Pengertian, Manfaat dan Peran Bercerita Media Boneka Tangan PAUD

Pengertian Media Boneka Tangan

Cucu Eliyawati (2005: 104) menyebutkan kata “media” berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang berarti “perantara”, yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan atau receiver. Ari Siswanti dkk (2013: 3) menyebutkan boneka tangan adalah tiruan dalam bentuk manusia, hewan maupun bentuk lainnya yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran tangan dengan berbagai corak dan motif. Sedangkan Sudjana dalam Klara (tt: 2) menyebutkan boneka tangan adalah boneka yang digerakkan oleh tangan.
Berdasarkan uraian di atas media boneka tangan dapat diartikan sebagai tiruan dalam bentuk manusia, hewan maupun bentuk lainnya yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran tangan dengan berbagai corak dan motif yang cara memainkannya digerakkan oleh tangandan digunakan guru untuk mendukung dalam penyampaian pesan pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk menarik perhatian anak.

Manfaat Penggunaan Media Boneka Tangan

Ari Siswanti dkk (2013: 3) menyebutkan manfaat boneka tangan adalah sebagai berikut:

a. Tidak banyak memakan tempat dalam pelaksanaannya,
b. Tidak menuntut keterampilan yang rumit bagi yang akan memainkannya
c. Dapat mengembangkan imajinasi anak, mempertinggi keaktifan anak dan suasana gembira
d. Mengembangkan aspek bahasa.

Media boneka tangan juga memiliki kelebihan yaitu dapat digunakan sesuai dengan tema yang diajarakan. Selain itu, media boneka tangan juga belum pernah digunakan oleh guru sehingga dapat menarik perhatian anak.

Peranan Media Boneka Tangan dalam Penerapan Metode Bercerita Untuk Meningkatkan Perhatian Siswa

Salah satu peranan media pembelajaran menurut Kemp & Dayton dalam Azhar Arsyad (2011: 21-22) yaitu pembelajaran akan lebih menarik perhatian anak dan membuat anak lebih terjaga dan memperhatikan. Begitu pula dengan kegiatan bercerita memerlukan media untuk membangkitkan perhatian anak.

Media dipergunakan agar anak dapat lebih menyerap informasi secara efektif dan menyimpannya dalam long term memory. Alat bantu cerita membantu anak berimajinasi dan mendorong anak untuk tetap bertahan dalam mempertahankan konsentrasi. Boneka tangan merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam kegiatan bercerita. Media ini melibatkan penglihatan dan pendengaran siswa. Selain itu interaksi dengan anak dapat dibangun melalui media ini.

Perhatian anak melalui metode bercerita dengan media boneka tangan dapat ditingkatkan melalui langkah-langkah sebagai berikut:(1) guru mengkondisikan anak, (2) guru memberitahu judul cerita yang akan dibacakan, guru memperkenalkan boneka tangan sesuai tokoh dalam cerita, (4) guru menceritakan isi cerita, dan (5) pada bagian akhir guru memberikan pertanyaan kepada anak untuk mengetahui ingatan dan pemahaman anak terhadap cerita yang Selain itu pemberian reward bagi anak yang bisa menjawab pertanyaan dapat menambah motivasi anak.

Sumber Bacaan

Azhar Arsyad. (1996). Media Pembelajaran. Jakarta: Grafindo.

Cucu Eliyawati. (2005). Pemilihan dan Pengembangan Sumber Belajar untuk Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas Dirjen Dikti.

Syaiful Bahri Djamarah. (2005). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya

Tadkiroatun Musfiroh. (2005). Bercerita Untuk Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.

 

Tags: , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *