai anggota WOSM (World Organization of the Scout Movement) (Firmansyah, 2016 : h 76).

5. Tanda Harian Gerakan Pramuka

Tanda harian Gerakan Pramuka berbentuk tunas kelapa. Dibuat dari logam berwarna kuning emas tanpa bingkai dan tanpa dasar. Tanda harian ini dikenakan pada pakaian sehari-hari dan tidak diperkenankan digunakan pada pakaian seragam Pramuka. Dilekatkan pada leher baju sebelah kiri atau di dada sebelah kiri kira-kira 4-5 cm di atas saku.

b. Tanda Satuan

Tanda satuan adalah tanda yang menunjukkan satuan atau Kwartir tertentu tempat anggota Gerakan Pramuka bergabung.

1. Tanda satuan kecil

a) Tanda Barung (untuk Pramuka Siaga)
Tanda barung berbentuk segitiga sama sisi dengan panjang sisinya 4 cm. tanda barung tidak bergambar. Polos berwarna menurut pilihan anggota barung yang bersangkutan.

Gambar 7 Tanda Barung Sumber: Firmansyah, 2016

b) Tanda Regu (untuk Pramuka Penggalang)

Putra : Hewan Putri : Bunga Gambar 8 Tanda Regu Sumber: Firmansyah, 2016
Tanda regu berbentuk bujur sangkar, dengan panjang setiap sisinya 4 cm.
Putra : hewan Putri : bunga
c) Tanda Sangga (untuk Pramuka Penegak)

Gambar 9 Tanda Sangga Sumber: Firmansyah, 2016

Tanda sangga berbentuk bujur sangkar, dengan panjang setiap sisinya 4 cm (Firmansyah, 2016 : h 78).

d) Nomor Gugus Depan

Gambar 10 Nomor Gugus Depan Sumber: Firmansyah, 2016
Pita nomor Gugus Depan berbentuk segi empat dengan tinggi 1,5 cm dan panjang 3 cm. dalam pita nomor, terdapat angka dengan tinggi maksimal 1 cm. pita nomor Gugus Depan berwarna dasar putih dengan angka berwarna merah. Dua angka terdepan merupakan angka kode ranting, dan angka selanjutnya adalah nomor urutan Gugus Depannya di wilayah rantingnya. Nomor genap untuk putri dan nomor ganjil untuk putra.

e) Tanda Lokasi dan Badge/Lencana Daerah

1. Badge/Lencana Daerah

Gambar 11 Tanda Badge Sumber: Firmansyah, 2016
Lencana Daerah (Badge) adalah tanda keanggotaan Pramuka di daerahnya (Kwartir Daerah)

2. Pita wilayah atau lokasi

Gambar 12 Pita Wilayah Sumber: Firmansyah, 2016

Pita wilayah (lokasi) adalah pita kecil yang bertuliskan nama wilayahnya (Kwartir Cabang)

f) Tanda Satuan Karya (Saka)

Gambar 13 Tanda Satuan Karya Sumber: Firmansyah, 2016
Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pembinaan bagi anggota gerakan pramuka, baik anggota muda maupun anggota dewasa muda dengan menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan. Jenis-jenis satuan karya pramuka adalah : Saka Dirgantara, Saka Bhayangkara, Saka Bahari, Saka Bakti Husada, Saka Keluarga Berencana (Kencana), Saka Taruna Bumi, Saka Wanabakti, Saka Wirakartika, Saka Pariwisata, Saka Widy Bakti, Saka Kalpataru.

c. Tanda Jabatan

Tanda Jabatan menunjukkan jabatan dan tanggung jawab seorang anggota Gerakan Pramuka dalam lingkungan organisasi Pramuka. Tanda jabatan dalam pramuka memiliki bentuk yang bervariasi, hal ini dikarenakan Gerakan Pramuka dalam lingkungan organisasi Gerakan Pramuka juga bermacam. Seperti Tanda pemimpin / wakil pemimpin barung / regu / sangga, sulung, pratama, pradana, – pemimpin / wakil krida / saka, – Dewan Kerja, Pembina, Pembantu Pembina, Pelatih, Andalan, Pembimbing, Pamong Saka, Dewan Saka dan lain-lain.
Adapun tanda jabatan dalam pramuka di Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Tanda Jabatan Siaga, Penggalang, Penegak

