Pengertian, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan Metode Bercerita Pada Anak Usia Dini

Pengertian, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan Metode Bercerita Pada Anak Usia Dini

Pengertian Metode Bercerita

Metode Bercerita merupakan salah satu metode yang diajarkan di Taman Kanak-kanak. Muhammad Fadlillah (2014: 172) menyebutkan metode bercerita adalah metode yang mengisahkan suatu peristiwa atau kejadian kepada peserta. Kejadian atau peristiwa tersebut disampaikan kepada peserta didik melalui tutur kata, ungkapan dan mimik wajah yang unik.

Moeslichatoen (2004: 157) menyatakan metode bercerita adalah salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak Taman Kanak-kanak dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. Cerita yang dibawakan guru harus menarik, dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak Taman Kanak-kanak.
Dari kedua pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa metode bercerita adalah metode yang mengisahkan suatu peristiwa atau kejadian untuk memberikan pengalaman belajar bagi anak Taman Kanak-kanak dengan membawakan cerita secara lisan. Metode bercerita dalam penelitian ini adalah cara penyampaian materi melalui kegiatan bercerita dengan tujuan untuk meningkatkan perhatian anak.

Manfaat Metode Bercerita

Moeslichatoen (2004: 168) menyebutkan manfaat penggunaan metode bercerita dalam pembelajaran anak Taman Kanak-kanak adalah sebagai berikut:

  • Bagi anak usia Taman Kanak-kanak mendengarkan cerita yang menarik yang dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengasyikkan.
  • Guru dapat memanfaatkan kegiatan bercerita untuk menanamkan kejujuran, keberanian, kesetiaan, keramahan, ketulusan, dan sikap-sikap positif yang lain dalam kehidupan lingkungan keluarga, sekolah, dan luar sekolah.
  • Kegiatan bercerita juga memberikan sejumlah pengetahuan sosial, nilai- nilai moral, dan keagamaan.
  • Kegiatan bercerita memberikan pengalaman belajar untuk berlatih mendengarkan.
  • Melalui meotde bercerita memungkinkan anak mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, maupun psikomotor masing-masing anak.
  • Memungkinkan pengembangan dimensi perasaan anak.
  • Metode bercerita digunakan guru untuk memberikan informasi tentang kehidupan sosial anak dengan orang-orang yang ada disekitarnya dengan berbagai macam pekerjaan.
  • Membantu anak membangun bermacam peran yang mungkin dipilih anak, dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat.
  • Menuturkan bermacam pekerjaan yang ada dalam masyarakat yang beraneka ragam yang dapat menimbulkan sikap pada diri anak menghargai bermacam-macam pekerjaan tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Bercerita

Syaiful Bahri Djamarah (2005: 243) menyebutkan kelebihan dan kekurangan metodebercerita sebagai berikut:
Kelebihan metode bercerita diantaranya yaitu:

  • Guru mudah menguasai dan mengatur kelas.
  • Guru dapat meningkatkan konsentrasi anak didik dalam waktu yang lama.
  • Guru mudah untuk membuat persiapan.
  • Guru mudah melaksanakannya.
  • Dapat diikuti oleh anak didik dalam jumlah yang banyak.

Sedangkan kekurangan metode bercerita adalah:

  • Anak didik terkadang terbuai dengan jalannya cerita sehingga tidak dapat mengambil intisarinya, apalagi jika tidak disimpulkan di akhir cerita.
  • Hanya guru yang bisa bermain kata-kata atau kalimat.
    Dapat menyebabkan anak didik menjadi pasif.
  • Anak didik lebih cenderung hafal isi cerita dari pada intisari cerita yang dituturkan.

Langkah-Langkah Penerapan Metode Bercerita dengan Media Boneka Tangan

Langkah-langkah dalam bercerita menggunakan media boneka tangan adalah:

  • Guru mengkondisikan anak
  • Guru memberitahu judul cerita yang akan dibacakan
  • Guru memperkenalkan boneka tangan sesuai tokoh dalam cerita.
  • Guru memulai bercerita.
  • Selesai bercerita guru memberikan pertanyaan kepada anak untuk mengetahui ingatan dan pemahaman anak terhadap cerita yang dibacakan.

Tadkiroatun Musfiroh (2005: 148-149) memaparkan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat bercerita dengan boneka tangan yaitu:

  • Jarak boneka tidak terlalu dekat dengan mulut pencerita
  • Kedua tangan harus lentur memainkan boneka
  • Antara gerakan boneka dengan suara tokoh harus sinkron.
  • Selipkan nyanyian dalam cerita melalui perilaku tokoh.
  • Melakukan improvisasi melalui tokoh melalui interaksi langsung dengan anak.
  • Menutup cerita dengan membuat kesimpulan dan ajukan pertanyaan cerita yang berfungsi sebagai latihan bagi anak.
  • Apabila cerita tidak dilakukan menggunakan panggung boneka, dekatkan boneka tangan pada anak yang tampak terpesona.

Sumber Bacaan

Moeslichatoen. (2004). Metode Pengajaran di Taman Kanak-Kanak. Yogyakarta: Rineka Cipta

Muhammad Fadlillah. (2014). Desain Pembelajaran PAUD. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.

Syaiful Bahri Djamarah. (2005). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya

Tadkiroatun Musfiroh. (2005). Bercerita Untuk Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.

Banyak yang baca