Gambar 14 Tanda Jabatan Siaga, penggalang, penegak Sumber: Firmansyah, 2016
Tanda ini menandakan pimpinan satuan terkecil dalam satu regu pramuka. Tanda ini berupa janur yang mempunyai arti kiasan pengemban suatu tugas.

2. Tanda Jabatan Pengurus Dewan Kerja

Gambar 15 Tanda Jabatan Pengurus Sumber: Firmansyah, 2016
Tanda Pengurus berbentuk roda gigi dengan 10 buah giginya, serta bintang bersudut lima. Tanda ini memberi arti kiasan bahwa Pengurus bertugas menggerakkan para Pramuka untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka yang tetap berbasis pada Dasa Darma dan Pancasila.

3. Tanda Jabatan Pembina dan Pembantu Pembina

Gambar 16 Tanda Jabatan Pembina Sumber: Firmansyah, 2016
Tanda Pembina Pramuka berbentuk kemudi dengan 8 buah pegangan, dan ditengah terdapat gambar tunas kelapa diatas dasar lingkaran yang terbagi tiga sama luasnya, disertai sinar memancar dari pusat lingkaran menuju ke tepi lencana berbentuk segi 10 beraturan. Arti dari tanda ini adalah Pembina Pramuka bertugas mengendalikan Satuannya beserta seluruh peserta didik di dalamnya (8 arah mata angin), guna melaksanakan Tri Satya dan Dasa Darma pramuka, dengan tetap berada dalam rangka mencapai tujuan Gerakan pramuka.

4. Tanda Jabatan Pelatih

Gambar 17 Tanda Jabatan Pelatih Sumber: Firmansyah, 2016
Tanda ini terdiri atas jantung berwarna merah putih, dengan bintang bersudut lima, dan garis jari-jari menuju ke 8 arah, dengan dua jari-jari mendatar lebih tebal dari 6 jari-jari lainnya. Tanda ini berarti bahwa tugas Pelatih Pembina Pramuka adalah sebagai jantungnya pramuka. Sebagai pemberi pengetahuan, pengalaman dan kecakapan para Pembina Pramuka. Pembina Pramuka tersebut

memiliki rasa kecintaan kepada tanah air (patriotisme, merah dan putih) serta jiwa Pancasila (bintang bersudut lima).

5. Tanda Jabatan Majelis Pembimbing

Gambar 18 Tanda Jabatan Majelis Pembimbing Sumber: Firmansyah, 2016
Tanda Majelis Pembimbing berbentuk segi 10 beraturan, dengan sinar memancar dari pusat lingkaran keluar, 10 buah sinar besar menopang segi 10 beraturan tersebut. Tanda ini memiliki arti bahwa anggota Majelis Pembimbing adalah anggota Gerakan Pramuka yang mempunyai kewajiban memberi dukungan kepada seluruh jajaran Pramuka di wilayahnya.

6. Tanda Jabatan Andalan

Gambar 19 Tanda Jabatan Andalan Sumber: Firmansyah, 2016
Tanda Andalan berbentuk segi 10 beraturan, dan terdapat sinar memancar dari pusat lingkaran keluar, sinar itu memancar dari tunas kelapa yang dilingkari 61 butir padi. Tanda ini memiliki arti bahwa Andalan adalah anggota yang diandalkan untuk mengelola organisasi Gerakan Pramuka di wilayahnya.

d. Tanda Penghargaan

1. Peserta Didik

a) Lencana/Bintang Teladan

Gambar 20 Lencana/Bintang Teladan Sumber: Firmansyah, 2016

Tanda penghargaan ini adalah salah satu tanda penghargaan yang diberikan bagi anggota gerakan pramuka (siaga, penggalang, penegak, pendega) yang telah mencapai tingkat kecakapan pramuka garuda (Firmansyah, 2016 : h 83).

b) Lencana/Bintang Wirautama

Gambar 21 Lencana/Bintang Wirautama Sumber: Firmansyah, 2016

Tanda penghargaan ini adalah salah satu tanda penghargaan yang diberikan bagi anggota gerakan pramuka siaga, penggalang, penegak, pendega serta orang dewasa di dalam atau di luar Gerakan Pramuka dan telah memenuhi persyaratan untuk menerima lencana ini (Firmansyah, 2016 : h 84).

c) Lencana/Bintang Karya Bakti

Gambar 22 Lencana/Bintang Karya Bakti Sumber: Firmansyah, 2016
Tanda penghargaan ini adalah salah satu tanda penghargaan yang diberikan bagi anggota gerakan pramuka penegak dan pendega yang telah memenuhi persyaratan untuk menerima lencana ini (Firmansyah, 2016 : h 84).

d) Bintang Tahunan

Gambar 23 Bintang Tahunan Sumber: Firmansyah, 2016

Tanda yang diberikan kepada anggota pramuka siaga, penggalang, penegak, pendega sebagai penghargaan satu tahunan dan kelipatannya atau kesetiaan dan keaktifannya sebagai anggota pramuka. Siaga (hijau), Penggalan (merah), Penegak (kuning), Pandega (coklat) (Firmansyah, 2016 : h 84).

e) Tanda Penghargaan lainnya seperti tiska,tigor,dll.

Gambar 24 Tanda Penghargaan Tiska, Tigor.
Sumber: Firmansyah, 2016
Tanda Tiska/Tigor diperuntukkan bagi anggota pramuka siaga, penggalang, penegak, pendega (Firmansyah, 2016 : h 85).

2. Anggota Dewasa

a) Lencana/Bintang Pancawarsa

Gambar 25 Lencana/Bintang Pancawarsa Sumber: Firmansyah, 2016
sebagai penghargaan bagi anggota dewasa atas kesetiaannya kepada organisasi dan keaktifannya (Firmansyah, 2016 : h 86).

b) Lencana/Bintang Wiratama

Gambar 26 Lencana/Bintang Wiratama Sumber: Firmansyah, 2016
sama seperti tanda penghargaan pada peserta didik

c) Lencana/Bintang Darma Bakti

Gambar 27 Lencana/Bintang Darna Bakti Sumber: Firmansyah, 2016

Lencana kehormatan yang diberikan kepada anggota dewasa di dalam dan di luar gerakan pramuka yang telah dianggap memberikan jasa untuk membantu kelancaran kegiatan pramuka (Firmansyah, 2016 : h 87).

d) Lencana/Bintang Melati

Gambar 28 Lencana/Bintang Melati Sumber: Firmansyah, 2016
Lencana kehormatan yang diberikan kepada anggota dewasa di dalam dan di luar gerakan pramuka yang telah dianggap memberikan jasa (Firmansyah, 2016 : h 87).

e) Lencana/Bintang Tunas Kencana

Gambar 29 Lencana/Bintang Tunas Kencana Sumber: Firmansyah, 2016
Lencana kehormatan yang diberikan kepada anggota dewasa di dalam dan di luar gerakan pramuka yangtelah dianggap memberikan jasa (Firmansyah, 2016 : h 88).

Referensi

Agus Firmansyah, Yuli. 2015. Panduan Resmi Pramuka. Jakarta : Wahyu Media

Rizky, syam. 2016. Mengenal Dunia Pramuka Indonesia. Yogyakarta : Yogya Bangkit Publisher

Dani, K. A. S., & Anwari, K. B. (2015). Buku Panduan Pramuka Penggalang. Penerbit Andi.

Tags: ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *